Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peternak Sapi Dan Jebakan Kemiskinan Yanto Kambaru Njuka Tehik; Adrianus Kabubu Hudang
JURNAL TRANSFORMATIF UNKRISWINA SUMBA Vol 6 No 1 (2016): Vol VI No 1 Nov 2016
Publisher : Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beef demanding increasing locally and nationally, it was caused by the higher society comsuption. Beef demanding continues to increase the economics. It should be abble to lift the cattle farming households.. However, the actors in this case the small scale economic don’t get the rewards about what they did. These condition take an impact on people who lives as cattle breeders. In addition cattle farmer mired in poverty. To achieve this farmers poverty depedency on the owner capital and merchants this dependence could make the owner capital and traders in bargaining position. Thereefore, the objective of the study were to find out and to describe how the mechanism, dynamic beween cattle breeders and traders and investor relathionship. Who strived in the livestock of sub sector capital, thereby this researc could answer the divestion of why the livestock sektor was not able to improve the domestic economy of cattle farmers in east sumba.This study was conducted in east Sumba. The qualitative method was used in this study. This study showed that cattle ranchers have low education, having 10 years experience in working 75% percent of cattle respondents using family labor, 70 % cattle respondents source comes from the own cattle. In addition, cattle ranches sell their animals when it was urgent for example in this case it cause position bargaining becomes the farmer weak and vulnerable trapped in poverty. In conclusion cattle breeders made this job as side business.Kata Kunci: Peternak Sapi, Pemilik Modal, Jebakan Kemiskinan dan Eksploitasi
PENGUATAN BADAN USAHA MILIK DESA MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PEMETAAN USAHA SERTA PENGELOLAAN PUPUK ORGANIK Tumpal P. Situmorang; Adrianus Kabubu Hudang; Lusia Danga Lewu; Igo Dai Tana; Martinus Hinggu Lua; Ferlin Malo; Febri Yanti Lawa Djati; Febiyati Danga Lila
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i9.9714

Abstract

Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui literasi keuangan, pemetaan usaha, dan pengolahan pupuk organik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes, sebagai lembaga ekonomi yang dikelola oleh desa, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, agar dapat berfungsi secara optimal, diperlukan upaya untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi pengelola BUMDes. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola BUMDes dalam tiga aspek utama: literasi keuangan, pemetaan usaha, dan pengolahan pupuk organik. Literasi keuangan merupakan komponen krusial dalam pengelolaan BUMDes yang efektif. Melalui literasi keuangan, pengelola BUMDes dapat memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, seperti pencatatan keuangan, perencanaan anggaran, dan analisis keuangan. Kemampuan ini akan membantu BUMDes dalam menjaga kesehatan keuangan, mengidentifikasi peluang investasi, dan mengelola risiko keuangan. Pemetaan usaha juga menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian ini. Pemetaan usaha bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi yang ada di desa dan mengembangkan strategi bisnis yang tepat untuk BUMDes. Melalui pemetaan usaha, pengelola BUMDes dapat mengenali sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan, memahami kebutuhan pasar, dan merancang model bisnis yang sesuai dengan kondisi lokal. Pengolahan pupuk organik merupakan aspek ketiga yang akan dibahas dalam kegiatan ini. Desa-desa di Indonesia umumnya memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namun seringkali menghadapi masalah terkait ketersediaan dan kualitas pupuk. Melalui pelatihan pengolahan pupuk organik, diharapkan BUMDes dapat memanfaatkan limbah organik lokal untuk menghasilkan pupuk yang berkualitas tinggi. Luaran dari kegiatan PkM ini adalah publikasi di jurnal ilmiah cetak atau elektronik khususnya di jurnal ber-ISSN. Sedangkan metode pelaksanaan PKM guna mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks) yang akan digunakan yaitu melakukan sosialisasi yang bersifat diskusi yang terkait dengan pengolahan keuangan, kewirausahaan dan pengolahan pupuk organik.
PENGARUH PENGANGGURAN DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Yonaldin Ndawareha; Yuniarti Reny Renggo; Adrianus Kabubu Hudang
Jurnal Interprof Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v10i2.2277

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, dinamika faktor-faktor demografis seperti tingkat pengangguran dan jumlah penduduk dapat memberikan pengaruh yang kompleks terhadap proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran dan jumlah penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode 2018–2022. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda berbasis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel bebas—pengangguran dan jumlah penduduk—berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (F-statistic = 1125,333; p < 0,000). Secara parsial, jumlah penduduk berpengaruh negatif signifikan (t = -8,187; p = 0,000), sedangkan tingkat pengangguran justru menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (t = 3,558; p = 0,000). Koefisien determinasi (Adjusted R² = 0,9958) menunjukkan bahwa 99,58% variasi dalam pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis yang penting, karena bertolak belakang dengan hukum Okun, dan mengindikasikan kemungkinan adanya fenomena jobless growth atau pergeseran ekonomi ke sektor padat modal di NTT. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi struktural terhadap distribusi sektor tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja.