Agus Ahmad Safei
(Scopus ID: 57191408668) UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Budidaya Maggot Zam, Zam; Safei, Agus Ahmad; Herdiana, Dedi
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 2 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i2.25003

Abstract

Pemberdayaan merupakan suatu konsep dimana memberikan tanggung jawab yang besar terhadap orang-orang dalam melaksanakan pekerjaan nya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu program, proses, serta keberhasial pemberdayaan masyarakat desa Bojong dengan pembudidayaan maggot, dalam penelitian peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun hasilnya pertama program karang taruna di desa Bojong meliputi Bank sampah, BUMDes serta budidaya maggot, dalam proses pembudidayaan terdapat pemilihan bibit, pembudidayaan hingga panen. Dan keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot ini dapat dikatakan berhasil namun masih harus selalu di evaluasi dan di pantau guna menghasilkan hasil yang sempurna serta baik. Pemerbadayaan ini hendak berjalan sangat baik apabila Stakeholder jadi pemangku serta melakukannya secara terstruktur agar membangun budaya yang sangat baik.
Mosque Management in Urban City: Bargaining between the Sacred and the Social Challenges Safei, Agus Ahmad; Armstrong, Paul Salahuddin
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v8i1.26049

Abstract

A mosque serves as a pivotal element in the structure of a Muslim community.  The function of a mosque extends beyond its religious capacity as a place for worship, playing a vital role in addressing the social problems that the community faces. To explore this, the present study focuses on the strategy employed by Masjid Raya Bandung to manage and overcome various social problems around its vicinity. Utilising a descriptive-analytical approach, the present study aims to depict the existing social phenomena around Masjid Raya Bandung (The Grand Mosque of Bandung) in the Province of West Java, Indonesia, with specific research variables.  Non-documentary data is obtained through participant observation and in-depth interviews. Located in the city's heart, across the city hall, a place of public gathering, the Grand Mosque of Bandung operates within a business and materialistic environment. The faced challenges include sanitation issues, unregulated street vendors tied to an informal economy, prevalent crime, covert prostitution in the vicinity, and escalating consumerism from nearby shopping centres. The study underscores the mosque as not only a spiritual oasis but also a socio-religious institution actively participating in providing solutions for various social issues within its urban setting. It is confirmed that the mosque's function is not only for ritual things but also for social activities in urban Islamic societies, particularly in managing and overcoming various social problems that surround the mosque. 
Toleransi Beragama di Era “Bandung Juara” Safei, Agus Ahmad
KALAM Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i2.7

Abstract

Pergantian kepemimpinan di Kota Bandung dari Walikota sebelumnya, Dada Rosada, ke Walikota sekarang, Ridwan Kamil, menghadirkan nuansa yang berbeda, meski dalam beberapa hal ditemukan sejumlah titik yang sama. Hal demikian dipandang sebagai sesuatu yang normal saja, karena setiap pemimpin memiliki gaya, selera dan visi-misi masing-masing. Jika Dada Rosada tampil memimpin Bandung dengan semangat menjadikan Bandung sebagai Kota Agamis, dengan menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama, maka Ridwan Kamil lebih memilih spirit Bandung Juara sebagai tagline utama kepemimpinannya, dengan tetap menekankan Bandung sebagai ‘rumah bersama’ semua umat beragama. Ridwan Kamil secara sadar tidak memakai bahasa agama di ruang publik sebagaimana halnya yang dilakukan Walikota sebelumnya, Dada Rosada. Dalam pendekatan esensialisme yang diusung Walikota sekarang, yang terpenting bukanlah membawa-bawa agama dalam setiap program yang diusung ke ruang publik, terpenting adalah justru mengimplementasikan nilai-nilai yang dikandung agama itu sendiri melalui berbagai program yang nyata-nyata memberikan manfaat kepada warga kota.
Development of Environmentally Friendly Culture in the Islamic Boarding School through Social Intervention Strategy Safei, Agus Ahmad; Himayaturohmah, Emma
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 7 No 1 (2023): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v7i1.323

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Budidaya Maggot Zam, Zam; Safei, Agus Ahmad; Herdiana, Dedi
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i2.25003

Abstract

Pemberdayaan merupakan suatu konsep dimana memberikan tanggung jawab yang besar terhadap orang-orang dalam melaksanakan pekerjaan nya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu program, proses, serta keberhasial pemberdayaan masyarakat desa Bojong dengan pembudidayaan maggot, dalam penelitian peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun hasilnya pertama program karang taruna di desa Bojong meliputi Bank sampah, BUMDes serta budidaya maggot, dalam proses pembudidayaan terdapat pemilihan bibit, pembudidayaan hingga panen. Dan keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot ini dapat dikatakan berhasil namun masih harus selalu di evaluasi dan di pantau guna menghasilkan hasil yang sempurna serta baik. Pemerbadayaan ini hendak berjalan sangat baik apabila Stakeholder jadi pemangku serta melakukannya secara terstruktur agar membangun budaya yang sangat baik.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Home Industry Benang Gulung Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Putri, Mega; Safei, Agus Ahmad; Paryati, Paryati
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i1.43360

Abstract

Akibat dari wabah covid-19, telah menyebabkan banyaknya pemutusan hubungan kerja dikalangan masyarakat. Sehingga hal ini memerlukan penanganan agar masyarakat tetap produktif dan memiliki penghasilan yang tetap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses dan juga keberhasilan yang diperoleh oleh masyarakat setelah bergabung bekerja di home industry benang gulung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi deskriptif yang memiliki tujuan menggambarkan secara sistematis fakta ataupun karakteristik populasi tertentu sesuai kebenaran. Berdasarkan hasil dari penelitian, menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Home Industry Benang Gulung dilakukan dengan beberapa program yaitu sosialisasi, pelatihan, pembinaan, serta pendampingan. Adapun proses pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Home Industry Benang Gulung melalui tiga tahap, yaitu Tahap penyadaran, transformasi, dan peningkatan intelektual. Hasil pemberdayaan oleh Home Industry Benang Gulung bisa dilihat dari dua sisi yaitu peningkatan ekonomi, dan segi SDM Home Industry Benang Gulung.
The politics of religious commodification: Representation of power in the Cikande halal industrial zone Ahmad, Ikhsan; Sahid, Asep Abdul; Safei, Agus Ahmad
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the Banten Provincial Government's halal discourse in press releases, social media, and Cikande Halal Industrial Zone (KIHC) promotions (2019–2024) using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA). Findings reveal halal discourse as a power apparatus that commodifies religion, blending religious lexicon (“halal,” “shariah,” “blessing”) with economic metaphors (“global hub,” “qiblat”) to legitimize industrial modernity. At textual and discursive levels, the state circulates narratives via institutional channels, fostering inevitability around halal industrialization and replacing coercion with persuasion. Socially, it forges a state-religion-capital triad, yielding “dual legitimacy”—moral via religious symbols, economic via investment promises—while crafting market-oriented pious consumers, sidelining justice, labor, and ecology. The study advances scholarship on religious commodification, state hegemony, and halal political economy, portraying halal discourse as governmentality merging morality and markets in Indonesia.
The Spectacle of the Other: The Politics of Apologetic Representation of Islam in Social Media Mukhroman, Iman; Safei, Agus Ahmad; Sahid, Asep A.
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 1 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i1.52318

Abstract

In today’s digital era, Islamic apologetics has moved away from traditional theological debates and toward more dynamic and widely publicized presentations.  Social media now acts as a stage for figures like Bang Zuma to defend their beliefs with bold moves and identity-driven narratives. This mirrors Stuart Hall’s concept of the politics of representation, where other groups are cast as symbolic rivals in cultural struggles over meaning and power. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis, this study looks at two of Bang Zuma’s YouTube videos through three angles: macrostructure (big-picture ideological themes), superstructure (how arguments are built), and microstructure (language and style). The results show a symbolic battle that asserts Islam’s dominance while discrediting others. Through deliberate word choice, repeated religious symbols, and a showy communication style, faith becomes a moral performance mixing theology with spectacle. In the end, digital Islamic apologetics works both to defend belief and to put on an ideological show that upholds religious authority while deepening social and religious divides, showing how religion adapts to media logic where representation turns into a contest for meaning and identity.