Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Training on the Provision of Literacy Materials as Support Student Character during the Formation of the Pandemic Umi Kulsum; Zainah Asmaniah; Deasy Aditya Damayanti; Ardi Mulyana; Nurul Hasan
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 01 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (February)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i01.431

Abstract

Abstract The formation of students' character is doubtful for their success in learning during the current pandemic. Learning from home makes teachers limited in carrying out learning and building student character. One positive step is the School Literacy Movement. The success of this literacy activity will certainly succeed with the cooperation of teachers and parents to cultivate and provide literacy activities. This training focuses on the skills of teachers to digitize and use applications to provide literacy materials that can stimulate the formation of student character. The methods of implementing this training are introduction, training, practice, and simulation. The objects of this activity are the teachers of SD Negeri 2 Bayongbong and parents of students. This training begins with equalizing perceptions, presentation of materials, and practices in the form of digitalization simulations until they are distributed to students. The evaluation of this activity shows that this training can make it easier for teachers to prepare literacy materials and teaching materials so that they can succeed in the formation of student character. It is hoped that the teachers will succeed in GLS so that they can shape the character of students. Abstrak Pembentukan karakter siswa disangsikan keberhasilannya dalam pembelajaran di masa pandemi saat ini. Belajar dari rumah (BDR) membuat guru terbatas dalam melaksanakan pembelajaran serta pembentukan karakter siswa. Salah satu langkah positif yaitu dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kesuksesan kegiatan literasi ini tentu akan berhasil atas kerjasama guru dan orang tua siswa untuk membudayakan dan menyediakan kegiatan literasi. Pelatihan ini berfokus pada keterampilan guru mendigitalisasi dan pemanfaatan aplikasi untuk menyediakan bahan literasi yang dapat merangsang pembentukan karakter siswa. Metode pelaksaanaan pelatihan ini ialah pendahuluan, pelatihan, praktik, dan simulasi. Objek kegiatan ini ialah para guru SD Negeri 2 Bayongbong dan orang tua siswa. Pelatihan ini, dimulai dengan penyamaan persepsi, pemaparan materi, dan praktik berupa simulasi digitalisasi hingga penyebarannya kepada siswa. Evaluasi kegiatan ini menunjukan bahwa pelatihan ini dapat mempermudah guru menyiapkan bahan literasi dan bahan ajar sehingga dapat menyukseskan pembentukan karakter siswa. Diharapkan para guru menyukseskan GLS sehingga dapat membentuk karakter siswa.
Strengthening Indonesian Language In Government Administration In Mekarjaya, Bayongbong Zainah Asmaniah; Umi Kulsum; Abdul Hasim; Deasy Aditya Damayanti; Nurul Hasan
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 01 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (February)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i01.432

Abstract

Abstract The use of good and correct Indonesian is one of the ideals of the nation as stated in the law. This is used as an effort to strengthen government administration at the central to regional levels. Efforts to strengthen the Indonesian language in local government administration are the use of good and correct language in correspondence. They do not know the use of official letter language in accordance with linguistic rules. This is evident from the results of the analysis of errors in correspondence made by the Mekarjaya village apparatus in the Bayongbong sub-district, Garut district. The results of the analysis show that there are many errors in the use of letters and editorial errors, including the use of diction, spelling, effective sentences, titi prey, and letterhead. With these problems, training in writing correspondence in good and correct Indonesian was carried out for the Mekarjaya village apparatus, Bayongbong district, Garut district. The results of the training showed an increase in knowledge and practice in making correspondence according to the standard rules for writing official letters. Abstrak Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan salah satu cita-cita bangsa yang tertuang dalam undang-undang. Hal ini dijadikan sebagai upaya peguatan administrasi pemerintahan baik di jenjang pusat hingga daerah. Upaya penguatan bahasa Indonesia dalam administrasi pemerintahan daerah adalah penggunana bahasa yang baik dan benar pada surat menyurat. Mereka kurang mengetahui penggunaan bahasa surat resmi yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Hal ini terbukti dari hasil analisis kesalahan dalam surat menyurat yang dibuat oleh aparatur desa Mekarjaya di kecamatan Bayongbong kabupaten Garut. Hasil analisis menunjukkan banyaknya kesalahan dalam penggunaan bentuk surat dan kesalahan redaksi surat meliputi penggunaan diksi, ejaan, kalimat efektif, titi mangsa, serta kop surat. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukanlah pelatihan penulisan surat menyurat dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada aparatur desa Mekarjaya kecamatan Bayongbong kabupaten Garut. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan praktik dalam membuat surat menyurat sesuai dengan aturan standar baku penulisan surat resmi.
Language Teaching Training with QnA Method for Early Childhood at TKQ Nur'aeni Cibatu Lina Siti Nurwahidah; Umi Kulsum; Ari Kartini; Agus Haris; Nuralyani Nuralyani
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 02 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i02.438

Abstract

Abstract Indonesian language skills are basically formed due to training both naturally and through education. Language skills are needed as a means of community life skills. Likewise, at an early age, children who are in this golden age need to be well supported by their skills. At TKQ Nura'eni, Indonesian language teaching training is carried out so that students can learn. Teachers realize that students' linguistic potential must be directed and supported. The linguistic potential of students has been directed to three languages, namely regional languages, Indonesian and Arabic. This is because the students had previously been in contact with Arabic in their daily routines, namely through reading Iqra, the Koran, and memorizing prayers. This linguistic potential must be developed. So this counseling is carried out using a method that has been adapted to the cognitive development stage of early childhood, namely the QnA teaching method through singing activities. This will make it easier for children to process the language material that is being delivered. It turned out that the results were very maximal, and supported their language development in getting to know them in various ways. Abstrak Keterampilan berbahasa Indonesia pada dasarnya terbentuk karena adanya latihan baik secara alami maupun melalui pendidikan. Keterampilan berbahasa diperlukan sebagai alat kecakapan hidup masyarakat. Bagitu pula pada usia dini, anak-anak yang berada pada masa emas ini perlu untuk didukung keterampilanya dengan baik. Di TKQ Nura’eni ini dilakukan pelatihan pengajaran bahasa Indonesia agar dapat dipelajari siswa. Para pengajar menyadari bahwa potensi kebahasaan siswa harus diarahkan dan didukung. Potensi kebahasaan siswa sudah diarahkan pada tiga bahasa yaitu bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Hal ini dikarenakan para siswa sebelumnya sudah bersentuhan dengan bahasa Arab dalam rutinitas kesehariannya, yaitu melalui kegiatan membaca Iqra, Alquran, serta hafalan doa-doa. Potensi kebahasaan ini tentu harus dikembangkan. Maka penyuluhan ini dilakukan dengan metode yang telah disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak usia dini, yaitu metode pengajaran QnA melalui kegiatan bernyanyi. Hal ini akan mempermudah anak untuk memproses materi bahasa yang sedang disampaikan. Ternyata hasilnya sangat maksimal, dan mendukung perkembangan bahasa mereka dalam mengenal mereka pada berbagai hal.
Counseling Women and Education in Era 4.0 Umi Kulsum; Ari Kartini; Ai Siti Julaeha
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 02 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i02.439

Abstract

Abstract Women are central in life. Of course, women's education has an important role, so women need to get a higher education. In Babakan village, Sindangsuka village, many women are still teenagers but are married and even have children. This makes the mothers do not have the maximum education to educate their children. The average is elementary, junior high, high school and a very small proportion are college graduates. The service is carried out using a n expository method, by providing an understanding of the importance of education at all levels of society, especially parents. In addition, by collecting information on the educational background of women in this area. This activity had a positive result, namely a change in people's views about the importance of education for women. In addition, this activity also provides direction and motivation for teenagers to continue their education to a higher level. Activities like this need to be continued, because in the Garut area there are still many people who are not aware of the importance of education, especially for women Abstrak Perempuan merupakan sentral dalam kehidupan. Tentu saja dalam pendidikan perempuan memiliki peran penting, maka pendidikan yang tinggi perlu dienyam oleh para perempuan. Di kampung Babakan desa Sindangsuka banyak perempuan yang masih remaja akan tetapi sudah menikah bahkan memiliki anak. Hal tersebut menjadikan para ibu tersebut belum memiliki pendidikan yang maksimal untuk mendidik putra-putrinya. Rata-rata SD, SMP, SMA dan sebagian kecil sekali yang merupakan lulusan perguruan tinggi. Pengabdian dilakukan dengan metode ekspositori, dengan memberikan pemahaman terkait pentingnya pendidikan pada semua lapisan masyarakat, terutama para orang tua. Selain itu dengan, mengumpulkan informasi mengenai latar belakang pendidikan para perempuan di daerah ini. Kegiatan ini mendapatkan hasil yang positif yaitu perubahan pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Selain itu, kegiatan ini pun memberikan arahan dan motivasi pada para remaja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan, karena di daerah Garut masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya pendidikan terutama untuk para perempuan.