Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Basako: Inovasi Bank Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Kota Pariaman Syaifuddin Islami; Hary Febrianto; Dwikornida; Robert Cenedy; Rahmat Hidayat; Dedet Deperiky; Tri Candra Yoga; Dewi Anggraini
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2026): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i2.1467

Abstract

Kota Pariaman menghadapi persoalan sampah yang ditandai oleh ketergantungan pada TPA Tungkal Selatan, belum optimalnya pemilahan dari sumber, dan lemahnya kelembagaan bank sampah. RPJMD Kota Pariaman 2025-2029 mencatat timbulan sampah tahun 2024 sebesar 41,11 ton per hari, Pusat Daur Ulang, bank sampah, dan TPS3R belum beroperasi optimal, serta 74,43% sampah masih terangkut ke TPA dengan pola kumpul-angkut-buang. Artikel ini bertujuan menyempurnakan model BASAKO, yaitu Bank Sampah Jadi Pusako, sebagai solusi pengabdian masyarakat berbasis ekonomi sirkular dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif melalui analisis situasi, pelatihan pemilahan, simulasi tabungan sampah, penguatan kelembagaan, dan perumusan model operasional. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran dari Kota Padang, yang menghasilkan sekitar 660 ton sampah per hari, menegaskan pentingnya pemilahan, pengolahan organik, jejaring pasar, dan monitoring. BASAKO menawarkan lima solusi: Pilah Pusako, Tabungan BASAKO, Olah Organik, Jejaring Pusako, dan Dashboard BASAKO untuk mengurangi beban TPA dan mendukung Pariaman Blue Green City.
INOVASI ECO ENZYME SEBAGAI SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LASI KECAMATAN CANDUANG KABUPATEN AGAM: REVITALISASI PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI INOVASI ECO ENZYME SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MASYARAKAT Syaifuddin Islami; Dewi Anggraini; Dedet Deperiky
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i3.650

Abstract

Agriculture plays a crucial role in meeting food needs and improving the well-being of communities. However, challenges to the sustainability and productivity of agriculture are on the rise. Dependency on chemical fertilizers and synthetic pesticides has had negative environmental impacts. Eco enzymes, as an innovative organic fertilizer, offer a sustainable solution. Eco enzymes enhance soil productivity and quality while reducing reliance on synthetic chemicals. This project was conducted in Nagari Lasi, Canduang District, Agam Regency, from October 2022 to May 2023. The method involved the participation of farmers and the local community in every stage of the project to facilitate knowledge transfer and broader adoption of the innovation. The results of this project introduced the innovation to farmers and the community through various demonstration activities. The aim is to provide a comprehensive understanding of sustainable agriculture revitalization through eco enzymes. Eco enzymes for agriculture can improve nutrient absorption efficiency by plants, reduce environmental pollution potential, and enhance soil quality. A significant increase in rice production was observed when comparing production with and without eco enzymes. The conclusion drawn from this project is that eco enzymes are an innovative organic fertilizer that enhances agricultural productivity, soil quality, and reduces reliance on synthetic chemicals sustainably. Recommendations for future work include evaluating eco enzyme compositions, studying fermentation environmental impacts, assessing soil quality impacts, production efficiency, conducting economic studies, and fostering institutional collaboration.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI AMONIASI JERAMI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BUNGUS BARAT KECAMATANA BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Nazaruddin Nazaruddin; Erwin Erwin; Syaifuddin Islami; Sri Mulyani; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.739

Abstract

This community service activity takes the form of clinical coaching on agricultural waste management in raising goats/cattle which aims to transfer knowledge and improve skills regarding the management of agricultural waste processing such as rice straw as an alternative feed ingredient and the rice straw ammonization process. This activity also aims to increase public knowledge about management of the maintenance and processing of agricultural waste in the form of ammoniated rice straw, so that it can overcome difficulties in procuring animal feed. The method used in the coaching clinic is guidance on waste management using science and technology as well as practice or demonstration of making straw ammonia. This activity was carried out through several stages, namely socialization & coaching clinic about goat/cattle farming, animal feed ingredients and making straw ammonization. This activity received a very positive and enthusiastic response from members and succeeded in providing an understanding of solutions to feed difficulties in the dry season. Apart from that, the ammoniated rice straw that had been produced was tried to be given to livestock and the results were very clearly liked by cattle. This shows that ammoniated straw is preferred by cattle because the nutritional content of rice straw that has been processed using the ammonia process can be used as an alternative feed. The raw material for rice straw is easy to obtain in West Bungus Village, Teluk Kabung Subdistrict, so that every farmer can carry out rice straw ammonia processing using simple technology with optimal results. Rice straw that has been processed can reduce production costs so that it will improve the community's economy
VERMIKOMPOS SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DI PERUMAHAN PT. PUSRI PALEMBANG Syaifuddin Islami; Dewi Anggraini; Dwi Kornida; Budi Yanti; Hadi Rafindo; Hary Febrianto; Hardinalis Kobal; Yudas Sabaggalet; Rahmat Hidayat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v9i1.1328

Abstract

Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang krusial di banyak wilayah perkotaan di Indonesia, mengingat sampah organik menyumbang lebih dari 50% dari total timbulan sampah perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengamati dan mengevaluasi penerapan teknologi vermikomposting di Kompleks Perumahan PT. Pusri Palembang dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan observasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Metode pelaksanaan meliputi kunjungan lapangan, diskusi kelompok, serta evaluasi teknis terhadap proses pemilahan sampah, persiapan media kompos, dan penggunaan cacing tanah jenis Eisenia fetida.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 92% peserta mampu menerapkan teknik vermikomposting secara mandiri setelah pendampingan dilakukan. Kompos yang dihasilkan memiliki rasio C/N sebesar 15,8, bertekstur remah, serta tidak berbau menyengat, sehingga memenuhi standar mutu kompos yang baik. Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan masyarakat, memperkuat partisipasi lintas generasi, serta membuka potensi ekonomi lokal melalui rencana penjualan kompos yang dihasilkan. Beberapa tantangan yang ditemukan meliputi ketidakkonsistenan dalam pemilahan sampah dan keterbatasan media kompos. Tantangan tersebut diatasi melalui strategi kolaboratif dan sistem pengelolaan secara bergiliran antarwarga. Studi ini menyimpulkan bahwa vermikomposting merupakan solusi pengelolaan sampah yang layak dan dapat dikembangkan secara luas di kawasan permukiman. Teknologi ini juga berpotensi mendukung praktik ekonomi sirkular serta memperkuat tata kelola lingkungan berbasis komunitas. Dukungan lanjutan melalui fasilitasi kelembagaan, integrasi edukasi, dan penyelarasan kebijakan sangat direkomendasikan guna menjamin keberlanjutan jangka panjang.
Eco Enzyme Limbah Organik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery Syaifuddin Islami; Hadi Rafindo; Ermawati; Aslan Sari Thesiwati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/5yv5gs80

Abstract

Kebutuhan bibit kelapa sawit bermutu meningkat seiring perluasan dan peremajaan perkebunan, sehingga diperlukan perlakuan organik yang mudah diaplikasikan pada fase pembibitan utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) fase main nursery terhadap beberapa konsentrasi eco enzyme. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada ketinggian sekitar 10 m dpl, mulai Maret sampai Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam taraf konsentrasi eco enzyme, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 ml/L, masing-masing diulang empat kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar terpanjang, diameter batang, bobot segar, luas daun, dan normalitas bibit. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa eco enzyme berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit dan jumlah daun, serta berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar terpanjang. Konsentrasi 5 ml/L menghasilkan tinggi bibit 64,58 cm, jumlah daun 10,37 helai, dan panjang akar terpanjang 50,48 cm. Eco enzyme 5 ml/L dapat digunakan sebagai perlakuan organik pendukung pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit fase main nursery.