Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektifitas Baby Massage dan Baby Gym terhadap Perkembangan Bayi 3-6 Bulan Lutfia Uli Na’mah; K Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v12i1.133

Abstract

AbstrakStimulasi adalah hal yang harus dilakukan agar kecerdasan bayi berkembang secara optimal yang dapat diberikan melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti pijat bayi (baby massage) dan baby gym. Berdasarkan data WHO, 5-25 % dari anak balita mengalami gangguan perkembangannya yaitu pada motorik kasar maupun halus.  Ada sekitar 30% bayi tampak mengalami keterlambatan ringan motorik kasar, seperti kemampuan bolak-balikan badan seharusnya pada usia 3-4 akan dialami usia lebih 5 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan Quasy Experimental Design dengan pendekatan pretest dan posttest Control group Design. Alat ukur yang digunakan yaitu menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel sebesar 30 bayi yang terdiri dari 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney dan Wilcoxon. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan bayi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p=0.049. Tes Wilcoxon menunjukkan rata-rata perkembangan sebelum dan sesudah massage dan gym dengan nilai p= 0.025. Hal ini berarti ada perbedaan signifikan secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata perkembangan bayi sebelum dengan sudah intervensi. Sehingga dapat disimpulkan baby massage dan baby gym evektif dilakukan terhadap perkembangan bayi usia 3-6 bulan. Kata kunci; Baby Massage, Baby Gym, Perkembangan BayiEffectiveness of Baby Massage and Baby Gym on the Development of Infants 3-6 MonthsAbstractStimulation is something that must be done so that the baby's intelligence develops optimally that can be given soft touches such as baby massage and baby gym. Based on WHO data, 5-25% of children under five experience developmental disorders, namely gross and fine motor skills. There are around 30% of babies who appear to have difficulty in gross motor delay, such as the ability of alternating bodies at the age of 3-4 years to be more than 5 months old. This research is a quantitative research that uses Experimental Design Quasy using the pretest and posttest control group design. The measuring instrument used is using the Denver II Development Screening Test (DDST II). The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 30 babies consisting of 15 intervention groups and 15 control groups. Data were analyzed using the Mann Whitney and Wilcoxon tests. The Mann-Whitney test showed significant differences in baby development between the experimental and control groups with a value of p 0.049. The Wilcoxon test shows the average development before massage and gym p value of 0.025. The results obtained were 0.049 <0.05, this means that there was a statistically significant difference in the difference between the average infant development before intervention. It is estimated that baby massage and baby gym can be done on the development of infants aged 3-6 months.Keywords  : Baby gym, baby massage, baby development
Pengaruh Latihan Birthball terhadap Proses Persalinan Siti Mutoharoh; Eni Indrayani; K Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v13i1.220

Abstract

Abstrak. Indikator penilaian status kesehatan salah satunya adalah angka kematian ibu (AKI). Salah satu penyebab kematian ibu adalah partus lama, yaitu partus lebih dari 18 jam. Birth ball adalah salah satu latihan yang bisa diterapkan pada ibu hamil dan bersalin yang dapat berpengaruh terhadap nyeri, lama, dan jenis persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan birth ball pada ibu hamil terhadap percepatan servik dan laserasi pada ibu bersalin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental pada dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan masing-masing berjumlah 30 responden. Responden pada penelitian ini adalah ibu hamil fisiologis dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu. Hasil penelian menunjukkan ada pengaruh latihan birth ball terhadap percepatan pembukaan servik ditunjukkan dengan nilai P value 0,002 dan RR 2,09. Sedangkan laserasi perineum tidak dipengaruhi oleh latihan birthball, ditunjukkan dengan P value 3,45. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan signifikan terhadap percepatan pembukaan servik antara kelompok perlakuan yang diberikan latihan birth ball dibandingkan dengan kelompok kontrol, namun tidak ada perbedaan yang signifikan pada kejadian laserasi perineum pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol.Keywords: birth ball, proses persalinan The Effect of Birthball Exercises on the Labor Process Abstract. One indicator of health status assessment is the maternal mortality rate (MMR). One cause of maternal death is prolonged labor, which is more than 18 hours. Birth ball is one of the exercises that can be applied to pregnant and childbirth women to influence pain, duration, and type of delivery. The purpose of this study was to determine the effect of birth ball training on pregnant women on cervical acceleration and laceration in maternity. The research method used was quasi-experimental in two groups, namely the treatment group and the control group with 30 respondents each. Respondents in this study were physiologically pregnant women with a gestational age of more than 34 weeks. The results of the study showed that there was an effect of birth ball training on the acceleration of cervical opening as indicated by the P value 0.002 and RR 2.09.  While perineal laceration is not influenced by birthball practice, indicated by a P value of 3.45. The conclusion of the study was that there was a significant difference in the acceleration of cervical opening between the treatment groups given birthball training to the control group, but there was no significant difference in perineal laceration in the control and treatment groups.Keywords: birthball, labor process