Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Komunikasi Hybrid Sebagai Implementasi Program Pengelolaan Sampah Di Desa Tanjungmojo Arya Yudha Wahyu Firmansyah; Zahrotul Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1989

Abstract

Perilaku manusia yang mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum memicu timbulnya masalah dan kerusakan lingkungan. Seiring perkembangan zaman, perkiraan sumber daya alam akan semakin terkuras dan kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari. Selain itu, manusia tidak bertanggung jawab terhadap sampah sehingga merusak lingkungan. Faktor kesadaran masyarakat dalam menanggapi masalah sampah menjadi salah satu yang paling pokok. Masyarakat kurang memiliki kesadaran bahwa pada kegiatan ekonomi dan rumah tangga yang mereka lakukan ada aspek-aspek pendukung lainnya yang harus diperhatikan khususnya adalah lingkungan. Perlunya peran pemerintah setempat untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi hybrid sebagai implementasi program pengelolaan sampah di desa Tanjungmojo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori komunikasi hybrid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu dalam mengkampanyekan pengurangan dan penanganan sampah ini, terdapat komunikator untuk menyampaikan pesan yaitu orang-orang yang berasal dari dalam BUMDes itu sendiri dan dari luar seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal. Dimana, pesan yang disampaikan oleh komunikator ini, bersifat informatif dan edukatif dengan mengandung kalimat persuasif yang cukup mudah dipahami oleh sasarannya.
Identitas Skena di Ruang Komunal Melalui Pemaknaan Lirik Lagu “Creep” Radiohead Shinta Eka Hakiki; Teguh Hartanto Patrianto; Rahmawati Zulfiningrum; Puri Kusuma Dwi Putri; Zahrotul Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Creep” karya Radiohead sebagai simbol identitas skena ketika dipraktikkan dalam ruang komunal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes dan perspektif etnomusikologi, penelitian ini menelaah transformasi makna lirik dari teks individual menjadi representasi budaya kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual, “Creep” memuat narasi personal tentang keterasingan dan kerentanan diri. Namun, ketika diperdengarkan dalam ruang komunal seperti kafe skena, lirik tersebut mengalami pergeseran makna melalui proses denotasi–konotasi–mitos, hingga menjadi simbol identitas outsider yang diterima dan dirayakan dalam budaya skena. Ruang komunal berfungsi sebagai mediator afektif yang memungkinkan pendengar mengalami pengalaman emosional bersama, terlihat dari fenomena nyanyi kolektif dan penguatan rasa kebersamaan meski antarindividu tidak saling mengenal. Temuan ini menegaskan bahwa musik bukan hanya teks, tetapi praktik budaya yang membentuk identitas melalui interaksi sosial dan atmosfer ruang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian etnomusikologi dan semiotika, serta implikasi praktis bagi pengelola ruang komunal, komunitas skena, dan pelaku industri kreatif dalam memahami peran musik sebagai media pembentuk identitas budaya.