Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pencegahan Covid 19 RW 2 & 3 Desa Kenteng Sempor Dengan Teori Keperawatan Betty Neument Menggunakan CAP Marsito Marsito; Rina Saraswati; Sarwono Sarwono; Ernawati Ernawati; Mustoleh Mustoleh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.303 KB)

Abstract

The total population of Kenteng Village is 4680 people, of which in the 02 and 03 pillarsthere are 1048 people (22.39%) of the 7 community units. Given the high mobility andstill in a state of the COVID-19 pandemic, it is necessary to look at preventing the spreadof Covid. Seeing these results, the researchers used Betty Neuman's nursing theory withthe Community as Partner approach. With the aim of looking at core data on age, safetyand transportation such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands forhealth services that have been vaccinated against Covid 19. The sample is all residents ofthe 02 and 03 Kenteng Village Community Units totaling 1048 people. From the resultsof the core data study, it was found that the majority of people aged over 18 years were798 people (88.5%), safety and transportation using masks were sometimes used by 507people (48%), doing hand washing sometimes there were 665 people (58). %) and keepinga distance the result is never keeping a distance there are 604 people (58%). The numberof people who have been vaccinated is 735 people (70.1%). That Betty Neuman's Nursingtheory uses the Community as Partner approach in community nursing to see how toprevent covid 19. Thus, Betty Neuman's nursing theory can be used in the prevention ofCovid 19 in the community.
AKTIFITAS REMAJA DI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG GENERASI MUDA YANG SEHAT MELALUI KEPERAWATAN KOMUNITAS DESA KALIBEJI SEMPOR KEBUMEN Marsito Marsito; Ernawati Ernawati; Rina Saraswati; Ning Iswati; Anton Wiyahya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v18i2.975

Abstract

AbstrakJumlah penduduk usia remaja secara nasional umur 15 sampai 19 tahun mencapai berjumlah 22 176 543 orang ditahun 2022 dan di jawa tengah tahun 2021 saja ada 28.81% di tahun 2021. Karena tingginya aka jumlah remaja dan semakin kurangnya aktifitas remaja yang dilakukan dimasyarakat dalam mendukung generasi remaja yang sehat. Melalui model keperawatan komunitas Betty Neuman dengan pendekatan pengkajian CAP untuk melihat aktifita remaja dalam mendukung generasi muda yang sehat. Tujuannya untuk melihat keterlibatan karang taruna, dukungan masyarakat, perilaku merokok, kegiatan posyandu remaja, penyelesaian masalah dan kebiasaan merokok diwaktu luang. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Diskriptif Eksploratif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya pada remaja berkaitan dengan aktifitas kesehatan sehari-hari. Populasi yang diambil anak remaja di Desa Kalibeji  yang berjumlah 441 orang sebagai sampel. Sebelum remaja di tanyain terkait dengan informasi kegaitan sehari hari dijelaskan maksud dan tujuan tersebut. Dan remaja menyetujui dan selanjutnya remaja umur 2 sampaidengan 20 tahun untuk dijasikan sampel. Hasilnya remaja memahami karang taruna  ada 312 orang (70,7%),remaja tidak aktif di karang tauna ada 198 orang (44,9%), masyarakat mendukung ada 396 orang (89.8%), berkomunikasi dengan keluarga ada 339 orang (76,9%), tidak pernah merokok ada 318 orang (72.1%) dan mengikuti kegaitan posyandu remaja  tidak pernah mengikuti ada 318 orang (72.1%). Melihat masih banyak tindakan remaja yang melakukan hal kurang baik maka keluarga dan masyarakat tetap mendukung dalam bentuk bimbingan. Semuanya itu untuk demi generasi remaja yang sehat dan berkualitas.dan untuk melihat aktifitas remaja bisa menggunakan pendekatan keperawatan komunitas  dengan pengkajian Community as Partner di dalam Betty Neuman.      Kata kunci: Aktifitas Remaja Generasi Muda Sehat.
The Role of Elderly Cadres in the Prevention and Control of Hypertension Marsito Marsito; Rina Saraswati; Ernawati Ernawati
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.4.2025.264-271

Abstract

Hypertension is a health problem in Indonesia, with increasing prevalence, while efforts to maintain it are still lacking. National health research data shows a prevalence of 34.11%, and the current prevalence in Indonesia has reached 45.9%, which is considered high. This study aims to examine the role of health cadres in intervening in elderly hypertension. We compare the blood pressure of elderly who received the intervention and the control group. The research method used a paired t-test in the intervention group, and the control group was conducted by cadres. We compared the results of elderly blood pressure measured by health cadres with the intervention group without education as a control. The results in the intervention group for elderly hypertension were p = 0.0002, while in the control group, p = 0.040. This means that both groups experienced a decrease in blood pressure in elderly hypertension in the intervention and control groups. However, a significant decrease occurred in the intervention group. This means that cadres providing education to elderly hypertension quickly reduce blood pressure compared to those who did not receive education. Therefore, the role of cadres is very important in reducing the prevalence of hypertension control.
PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS IBU BALITA RISIKO STUNTING DI POSYANDU DESA KALIBEJI SEMPOR KEBUMEN Marsito Marsito; Ning Iswati; Siti Mastuti; Yuli Susilowati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.718

Abstract

Jumlah Balita di Indonesia 30,73 juta jiwa (11,21%) di tahun 2021 dari penduduk yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan. Tingginya jumlah anak balita berisiko akan kejadian stunting dan tujuan melihat pemahaman stunting, asi ekslusif dan pemberian Mp-Asi. Dengan dilakukan pelayanan keperawatan komunitas balita stunting dapat terdeteksi dengan jelas. Disain penelitaian menggunakan pendekatan crossectional, sampelnya pada ibu yang mempunyai balita berjumlah 228 orang sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan tehnik total sampel dijelaskan tentang manfaat dilakukan penelitain dengan menggunakan kuesioner. Mengenahi informasi tetang pemahaman stunting, pemberian asi dan Mp asi. Informasi sifatnya tidak memaksa dan ini akan bermanfaat untuk kebaikan pelayanan balita.Hasilnya didapatkan bahwa pemahaman ibu tentang stunting mengetahui ada 139 orang (61.0%), pemberian asi pada bayi pada umur 13 bulan sampai dengan 24 bulan ada 132 orang ( 57.9%), dan pemberian Mp-Asi diberikan sesudah bayi umur 6 bulan ada 141 orang(61.8%). Untuk hubungan antara pemahaman ibu stunting dengan pemberian Asia da hubungan ᵱ= 0.001, sedangkan pemahaman ibu balita stuting dengan Mp-Asi menunjukkan tidak ada hubungan ᵱ= 0.077. Dengan dilakukan pendekatan pelayanan keperawatan komunitas tentang pemahaman stunting dengan pemberian ASi dapat digunakan referensinya.