Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Upacara Rambu Solo’, Pengetahuan Tahapan dan Ritual dan Pengetahuan Biaya dan Tantangan Terhadap Pembiayaan Upacara Adat Kematian Rambu Solo’ : Studi Kasus Kaum Bangsawan/Tana’ Bulaan Nama Jemi Pabisangan Tahirs; Sherly Asriany; Astriwati Biringkanae
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6467

Abstract

Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’) merupakan isu penting dalam budaya Toraja karena dapat menentukan keberlanjutan kearifan lokal di Toraja. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat Pengaruh pengetahuan tentang upacara rambu solo’, Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual dan Pengetahuan terhadap Biaya dan tantangan terhadap Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian Rambu Solo’ (Studi Kasus Kaum Bangsawan/Tana’ Bulaan). Melalui data yang diperoleh dari Tokoh adat, tokoh masyarakat dan Keluarga yang pernah melakukan upacara rambu Solo’ dengan sampel yang dikumpulkan sebanyak 60 data. Ditemukan bahwa Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual memiliki hubungan yang signifikan dengan Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’). Meskipun Pengaruh pengetahuan tentang upacara rambu solo’, Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual tidak memiliki pengaruh langsung, ketiga faktor tersebut secara bersama-sama berperan dalam membentuk Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’).
Impact of Tansmigration Development UPT.Waleh SP.2 on Carbon Emissions Utdin Furqon Amali; Sherly Asriany; Mohamad Jamil
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Mei: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v4i03.1977

Abstract

This article is the result of a research on the impact evaluation of transmigration development on carbon emissions in UPT Waleh SP.2, Central Halmahera Regency, North Maluku. Where the opening of transmigration land has the potential to change ecosystems, including vegetation cover, biomass, and greenhouse gas emissions, which can affect environmental sustainability. The objective of this study was to analyze changes in the ecosystem due to transmigration development, particularly on vegetation cover, carbon biomass, and carbon emissions. For this purpose, remote sensing technology and GIS-based spatial analysis were used with four main indicators: NDVI for vegetation cover, AGB for carbon biomass, CO as an emission indicator, and NPP for carbon absorption capacity. The results showed a decrease in NDVI, AGB, and NPP, as well as an increase in CO. Decreases in NDVI and AGB reflect vegetation degradation and biomass loss, while increases in CO are caused by human activities such as biomass burning and the use of motorized vehicles. The decrease in NPP indicates a decrease in the capacity of vegetation to absorb carbon.
Optimalisasi Pencahayaan Alami di Pasar Batu Raja, Kec.Wasilei, Kabupaten Halmahera Timur Utdin Furqon Amali; Sherly Asriany; Mohamad Jamil
Jurnal Teknik dan Science Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v4i3.2335

Abstract

Batu Raja Market is in UPT. Subaim SP.2. This market is located at 1°04'38"N and 128°07'59"E. This market only operates once a week, namely on Saturdays around 06.00 WIT to 13.00 WIT. The market initially took the form of non-permanent trading stalls with tin roofs, cloth, plastic, tarpaulin and so on. In 2019 this market was built into a permanent market with a tin roof. This is where the problem comes from, if the market is built with a tin roof then the traders in the middle of the market will not get enough sunlight to carry out their activities. This research attempts to solve this problem by optimizing the entry of natural light into the market. The research method was carried out by making 2 (two) 1:1 scale models of Batu Raja Market using the Revit 2018 program. The first model of Batu Raja Market had a tin roof and the second model of Batu Raja Market had a skylight roof. Lighting simulations were carried out for both models using the DIALux 4.7 program. Research results show that markets with skylight roofs receive more sunlight than those with tin roofs, so that the market interior is brighter, flatter and visually pleasing (M.C. and Lam, 1986) and attracts the attention of buyers (Mark S. Rea, Ph. D., 1986).
Pelatihan Pemanfaatan Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Kompor Alternatif Di Kelurahan RUM, Kota Tidore Kepulauan Utdin Furqon Amali; Sherly Asriany; Mohamad Jamil
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.2312

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun, diadakan di Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam mengelola limbah oli bekas, yang termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dengan cara memberikan pelatihan mengenai penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif untuk kompor yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Pendekatan yang diterapkan adalah pelatihan partisipatif yang menargetkan ibu rumah tangga dan remaja putri sebagai agen perubahan dalam keluarga dan komunitas. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai dampak pencemaran yang disebabkan oleh oli bekas, proses pengubahannya menjadi energi alternatif, serta cara penggunaan dan perawatan kompor yang memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar. Program ini juga terbukti berhasil memberdayakan masyarakat secara praktis dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sebagai rekomendasi, program serupa disarankan untuk diterapkan di daerah lain sebagai upaya mitigasi pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi yang berbasis pada sumber daya lokal. Program ini juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi yang tepat guna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Pelatihan Pemanfaatan Jeruk Lemon Lokal (Lemo Cui) Menjadi Sabun Cuci Piring Di Kelurahan Fobaharu, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan Sherly Asriany
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i1.3225

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun, berkegiatan di Kelurahan Fobaharu, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan. Tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan jeruk lokal (lemo cui) sebagai salah satu bahan baku pembuatan sabun cuci piring cair. Metode kegiatan berupa pembuatan sabun cuci piring cair untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Hasil kegiatan bahwa warga Kelurahan Fobaharu, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan mengalami peningkatan pengetahuan tentang pembuatan sabun cuci piring cair, proses pemanfaatan jeruk lokal (lemo cui), dan peningkatan ekonomi keluarga. Pelaksanaan PKM ini memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dalam pembuatan sabun cuci piring cair menggunakan jeruk lokal (lemo cui). Program ini direkomendasikan untuk dilakukan juga di lokasi yang berbeda demi penguatan elemen masyarakat dengan teknologi yang sederhana dan ramah lingkungan sehingga dapat berdaya guna.
SOCIALIZATION OF THE ECO-FRIENDLY-HOUSE PROGRAM TO SUPPORT ENVIRONMENTAL HEALTH IN KAYU MERAH VILLAGE, TERNATE CITY Sherly Asriany; Anthonius F. Raffel; Utdin Furqon Amali
Jurnal Abdisci Vol 1 No 11 (2024): Vol 1 No 11 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i11.449

Abstract

Ternate city be classified as a moderate to low level of poverty. Education level in the Kayu Merah of Ternate neighborhood is as follows: 884 people have completed primary school, 1,161 have done secondary school, and 502 have a university degree. We're working with the community in Kayu Merah on this PKM Programme. PKM method involves identifying the issues that need to be addressed. PKM activities include awareness-raising, training and active involvement in planned activities, such as fostering critical awareness among the community about the importance of active participation in environmental management and increasing knowledge and understanding of eco-friendly-house. We've seen the formation of community groups capable of managing environmental health, a rise in awareness about eco-friendly-house, and the early stages of a professional, organised community of environmentally conscious individuals. PKM was carried out as planned, with the aim of providing understanding of the eco-friendly-house programme and promoting environmental health.
TRAINING ON MAKING BANANA NUGGETS IN KATELA VILLAGE, TERNATE ISLAND CITY, TERNATE CITY Sherly Asriany; Sri Lestari
Jurnal Abdisci Vol 3 No 4 (2026): Vol 3 No 4 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i4.901

Abstract

Background. Kastela Village plays a significant role in the economic development of the city of Ternate, benefiting its residents. The development of local economic potential and the effective use of natural resources can at least contribute to the economic growth of the people. In general, the socio-economic condition of the people in Katela Village is still classified as belonging to the middle and lower economic groups. This is evident in the large number of impoverished families. This condition results in people becoming economically unproductive or less productive. Meanwhile, banana plants are pretty abundant in Kastela Village and are typically eaten raw or fried. Bananas that initially lacked economic value can be processed into products that are useful, economically valuable, and quite promising. Aims. Therefore, through the Community Service Program (PKM), the team aims to innovate a process for processing bananas with higher economic value. Method. The approach method is carried out by identifying problems, then approaching regional leaders (village heads and RW chairs) and local community leaders to obtain permission to conduct activities. Furthermore, form committees or working groups to prepare work plans and disseminate information in the community. Conclusion. Training activities for making banana nuggets have been carried out. Implications. The result of this activity is to be able to apply the expertise of making banana nugge
Pengaruh Pengetahuan Upacara Rambu Solo’, Pengetahuan Tahapan dan Ritual dan Pengetahuan Biaya dan Tantangan Terhadap Pembiayaan Upacara Adat Kematian Rambu Solo’ : Studi Kasus Kaum Bangsawan/Tana’ Bulaan Nama Jemi Pabisangan Tahirs; Sherly Asriany; Astriwati Biringkanae
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6467

Abstract

Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’) merupakan isu penting dalam budaya Toraja karena dapat menentukan keberlanjutan kearifan lokal di Toraja. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat Pengaruh pengetahuan tentang upacara rambu solo’, Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual dan Pengetahuan terhadap Biaya dan tantangan terhadap Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian Rambu Solo’ (Studi Kasus Kaum Bangsawan/Tana’ Bulaan). Melalui data yang diperoleh dari Tokoh adat, tokoh masyarakat dan Keluarga yang pernah melakukan upacara rambu Solo’ dengan sampel yang dikumpulkan sebanyak 60 data. Ditemukan bahwa Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual memiliki hubungan yang signifikan dengan Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’). Meskipun Pengaruh pengetahuan tentang upacara rambu solo’, Pengetahuan terhadap tahapan dan ritual tidak memiliki pengaruh langsung, ketiga faktor tersebut secara bersama-sama berperan dalam membentuk Pembiayaan Pelaksanaan Upacara Adat Kematian (Rambu Solo’).
Studi Identifikasi Sebaran Permukiman Etnik Di Ternate Sherly Asriany; Anthonius F. Raffel; Arham Munir; Muh.Muzni Harbelubun; Ridwan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9e3.110

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai keragaman etnis terbesar di dunia, dengan 931 suku, 600 bahasa daerah, dan jenis kekayaan budaya lainnya. Permukiman sebagai salah satu hasil fisik kebudayaan masyarakat Indonesia. Peran nilai-nilai solidaritas yang ada pada masyarakat menunjukkan bahwa permukiman etnik tidak terlepas dari pengaruh sosial budaya. Elaborasi bentuk sosial dan budaya ke dalam lingkungan tercermin dari identitas bentuk fisik ruang. Ada saling keterkaitan antara fisik, sosial, dan budaya dalam membentuk morfologi permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran permukiman etnik yang ada di Ternate, Maluku Utara. Penelitian ini berada dalam paradigma naturalistik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain melalui: survei, observasi, wawancara, fotografi dan skeksa, serta kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi (triangulation analysis). Adapun temuan dari penelitian ini adalah sebaran permukiman etnik di Ternate. Sedangkan benteng Fort Oranje, Masjid Sultan, dan Kadaton Sultan sebagai pengikat diantara permukiman etnik yang ada di Ternate.
Domestic Architectural Transformation and Cultural Continuity: The Case of Fala Kanci in Ternate City Sherly Asriyani; Maulana Ibrahim; Arham Munir
Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/juit.v5i1.2431

Abstract

Rapid urbanization in Ternate City has intensified pressure on domestic housing and accelerated changes in traditional dwellings such as Fala Kanci, raising challenges for adaptation without losing cultural identity. Objective: This study investigates how urbanization pressures, socio-economic conditions, and cultural values interact in shaping the spatial, material, and functional transformation of Fala Kanci domestic architecture across different urban contexts in Ternate City. Method: A qualitative approach was applied through field observations, in-depth interviews, questionnaires, and visual documentation of 36 Fala Kanci houses located in interior, peripheral, and urban core zones. Data were examined using thematic and comparative analysis to identify transformation patterns and cross-zone variations. Findings: Transformations occur unevenly. Urban core areas show the most intensive spatial expansion, increased material substitution from organic to industrial components, and broader functional diversification. Peripheral areas display mixed adaptation patterns, while interior areas exhibit stronger intergenerational continuity and greater preservation of traditional forms. Despite extensive physical modification, key cultural values communal interaction, family orientation, and symbolic identity remain embedded in spatial organization and selected architectural elements. Implications: The findings support context-sensitive strategies for architects, planners, and heritage practitioners to balance housing adaptation with cultural continuity in rapidly urbanizing island cities. Originality: This research contributes an integrative household-level account linking urbanization dynamics, socio-economic strategies, and cultural persistence an aspect often underexplored in vernacular architecture and urban studies.