Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CHI JOURNAL OF Community Health Issues

Laporan kasus gerontik dengan risiko jatuh pada lansia diabetes melitus tipe 2 melalui penerapan latihan jalan tandem Emilia Dani Safitri; Suri Salmiyati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2394

Abstract

Background: The elderly are susceptible to degenerative diseases such as Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). This long-term condition can impair balance and gait patterns, thereby increasing the risk of falls. Tandem walking exercises serve as an intervention to improve body balance. Purpose: To describe nursing care for an elderly patient with T2DM facing fall risk through the implementation of tandem walking exercises and environmental safety management. Method: A descriptive case study was conducted on Mrs. D (77 years old) using a nursing care process approach. Data were collected through interviews and observations from December 3–12, 2025. The instruments included a gerontic nursing assessment format, featuring the Timed Up and Go (TUG) Test. Results: The assessment revealed that Mrs. D experienced numbness in her feet and instability while walking. Interventions included environmental safety management and tandem walking exercises for 7 days. The final evaluation showed a significant improvement in balance, with a reduction in TUG Test duration by 4.89 seconds (from 21.25 seconds to 16.36 seconds). Conclusion: The implementation of tandem walking exercises and environmental safety management is effective in addressing fall risk in elderly patients with T2DM.     Keywords: Diabetes Mellitus; Balance; Elderly; Fall Risk; Tandem Gait.   Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) rentan terhadap penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Kondisi ini jika diderita dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan dan pola jalan, sehingga meningkatkan risiko jatuh. Latihan jalan tandem merupakan salah satu intervensi untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada lansia DM Tipe 2 dengan masalah risiko jatuh melalui penerapan latihan jalan tandem dan manajemen keselamatan lingkungan. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada Ny. D (77 tahun) dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pada 3–12 Desember 2025. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian gerontik, termasuk Timed Up and Go (TUG) Test. Hasil: Menunjukkan Ny. D mengeluh kesemutan pada kaki dan goyah saat berjalan. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen keselamatan lingkungan dan latihan jalan tandem selama 7 hari. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan dengan penurunan durasi TUG Test sebesar 4.89 detik (dari 21.25 detik menjadi 16.36 detik). Simpulan: Penerapan latihan jalan tandem dan manajemen keselamatan lingkungan efektif dalam mengatasi masalah risiko jatuh pada lansia dengan DM Tipe 2.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Jalan Tandem; Keseimbangan; Lansia; Risiko Jatuh.
Hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita Putri Arvina Kurniawati; Suryani Suryani; Suri Salmiyati
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2636

Abstract

Bacground: Malnutrition in Indonesia remains a major challenge in public health development. Malnutrition in toddlers can cause brain development disorders that affect learning abilities and future productivity. Growth disorders in toddlers are not only influenced by nutritional intake, but also by parenting patterns. Parenting practices play an important role in determining children's nutritional status, as good parenting practices can support optimal nutritional needs and growth and development. Purpose: To determine the relationship between parenting practices and the nutritional status of toddlers. Method: This was a non-experimental quantitative study using a cross-sectional approach. The study population consisted of parents and toddlers who actively attended health center activities at the Melati Kwarasan Nogotirto Health Center in Gamping District, Sleman, with a total of 80 respondents. The sampling technique used total sampling with 80 respondents. The research instruments were a parental care questionnaire and a calibrated digital weighing scale to determine the nutritional status of toddlers. Data analysis was performed using Fisher's Exact Test because the assumptions of the Chi-Square test were not met. Results: Statistical test results using Fisher's Exact Test show a significant relationship between parenting patterns and toddler nutritional status (p = 0.000) with a strong correlation (0.709). Conclusion: There is a significant and strong relationship between parenting patterns and the nutritional status of toddlers.   Keywords: Nutritional Status; Parenting Patterns;  Toddler.   Pendahuluan: Masalah gizi buruk di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Kekurangan gizi pada balita dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak yang berdampak pada kemampuan belajar serta produktivitas di masa depan. Gangguan pertumbuhan pada balita tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh pola asuh orang tua. Pola asuh memiliki peran penting dalam menentukan status gizi anak, karena praktik pengasuhan yang baik dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua dan balita yang aktif menghadiri kegiatan posyandu di Posyandu Melati Kwarasan Nogotirto Kecamatan Gamping Sleman dengan jumlah 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua dan timbangan berat badan digital terkalibrasi untuk penentuan status gizi balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test karena asumsi uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil: Uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan status gizi balita (p = 0.000) dengan keeratan hubungan kuat (0.709). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi balita.   Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Status Gizi.