Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Daring Taḥfīẓ Al-Quran pada Program Boarding School Havidz Cahya Pratama; Siti Amanah
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 2, No. 2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.026 KB) | DOI: 10.30595/ajsi.v2i2.11783

Abstract

Program taḥfīẓ Al-Qur’an sudah menjadi harapan bagi orang tua agar anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an. Pemilihan sekolah dengan program unggulan taḥfīẓ Al-Qur’an menjadi salah satu upaya mereka dalam menciptakan penghafal Al-Qur’an dalam keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran taḥfīẓ pada program Boarding School SD Islam Al mujahidin saat masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran taḥfīẓ pada program Boarding School SD Islam Al mujahidin saat masa pandemi Covid-19 berbeda dengan sebelum masa pandemi Covid-19, yaitu pembelajaran taḥfīẓ dilaksanakan secara daring. Pembelajaran taḥfīẓ dilaksanakan dengan beberapa strategi yaitu setoran hafalan melalui video call WhatsApp, tahsin secara daring, dan bimbingan hafalan secara daring juga. Pelaksanaan pembelajaran taḥfīẓ secara daring telah terlaksana selama satu tahun pelajaran yaitu 2020/2021. Pelaksanaan pembelajaran taḥfīẓ memiliki beberapa kendala seperti kendala jaringan siswa-siswi yang terkadang tidak bagus dan saat awal pelaksanaan pembelajaran daring siswa siswi kurang semangat mengikutinya. Namun kendala tersebut bukan kendala yang berarti. Kemudian pelaksanaan pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik karena didukung dengan adanya strategi pembelajaran yang tepat, fasilitas berupa jaringan internet sekolah, upaya musyrif dan musyrifah dalam melaksanakan peran dan tugasnya, serta dukungan dari wali murid.
Pelatihan Multimedia Pembelajaran al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) berbasis website pada MGMP ISMUBA SMP/MTs Kabupaten Banyumas Havidz Cahya Pratama; A. Sulaeman; Irham Muhammad Azama; Riko Adi Viantoro; Fikri Awang Royani
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.1.2022.68-77

Abstract

Educators always strive to present learning materials optimally and are supported by adequate learning resources so students can master them completely. This is intended to equip partners by a) instilling awareness in training participants about the importance of developing learning multimedia; b) providing an understanding and insight into the multimedia concept of AIK learning for educators as a special feature of Muhammadiyah schools; 3) providing capabilities and skills in developing web-based learning multimedia to improve the quality of learning and teaching. Partners involved in this training activity are Ismuba teachers of SMP/MTs Muhammadiyah Kab. Banyumas with representatives of each school as many as 20 people. Implementation method with lecture, practice, and assignment methods. The steps of this training activity are divided into two theoretical, drill and demontration sessions, namely: the first theory, the urgency of PAI learning media (curriculum analysis). The second is the concept of AIK learning multimedia. And practice sessions, making website-based AIK learning multimedia using the Canva for Education platform. The results of the service, a) understanding of the learning media showed the pretest value of 88.9% increased to 94.4% for the post-test value. The training instills a common awareness that teachers' enthusiasm to find creative ideas about media designs or plans regarding the material needs to be trained on an ongoing basis. b) Mastering participants' abilities in website-based learning media using the Canva for Education platform has a tendency to increase activity and seriousness, making 22.2% more frequent in use. Supported by the success of the multimedia training, it is also proven by the increase in knowledge and skills by as much as 94.4%. 
Pelatihan Multimedia Pembelajaran al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) berbasis website pada MGMP ISMUBA SMP/MTs Kabupaten Banyumas Havidz Cahya Pratama; A. Sulaeman; Irham Muhammad Azama; Riko Adi Viantoro; Fikri Awang Royani
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.1.2022.68-77

Abstract

Educators always strive to present learning materials optimally and are supported by adequate learning resources so students can master them completely. This is intended to equip partners by a) instilling awareness in training participants about the importance of developing learning multimedia; b) providing an understanding and insight into the multimedia concept of AIK learning for educators as a special feature of Muhammadiyah schools; 3) providing capabilities and skills in developing web-based learning multimedia to improve the quality of learning and teaching. Partners involved in this training activity are Ismuba teachers of SMP/MTs Muhammadiyah Kab. Banyumas with representatives of each school as many as 20 people. Implementation method with lecture, practice, and assignment methods. The steps of this training activity are divided into two theoretical, drill and demontration sessions, namely: the first theory, the urgency of PAI learning media (curriculum analysis). The second is the concept of AIK learning multimedia. And practice sessions, making website-based AIK learning multimedia using the Canva for Education platform. The results of the service, a) understanding of the learning media showed the pretest value of 88.9% increased to 94.4% for the post-test value. The training instills a common awareness that teachers' enthusiasm to find creative ideas about media designs or plans regarding the material needs to be trained on an ongoing basis. b) Mastering participants' abilities in website-based learning media using the Canva for Education platform has a tendency to increase activity and seriousness, making 22.2% more frequent in use. Supported by the success of the multimedia training, it is also proven by the increase in knowledge and skills by as much as 94.4%. 
Taman Cendikia sebagai pengembangan Alat Permaianan Edukatif berbasis Ecomedia Havidz Cahya Pratama; Irham Muhammad Azama; Bayu Dwi Cahyono
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v2i2.40

Abstract

Alat Permainan Edukatif sebagai sarana yang penting untuk memicu perkembangan saraf dan motorik anak. Ecomedia menjadi salah satu bentuk media pembelajaran yang dikembangkan secara ramah lingkungan dengan memanfaatkan pengelolaan barang bekas. “Taman Cendikia” merupakan alat peraga permainan edukasi tersebut dibuat dengan model ADDIE dengan beberapa tahap yaitu: analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pengenalan alat permaian edukasi ini bagi kader baru memiliki respon positif. Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan alat peraga ini dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan dengan metode ceramah dan praktik/ drill. Pelatihan ini bertujuan mengembangkan kreativitas alat peraga edukasi sebagai inovasi media pembelajaran berbasis ecomedia dan menciptakan produk alat peraga permainan edukatif secara ramah lingkungan dengan memanfaatkan pengelolaan barang bekas. Hasil kegiatan pelatihan ini dengan membuat alat permainan edukatif berbasis ecomedia dalam penanaman nilai agama dan moral anak. Praktik menciptakan model permainan edukasi Montessori, yakni permainan yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak dengan melatih perkembangan kognitif dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan social. Adapun desain permainan edukasi berbasis ecomedia mempunyai nama “Taman Cendikia”diantaranya permaiannya mempunyai luaran berupa: 1) Miniatur masjid sebagai pusat pendidikan dan keagamaan, 2) Flashcard pengenalan tokoh, 3) Papan pintar doa harian dan suratan pendek Alquran, 3) Taman Huruf Hijaiyyah,Rumah pintar sebagai tempat berbagi ilmu pengetahuan keagamaan.
Teachers' Strategies in Improving Multicultural Aspects in Islamic Religious Education Learning Achmada, Hasna'Rizqia; Pratama, Havidz Cahya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 7, No 2 (2023): November
Publisher : LPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v7i2.23510

Abstract

The Indonesian nation is one of the largest multicultural countries in the world because it has various ethnic groups and cultures, various languages and religious beliefs. So multicultural education is needed, namely education that respects differences so that conflict and division do not occur. This attitude of mutual respect will create dynamic cultural diversity and richness which is the nation's identity and must be maintained. One of the main goals of multicultural education is to combat discrimination and racism in society. By introducing students to diversity and opening their minds to different ways of life, beliefs, multicultural education can also help create a more tolerant and inclusive society. The method used in this research is to use the literature study method, namely a research method by searching for or obtaining data appropriate to the topic from relevant literature, whether from books, scientific articles or journals. With the results and discussion of this research, namely First, understanding Multiculturalism in the context of Islamic Religious Education. Second, the use of inclusive learning methods, teachers need to use inclusive learning methods to ensure active participation and positive learning experiences for all students, without distinguishing based on cultural background. Third, building understanding and tolerance between religions, teachers must encourage understanding and tolerance between religions in the classroom. Fourth, building problem solving and critical thinking skills, teachers can encourage students to develop problem solving and critical thinking skills through case studies and discussions involving multicultural issues in the context of Islamic religious education.
Analisis Dampak Kedisiplinan Dalam Berseragam Pada Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Viandra Naufalita Herlanda; Utari Nur Setiyati; Oktabella Safara Pangestika; Havidz Cahya Pratama
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/elhamra.v9i1.170

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) diajarkan di sekolah, termasuk untuk siswa kelas X, XI, XII pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu topik yang dibahas dalam mata pelajaran ini adalah aturan berpakaian sesuai dengan norma-norma agama Islam. Era globalisasi yang melanda dunia tidak dapat dihindari karena kemajuan zaman akan membawa berbagai dinamika dari berbagai kalangan masyarakat. Terkait berpakaian, sudah ada aturan yang jelas, yaitu menutup aurat (bagi laki-laki dari pusar ke bawah dan bagi wanita seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan). Meskipun aturan tersebut sudah ada, masih banyak yang tidak mematuhinya bahkan cenderung melanggarnya dengan alasan mengikuti perkembangan zaman. Tren metode busana saat ini ada yang sengaja dirancang secara menyimpang, bahkan tidak mencerminkan citra seorang wanita yang baik. Kita sering melihat di berbagai media massa, seorang penyiar televisi pria berpakaian rapi sedangkan wanitanya berpakaian kurang pantas untuk dicontoh. Oleh karena itu, untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi di sekolah, diperlukan berbagai metode agar mereka dapat menyadari pentingnya berpakaian sesuai norma-norma yang berlaku. (Karimulla, 2019) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggambarkan analisis dampak kedisiplinan dalam berseragam pada siswa. Fokus penelitian ini adalah pada implementasi disiplin seragam yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian ini melibatkan analisis literatur, observasi dan wawancara dengan pihak sekolah, guru, serta siswa-siswi. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif untuk mengidenifikasikan dampak disiplin seragam terhadap pola tingkah laku siswa-siswi dari persepektif Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi dampak disiplin seragam dalam konteks Pendidikan Agama Islam dapat memberikan konstribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa-siswi. Adanya seragam sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih konsisten dengan ajaran moral dan etika Islam. Siswa-siswi yang terlibat dalam disiplin seragam cenderung menunjukkan pola tingkah laku yang lebih teratur, hormat, dan taat terhadap norma-norma agama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang bagaimana implementasi disiplin seragam dalam konteks Pendidikan Agama Islam dapat membentuk pola tingkah laku siswa-siswi. Implikasi praktis dari temuan ini dapat digunakan sebagai landasan bagi sekolah dan pendidik untuk meningkatkan efektivitas program disiplin seragam dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai moral Islam.   Kata Kunci: Pendidikan, Disiplin, Berseragam.
Guidance and counseling on student congregational prayer discipline at madrasah aliyah islamic center bin baz yogyakarta Suhartono; Cahya Pratama, Havidz; Naufal, Faiz; Agorovi Kuncoro
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 3 No. 4 November 2024: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v3i4.412

Abstract

Education aims to improve the quality of individuals to become pious individuals. Therefore, providing guidance to students must not only follow psychological and sociocultural principles, but must also pay attention to the fact that students are creatures created by Allah Ta'ala. Madrasah Aliyah Islamic Center Bin Baz Yogyakarta, as an Islamic boarding school-based educational institution, applies guidance and counseling to the discipline of congregational prayer. This research aims to evaluate the implementation of guidance and counseling at the institution. The method used is field research with a descriptive qualitative approach. Research subjects included school principals, student affairs, and guidance and counseling teachers. Data collection techniques consist of interviews, observation, and documentation, while data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the implementation of counseling guidance begins with preventive efforts from the school, where the violation that occurs is being late in attending congregational prayers. Handling problematic students is carried out through dialogue directed at understanding religious values. The impact of counseling guidance can be seen in positive behavioral changes. Supporting factors in counseling guidance include opportunities for teachers for self-development and support provided by the school community. On the other hand, the challenges faced include a lack of understanding of the function of guidance and counseling among the school community and a lack of response to the problem of students who are late for congregational prayers.
OPTIMALISASI TAHFIDZUL QUR'AN UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DAN KEMANDIRIAN ANAK DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH AJIBARANG Firdaus; Muntohar; Havidz Cahya Pratama; Mohammad Syaifuddin
Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2025): TARBIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : IAI Al Muhammad Cepu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran adalah firman Allah SWT yang keasliannya selalu terjaga. Salah satu kewajiban utama umat Islam terhadap Al Quran adalah membacanya dan menghafalnya dengan baik. Menghafal Al Quran dapat membentuk karakter religius seseorang. Oleh karena itu, religiusitas menjadi modal utama untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembinaan Tahfidzul Qur'an, menganalisis pembentukan karakter religius melalui Tahfidzul Qur'an dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter religius kader melalui program Tahfidzul Qur'an di Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah pengasuh, 3 musyrif dan 4 kader Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, model pembinaan Tahfidzul Qur'an di Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang menggunakan model pembinaan pembiasaan, pemberian reward dan pendekatan individual. Kedua, faktor pendorongnya, pengurus memberikan dukungan yang besar dan memberikan tanggung jawab penuh kepada pengasuh dan jajaran asatidz. Sedangkan faktor penghambat, kurangnya tenaga musyrif, masalah waktu antara musyrif dengan kader dan faktor kelelahan kader setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pembinaan Shalat Sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah di Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes: Guidance on Prayer According to the Muhammadiyah Tarjih Decision Collection in Kaliwadas Village, Bumiayu District, Brebes Regency Muamar, Muhamad; Pratama, Havidz Cahya; Basuki, Samudra Prihatin Hendra
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8910

Abstract

The Muhammadiyah Branch Leadership (PRM) Kaliwadas, Bumiayu, Brebes, has experienced developments in preaching and religious activities. This is demonstrated through routine activities, such as religious studies every Wednesday night and Aisyiyah religious studies every Friday afternoon. However, there are still obstacles in the dissemination of information and understanding of the products of the fatwa thoughts of the Tarjih and Tajdid Council of the Muhammadiyah Central Leadership. This condition has an impact on the lack of understanding and practice of prayer worship by the Muhammadiyah manhaj among residents affiliated with the organization. Therefore, through Community Service activities, the implementation team in collaboration with the PRM Kaliwadas management held training on how to pray based on the Tarjih Decisions Association (HPT). The implementation of this activity involved a series of counseling sessions, direct practice, and interactive discussions to improve participants' understanding and skills in performing prayers according to Muhammadiyah's guidance. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the principles of Muhammadiyah fiqh, including aspects of pillars, sunnah, and things that invalidate prayer. In addition, there is an increase in awareness of implementing the tarjih method in everyday life, which is reflected in the enthusiasm of participants in discussing fiqh issues more critically. Thus, this activity can contribute to improving the quality of individual worship and strengthening the tarjih tradition in the PRM Kaliwadas environment as part of an effort to build understanding and practice of Islamic teachings by the principles of Muhammadiyah.
Analisis Dampak Kedisiplinan Dalam Berseragam Pada Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Viandra Naufalita Herlanda; Utari Nur Setiyati; Oktabella Safara Pangestika; Havidz Cahya Pratama
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/elhamra.v9i1.170

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) diajarkan di sekolah, termasuk untuk siswa kelas X, XI, XII pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu topik yang dibahas dalam mata pelajaran ini adalah aturan berpakaian sesuai dengan norma-norma agama Islam. Era globalisasi yang melanda dunia tidak dapat dihindari karena kemajuan zaman akan membawa berbagai dinamika dari berbagai kalangan masyarakat. Terkait berpakaian, sudah ada aturan yang jelas, yaitu menutup aurat (bagi laki-laki dari pusar ke bawah dan bagi wanita seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan). Meskipun aturan tersebut sudah ada, masih banyak yang tidak mematuhinya bahkan cenderung melanggarnya dengan alasan mengikuti perkembangan zaman. Tren metode busana saat ini ada yang sengaja dirancang secara menyimpang, bahkan tidak mencerminkan citra seorang wanita yang baik. Kita sering melihat di berbagai media massa, seorang penyiar televisi pria berpakaian rapi sedangkan wanitanya berpakaian kurang pantas untuk dicontoh. Oleh karena itu, untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi di sekolah, diperlukan berbagai metode agar mereka dapat menyadari pentingnya berpakaian sesuai norma-norma yang berlaku. (Karimulla, 2019) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggambarkan analisis dampak kedisiplinan dalam berseragam pada siswa. Fokus penelitian ini adalah pada implementasi disiplin seragam yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian ini melibatkan analisis literatur, observasi dan wawancara dengan pihak sekolah, guru, serta siswa-siswi. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif untuk mengidenifikasikan dampak disiplin seragam terhadap pola tingkah laku siswa-siswi dari persepektif Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi dampak disiplin seragam dalam konteks Pendidikan Agama Islam dapat memberikan konstribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa-siswi. Adanya seragam sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih konsisten dengan ajaran moral dan etika Islam. Siswa-siswi yang terlibat dalam disiplin seragam cenderung menunjukkan pola tingkah laku yang lebih teratur, hormat, dan taat terhadap norma-norma agama. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang bagaimana implementasi disiplin seragam dalam konteks Pendidikan Agama Islam dapat membentuk pola tingkah laku siswa-siswi. Implikasi praktis dari temuan ini dapat digunakan sebagai landasan bagi sekolah dan pendidik untuk meningkatkan efektivitas program disiplin seragam dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai moral Islam.   Kata Kunci: Pendidikan, Disiplin, Berseragam.