Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SKRINING RESEP SECARA ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN APOTEK X DIKOTA BENGKULU TAHUN 2023 Gina Lestari; Ranny Puji Astuti; Luky Dharmayanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23235

Abstract

Skrining resep secara administrasi, farmasetik dan  klinik merupakan  Penelaahan resep memegang peranan penting dalam proses peresepan karena dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko medication error.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pada pasien rawat jalan  pada  apotek X Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang data bersifat retrospektif, pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi semua resep yang masuk di apotek X baik dari dalam apotek maupun dari luar apotek pada tahun 2023 dan kriteria eksklusi resep yang sudah rusak atau robek, resep yang tidak terbaca dan resep yang tidak memiliki kop resep/hanya lembaran kertas biasa. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan resep secara administrasi 71,28% (meliputi kelengkapan nama pasien, alamat pasien, umur pasien, berat badan, jenis kelamin, nama dokter, alat dokter, SIP dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter), kelengkapan aspek farmasetik sebesar 72,75% (yang meliputi nama obat, bentuk sediaan obat, kekuatan obat, jumlah obat dan ketercampuran obat) dan aspek farmasi klinis 61,90% (meliputi aspek ketepatan indikasi dan dosis, aturan pakai, polifarmasi, reaksi obat dan kontraindikasi dan interaksi obat).
Rasionalitas Penggunaan Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Abdi Setia Laksana; Luky Dharmayanti; Devi Novia; Gina Lestari
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.123

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu kanker yang sering menyerang wanita dan memerlukan terapi kemoterapi yang aman serta efektif. Penggunaan obat kemoterapi harus dievaluasi secara rasional karena pilihan obat, dosis, cara, atau interval yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko toksisitas. Oleh karena itu, penilaian rasionalitas penggunaan kemoterapi sangat penting untuk memastikan bahwa terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi klinis pasien serta pedoman pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien, pola pemakaian regimen, serta rasionalitas obat kemoterapi pada penderita kanker payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis dari Januari hingga Desember 2025. Sampel dipilih dengan total sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan memiliki rekam medis serta data pengobatan lengkap, sedangkan kriteria eksklusi meliputi rekam medis yang tidak lengkap atau tidak jelas, serta pasien yang meninggal, dipulangkan paksa, atau pindah ke rumah sakit lain. Sebanyak 140 pasien memenuhi kriteria tersebut. Hasilnya menunjukkan semua pasien berjenis kelamin perempuan (100 %), mayoritas berusia 45–59 tahun (61 %), dan regimen CAF paling sering dipakai (70 %). Penilaian rasionalitas terapi menunjukkan kesesuaian diagnosis, indikasi, pasien, obat, cara pemberian, interval, dan durasi terapi masing‑masing sebesar 100 %, sementara kesesuaian dosis mencapai 98,6 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum penggunaan kemoterapi telah mengikuti prinsip penggunaan obat yang rasional.
Formulasi Dan Uji Iritasi Sediaan Gel Ekstrak Buah Senduduk Bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang Pada Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Muhamad Deni Saputra; Luky Dharmayanti; Dewi Winni Fauziah; Nurwani Purnama Aji
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.128

Abstract

: Buah senduduk bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik yang berpotensi dijadikan bahan aktif pada sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak buah senduduk bulu menjadi gel sekaligus menilai sifat fisik serta tingkat iritasi pada kelinci jantan. Penelitian bersifat eksperimental dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96 %. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi empat persiapan: F0 tanpa ekstrak, F1 dengan konsentrasi 4 %, F2 dengan 6 %, dan F3 dengan 8 %. Penilaian sediaan meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta uji iritasi akut dermal yang dipantau melalui munculnya eritema dan edema pada 24, 48, dan 72 jam. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 12 %. Semua formula bersifat homogen dan memenuhi standar pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas, dengan rentang pH antara 5,11–5,87. Indeks iritasi primer untuk F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 1,6; 1,8; dan 2,4, menandakan iritasi ringan hingga sedang. F3 dipilih sebagai formula terbaik berdasarkan sifat fisiknya, namun penggunaannya harus mempertimbangkan aspek keamanan karena menimbulkan iritasi sedang. Dengan demikian, ekstrak buah senduduk bulu berpotensi dikembangkan menjadi bahan aktif gel topikal, meskipun diperlukan evaluasi keamanan lebih lanjut.
Identifikasi Flavonoid pada Fraksi Etil Asetat Bunga Asoka (Ixora coccinea L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Streptococcus Mutans Chintya Putri; Devi Novia; Luky Dharmayanti
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): NOVEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i4.154

Abstract

Karies gigi dipicu oleh penumpukan plak akibat bakteri Streptococcus mutans. Penggunaan obat kumur sintetik berlebih menimbulkan risiko resistensi mikroba, sehingga diperlukan alternatif bahan alami dari fraksi etil asetat bunga asoka (Ixora coccinea L.). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan kandungan metabolit flavonoid pada fraksi etil asetat bunga asoka sekaligus menganalisis daya hambatnya dalam menekan pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Metode ekstraksi menggunakan maserasi etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menghasilkan fraksi etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan uji Shinoda dan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan pelarut polar n-Butanol : asam asetat : air (4:3:5) sebagai fase geraknya. Uji antibakteri difusi cakram dilakukan menggunakan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Hasil KLT membuktikan fraksi positif mengandung flavonoid dengan nilai Rf sampel 0,94 mendekati kuarsetin (0,97). Seluruh konsentrasi menghasilkan zona bening kategori kuat (11–20 mm). Analisis One-Way ANOVA dan Duncan Test menegaskan konsentrasi 60% sebagai konsentrasi paling optimal dengan capaian rata-rata diameter zona hambat bakteri sebesar 15,57 mm (p < 0,05). Kesimpulannya, fraksi etil asetat bunga asoka berpotensi tinggi sebagai antibakteri alami rongga mulut.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe) Pada Pasien Demam Tifoid Yang Menjalani Rawat Inap Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2025 Rahmat Ripaldo; Ariesa Oktamauri; Luky Dharmayanti; Gina Lestari
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 3 No. 1 (2027): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v3i1.161

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang memerlukan penggunaan antibiotik secara rasional untuk mencapai keberhasilan terapi sekaligus mengurangi risiko resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi Access, Watch, Reserve (AWaRe), serta luaran terapi pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 579 pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap selama tahun 2025. Sebanyak 237 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 18–65 tahun (98,3%), berjenis kelamin perempuan (55,3%), dan tidak memiliki komorbid (85,2%). Seluruh penggunaan antibiotik (100%) termasuk dalam kelompok Watch, dengan kesesuaian dosis sebesar 100% dan seluruh durasi penggunaan antibiotik kurang dari tujuh hari. Sebanyak 230 pasien (97,0%) dinyatakan sembuh setelah mendapatkan terapi antibiotik dan 195 pasien (82,3%) menjalani rawat inap selama ≥3 hari. Penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di RSHD Kota Bengkulu menunjukkan kesesuaian dosis dan durasi terapi serta memberikan luaran klinis yang baik, namun dominasi kelompok Watch menunjukkan pentingnya pemantauan penggunaan antibiotik secara berkelanjutan.