Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Etika dalam Serat Sana Sunu Karya R. Ng. Yasadipura II Widiatmi, Tri
WIDYATAMA Vol 22, No 2 (2013): WIDYATAMA
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat Sana Sunu tedapat banyak nilai-nilai etika yang perlu diteladani dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kandungan ajaran pendidikan budi pekerti luhur, berperilaku yang sopan, bertindak sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat dalam menjalani kehidupan banyak tertuang dalam ajaran Serat Sana Sunu. Ajaran tersebut dapat dipetik bermacam-macam ajaran-ajaran moral, etika dan nasihat-nasihat yang berguna dalam kehidupan masyarakat pada saat ini dan yang akan datang. Kata-kata kunci: Serat Sana Sunu, Etika.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Wayang Berbasis Aplikasi Game bagi Guru Bahasa Jawa di Magetan pradnya paramita hapsari; Agus Efendi; R Adi Deswijaya; Harsono Harsono; Tri Widiatmi
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol 1 No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.73 KB) | DOI: 10.32938/jpsh.1.2.2022.50-57

Abstract

Guru diharapkan dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meski hanya berupa sesuatu yang sederhana guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Selain guru dituntut dapat menggunakan alat yang tersedia di sekolahan, guru juga mendapat tuntutan untuk mengembangkan media pembelajaran. Bahkan jika media pembelajarannya belum tersedia, guru dituntut untuk dapat membuat terlebih dahulu. Berlatarbelakang permasalahan tersebut, maka tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu para guru bahasa Jawa di Magetan Jawa Timur dapat memiliki bahan media pembelajaran wayang berbasis aplikasi game untuk disosialisasikan kepada siswa. Sasaran dalam pengabdian ini adalah para guru bahasa Jawa di Magetan Jawa Timur. Atas dasar berbagai kendala yang dialami para guru bahasa Jawa, tim pengabdian menggunakan metode atau cara dalam memecahkan permasalah dalam bentuk pelatihan pengembangan media wayang berbasis aplikasi game yang mana para guru tersebut sangat antusias sekali dalam pengabdian ini. Pelatihan pengembangan media wayang berbasis game menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab juga praktik bersama guna memudahkan para guru dalam memahami apa yang disampaikan oleh para pengabdi. Kegiatan pelatihan ini diapresiasi sekali oleh para guru yang mayoritas memang kurang memahami media pembelajaran berbasis aplikasi game. Melalui pelatihan ini, para peserta menjadi mudah memahami mengenai media pembelajaran berbasis aplikasi game yang dapat digunakan untuk pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas.
Makna Simbolik Pacul dan Nilai Pendidikan yang Terkandung di dalamnya (Kajian Etnolinguistik) Hapsari, Pradnya Paramita; Efendi, Agus; Widiatmi, Tri; Deswijaya, R.Adi; Harsono, Harsono
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1391

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakang dari rasa penasaran terhadap sebuah alat tradisional yang dipakai oleh petani untuk mencangkul di Sawah berupa pacul. Yang pada kenyataannya hanyalah sebuah alat sederhana namun ternyata memiliki makna simbolik atas penamaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik pacul dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan kajian teori mengenai makna simbolik, simbol dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah hasil transliterasi wawancara dengan narasumber yang ahli dibidangnya mengenai makna simbolik pacul dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini mendeskripsikan mengenai makna simbolik pacul yang merupakan kesatuan dari bawak, tandhing, lempeng dan langkir. Juga dapat mengetahui nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya diantaranya nilai religius, dan nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Makna Simbolik Pacul dan Nilai Pendidikan yang Terkandung di dalamnya (Kajian Etnolinguistik) Hapsari, Pradnya Paramita; Efendi, Agus; Widiatmi, Tri; Deswijaya, R.Adi; Harsono, Harsono
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1391

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakang dari rasa penasaran terhadap sebuah alat tradisional yang dipakai oleh petani untuk mencangkul di Sawah berupa pacul. Yang pada kenyataannya hanyalah sebuah alat sederhana namun ternyata memiliki makna simbolik atas penamaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik pacul dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan kajian teori mengenai makna simbolik, simbol dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah hasil transliterasi wawancara dengan narasumber yang ahli dibidangnya mengenai makna simbolik pacul dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini mendeskripsikan mengenai makna simbolik pacul yang merupakan kesatuan dari bawak, tandhing, lempeng dan langkir. Juga dapat mengetahui nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya diantaranya nilai religius, dan nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL JAWA TUMETESING LUH KARYA ANY ASMARA (KAJIAN PRAGMATIK) Pradnya Paramita Hapsari; Agus Efendi; Tri Widiatmi; Adi Deswijaya; Harsono Harsono; Atiningtyas Fitri Rahayu; Gembong Danasmoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk prinsip kesantunan berbahasa apa saja yang terdapat dalam novel Jawa berjudul tumetesing luh karya Any Asmara dengan kajian pragmatik. Kesantunan berbahasa dalam novel Tumetesing Luh penting dikaji karena mencerminkan nilai budaya Jawa dalam membangun hubungan sosial dan emosional antar tokoh. Melalui kajian pragmatik, kesantunan berbahasa membantu mengungkap pesan moral dan sikap etis yang disampaikan pengarang secara implisit. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jawa berjudul tumetesing luh. Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Alat penelitian yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu alat utama dan alat bantu. Teknik pengumpulan data dengan metode simak dan teknik lanjutan catat. Validitas data penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber data. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan metode padan dan metode distribusional (metode agih) untuk menemukan kaidah dalam tahap analisis. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskriptif, berdasarkan pada fenomena dan fakta yang secara empiris ditemui dalam pengumpulan data. Penelitian ini menghasilkan kesantunan berbahasa apa saja yang terdapat dalam novel Jawa berjudul tumetesing luh dengan kajian pragmatik. Dalam penelitian ini bentuk penggunaan prinsip kesantunan berbahasa menggunakan maksim kebijaksanaan seperti bagaimana tuturan bijaksananya seorang perempuan yang tersakiti, maksim kedermawanan seperti bagaimana peserta tutur diharapkan dapat menghormati orang lain, penghormatan terjadi apabila orang dapat mengurangi keuntungan bagi dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi pihak lain. Maksim pujian seperti terlihat pada penggunaan tuturan memuji kecantikan seseorang dengan cara terang-terangan, maksim kerendahan hati terlihat pada penggunaan tuturan merendahkan dirinya sendiri, merasa dirinya biasa saja dan tidak menampakkan bahwa dirinya adalah seorang yang sangat cantik dan diidam-idamkan banyak lelaki. Maksim kesepakatan terlihat pada penggunaan tuturan mengiyakan pernyataan lawan bicara tanpa memotong pembicaraan dan maksim kesimpatian terlihat pada penggunaan tuturan kepedulian terhadap sesama perempuan. Penelitian kesantunan berbahasa daam novel Jawa berjudul Tumetesing Luh akan diterbitkan dalam journal of innovative and creativity (JOECY) Universitas Tuanku Tambusai yang mana jurnal tersebut sudah terindex sinta-5.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM FILM PENDEK PRASAJA KARYA PANIRADYA KAISTIMEWAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Auliyani, Zalfa; Deswijaya, R. Adi; Efendi, Agus; Widiatmi, Tri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43740

Abstract

The phenomenon of using more than one language often occurs in bilingual and multilingual communities, particularly in everyday interactions. This phenomenon is also appear in the dialogues of the characters in the short film Prasaja, which demonstrates the use of more than one language in the communication process. Therefore, this study aims to describe the forms of code-switching and code-mixing in Paniradya’s short film Prasaja, as well as the factors influencing the occurrence of these phenomena. The research method employed is qualitative descriptive. The data source for this study is the short film Prasaja by Paniradya Kaistimewan, released in 2022. The research data consists of the dialogues of the characters in the short film Prasaja by Paniradya Kaistimewan. Data collection was conducted using observation and note-taking techniques. Data analysis involved data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that in the dialogues of the film Prasaja, instances of code-switching were found, specifically inward code-switching. In addition, several forms of code-mixing were also found, including inward code-mixing, outward code-mixing, and mixed code-mixing. Factors contributing to code-switching and code-mixing include the speaker, the interlocutor, role identification, variety identification, and the desire to explain or interpret.