Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERIAN KONSENTRASI POC DARAH SAPI TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT RAJA (pennisetum purpuphoides) fridarti fridarti; Ridho Rahman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.376 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC darah sapi terhadap produktivitas rumput raja (pennisetum purpuphoides). Metode penelitian ini adalah experimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Pada perlakuan P1 tanpa menggunakan POC darah sebagai kontrol / 10 kg tanah utisol, Perlakuan P2 menggunakan POC darah sebanyak 2 ml/ 10 kg tanah ultiisol, perlakuan P3 menggunkan POC darah sebanyak 4 ml/ 10 kg tanah ultisol, perlakuan P4 menggunakan POC darah sebanyak 6 ml/ 10 kg tanah ultisol. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, produksi segar. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian POC darah memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah anakan, dan produksi segar. Hasil uji lanjut DMRT memberikan pengaruh nyata pada panjang daun tanaman perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada lebar daun tanaman adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2, dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada jumlah anakan tanaman, perlakuan P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 dan P3 (P<0.05). hasil uji lanjut dmrt memberikan pengaruh nyata pada produksi segar adalah P4 terhadap perlakuan P1 (kontrol), P2 (P<0.05) dan sedangkan pada perlakuan P3 berpengaruh tidak nyata (P>0.05).
RESPON PRODUKSI RUMPUT GAJAH KATE (Pennisetum purpurium cv. Mott) YANG DIBERI SLUDGE KERING DARI BIO-SLURRY PADAT LIMBAH BIOGAS Sri Mulyani; Rezki Budiman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.737 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i1.518

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak khususnya hijauan perlu ditanam suatu jenis rumput yang mempunyai produksi tinggi dan kualitas baik. Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) merupakan jenis rumput unggul yang mempunyai produktivitas dan kandungan zat gizi yang tinggi serta memiliki palatabilitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan pada UPT Universitas Tamansiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang diberi Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas. Rancangan yang digunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan P1 (kontrol ), perlakuan P2 (180 gram Sludge kering), perlakuan P3 (360 gram Sludge kering), perlakuan P4 (540 gram Sludge kering), dan perlakuan P5 (720 gram Sludge kering). Analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott). Hasil uji DMRT menunjukan bahwa, pemberian Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik Rumput Gajah Kate. Terdapat peningkatan Produksi Segar berkisar antara 12,72%- 41,62%, Produksi Bahan Kering antara 15,00 % - 46,53 % dan Produksi Bahan Organik antara 15,36 % - 47,00 %. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Sludge kering dari Bio-slurry padat limbah biogas dapat meningkatkan Produksi Segar, Produksi Bahan Kering dan Produksi Bahan Organik rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott).
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI AMONIASI JERAMI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BUNGUS BARAT KECAMATANA BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Nazaruddin Nazaruddin; Erwin Erwin; Syaifuddin Islami; Sri Mulyani; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.739

Abstract

This community service activity takes the form of clinical coaching on agricultural waste management in raising goats/cattle which aims to transfer knowledge and improve skills regarding the management of agricultural waste processing such as rice straw as an alternative feed ingredient and the rice straw ammonization process. This activity also aims to increase public knowledge about management of the maintenance and processing of agricultural waste in the form of ammoniated rice straw, so that it can overcome difficulties in procuring animal feed. The method used in the coaching clinic is guidance on waste management using science and technology as well as practice or demonstration of making straw ammonia. This activity was carried out through several stages, namely socialization & coaching clinic about goat/cattle farming, animal feed ingredients and making straw ammonization. This activity received a very positive and enthusiastic response from members and succeeded in providing an understanding of solutions to feed difficulties in the dry season. Apart from that, the ammoniated rice straw that had been produced was tried to be given to livestock and the results were very clearly liked by cattle. This shows that ammoniated straw is preferred by cattle because the nutritional content of rice straw that has been processed using the ammonia process can be used as an alternative feed. The raw material for rice straw is easy to obtain in West Bungus Village, Teluk Kabung Subdistrict, so that every farmer can carry out rice straw ammonia processing using simple technology with optimal results. Rice straw that has been processed can reduce production costs so that it will improve the community's economy