Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Anting-Anting (Acalypha Indica L.) Pada Sediaan Hair Tonic Adisti Maulina Firdaus; Eko Retnowati; Fahrudin Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1820

Abstract

Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman. Penyebab timbulnya ketombe yaitu kulit kepala yang lembab dan produksi kelenjar keringat yang berlebihan, disamping hal tersebut munculnya ketombe juga disebabkan adanya peran mikrooganisme. Mikroorganisme penyebab timbulnya ketombe adalah jamur Pityrosporum ovale, jamur tersebut diklasifikasikan kedalam genus Malassezia. Menurut beberapa penelitian sekitar 50% populasiorang dewasa di seluruh dunia mengalami permasalahan kulitkepala yaitu ketombe, sedangkan prevalensi penderita ketombe di Indonesia mencapai 45%. Ketombe dapat dikurangi dengan menggunakan senyawa zat aktif pada tumbuhan. Senyawa fitokimia yang digunakan sebagai antijamur adalah alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada salah satu tanaman, yaitu tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Teknologi sediaan farmasjyang digunakan pada penelitian ini dalah sediaan hair tonic. Pembuatan sediaan hair tonic menggunakan bahan aktif ekstrakdaun anting-anting dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Terdapatbeberapa pengujian pada penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit dan pengujianterhadap jamur. Pengujian antijamur pada penelitian inimengggunakan metode difusi cakram. Hasil dari beberapapengujian pada penelitian ini menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, pH, viskositas sediaan yang baik. Pengujian iritasi kulityang melibatkan manusia sebagai responden menunjukkan tidak adareaksi mengiritasi yang terjadi terhadap responden. Pengujianaktivitas antijamur sediaan hair tonic didapatkan nilai zona hambatF1 0 mm; F2 1,56 mm; F3 3,07 mm; control negative 0 dan control positif 2,8 mm.
Efektivitas Penggunaan Antiemetik Pada Pasien Kemoterapi Kanker Payudara Stadium Awal Di Rsud Raa Soewondo Pati Septiana Dwi Astuti; Eko Retnowati; Ulviani Yulia Husna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2450

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang muncul dari jaringan kelenjar saluran, kelenjar sel-sel, dan payudara penunjang. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang baru berobat ke pusat layanan kesehatan saat kondisi kanker payudara sudah mencapai stadium lanjut. Keterlambatan penanganan ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat umum tentang kanker payudara dan kurangnya pemahaman mereka tentang cara melakukan self-reporting untuk deteksi dini. Penanganan kanker payudara yang sudah berlangsung sejak stadium awal ini diyakini akan menurunkan angka kematian dan meningkatkan taraf hidup para pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan antiemetik pada pasien kemoterapi kanker payudara stadium awal di RSUD RAA Soewondo Pati. Studi ini menggunakan Desain penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data sekunder dari rekam medis pasien Kanker Payudara di RSUD RAA Soewondo Pati pada periode 2024. Teknik Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dengan SPSS 27 untuk menganalisis efektivitas penggunaan antiemetik yang diberikan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi Ondansetron 8mg dan Ranitidin 50mg terbukti efektif (84,6%) dalam mengatasi mual. Faktor usia, jenis obat, durasi, dan frekuensi gejala berpengaruh terhadap efektivitas antiemetik. (p < 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa faktor usia, jenis obat, durasi pemberian, dan frekuensi muntah berpengaruh terhadap efektivitas pengobatan pada pasien kanker payudara stadium awal di RSUD RAA Soewondo Pati.