Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Teknika

KAJIAN DEBIT ALIRAN SISTEM HIDROPONIK OVERFLOW BERDASARKAN ANALISA ANNOVA Joko Yunianto Prihatin; Slamet Pambudi; Heri Kustanto; Yayang Alwinanda
Teknika Vol 7 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.495 KB) | DOI: 10.52561/teknika.v7i1.125

Abstract

Hidroponik dewasa ini sudah banyak dikenal karena efisiensi dalam pelestarian lingkungan. Kualitas hasil tanaman hidroponik dipengaruhi oleh kecermatan dalam mengatur  nutrisi dan debit alirannya. Permasalahan utama adalah ketersediaan lahan tetapi kurangnya pemahaman bercocok tanam dan perawatan hidroponik. Kebanyakan masyarakat sibuk dengan kegiatan rutinitasnya dan menganggap kurangnya waktu dan tenaga dalam pengelolaan berhidroponik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas debit aliran nutrisi. Selain itu juga untuk mengetahui nilai persentase kontribusi tiap faktor tertinggi yang berpengaruh terhadap kualitas debit aliran nutrisi. Metode yang diterapkan adalah menentukan komposisi debit aliran terbaik dari komposisi 4 faktor pada 3 level pada tinggi pipa out pompa (cm), diameter pipa out pompa (inchi), jumlah pot (pcs), diameter pipa wadah pot (inchi) berdasarkan pengujian L9 orthogonal array taguchi dan analisis Annova. Hasil yang dicapai adalah faktor A tinggi pipa out pompa (cm) dan B diameter pipa out pompa (inchi) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas debit aliran nutrisi. Dan nilai persentase kontribusi tiap faktor tertinggi yang berpengaruh terhadap kualitas debit aliran adalah tinggi pipa out pompa (cm) senilai 0.435%
KAJIAN PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP VISKOSITAS OLI KENDARAAN SAE 20w-50 5w-40 15w-40 joko prihatin; Farit Ardiyanto; Slamet Pambudi
Teknika Vol 7 No 3 (2022): April 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.419 KB) | DOI: 10.52561/teknika.v7i3.162

Abstract

Potensi kurang seimbang dengan permasalahan selama ini adalah dalam hal keterbatasan pemahaman penggunaan oli terhadap nilai perawatan yang diterapkan. Sehingga bisa merugikan distributor oli, pengguna dan juga masyarakat luas dan lingkungan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan angka viskositas terkecil dan terbesar yang diakibatkan oleh perubahan suhu kerja kendaraan. Metode yang diterapkan adalah menggunakan pemanasan lokal pada oli tersebut, selanjutnya dimasukkan ke dalam bejana untuk diketahui kecepatan nilai jatuh bola baja. Analisa data menerapkan grafis dan perhitungan teoritis. Hasil yang dicapai adalah perubahan angka viskositas terkecil yang diakibatkan oleh perubahan suhu kerja kendaraan adalah jenis oli F.O SAE 15w-40 yaitu 9.84-8.75=1.09 kg/m.s. Perubahan angka viskositas terbesar yang diakibatkan oleh perubahan suhu kerja kendaraan adalah jenis oli F.O SAE 20w-50 yaitu 19.62-8.75=10.87 kg/m.s.   Kata kunci: viskositas, sae, pemanasan.
ANALISA PENGARUH VOLUME TABUNG UDARA PADA SEMI JET PUMP TERHADAP PENGGUNAAN DAYA LISTRIK Heri Kustanto; Joko Yunianto Prihatin
Teknika Vol 7 No 3 (2022): April 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.153 KB) | DOI: 10.52561/teknika.v7i3.173

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat pada pemakai pompa air semi jet pump yaitu saat pemasangan instalasi pompa air sudah selesai, namun debit air tidak dapat mengalir seperti yang diharapkan. Dampaknya pemakaian listrik yang cukup besar, sehingga terjadi pemborosan biaya tagihan listrik. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan volume tabung udara yang tepat pada saat pemasangan instalasi pompa air agar mendapatkan arus litrik yang paling kecil sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik. Metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara volume tabung udara terhadap daya listrik yaitu eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal dicapai pada level 3 artinya untuk meminimalkan nilai arus listrik pada pompa air semi jet pump yaitu pada volume tabung udara dengan ukuran 2 liter. Perbandingan nilai rerata arus listrik kondisi pemakaian umum: kondisi optimal yaitu 1,614 Ampere: 1,56 Ampere. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai arus listrik kondisi optimal mampu menurunkan arus listrik sebesar 1,701323 %. Dengan demikian dapat menurunkan daya listrik sebesar 11,88 Watt, sehingga biaya tagihan listrik menjadi lebih efisien. Kata kunci: pompa air semi jet, tabung udara, arus listrik, daya listrik.
ANALISA PENGARUH DIAMETER, TINGGI TANKI TEKANAN UDARA, DIAMETER PIPA TERHADAP TEKANAN KERJA POMPA HIDRAM PADA KOLAM IKAN Joko Yunianto Prihatin; Slamet Pambudi; Dewangga Aditia
Teknika Vol 7 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v7i4.193

Abstract

Permasalahan air pada kolam ikan menjadi kurang sehat diantaranya akibat terik matahari berkepanjangan yang menyebabkan temperatur air menjadi naik atau kurang stabil. Air yang tidak bersirkulasi juga menyebabkan air mengalami perubahan warna air yang terlalu pekat dan keruh yang menyebabkan kondisi pH pada kolam ikan menjadi asam. Temperatur air yang optimal bagi ikan adalah 27oC Sampai 32oC Sedangkan pH yang optimal bagi ikan adalah 6,5 hingga 7. Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tekanan buang maximal dan minimal pompa hidram yang dicapai.dan untuk mengetahui pada komposisi menghasilkan tekanan buang maksimal. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan pendekatan orthogonal array L9 dengan 3 faktor dan 3 level yaitu tinggi tanki udara, diameter tanki udara dan diameter pipa buang. Hasil tekanan buang pompa dari manometer buang dilakukan sejumah 4 tahapan. Analisa dan pembahasan menggunakan tabel dan grafik dengan pendekatan rumus persamaan hukum newton. Hasil penelitian yang dicapai  bahwa nilai tekanan buang pompa hidram maximal adalah .0,5kg/cm² dan minimal adalah 0,275 kg/cm². Pada komposisi yang menghasilkan tekanan optimal adalah tinggi tangki 90 cm, diameter tangki 2” dan diameter output pipa 1/2” yang ditunjukan pada variasi 7 dengan hasil tekanan 0,5kg/cm². Sehingga kualitas pH air 7 di dalam kolam tidak mengalami cukup asam dan warna air menjadi cukup jernih untuk sehat terhadap pertumbuhan ikan.
TAGUCHI L4 (23) TERHADAP UJI PERFORMA LINEARITAS JUMLAH PUTARAN PADA KIPAS ANGIN PENGERAK MAGNET PERMANEN HEMAT LISTRIK joko prihatin; Rizki Bobby Syahputra; Roedy Kristiyono Kristiyono; Sulistyadi Sulistyadi
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.252

Abstract

Pembangkit energi listrik kini mengalami problematika, ini disebabkan karena menipis nya fosil maupun batu bara yang di gunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sehingga para peneliti mulai mencari solusi dengan melakukan penelitian terkait PLTA, PLTU, PLTG, PLTMn. Penelitian ini bertujuan menganalisa performa energi mekanis putaran yang ditimbulkan dari gaya tolak menolak magnet sejenis untuk memutar fly wheel. Dari sistem energi mekanis putaran itu di salurkan ke kipas untuk mengalirkan udara. Metode riset ini adalah statistik taguchi dengan desain eksperimen L4 menerapkan 3 faktor dan 2 level. Capaian utama adalah perbandingan optimal dari nilai sudut tolak magnet dan jumlah putaran kipas. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kipas angin berpenggerak magnet permanen ini menghasilkan jumlah putaran maksimal sebesar 1.7 putaran pada komposisi ke 1 dan minimal senilai 1.3 putaran. Nilai perbandingan jumlah putaran yang dihasilkan antara kipas angin berpenggerak listrik mencapai 8 putaran sedangkan dengan berpenggerak magnet permanen senilai 1.7 putaran. Sehingga dengan pengembangan penentuan karakter magnet yang lebih cermat, bisa berpotensi terhadap kinerjanya hemat energi listrik dengan tanpa mengurangi estetika dari kipas angin itu sendiri.
KUALITAS LAJU PANAS KONVEKSI PADA MESIN OVEN KOMPOR ROTARY Prihatin, Joko Yunianto; Kustanto, Heri; Pambudi, Slamet; Maulindra, Satyagraha
Teknika Vol 6 No 4 (2020): September 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.346 KB)

Abstract

Berdasarkan prinsip kerja pemanasan merupakan suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut menggunakan energi panas. Permasalahan utama adalah akurasi pemanasan awal dan proses pemanasan yang tidak sesuai dengan efisiensi waktu, sehingga biaya beban listrik menjadi naik dan merugikan para pengusaha roti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif solusi yang bertitik berat kepada kajian kualitas laju panas konveksi pada mesin oven kompor rotary. Metode yang diterapkan adalah membandingkan pengaruh kualitas beban dan akurasi waktunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pemanasan awal 10 menit oven kompor rotary yang efektif adalah 51oC dan 72oC. Nilai pemanasan konveksi yang paling optimal dari mesin oven kompor rotary ini mencapai 121,4 kW.
APPLICATION OF ORTHOGONAL ARRAY L9 TO IMPROVE PRODUCTIVITY OF DIESEL DRIVE MACHINE R 175 Prihatin, Joko Yunianto; Kasih, Tota Pirdo
Teknika Vol 9 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v9i2.389

Abstract

Mesin penggerak diesel R 175 merupakan engine yang cukup tangguh digunakan sebagai penggerak pada kebanyakan alat pertanian dan perkebunan juga perikanan hingga generator listrik. Contoh penerapannya di UMKM wilayah Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah adalah pada pengolahan pengaduk dan pencetak tanah liat di ukm genteng. Permasalahan utama dewasa ini adalah bahwa penggunaan mesin diesel R 175 dikenal tidak tahan lama atau tidak awet, bahkan ada yang menyebutkan berasap hitam dan susah distarter (penyalaan awal engkol), dan rpm tidak stabil. Penyebab utamanya adalah kualitas sistem pengabutan bahan bakar pada injektor yang tidak sempurna, bahkan terkadang menetes atau tersumbat hanya menghasilkan diameter kabut 40 mm, dan menggunakan bahan bakar biosolar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai peningkatan pembentukan kabut melalui optimasi Taguchi orthogonal array L9. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menerapkan 4 faktor dan 3 level pada respon pembentukan diameter kabut. Data diameter kabut injektor tersebut dilakukan analisa statistik Signal to Noise Ratio Larger The Better (SNR LTB) dan nilai efek tiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai peningkatan pembentukan kabut mesin penggerak R 175 yang dicapai adalah 27,84 mm atau meningkat 68,74% dari kondisi awal 40,5 mm menjadi 68,34 mm. Komposisi level faktor yang menghasilkan diameter hasil pengkabutan yang optimal adalah pada nomor pengujian ke 3 A1B3C3D3, yaitu nilai viskositas bbm menggunakan dexlite, jarak tuas pengungkit pompa 20 cm, waktu pemompaan 15 kali/30detik, setelan nozzle +3 putaran.