Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyuluhan Golden Period Pada Penanganan Stroke Di Perkumpulan Ibu PKK Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Richie Purnama Wahyu Apriyanto; Wanda Indriya Pramesti; John Hotma Marchelino; Neni Oktaviani; Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul; Tomiana Tomiana; Arin Supriyadi; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.58

Abstract

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat - zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat. Salah satu kunci penting dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak yang ditimbulkan oleh stroke iskemik adalah memberikan penanganan yang cepat dan tepat (golden period). Waktu yang paling direkomendasikan pada pasien stroke 3 – 4,5 jam yang disebut golden period. Jika penanganan stroke diberikan lebih dari rentang waktu (golden period) maka kerusakan neurologis yang dialami pasien akan bersifat permanen. Dalam penelitian lain, golden period bagi penderita stroke untuk mendapatkan penyelamatan yang optimal adalah kurang dari 6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan. Penanganan medis yang baru diberikan lebih dari 12 jam setelah stroke terjadi berisiko menyebabkan cacat permanen yang lebih besar. Tujuan : Untuk meningkatkan pemahaman tentang golden period dan pencegahan memburuknya kondisi fisik jika terkena stroke pada perkumpulan ibu PKK di desa Tumang kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali. Metode: Kegiatan in dipilih untuk menyampaikan penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media power point dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang golden period dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan kuesioner post-test. Hasil: Kuesioner pre-test diperoleh hasil sebanyak 18 orang  tidak memahami tentang golden period dan stroke sedangkan hanya 7 orang yang memiliki pemahaman tentang golden period dan stroke. Kuesioner post-test diperoleh hasil sebanyak 23 orang memahami tentang materi penyuluhan yang diberikan sedangkan hanya 2 orang yang tidak memahami materi penyuluhan yang diberikan. Kesimpulan : Penyuluhan golden period pada stroke memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait golden period pada stroke.
PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.