Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengunaan Level Tepung Tapioka dalam Pembuatan Wafer Amoniasi Kulit buah Kakao terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar fridarti fridarti; Nofriwan Nofriwan; Sri Mulyani
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.69 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.680

Abstract

Ammonation Wafers of Cocoa pods on Dry Ingredients (BK), Organic Ingredients (BO), Crude Protein (PK). The feed ingredients used in making the Ammonation Wafer of Cocoa pods in this study consisted of: cocoa pods and Gamal Leaves. The feed ingredients are formulated according to the feed in the manufacture of Cocoa pods Ammonia Wafers (10%), (15%), (20%), (25%) and then discussed in the form of Cocoa pods Ammonia Wafers. (70% Cocoa Skin, 30% Gamal). The equipment used consists of equipment such as coals, pans, bowls, large spoons, small spoons and machetes for chopping and proximate testing. The experimental design used is a completely randomized design (CRD), consisting of 4 Wafers + 30% Gamal, P2 = Cacao Skin Ammonia Wafer 15% Tapioca + 30% Gamal P3 = Cacao pods Ammonia Wafer 20% Tapioca + 30% Gamal and P4 Wafer Cacao Ammonation Skin Wafer 25% Tapioca + 30% Gamal. The data obtained were analyzed by ANOVA. Ammonation Wafer of Cocoa pods, Data obtained were analyzed by variance analysis (ANOVA). The results showed that the Tapioca Flour Level Research in making the Amoniation Wafer Cocoa pods (P <0.05) was not real against Dry Ingredients (BK), (P <0.05) was completely unsuccessful against Organic Ingredients (BO), (P <0.05) assume no real Against Crude Protein (PK). Increase Tapioca Flour in the Making of Cocoa Skin Ammonia Wafers. Not significant effect on the value of Dry Ingredients, Organic Ingredients, and Crude Protein.
RESPON PRODUKSI RUMPUT GAJAH KATE (Pennisetum purpurium cv. Mott) YANG DIBERI SLUDGE KERING DARI BIO-SLURRY PADAT LIMBAH BIOGAS Sri Mulyani; Rezki Budiman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.737 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i1.518

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak khususnya hijauan perlu ditanam suatu jenis rumput yang mempunyai produksi tinggi dan kualitas baik. Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) merupakan jenis rumput unggul yang mempunyai produktivitas dan kandungan zat gizi yang tinggi serta memiliki palatabilitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan pada UPT Universitas Tamansiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang diberi Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas. Rancangan yang digunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan P1 (kontrol ), perlakuan P2 (180 gram Sludge kering), perlakuan P3 (360 gram Sludge kering), perlakuan P4 (540 gram Sludge kering), dan perlakuan P5 (720 gram Sludge kering). Analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott). Hasil uji DMRT menunjukan bahwa, pemberian Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate. Terdapat peningkatan Produksi Segar berkisar antara 12,72%- 41,62%, Produksi Bahan Kering antara 15,00 % - 46,53 % dan Produksi Bahan Organik antara 15,36 % - 47,00 %. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas dapat meningkatkan Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott).
Pengaruh Penggunaan Beberapa Macam Feses Ternak Pada Lahan Bera Terhadap Kualitas Fraksi Serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) Rumput Lapangan nofrizal nofrizal; syafrizal syafrizal; sri mulyani
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.123 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosadan Lignin)rumput lapanganpada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan May sampai bulan Agustus 2016 di Korong Kp. Jawi-jawi Nagari Balai Baiak Malai III Koto Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman dan Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan A tanpa menggunakan feses ternak sebagai kontrol, perlakuan B menggunakan feses kerbau, perlakuan C menggunakan feses sapi, perlakuan D menggunakan feses domba dan perakuan E menggunakan feses kambing. Kualitas fraksi serat (ADF, NDF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) diukur dengan analisa Van Soest. Data yang diperoleh diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian didapatkualitas fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin)rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan beberapa macam feses ternak adalah 58,53%-62,64% NDF, 35,23%-40,06% ADF, 29,97%-31,16% Selulosa, 22,58%-23,30% Hemiselulosa dan 3,63%-4,21% Lignin. Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan penggunaan beberapa macam feses ternak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan penurunan 7,64% NDF, 14,55% ADF, 28,07% Lignin, dan peningkatan 6,78% Selulosa, 5,23% Hemiselulosa rumput lapangan pada lahan bera yang menggunakan feses kambing. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin) secara in vitro.
PRODUKTIVITAS RUMPUT LAPANGAN PADA LAHAN BERA YANG DITAMBAHKAN BEBERAPA MACAM FESES TERNAK Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Desi Ratnasari
Jurnal Embrio Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.599 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i02.474

Abstract

Rumput lapangan merupakan hijauan yang sudah umum digunakan oleh para peternak sebagai pakan utama ternak ruminansia untuk memenuhi kebutuhan serat kasar, pada lahan pertanian yang sudah ditinggalkan atau diistirahatkan(bera) juga terdapat rumput lapangan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia, untuk memperoleh produksi yang tinggi pada lahan yang tingkat kesuburannya rendah dapat dilakukan dengan penggunaaan pupuk organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruhi produktivitas rumput lapangan pada lahan bera yang ditambahkan beberapa macam feses ternak dan untuk mengetahui jenis feses ternak yang terbaik diantara beberapa macam feses ternak tersebut yang dapat meningkatkan produktivitas rumput lapangan ( Segar, BK, BO dan PK ). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap 5 x 5, yaitu 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah A = Rumput Lapangan (Kontrol), B = Rumput Lapangan + Feses Kerbau, C = Rumput Lapangan + Feses Sapi, D = Rumput Lapangan + Feses Domba, E = Rumput Lapangan + Feses Kambing. Hasil pembahasan yaitu : Terdapat peningkatan produksi segar setelah pemotongan (50 hari ) sekitar 281,96 gram/m2. Sedangkan peningkatan produksi segar dengan feses kambing 636.47 gram/m2 produksi bahan kering sekitar 68.37 gram/m2 peningkatkan produksi dengan feses kambing 142.78 gram/m2 produksi bahan organik 59.60 gram/m2 sedangkan peningkatan produksi pada feses kambing produksi protein kasar 4.22 gram/m2sedangkan peningkatan produksi feses kambing 13.52 gram/m2. Kesimpulan penelitian, terdapat peningkatan produktivitas rumput lapangan pada lahan bera melalui
KUALITAS PROTEIN KASAR, SERAT KASAR, DAN KADAR ABU AMOFER DARI KOMBINASI JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG Aldi Hariswan; Fridarti Fridarti; Sri Mulyani; Halimatuddini Halimatuddini
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of amofer from a combination of rice straw and corn straw on the quality of crude protein, crude fiber, and ash content. The design used was CRD (Completely Randomized Design) which consisted of 5 treatments and 5 replications namely P1 (500 g rice straw), P2 (500 g corn straw), P3 (350 g rice straw + 150 g corn straw), P4 (250 g rice straw + 250 g corn straw), P5 (150 g rice straw + 350 g corn straw). Variety analysis shows that the quality of crude protein, crude fiber, and amofer ash content of the combination of rice straw and corn straw have a very significant effect (P<0,01) to increase crude protein and decrease crude fiber and ash. The results of this study concluded that amofer from the combination of 350 g cron straw and 150 g rice straw was the highest percentage of crude protein. Sigle amofer and cron straw can reduce crude fiber content and ash content.
DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA SUSU KAMBING DI PETERNAKAN KOTA PADANG Raisah Hayati Mutadayyinah; Syafrizal Syafrizal; Sri Mulyani
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui residu anti antibiotik pada susu kambing di peternakan kota Padang dilakukan dengan metoda kualitatif deskriptif melalui uji bioassay pada laboratorium Pengujian Mutu Produk Peternakan (PMPP) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mulai 18 – 25 Juni 2025. 30 sampel penelitian berasal dari 6 lokasi peternakan pada 5 kecamatan (Nanggalo, Kuranji, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Selatan) di Kota Padang. Residu antibiotik yang diamati pada penelitian ini meliputi Tylosin (Makrolida), Oksitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin. Data penelitian berupa hasil deteksi residu antibiotik pada susu kambing di Kota Padang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian deteksi residu antibiotik pada susu kambing disimpulkan bahwa dari 30 sampel yang diuji ditemukan 7 sampel (23,33%) positif mengandung residu antibiotik Tylosin (Makrolida) pada kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Sedangkan antibiotik lain Okitetrasiklin (Tetrasiklin), Kanamisin (Aminoglikosida), dan Penisilin tidak ditemukan. Keberadaan residu Tylosin (Makrolida) pada susu kambing yang berasal dari Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Kuranji disebabkan penggunaannya oleh peternak dalam pengobatan mastitis pada ternak.
Pengaruh Beberapa Formulasi Herbal Mineral Blok (HMB) Terhadap Kandungan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO) Dan Air Halimatuddini dini; Fridarti Fridarti; Sri Mulyani
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa formulasi Herbal Mineral Blok (HMB) terhadap kandungan Bahan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO) dan Air. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 formulasi (Lamtoro dan Kelor) sebagai perlakuan HMB serta 4 ulangan (P1 = 0% + 20%, P2 = 5% + 15%, P3 = 10% + 10%, P4 = 15% + 5%, P5 = 20% + 0%). Penelitian ini menggunakan tepung daun Lamtoro dan Kelor, tepung kunyit kuning dan tapioka, gula aren, dedak, semen putih, mineral mix, urea dan garam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Universitas Andalas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa formulasi HMB yang menggunakan tepung daun Lamtoro dan Kelor berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan BK, BO dan Air. Kandungan Bahan Kering berkisar antara 93,73-95,08%, Bahan Organik 80,16-82,10% dan Air 4,92-6,27%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa formulasi HMB berpengaruh terhadap peningkatan Bahan Kering dan Bahan Organik serta penurunan kandungan Air.
PENGARUH PERENDAMAN BEBERAPA JERAMI FAMILY GRAMINEAE DENGAN LARUTAN ALKALI ALAMI TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN SERAT KASAR Danil Agus Muslim; Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman beberapa Jerami family Gramineae dengan larutan alkali alami terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan (P1= Jerami jagung pakan ternak, P2= Jerami jagung manis, P3= Jerami sorgum, P4= Jerami gandum). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Universitas Andalas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan dari beberapa family Gramineae setelah direndam dengan larutan alkali (alami) berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap kandungan BK, BO, dan SK. Penurunan kandungan bahan kering berkisar 5,45% - 8,11%, penurunan bahan organik berkisar 16,34% - 26,42%, dan penurunan serat kasar berkisar 3,69% - 7,59%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil Kesimpulan bahwa perendaman dari beberapa family Gramineae menggunakan larutan alkali (alami) dapat menurunkan kandungan BK, BO, dan SK.
SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KANDUNGAN PK, SK, LK DAN ABU Sri Mulyani; Ulfi Rahmi; Syafrizal Syafrizal; Fridarti Fridarti; Devi Dianti
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong berupa kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu, dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari 2024 di Jl. Kali Serayu No 64 Padang. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, semua perlakuan menambahkan aditif tepung jagung sebanyak 6%. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 (Rumput Pakchong 100%), P2 (Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10%), P3 (Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20%) dan P4 (Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30%). Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% dapat menghasilkan silase dengan kualitas yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil protein kasar 15,42%, serat kasar 29,16%, lemak kasar 3,29%, dan abu 20,08%.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI AMONIASI JERAMI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BUNGUS BARAT KECAMATANA BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Nazaruddin Nazaruddin; Erwin Erwin; Syaifuddin Islami; Sri Mulyani; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.739

Abstract

This community service activity takes the form of clinical coaching on agricultural waste management in raising goats/cattle which aims to transfer knowledge and improve skills regarding the management of agricultural waste processing such as rice straw as an alternative feed ingredient and the rice straw ammonization process. This activity also aims to increase public knowledge about management of the maintenance and processing of agricultural waste in the form of ammoniated rice straw, so that it can overcome difficulties in procuring animal feed. The method used in the coaching clinic is guidance on waste management using science and technology as well as practice or demonstration of making straw ammonia. This activity was carried out through several stages, namely socialization & coaching clinic about goat/cattle farming, animal feed ingredients and making straw ammonization. This activity received a very positive and enthusiastic response from members and succeeded in providing an understanding of solutions to feed difficulties in the dry season. Apart from that, the ammoniated rice straw that had been produced was tried to be given to livestock and the results were very clearly liked by cattle. This shows that ammoniated straw is preferred by cattle because the nutritional content of rice straw that has been processed using the ammonia process can be used as an alternative feed. The raw material for rice straw is easy to obtain in West Bungus Village, Teluk Kabung Subdistrict, so that every farmer can carry out rice straw ammonia processing using simple technology with optimal results. Rice straw that has been processed can reduce production costs so that it will improve the community's economy