Harnanik Harnanik, Harnanik
Pendidikan Ekonomi FE Unnes

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XII PEMASARAN PADA PEMBELAJARAN PRODUKTIF PEMASARAN DI SMK NEGERI 1 PURBALINGGA Widiyaningrum, Widiyaningrum; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 5 No 3 (2016): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan keaktifan, kreativitas, inovasi dan produktivitas.SMK N 1 Purbalingga merupakan SMK yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, akan tetapi kreativitas siswa kelas XII Pemasaran masih rendah. Siswa masih memiliki kreativitas yang rendah pada materi penataan produk dan promosi produk. Kreativitas dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruh kreativitas yaitu situasi yang mengadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan, situasi yang memungkinkan dan mendorong banyak pertanyaan, situasi yang mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu, situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian, situasi yang menekankan inisiatif diri, kedwibahasaan. perhatian dari orang tuastimulasi dari lingkungan sekolah, motivasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden 38 siswa. metode pengumpulan datamenggunakan angket, dan metode analisis data menggunakan analisis faktor untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua faktor dominan yang mempengaruhi kreativitas, yaitu keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas belajar siswa dipengaruhi oleh keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan. Curriculum 2013 is a curriculum that aims to enhance the activity, creativity, innovation and productivity. SMK N 1 Purbalingga is already implementing vocational curriculum in 2013, but the creativity of students of class XII Marketing is still low. Students still have the creativity that is low on product structuring materials and promotional products. Creativity can be affected by factors affecting. Factors that influence the creativity that is the situation that presents the incompleteness and openness, a situation that enables and encourages a lot of questions, the situation is encouraging in order to produce something, a situation that encourages responsibility and independence, a situation that emphasizes self-initiative, bilingualism. attention from parents stimulation of the school environment, self-motivation. This study uses a quantitative approach with a number of respondents 38 students. data collection methods using questionnaires and data analysis methods using factor analysis to determine the dominant factors that affect creativity. The results showed that there are two dominant factors that affect creativity, which is the current state of learning and stimulation from the environment. It can be concluded that the creativity of student learning is influenced by the current state of learning and stimulation from the environment.
PENGARUH MINAT KERJA, PRESTASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI SISWA SMK MEMASUKI DUNIA KERJA Sugiyanto, Alhusnaly Rismawati; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi memasuki dunia kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat dan prestasi belajar, sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga. Apabila dilihat dari minat kerja, prestasi belajar dan keadaan lingkungan keluarga siswa SMK Nusa Bhakti tergolong baik. Permasalahan yang terjadi adalah karena masih rendahnya motivasi siswa untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh minat kerja, prestasi belajar, dan lingkungan keluarga terhadap motivasi memasuki dunia kerja siswa SMK Nusa Bhakti Semarang tahun ajaran 2015/2016 baik secara simultan maupun parsial. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 siswa yang terdiri dari siswa kelas XII SMK Nusa Bhakti Semarang. Karena penelitian ini merupakan penelitian populasi sehingga semua populasi dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase dan regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel minat kerja berada di kriteria tinggi (78%), prestasi belajar dalam kategori tuntas (100%) dan lingkungan keluarga berada di kriteria baik (70%). Sedangkan motivasi memasuki dunia kerja siswa masuk dalam kategori sedang (62%). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh minat kerja, prestasi belajar dan lingkungan keluarga terhadap motivasi memasuki dunia kerja sebesar 61,7%, ada pengaruh minat kerja terhadap motivasi memasuki dunia kerja sebesar 22%, ada pengaruh prestasi belajar terhadap motivasi memasuki dunia kerja sebesar 8,82%, dan ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi memasuki dunia kerja sebesar 10,17%. Motivation of entering the working world is influenced by some factors, those are internal factors and external factors. Internal factors include learning achievement and interest, while external factors include family environment. If seen from the working interest, learning achievement and family environment, students in Nusa Bhakti Vocational High School are good. The problem happened because students are lack of working motivation. The purpose of this research is to determine whether there is influence of working interest, learning achievement, and family environment among motivation of entering the working world of students in Nusa Bhakti Vocational High School Semarang in academic year 2015/2016 or not, either simultaneously or partially. The population in this research is 66 students that consist of grade XII students in Nusa Bhakti Vocational High School Semarang. Entire population become the sample of the research because this research is population research. Data analysis that is used is percentage descriptive and multiple regression linear. The result of the analysis shows that variable of working interest is high (78%), learning achievement is in complete category (100%) and family environment is in good category (70%). While the motivation of entering the working world is in average category (62%). The result of the regression analysis shows that there is influence of working interest, learning achievement, and family environment among the motivation of entering the working world for 61,7%, there is influence of working interest among the motivation of entering the working world for 8,82%, and there is influence of family environment among the motivation of entering the working world for 10,17 %.
PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI PASAR SASARAN Ilhaq, Wildan Iltizam; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 5 No 3 (2016): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karena kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi pasar sasaran siswakelas X Pemasaran 2 SMK N 9 Semarang Tahun Ajaran2015/2016 melalui penerapan model Problem Based Learning.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan selama dua siklus, dimana setiap siklus meliputi proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 9 Semarang dengan subjek penelitian adalah 36 siswa pada kelas X Pemasaran 2 tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi aktivitas belajar , lembar diskusi dan soal tes evaluasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklusI. Pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa mencapai 60,7% dan pada siklus II meningkat 18,46% menjadi 79,16%. Kemudian rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 75,01 dan pada siklus II meningkat menjadi 83,9. Presentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 63,9% dan pada siklus II meningkat 22,21% menjadi 86,11%. The background of this research was because of lack of students in learning activities so that the effect on student learning outcomes are less than optimal. The purpose of this research was to increase activity and outcomes of learning on market target subject of 10th grade Marketing Students 2 in SMK Negeri 9 Semarang 2015/2016 by implementing Problem Based Learning model. This research was a Class Action Research held by two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. This research was held in SMK Negeri 9 Semarang with the 36 subjects from the 10th grade students. Method of this research includes test, observation, and documentation. Instruments that were used in this research were observation study sheets, discussion sheets, and evaluation sheets. Method that was used in this research was descriptive analysis. Result of this research showed increasing activity and outcomes of learning from cycle I to cycle II. In cycle I the average score of students’ activity was 60,7 % and increased 18,45 % that became 79,16%. Outcomes of learning of students in cycle I was 75,01 and in cycle II became 83,9. Classical percentage of completeness outcomes of learning in students were 63,9% and increased 22,21% in cycle II that became 86,11%.
ANALISIS KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI SE KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA Priyoga, Muhammad Faris; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan nasional membutuhkan peran maksimal seorang guru sebagai elemen pendidik. Maka dari itu guru perlu memiliki kinerja yang baik. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN di Kecamatan Bangsri diperoleh data bahwa kinerja guru memiliki indikasi yang rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Bangsri bahwa pelaksanaan beban tugas guru masih rendah, diantaranya yaitu masih ada guru yang mengajar lebih dari satu sekolah tetapi kinerjanya kurang maksimal, guru sering ijin dan tidak berada disekolah saat jam kerja dengan alasan pribadi, dan pembuatan karya ilmiah yang belum dilaksanakan secara baik. Mengatasi masalah kinerja guru tersebut maka dilakukan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja guru SDN se Kecamatan Bangsri Kabupaten jepara.Subjek penelitian ini adalah Guru SDN se Kecamatan Bangsri. Variabel penelitian ini yaitu kinerja guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan memberikan angket kepada guru, wawancara kepada kepala sekolah, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase.Hasil penelitian diperoleh rata-rata kinerja guru dilihat dari perencanaan pembelajaran sebesar 76,63% (baik). Rata-rata kinerja guru dilihat dari pelaksanaan pembelajaran sebesar 90,42% (sangat baik). Rata-rata kinerja guru dilihat dari pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran sebesar 84,22% (sangat baik). Rata-rata kinerja guru dilihat dari pelaksanaan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan sebesar 50,58% (tidak baik).Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa perencanaan pembelajaran termasuk kategori baik. Pelaksanaan pembelajaran termasuk kategori sangat baik. Pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran termasuk kategori sangat baik. Sedangkan pelaksanaan pengembangan profesi berkelanjutan termasuk kategori tidak baik. Goals of national education need role maximum teacher as element educator. So, theacher have a good performance. Based on the result of preliminary observation in elementary schools in the District Bangsri find data that performance of teachers have low indication. However, based on interview with the Head of Unit Department of Education Youth and Sports of District Bangsri that the implementation of the assignment of teachers is low. Among which there are teachers still be found teacher to teach more than one school but this performance less maximum, teachers often permit and not be in school at hour working the person ground, and make of scientific works have not been well implemented. Superintend problem the teachers performance is then did descriptive quantitative research. Goals this research to analyze the teachers performance Elementary School at subdistrict Bangsri Regency Jepara.The subjects this research is teachers Elementary School at subdistrict Bangsri. Variable of this research is the teachers performance. Collecting data in this research with giving questionnaire for teachers. Interview to the head school, and documentation. Data analysis using analysis descriptive percentage.The output research result average teachers performance peek from implementation of learning plan about 76,63% (good). The average teachers performance peek from implementation of Learning about 90,42% (very good). The average teachers performance peek from implementation of Assessment Study output about 84,22% (very good). The average teachers performance peek from implementation of development continue profesion about 50,58% (not good).Based output research, it can be concluded that the implementation of learning plan includes good category. Implementation of learning includes very good category. Implementation of assessment study includes very good category. While implementation of development continue profesion includes not good category.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA KELAS XI IPS MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER EKONOMI AKUNTANSI DI SMA N 4 MAGELANG TAHUN 2015/2016. Ismiati, Laeli; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan diluar jam tatap muka, baik didalam ataupun diluar sekolah dengan tujuan menambah wawasan siswa. Dengan adanya ekstrakurikuler ekonomi akuntansi dalam program sekolah harapannya siswa mempunyai tempat untuk berlatih akuntansi diluar jam mata pelajaran yang terbatas. Namun kenyataannya minat siswa terhadap ekstrakurikuler ekonomi akuntansi di SMA N 4 Magelang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa mengikuti ekstrakurikuler ekonomi akuntansi . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA N 4 Magelang tahun 2015/2016 yang berjumlah 126. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan, proportionate random sampling. Perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan diketahui jumlah sampel sebesar 96 orang.Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan metode analisis data menggunakan analisis faktor dengan menggunakan bantuan SPSS v16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi siswa mengikuti ekstrakurikuler, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang merupakan faktor internal antara lain jasmani, intelegensi, bakat, dan motivasi. Yang merupakan faktor eksternal antara lain pemusatan perhatian, kematangan, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Variabel yang mempunyai korelasi paling kuat dalam faktor internal adalah intelegensi dengan factor loading sebesar 0,811. Sedangkan dalam faktor eksternal variabel yang mempunyai korelasi paling kuat adalah variabel lingkungan sekolah dengan factor loading sebesar 0,783. Extracurricular is activiti that carried out outside of the classroom, which purpose to improve the student’s knowledge. Economic-Accounting extracurricular in school programs hopes students to get a place to practice accounting outside of the classroom. In fact student’s interest on to Economic-Accounting extracurricular in senior high school 4 Magelang are still low. The purpose of this study was to know the factors that influence the students interest to follow Economic-Accounting extracurricular.The population was 126. The sampling technique used proportionate random sampling. The sample used slovin formula and number of samples are 96 people. Data collection methods used questionnaires and data analysis methods used factor analysis of SPSS v16.The results showed that there were two factors that affect students attend extracurricular,namely internal factors and external factors, were physical factors, intelligence, aptitude, and motivation. External factors were concentration of attention, maturity, family environment, the school environment and social environment. Variables that has the strongest correlation has internal factor was the intelligence: 0.811. In external factors, variables that has the strongest correlation is school environment variable with factor loading of 0.783.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN USAHA KECIL KERIPIK BHINEKA DI DESA BELENDUNG KECAMATAN PURWADADI KABUPATEN SUBANG Nuraeni, Leni; Harnanik, Harnanik
Economic Education Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): Economic Education Analysis Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kecil keripik Bhineka merupakan usaha rumahan yang memproduksi makanan ringan berupa cemilan keripik dari buah-buahan, yaitu memproduksi keripik nangka, keripik rambutan dan keripik pisang vacum. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemasaran usaha kecil keripik Bhineka adalah strategi bauran pemasaran meliputi produk, harga, promosi dan tempat/saluran distribusi. Penelitian ini dilakukan di Usaha Kecil Keripik Bhineka Desa Belendung Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui strategi bauran pemasaran yang digunakan usaha Bhineka dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat usaha kecil keripik Bhineka. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian1) strategi bauran pemasaran yang digunakan oleh usaha kecil keripik Bhineka adalah produk yang dibuat ini dengan kualitas yang baik, kuantitas yang baik, sudah mempunyai merk, dikemas dengan plastik trasparan. Harga yang ditetapkan sama dengan pesaing. Promosi keripik Bhineka masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan lewat mulut ke mulut. dan tempat/saluran distribusi adalah produk yang dipasarkan langsung di tempat produksi, kemudian ada yang disalurkan ke konsumen melalui pedagang besar. 2) faktor pendukung internal yaitu produk, dan harga. Faktor pendukung ekternal yaitumeningkatnya penjualan pada hari besar. Sedangkan faktor internal sebagai penghambat yaitu tempat produksi dan promosi yang masih kurang. Faktor eksternal sebagai penghambat yaitu pesaing usaha dan bahan baku musiman. Small business of Bhineka crispy is home business that products snack as crispy of fruits. It products jackfruits crispy, rambutan crispy and banana crispy vacuum. One of factor that affect small business marketing crispy of Bhineka is marketing mix strategy that including product, price, promotion and place or distribution channels. This research was conducted in small business of Bhineka crispy in Belendung village, Purwadadi regency and Subang subdistrict. The question in this research are: 1) How does the strategy of marketing small business of Bhineka crispy in Belendung village, Purwadadi regency and Subang subdistrict ? 2) what can support and drag feet in marketing small business of Bhineka crispy in Belendung village, Purwadadi regency and Subang subdistrict.This research method is using qualitative descriptive methods, data collectio techniques using interviews and documentation. Based on the result of this research are 1) the strategy of marketing that is used by Bhineka crispy made in good quality, good quantity, has a brand and packed with transparent plastic. The price is equal with the competitor. The promotion of Bhineka crispy is used traditional marketing by mouth to mouth.And place or distribution channels are products marketed directly at the place of production, then there are distributed to consumers through big seller. 2) The factor of internal supporting are product and price. The factor external supporting is the height of selling in the big day. Meanwhile, internal factor of demotivating are place of product and lack of promotion. External factor of demotivating are competitor and basic material seasonally.
PENYULUHAN PROGRAM POKOK ALAT PERMAINAN EDUKATIF MAHASISWA KKN-PPM UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA DI DESA BULANG PRAMBON SIDOARJO Anggreni, Veni; Munawaro, Siti; Anasukha, Endah Wahyu; Jannah, Miftakhul; Suharwati, Nungky; Putri, Hardiyani Eka; Kurniawan, Indra; Rizkianah, Diah; Harnanik, Harnanik
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 1 No 1 (2017): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APE is one of the programs that are of interest and attention of the villagers Bulang. APE program's activities consist of three parts: Play Dough, Finger Painting and Puppet Gloves and Socks. Implementation of the 3 parts of APE division performed separately considering the target of three different divisions.Zainal (2013: 153) observation is a process of observation and recording systematically / sequence, logical, objective and rational about various phenomena that exist, both in the actual situation and in artificial situations to achieve certain goals. The method used observation to determine the level of appreciation of the PKK, teachers and children kindergarten / early childhood Bulang village. APE Program activities held on February 9 to 11, 2017. The target participants in the program are 66 participants. Sources of funds derived from the Student Contribution LPPM and corruption in 2017. Keywords : finger painting, play dough and creativity
VIRTUAL SCIENTIFIC WRITING ASSISTANCE FOR TEACHERS AS IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE PROFESSIONAL DEVELOPMENT Melati, Inaya Sari; Harnanik, Harnanik
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol 2 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijde.v2i2.42609

Abstract

Salah satu permasalahan utama bagi guru di Indonesia adalah rendahnya kuantitas dan kualitas karya ilmiah yang dibuat oleh guru. Padahal ditinjau dari sisi administrasi, menulis karya ilmiah merupakan salah satu syarat utama bagi guru untuk kenaikan golongan kepangkatan guru sebagai bentuk pengembangan keprofesian berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan bagi guru dalam menulis karya ilmiah. Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara virtual, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing selama masa pandemi. Peserta pendampingan terdiri dari 214 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi: (1) penyampaian materi mengenai Karya Tulis Ilmiah (KTI); (2) pemberian pemahaman mengenai pentingnya menulis karya ilmiah bagi guru dan tenaga pendidik; (3) sesi diskusi dan tanya jawab dengan memberikan kesempatan bagi guru dan tenaga pendidik terkait penulisan karya ilmiah; (4) memberikan gambaran dan simulasi tentang penulisan karya ilmiah; (5) evaluasi hasil dari kegiatan yang telah dilakukan. Tanggapan peserta dalam kegiatan ini sangat antusias, sehingga direncanakan kegiatan lanjutan berupa bimbingan teknis penulisan KTI secara lebih intensif. One of the main problems for teachers in Indonesia is the low quantity and quality of scientific work made by teachers. Whereas in terms of administration, writing scientific work is one of the main requirements for teachers to increase the rank of teachers as a form of sustainable professional development. Therefore, assistance is needed for teachers in writing scientific work. This mentoring activity is carried out virtually, in accordance with the government's recommendation to conduct social distancing during the pandemic. The mentoring participants consisted of 214 teachers from various levels of education spread from various regions in Indonesia. Methods of implementation of this devotional activities include: (1) the delivery of material on Scientific Papers (KTI); (2) providing an understanding of the importance of writing scientific work for teachers and educators; (3) discussion and question and answer sessions by providing opportunities for teachers and educators related to the writing of scientific works; (4) provide an overview and simulation of the writing of scientific works; (5) evaluation of the results of the activities that have been carried out. The response of participants in this activity was very enthusiastic, so that the planned follow-up activities in the form of technical guidance on writing KTI more intensively.
An Analysis of Student Engagement for Online Microeconomics Class Based on ELED Melati, Inaya Sari; Harnanik, Harnanik
Dinamika Pendidikan Vol 16, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dp.v16i1.29568

Abstract

This study aims to analyze the factors affecting student engagement in Microeconomics online classes based on E-Learning Engagement Design (ELED). This study applied a mixed method with a sequential model. The study population included all students of the Department of Economics Education UNNES who took online courses in Microeconomics and Microeconomics 1, both regular and international classes, with a total of 320 students and 4 lecturers handled the classes. The results showed that situational interest, personal significance, mastery of self-talk and mastery of self-talk for performance had a positive effect on student engagement in Microeconomics online classes. Meanwhile, mastery of self-talk to avoid negativity, environmental control, independent consequences, and setting proximal goals do not significantly influence student engagement in Microeconomics online classes. The concept of E-Learning Engagement Design (ELED) has been applied to all components. However, it is necessary to standardize the learning environment components to make sure there is no gap among Microeconomics classes which leads to less optimal academic services.
PENINGKATAN MUTU PRODUK BARANG FUNGSIONAL DI DESA CANDIREJO MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Rahmaningtyas, Wisudani; Suryani, Nanik; Harnanik, Harnanik
Jurnal Puruhita Vol 1 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v1i1.28619

Abstract

Indonesia sudah masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Cina. Sekarang ini penggunaan kantong plastik mulai dibatasi oleh pemerintah untuk menekan menumpuknya sampah plastik yang semakin mencemari laut dan daratan di bumi, Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah dengan menambahkan tarif Rp. 200/ kantong plastik untuk tiap pembelian di swalayan. Kelurahan Candirejo merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk 3859 jiwa, merupakan jumlah yang tidak sedikit, yang berpotensi menghasilkan sampah plastic dalam jumlah yang banyak. Pengelolaan sampah diperlukan untuk mengatasi hal ini, sehingga perlu adanya sosialisasi sekaligus pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat untuk menangani sampah tersebut. Sosialisasi sekaligus pelatihan pengelolaan limbah mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan dilanjutkan dengan praktek membuat kerajian yang berbahan dasar sampah plastik. Prosedur pelaksanaan pelatihan dimulai membuat tipe kaitan rajutan yang disebut dengan tipe rantai, kemudian dilanjutkan dengan teknik merajut hingga menghasilkan dasaran tas atau dompet yang siap dikembangkan untuk menjadi barang ekonomis yang bernilai guna, dengan demikian masyarakat mendapatkan bekal keterampilan sekaligus lahan bisnis yang potensial untuk mendukung perekenomian.