Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN TENTANG MANFAAT BABY SPA UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI 3-12 BULAN : LITERATUR REVIEW HARWIN HOLILAH DESYANTI; ELY HASIM; ZULIKA QISMIATUL KHOMARIYAH; WINDY AYU OKTAVIL MAHSUSIAH; IRMA FAULANDIA
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.8004

Abstract

Proses tumbuh kembang anak yang optimal sangat penting dalam membentuk kepribadian anak sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan tangguh. Baby spa merupakan terapi sentuhan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Baby spa bermanfaat memberikan rasa tenang, nyaman, dan segar, sehingga bayi akan relaks dan dapat tidur dengan nyenyak. Dapat diketahui bahwa hormon pertumbuhan 75% keluar pada saat individu tidur. Semakin meningkat jumlah jam tidur bayi pengeluran hormon pertumbuhan juga semakin meningkat. Literature review ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel tentang Pengaruh pendidikan tentang manfaat baby spa untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi 3-12 bulan. Pencarian literature menggunakan database ResearchGate, SINTA,Science Direct, dan Google Scholar tahun 2017 hingga 2022. Literatur review ini menggunakan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : analisis dari 8 artikel ini bahwa baby spa dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi 3-12 bulan. Kesimpulan : terdapat pengaruh yang signifikan baby spa dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 8-12 bulan.  
Penerapan Pijat Oksitosin pada Ibu Post Partum Primipara dengan Diagnosa Medis P1oo1 Post SC Hari Ke-1 DI Ruang Peristi Ibu Windy Ayu Oktavil Mahsusiah; Zainal Munir; Novela Eka Candra Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.75

Abstract

Menyusui sejak dini itu baik untuk ibu dan bayi, salah satu penyebab dari tidak terwujudnya pemberian ASI secara eksklusif yaitu akibat dari tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Terutama bagi ibu yang mengalami proses persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Teknik yang diajarkan kepada ibu dalam masa ini yaitu tehnik yang dapat membuat ibu lebih rileks dan memberikan kelancaran dalam produksi ASI. Terdapat upaya non farmakologis yang dapat meingkatkan kelancaran produksi ASI salah satunya adalah pijat oksitosin. Tujuan melaksanakan penerapan Pijat Oksitosin pada ibu post partum primipara dengan diagnose medis p1001 post sc hari ke-1 di ruang peristi ibu. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi pelaksanaan Penerapan Pijat Oksitosin di Ruang Peristi Ibu. Hasil studi kasus yang dilakukan pada masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sc dengan penerapan pijat oksitosin pasien merasa rileks dan produksi asi meningkat dalam sehari yakni 180 cc frekuensi pemberian ASI 6 kali dalam sehari dengan durasi 40 menit. Pasien menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI. Kesimpulan berdasarkan hasil evaluasi kasus yang didapatkan dari asuhan keperawatan penulis mengangkat diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai asi ditandai dengan asi keluar sedikit (D.0029).