Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : science indonesian journal of science

Penerapan Pijat Oksitosin pada Ibu Post Partum Primipara dengan Diagnosa Medis P1oo1 Post SC Hari Ke-1 DI Ruang Peristi Ibu Windy Ayu Oktavil Mahsusiah; Zainal Munir; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.75

Abstract

Menyusui sejak dini itu baik untuk ibu dan bayi, salah satu penyebab dari tidak terwujudnya pemberian ASI secara eksklusif yaitu akibat dari tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Terutama bagi ibu yang mengalami proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Teknik yang diajarkan kepada ibu dalam masa ini yaitu tehnik yang dapat membuat ibu lebih rileks dan memberikan kelancaran dalam produksi ASI. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat meingkatkan kelancaran produksi ASI salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan melaksanakan penerapan Pijat Oksitosin pada ibu post partum primipara dengan diagnose medis p1001 post sc hari ke-1 di ruang peristi ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksanaan Penerapan Pijat Oksitosin di Ruang Peristi Ibu. Hasil studi kasus yang dilakukan pada masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sc dengan penerapan pijat oksitosin pasien merasa rileks dan produksi asi meningkat dalam sehari yakni 180 cc frekuensi pemberian ASI 6 kali dalam sehari dengan durasi 40 menit. Pasien menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan dari asuhan keperawatan penulis mengangkat diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai asi ditandai dengan asi keluar sedikit (D.0029).
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik (ROM) Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik pada Ny. E dengan Diagnosa Peb Post Sectio Caesarea (SC) di Ruangan Peristi Ibu Irsi Hajar Aflahah; Husnul Khotimah; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.76

Abstract

Sectio caesarea (SC) satu proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Preeklampsia berat menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg disertai edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Mobilisasi dini sangat penting bagi ibu post SC, karena mempengaruhi proses penyembuhan luka dengan Range of Motion (ROM) latihan gerakan yang dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan memelihara kekuatan otot. Tujuan Melaksanakan Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Menggunakan Teknik ROM Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Ny.E Dengan Diagnosa PEB Post sectio caesarea (SC) di ruangan Peristi Ibu. Metode penelitian yang di gunakan adalah studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, prilakuan dan dokumentasi penerapan ROM pada Ny E post SC. Hasil terdapat pengaruh pada Ny. E dalam penerapan Teknik ROM untuk meningkatkan mobilitas fisik dengan masalah keperawatan mobilitas fisik yang signifikan dalam pengelolaan nyeri pada pasien (SC) sectio caesarea. Kesimpulan pasien memerlukan perawatan yang mencakup menajemen nyeri dan perbaikan mobilitas fisik dan perhatian khusus terhadap gizi ibu dan juga memberi dukungan tentang ROM Latihan gerakan ibu.
Penerapan Tehnik Effleurage Massage pada Ny. D Kala 1 Persalinan dengan Masalah Nyeri di Ruangan VK Sofil Widad; Baitus Sholehah; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.82

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan kala 1 disebabkan karena kontraksi rahim yang menyebabkan dilatasi dan penipisan servik sehingga dapat menyebabkan hilangnya control emosional dan berperan dalam kejadian persalinan traumatis dan gangguan psikologis. Oleh karena itu, untuk mengurangi nyeri pada Kala 1 persalinan dengan menggunakan teknik effleurage massage. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan tehnik effleurage massage pada Ny. D kala 1 persalinan dengan masalah nyeri. Metode: Teknik pengumpulan data dengan cara pengkajian menggunakan metode wawancara/anamnesa, pemeriksaan fisik head to toe dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Terdapat pengaruh pada Ny. D dalam penerapan teknik effleurage massage dengan durasi 10 menit selama persalinan kala 1 dengan masalah nyeri memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan nyeri dan kesejahteraan ibu saat melahirkan. Kesimpulan: Penerapan teknik effleurage massage pada Ny. D dengan masalah nyeri dapat menjadi komponen yang berharga dalam manajemen nyeri selama persalinan kala 1. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan meningkatkan pengalaman persalinan secara keseluruhan bagi Ny. D.
Penerapan Teknik Diaphragmatic Breathing untuk Mengurangi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Gemeli Diruang Peristi Ibu Zulika Qismiatul Khomariyah; Ahmad Kholid Fauzi; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.88

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan prosedur pembedahan melalu insisi di dinding abdomen dan dinding uterus untuk mengeluarkan janin yang bertujuan untuk menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan ibu dan janin, pasien pasca sectio caesarea akan muncul dampak fisik atau fisiologis yaitu nyeri, kejadian ini muncul pasca sectio caesarea karena diakibatkan adanya torehan jaringan saat pembedahan, salah satu cara meredakan rasa nyeri , adalah teknik relaksasi diaphragmatic breathing yang dimana teknik ini mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain dapat menurunkan intensitas nyeri, teknik relaksasi nafas dalam juga dapat meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan teknik diaphragmatic breathing untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea dengan indikasi gemeli di ruang Peristi Ibu. Metode Penelitian: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek pada laporan kasus ini adalah pasien dengan diagnosa medis post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan intervensi diaphragmatic breathing pada pasien post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut terdapat penurunan tingkat nyeri. Kesimpulan: Melihat dari hasil laporan kasus ini, maka penerapan diaphragmatic breathing merupakan intervensi yang tepat pada penanganan kasus post sectio caesarea yang mengalami nyeri akut.
Intervensi Pemberian Kompres Aloevera pada An “B” untuk Meredakan Hipertermi dengan Diagnosa Kejang Demam Sederhana di Ruang Teratai Dewi Safitri; Zainal Munir; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.90

Abstract

Demam atau panas tinggi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi rentang nilai normal. Demam biasa terjadi apabila kondisi kesehatan seseorang sedang terganggu. Selain itu, demam dapat mengakibatkan kejang, hal ini disebabkan oleh terganggunya sinyal dari otak ke otot-otot tubuh akibat suhu tubuh yang tinggi. Demam dapat ditangani dengan metode farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan suhu tubuh adalah dengan penerapan kompres aloevera. Tujuan: untuk menerapkan Intervensi Pemberian Kompres Aloevera Pada an B dengan diagnosa kejang demam di ruang teratai. Metode penelitian laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang anak dengan kasus kejang demam dengan hipertermi. Hasil Penelitian setelah dilakukan intervensi kompres aloevera pada kasus hipertermi terdapat penurunan demam pada anak yang semula dari suhu 38,6 C berangsur turun hingga hari ketiga. Didapatkan hasil bahwa selama melakukan kompres aloe vera terdapat penurunan suhu tubuh antara sebelum kompres menggunakan aloe vera dengan sesudah kompres menggunakan aloe vera. Kesimpulan penggunaan kompres aloevera merupakan cara yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh secara nonfarmakologi dengan metode perpindahan panas melalui konduksi dan evaporasi.
Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan di Puskesmas Pakuniran Irsi Hajar Aflahah; Husnul Khotimah; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.149

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan layanan kesehatan yang memberikan kepuasan pada setiap pengguna pelayanan Kesehatan, dengan kepuasan rata-rata masyarakat dan pemberi layanan kesehatan sesuai dengan standar, kode etik profesi dan perkembangan ilmu serta teknologi. Pada penelitian ini membahas tentang hubungan persepsi Masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional populasi penelitian ini ialah Masyarakat yang periksa dipuskesmas pakuniran yang rawat jalan berjumlah 275 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diproleh 162 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan kuesioner tertutup responden cukup memilih jawaban dengan pemberian tanda tertentu dari pertanyaan yang di ajukan. pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Korelasi Spearman’s rho, penelitian ini dilakukan dipuskesmas pakuniran pada bulan juli 2023. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman, s rho didapatkan nilai P sebesar (0,000) karena nilai P<0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan di puskesmas pakuniran di dapatkan hasil dengan kategori kualitas pelayanan dengan baik dan mengatakan puas dengan kualitas pelayanan dipuskesmas pakuniran sesuai dengan persentase 98,8%. Kesimpulan: Terdapat pelayanan kualitas yang baik antara Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan diPuskesmas Pakuniran.