Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Strategi Influencer Marketing Dalam Meningkatkan Customer Engagement (Studi Kasus Instagram Bonvie.id) Josephine Nathania Winata; Silvanus Alvin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.876 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3702

Abstract

AbstrakPandemi covid-19 memiliki kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan digital marketing khususnya social media marketing. Berkaitan dengan hal itu, audiens yang semakin kritis membuat influencer marketing semakin merajarela. Penerapan influencer marketing dinilai memiliki nilai tambah bagi audiens karena memiliki keterlibatan (engagement) secara mendalam. Dalam hal ini, Bonvie sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan rambut juga menerapkan influencer marketing di media sosial Instagram. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi influencer marketing yang dilakukan oleh Bonvie dalam meningkatkan customer engagement. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, yang menggunakan metode studi kasus. Lebih lanjutnya, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan menggunakan pattern matching sebagai teknik analisisnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bonvie berusaha untuk mengkombinasikan mega influencer hingga nano influencer. Kombinasi tersebut ditujukan guna untuk mendatangkan kesadaran terhadap produk dan keterlibatan dari para calon maupun para pengguna loyal Bonvie. diharapkan dapat memberikan dampak akademis mengenai strategi influencer marketing yang dilakukan oleh Bonvie.Kata Kunci: Customer Engagement, Influencer Marketing, Social Media Marketing, Bonvie.id AbstractThe COVID-19 pandemic has contributed greatly to the growth of digital marketing, especially social media marketing. In this regard, an increasingly critical audience makes influencer marketing more rampant. The application of influencer marketing is considered to have added value for the audience because it has deep engagement. In this case, Bonvie as one of the companies engaged in hair care also applies influencer marketing on Instagram social media. Therefore, this study aims to determine the influencer marketing strategy carried out by Bonvie in increasing customer engagement. This research is descriptive qualitative, which uses case study method. Furthermore, this study collects data through interviews and uses pattern matching as an analysis technique. The results of this study indicate that Bonvie is trying to combine mega influencers to nano influencers. The combination is intended to bring awareness to the product and engagement from prospective and loyal Bonvie users. is expected to have an academic impact on the influencer marketing strategy undertaken by Bonvie.Keywords: Customer Engagement, Influencer Marketing, Social Media Marketing, Bonvie.id
Penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) di Situs Judi Online Bandar55 Silvanus Alvin
Jurnal Komunikasi Vol 16, No 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v16i2.14389

Abstract

Praktik judi online termasuk illegal di Indonesia. Undang-Undang yang melarang judi telah berisi sanksi tegas, mulai dari hukuman pidana dan denda dalam nominal besar. Meski demikian, judi online tidak pernah kehabisan pemain. Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti berusaha mengetahui strategi komunikasi seperti apa yang dilakukan bandar judi online dalam menjaring penjudi baru dan mempertahankan para penjudinya. Objek dari penelitian ini adalah situs judi online, Bandar55 yang server pusatnya berada di Kamboja dan memiliki mayoritas pekerja yang berasal dari Indonesia. Penelitian ini termasuk kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini didapat dari dua informan kunci yang merupakan mantan customer service (CS) di Bandar55 yang bertugas mencari penjudi baru. Data diperoleh menggunakan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan Bandar55 telah membentuk skema taktis dan menerapkan Intergated Marketing Communication (IMC) sebagai fondasinya, seperti direct marketing, sales promotion, personal selling, interactive marketing, advertising, dan word of mouth. Temuan lainnya yang tidak kalah menarik adalah IMC yang dilakukan Bandar55 berlandaskan informasi palsu dan manipulatif, dengan tujuan utama mengelabuhui individu untuk berjudi dan tidak bisa lepas dari praktik illegal ini.
GEN-Z PERSPECTIVE ON POLITICS: HIGH INTEREST, UNINFORMED, AND URGING POLITICAL EDUCATION Patricia Robin; Silvanus Alvin; Tesalonika Hasugian
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v11i3.2550

Abstract

The Central Bureau of Statistics report reveals that Gen-Z dominates Indonesia's population today. This data is necessary considering that in 2024 a general election will be held. The votes from gen-z will undoubtedly be a bone of contention for competing politicians and political parties. In political communication, research is often focused on strategies for compiling narratives that can be converted into vote gains or political image management to attract sympathy. These two things can only be done when they know the perspective of the target public. Therefore, this study aims to determine the perspective of Gen Z. This qualitative study uses the focus group discussion method to obtain in-depth data. There are three interesting findings: Gen-Z is highly interested in politics but feels uninformed. Second, Gen-Z sees the existence of political parties in a negative light due to the high number of corruption cases. Third, Gen-Z urges for political education. Each finding is elaborated on in this research paper.
Strategi Komunikasi Politik Caleg PSI Lolos DPRD Kota Bandung di Pemilu 2019 Silvanus Alvin
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v1i4.1167

Abstract

Every Indonesian citizen has the right to vote and be elected to politics. There is an understanding that individuals who want to run in elections must spend large amounts of money, ranging from hundreds of millions to billions of rupiahs. However, a unique phenomenon occurred in the 2019 Election, especially in the scope of the legislative election in Bandung City. One of the candidates from PSI named, Yoel Yosaphat managed to pass to the parliament by spending only Rp 3 million in campaign funds. This study seeks to find out empirically and in-depth the applied political communication strategies. This research is qualitative research with a case study approach. Data was collected utilizing in-depth interviews. An interesting finding from this research is that two factors have implications for Yoel's passage to parliament, with a total support of 3,321 votes. The first is the social capital that Yoel got through networks or social relations that had been built before he entered politics. The second is the financial capital used to operate the campaign by purchasing campaign props such as banners, business cards, and calendars. The reason is to attract public attention as well as provide political messages.
Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Digital Pada Proses Penerimaan Mahasiswa Baru Untar Harlyan Octora; Silvanus Alvin
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v9i2.3098

Abstract

Tarumanagara University (UNTAR) always carries out the process of marketing activities in order to get new students every year. When the COVID-19 pandemic hit in March 2020, marketing activities that originally focused on offline activities had to be carried out online. This research is included as a qualitative research with a case study approach. Data collection was carried out in two ways, namely conducting in-depth interviews with UNTAR's marketing division and digging up secondary data in the form of archives or documents both physically and non-physically. This study reveals that UNTAR focuses its marketing communication strategy on the digital side, by focusing on advertising, interactive internet marketing, and sales promotion.
ANALISIS FRAMING ISU PENUNDAAN PEMILU 2024 DI CNN INDONESIA.COM DAN KOMPAS.COM Silvanus Alvin
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 16, No 2 (2022): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v16i2.3514

Abstract

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mencetuskan isu penundaan Pemilu 2024 yang dilandasi atas klaim Big Data sejumlah 110 juta suara warganet. Banyak pihak meminta penjelasan Luhut, salah satunya datang dari kalangan mahasiswa. Pada 12 April 2022, Luhut berdebat dengan sekumpulan mahasiswa terkait isu Penundaan Pemilu 2024 dan klaim Big Data. Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian besar dari publik. Google Trends juga memperlihatkan grafik dengan nilai 100, yang berarti ada ketertarikan tinggi warganet atas kejadian itu. Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian besar dari media pers di Indonesia. Dari sekian banyak, Reuters Institute menempatkan dua media pers dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi adalah CNNIndonesia.com dan Kompas.com. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama mengetahui pembingkaian berita dari dua media pers yang paling dipercaya di Indonesia. Pembingkaian berita dianalisis menggunakan model Robert N. Entman. Objek penelitian adalah kumpulan berita pada 12 April 2022 terkait debat antara Luhut dan mahasiswa. Total berita yang diteliti adalah 11 berita, dengan rincian lima berita dari CNNIndonesia.com dan enam berita dari Kompas.com. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua pembingkaian yang berbeda. CNNIndonesia.com lebih menitikberatkan pada dua hal yakni, Luhut sebagai tokoh sentral yang harus bertanggung jawab atas isu penundaan Pemilu 2024 dan berkewajiban untuk menunjukkan validitas klaim Big Data. Sementara, Kompas.com membingkai isu penundaan Pemilu 2024 menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan tanggung jawab Luhut secara pribadi
MEMBACA EMOSI KOMUNIKASI POLITIK JOKOWI DI INSTAGRAM Silvanus Alvin
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The year 2022 places Indonesia as the international epicenter for hosting the G20 on 15-16 November. These crucial moments must be well-packaged and well-narrated to the media and the public. One approach taken by Jokowi is making the most of his Instagram, @jokowi. Every visual upload on social media has emotional content and can significantly influence the success of political communication. No research in Indonesia has been found examining emotions in political communication. A political actor communicates not only through visuals but also from the emotions emitted from the visuals. Emotions that are communicated can positively influence interested public or followers on social media. This research use content analysis. However, unlike the usual, this research will utilize cloud computing and machine learning platforms from Amazon Web Service (AWS), namely Amazon Rekogniton. In total, there is 98 visual information that will be analyzed using AWS. An interesting finding from this study is that Jokowi and the G20 guests mostly show happy and calm emotions.
INDONESIAN POLITICAL PUNDITS IN THE EYES OF THE MEDIA Silvanus Alvin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): March
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v2i4.686

Abstract

Political pundits are one of the elements present in political communication, especially in countries that adhere to a democratic system. This research seeks to answer two big questions, who are and what criteria can make individuals referred to as pundits by the media? So, what is the role of pundits so that the media must quote their statements and make them news sources? This qualitative research uses a case study scheme with an in-depth interview data collection process to answer the research questions. Five informants from different media became the research sources. From this research, it was found that pundits must have certain educational qualification standards. However, that standard alone is not enough as they must also have a close relationship with journalists in order to be interviewed as pundits. another interesting finding is that the role of pundits in the media is similar as those who provide explanations of political situations. However, each media also has additional roles depending on the direction of each media. This is also discussed in this research.
Aktivitas Pemasaran Politik Partai Perindo Celly Sompotan; Silvanus Alvin
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.013042/jikq.v5i2.179

Abstract

Partai Perindo termasuk sebagai partai baru di perpolitikan Indonesia. Pada Pemilu 2019 lalu, Perindo belum berhasil memenuhi ambang batas persyaratan legislatif. Partai tersebut akan kembali berkompetisi di Pemilu 2024. Sebagai partai politik, maka komunikasi politik yang baik perlu dijalankan. Salah satu bentuk komunikasi politik adalah penerapan aktivitas pemasaran politik. Pemasaran politik dipahami sebagai serangkaian strategi yang telah disusun sedemikian rupa untuk memperkenalkan serta mempengaruhi keputusan publik sasaran sesuai dengan tujuan politik dari partai. Pemasaran politik dibutuhkan untuk membangun hubungan dengan publik sasaran, memperkenalkan partai ke publik sasaran non pengikut, merawat loyalitas pengikut, hingga meningkatkan elektabilitas. Penelitian kualitatif ini menerapkan metode studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif selama tiga bulan. Temuan menarik dari penelitian ini adalah aktivitas pemasaran politik Perindo dititikberatkan pada strategi pull dan push political marketing. Selain itu, dari strategi yang dijalankan tampak Perindo berusaha mendekatkan diri dengan publik sasaran yang berasal dari generasi milenial dan Gen-Z. Melihat lebih dalam lagi, maka secara tingkat finansial yang dituju berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.
JOKOWI'S EMOTIONS ON INSTAGRAM FOLLOWING INDONESIA'S CANCELLATION AS U-20 WORLD CUP HOST Silvanus Alvin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2023): March
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v2i4.748

Abstract

The cancellation of Indonesia as the host of the U-20 World Cup grabbed massive public attention. FIFA canceled due to rejection from various groups such as Bali Governor I Wayan Koster, Central Java Governor Ganjar Pranowo, several parties and mass organizations. President Jokowi also responded to this, starting from affirming that it is necessary to separate politics and sports, to expressing his enthusiasm after the cancellation by FIFA. This research seeks to find out what kind of emotions President Jokowi is trying to display on Instagram social media. Emotions and political communication have a close relationship, as both influence each other and shape public views on political issues. This qualitative research uses AWS Rekognition as a machine learning-based visual analysis tool to determine the emotions displayed. The result of the research is that Jokowi shows a calm emotion. One of the logical assumptions for showing calm emotions is to maintain stability and show that the President is in control of the situation.