Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Menyusun Soal Berbasis HOTS Untuk Menilai Hasil Belajar Siswa Nurdian Ely; Aisa Abas; Jumiati Tuharea
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3253

Abstract

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia itu tergantung pada kualitas pendidikannya. Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang memegang peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan utama pendidikan adalah memberi kemampuan pada manusia untuk hidup di masyarakat. Untuk mengevaluasi pembelajaran dibutuhkan rancangan tidak hanya pengetahuan tetapi juga sikap dan ketrampilan. Untuk mengukur hal tersebut guru diminta untuk melakukan penilaian berbasis HOTS. soal berbasis HOTS merupakan soal yang disusun bertujuan menguji siswa dalam ranah kemampuan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan menciptakan (C6). Kenyataan dilapangan berdasarkan hasil Wawancara awal dengan guru mata pelajaran PKn, guru tersebut membuat soal berbasis Hots masih dengan bantuan dari wakasek kurikulum karena kendala yang dialami yaitu guru tersebut  kurang memahami karena baru mengajar dan masih belum paham tentang soal berbasis HOTS. Guru PKn disekolah tersebut masih mengikuti arahan dari wakasek kurikulum untuk membuat soal berbasis HOTS dari level 4,5, dan 6. Dimana tingkat soal tersebut dari level rendah, sedang dan tinggi. Penyusunan soal di lihat berdasarkan kopetensi dasar dan tujuan yang dicapai dalam pembelajaran agar siswa mampu menjawab soal yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan upaya guru dalam menyusun soal berbasis hots untuk menilai hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dan informasinya adalah sekolah kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sehingga tersusun rangkai sistematis. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa upaya guru dalam menyusun soal berbasis hots untuk menilai hasil belajar siswa ialah dengan mengunakan startegi dalam penyusunan soal HOTS dilakukan dengan cara melihat jawaban pada setiap soal yang diberikan siswa apakah siswa mampu untuk menjawab atau  tidak karena soal HOTS memiliki tingkatan, dan untuk penerapannya dibuktikan dengan cara melihat jawaban pada setiap soal yang diberikan kepada siswa.
The Role of the Principal as a Supervisor on Teacher Performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara Delce Kainama; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3250

Abstract

Professional teachers will carry out their duties properly and correctly to produce higher quality graduates. This is supported by the role of the school principal as a supervisor who has the task of improving teacher performance in an effort to realize a better learning process through more efficient teaching methods, the ability to master a wide range of material which makes it possible to guide students to meet competency standards. This research aims to describe the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance. A teacher has an important role in forming the knowledge, skills and character of students. This research is a qualitative descriptive study using a special study approach. By observing the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara. The subjects of this research were the principal and 7 teachers. The object of this research was the role of the principal as a supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 Tanimbar Utara. This research uses data collection techniques by means of observation, interviews and documentation. Primary data was selected directly from respondents, while secondary data consisted of theories from books and journals and other support obtained from school documentation. Meanwhile, data validity testing was carried out by source triangulation. Data analysis 95in this study used data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the research results, it can be concluded that the role of the principal as supervisor in improving teacher performance at SMP Negeri 6 North Tanimbar has not carried out his role properly and correctly as a supervisor.  This is indicated by the decline in teacher awareness in developing performance and in-depth mastery of the material, as well as increasing teacher indiscipline in carrying out their duties and responsibilities
Penguatan Civic Culture dalam Pengembangan Pariwisata Masyarakat Lokal Jimi Seleky; Aisa Abas; Marlyen Sharly Sapulette
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.77672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan civic culture dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat lokal di Pantai Air Babunyi, Desa Leksula, Kabupaten Buru Selatan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pentingnya kontribusi nilai kewarganegaraan dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata lokal. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif guna mengeksplorasi secara mendalam kesadaran, partisipasi aktif, serta kerja sama masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic culture yang tercermin melalui partisipasi sosial, tradisi gotong royong, dan tanggung jawab lingkungan memegang peran sentral dalam keberlanjutan pengembangan pariwisata daerah. Keterlibatan aktif ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam manajemen destinasi modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya kewarganegaraan menjadi faktor krusial dalam mendukung pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Implementasi civic culture yang kuat terbukti mampu memberdayakan ekonomi komunitas lokal secara mandiri, sekaligus meminimalkan dampak negatif komersialisasi terhadap kelestarian ekosistem alam di Desa Leksula.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menyelesaikan Pembelajaran Daring Mayo Sahetapy; A. Soumokil; Aisa Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2959

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan proses dalam membimbing seseorang menuju kearah pendewasaan dengan cara diajarkan atau dilatih. Pendidikan memiliki tujuan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memiliki moral yang baik. Dalam dunia pendidikan guru menjadi contoh untuk anak didiknya serta masyarakat yang ada dilingkungannya bersikap tegas dan mendidik para siswa menjadi tugas utama seorang guru. Pada saat proses pembelajaran berlangsung di lewat daring guru memiliki peran penting yaitu, dapat menangani masalah- masalah yang dihadapi siswa dalam proses belajar daring dimasa pandemi. Pembelajaran daring yaitu pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Pembelajaran daring dapat menyambungkan komunikasi antara siswa dengan sumber belajarnya, yang pada kenyataannya memiliki jarak yang berjauhan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui menyelesaikan masalah pembelajaran daring pada siswa. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Jenis penelitian kualitatif yang akan digunakan pada penelitian ini adalah fenomenologi, karena prosedur pelaksanaan penelitian akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diteliti Teknik yang di gunakan adalah purposive sampling, dimana pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Sebagai responden adalah bagi Guru PKN yang berjumlah Dua Guru sebagai (informan Guru PKN, kepala sekolah dan wakasek kurikulum) Hasil: Upaya guru dalam menyelesaikan maslah pembelajaran daring. memanfaatkan proses pembelajaran daring diskusi yang diadakan oleh guru untuk melihat bebrapa kendalah dalam proses pembelajaran daring serta menciptakan strategi yang khusus agar dapat mengatasi, menilai, mengukur kemampuan siswa dalam proses pembelajaran daring dengan metode membuat WA grup siswa dan guru serta menggunakan aplikasi zoom dan faktor pendukung dan penghambat pendukungnya dalam menyelesaikan masalah pembelajaran daring perlu adanya keseriusan dari pihak sekolah dan orang tua dalam mengadakan kerja sama untuk melihat dan memaksimalkan keadaan siswa dalam proses pembelajaran daring sedangkan penghambatnya akses jaringan yang kurang stabil, fasilitas yang dimiliki siswa masi dikatakan minim tingkat keseriusan siswa, yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, pemanfaatan kuota internet secara sembarangan. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menyelesaikan Pembelajaran Daring.Kata Kunci: Peran Guru, Pembelajaran Daring AbstractEducation is a process in guiding a person towards maturity by being taught or trained education the nation's life and have good morals , in the world of education, teachers are examples for their students and the community in their enviroment to be firm and educating students is the main task of a teacher. When the learning process takes place online, the teacher has an important role, namely, being able to handle the problem faced by students in the online learning process during the pandemic. Online learning is learning that is carried out remotely by utilizing the internet network online learning can connect communication between students and their learning resources, which in fact have great distances, research objectives to find out how to solve online learning problems for students. Research method this research uses a qualitative approach the type of qualitative research that Will be used in the research is phenomenology, because the research important procedure Will procedure descrpitive data in the form of written or spoken words from the subject being studied. The technique used is purposive sampling, where sampling of data sources with certain considerations. The respondents were PKN teachers, totaling two teachers (informants of PKN teachers school prinsipals and vice head of the curriulum ) results teachers' efforts in solving online learning problems: utilizing the online learning process disccusions held by teachers to see some obstacles in the online learning process as well as create a special strategy in order to be able to overcome, assess, measure students' abilities in the online learning process by in the method of making WA groups of students and teachers and using the zoom application and its supporting and inhibiting factors in solving online learning problems,there needs to be seriousness from the school and parents in hold cooperation to see and maximize the situation of students in the online learning process while the obstacle in network acces that is less stable, the facilites owned by students are still said to have minimal levels of students seriousness, which is not as expected the use of internet quotas don't carelessy. Conclusion : there is an influence of the role citizenship education teachers, In completing learning Keywords: Teachers role, online learning
Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMA Negeri 10 Tanimbar Herlin Ratuanik; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di SMAN 10 Tanimbar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Guru Pendidikan Pancasila Dan Kewaganegaraan  Dalam Pemberlakuan Kurikulum K-13 Di Smanegeri 10 Tanimbar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Proses Kesiapan Guru PPKn dalam Pemberlakuan Kurikulum 2013 pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan bahwa sejak tahun 2017 implementasi kurikulum 2013 dilaksanakan pada pada SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan dan hampir sebagian besar guru sudah memiliki pelatihan kurikulum 2013. Kesiapan guru untuk sarana prasarana dalam melaksanakan kurikulum 2013 belum maksimal menunjang proses pembelajaran dikelas sehingga sekolah berkomitmen untuk terus membenahi sarana dan prasarana tersebut. Hambatan Kesiapan Guru PKn Dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa ada hambatan yang dihadapi para guru ketika kurikulum 2013 diimplementasikan. Yaitu 1) penyesuaian kurikulum 2013, 2) keterbatasan akses internet, 3) kemampuan siswa yang berbeda. hambatan yang dihadapi guru PKn dan siswa adalah sarana prasarana yang tidak memadai, misalnya tidak ada LCD proyektor di tiap ruang kelas, sumber-sumber literature buku bagi siswa yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih minim..Solusi untuk Mengimplementasikan Kurikulum 2013 bahwa Solusi untuk implementasi setiap hambatan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah meningkatkan kualitas guru dengan memberikan pelatihan bagi guru supaya memahami kurikulum 2013 dengan baik, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang implementasi kurikulum 2013Kata Kunci: Kesiapan, Guru, Kurikulum 2013 AbstractThis study aims to describe the readiness of Pancasila and Citizenship Education Teachers in the Implementation of the K-13 Curriculum at Smanegeri 10 Tanimbar. At SMAN 10 Tanimbar. Data collection techniques were carried out by observation and interview techniques. The results of this study indicate that the PPKn Teacher Readiness Process in the Implementation of the 2013 Curriculum at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan that since 2017 the implementation of the 2013 curriculum has been carried out at SMA Negeri 10 Tanimbar Selatan and almost most of the teachers already have training in the 2013 curriculum. Teacher readiness for infrastructure in implementing the 2013 curriculum, it has not maximally supported the learning process in the classroom so that the school is committed to continuing to improve the facilities and infrastructure. Barriers to the Readiness of Civics Teachers in Implementing the 2013 Curriculum that there are obstacles faced by teachers when the 2013 curriculum is implemented. Namely 1) 2013 curriculum adjustment, 2) limited internet access, 3) different student abilities. The obstacles faced by Civics teachers and students are inadequate infrastructure, for example, there is no LCD projector in each classroom, the sources of book literature for students used in the teaching and learning process are still minimal..Solutions for Implementing Curriculum 2013 that Solutions for implementation every obstacle that occurs in the 2013 curriculum is to improve the quality of teachers by providing training for teachers to understand the 2013 curriculum well, providing adequate facilities and infrastructure to support the implementation of the 2013 curriculum.Keywords: Readiness, Teachers, Curriculum 2013
Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon Yolanda C. Kiriwenno; Aisa Abas; Jumiati Tuharea
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3031

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa dalam Kegiatan Belajar Pkn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon. Selanjutnya yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Upaya Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotifasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN Pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Dan 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru Fasilitasi pembelajaran Daring untuk Motivasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Hasil penelitian yang ditemukan adalah Upaya Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan belajar Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa peran guru dalam memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring itu sangat penting yaitu bagi dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan timbulnya rasa nyaman dikelas dan bagi guru hal itu penting dalam mengembangkan peran guru sebagai motivator. Proses memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring terjadi di SMP Negeri 20 Ambon dengan siswa merasakan fasilitas dengan mendapatkan akses internet, buku teks dan bahan ajar yang diberikan guru dan fasilitas yang disiapkan oleh guru yaitu suatu kesatuan yang sudah dirancangkan dalam RPP. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa faktor tersebut yaitu fasilitas pembelajaran daring seperti akses internet dan kepemilikan HP androit, Selain itu, faktor penghambat guru memfasilitasi pembelajaran daring untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran daring yaitu faktor seperti : Jaringan tidak baik, siswa tidak memiliki HP, tidak serius siswa saat pembelajaran daring berlangsungKata Kunci: Peran, Guru, Fasilitas, Pembelajaran Daring AbstractThis study aims to describe the role of online learning facilitation teachers to motivate students in Civics Learning Activities for Class VII Students at SMP Negeri 20 Ambon. Furthermore, the formulation of the problem in this research is 1) How the Efforts of the Role of Online Learning Facilitation Teachers to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON? And 2) What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Role of Teachers in Facilitating Online Learning to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON?. The results of the research found were the role of the teacher in facilitating online learning to motivate students in class VII student learning activities at SMP Negeri 20 Ambon that the teacher's role in facilitating students to be motivated in online learning was very important, namely for learning to take place with the emergence of a sense of comfort in class. and for teachers it is important in developing the teacher's role as a motivator. The process of facilitating students to be motivated in online learning takes place at SMP Negeri 20 Ambon where students feel the facilities by getting internet access, textbooks and teaching materials provided by the teacher and the facilities provided by the teacher, which is a unit that has been designed in the lesson plans. Supporting and Inhibiting Factors The Role of Teachers Facilitating Online Learning to Motivate Students in Civics Learning Activities for Class VII Students At SMP Negeri 20 Ambon that these factors are online learning facilities such as internet access and ownership of Android cellphones. students in online learning are factors such as: The network is not good, students do not have cellphones, students are not serious when online learning takes placeKeywords: Roles, Teachers, Facilities, Online Learning
Upaya Guru Dalam Penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Mata Pelajaran PKn pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Barat Firda Wagola; Aisa Abas; Agus Soumokil
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3379

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kreatif dan menyenangkan Mata Pelajaran PKn, menjelaskan faktor-faktor yang pendukung dan penghambat penerapan pembelajaran kreatif dan menyenangkan mata pelajaran  PKn pada siswa serta bentuk-bentuk Penerapan pembelajaran kratif dan menyenangkan Mata Pelajaran PKn pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Bagian Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni untuk mengungkapkan Upaya Penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Mata Pelajaran PKn Pada Siswa Kelas X di SMAN 12 Seram Bagian Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa, Guru PKn, dan Kepala Sekolah sebagai informan. Teknik yang digunakan adalah snowball sampling, snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan oleh guru antara lain; guru menggunakan berbagai alat bantu dalam mengajar, guru selalu membangkitkan semangat siswa dalam belajar, guru menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, guru mengatur kelas sebelum memulai pembelajaran serta guru menerapkan cara mengajar yang lebih interaktif. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat  pembelajaran kreatif dan menyenangkan mata pelajaran  PKn meliputi; sifat disiplin yang dimiliki siswa, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik, lingkungan belajar sebagai sumber belajar.Kata Kunci: Guru, Pembelajaran Kreatif, PPKn AbstractThis study aims to describe the application of creative and fun learning in Civics Subjects, explain the factors that support and apply creative and fun learning to Civics subjects for students and the forms of application of creative and fun learning in Civics Subjects in Class X students at SMAN 12 Western Spooky. This study uses a qualitative descriptive method, namely to reveal the Efforts to Apply Creative and Fun Learning for Civics Subjects to Class X Students at SMAN 12 Seram Barat. The subjects in this study were students, Civics teachers, and school principals as informants. The technique used is snowball sampling, snowball sampling is a technique of making small samples, then this sample selects many friends to be used as samples so that the number of samples increases. The results of this study indicate that the application of Creative and Fun Learning by teachers, among others; the teacher uses various teaching aids, the teacher always inspires students in learning, the teacher manages the environment as a learning resource, the teacher organizes the class before starting learning and applies a more interactive teaching method. the factors that support and hinder creative and enjoyable learning of Civics subjects include; students' discipline, students' ability to solve problems, classrooms as an attractive learning environment, learning environments as learning resources.Keyword: Teachers, Creative Learning, PPKN