Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

REVITALISASI KAWASAN LILI SUHERI SEBAGAI PENINGKATAN RUANG PUBLIK KOTA MEDAN Dara Wisdianti; Novalinda Novalinda; Ida Khairani Siregar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v13i1.009

Abstract

Di dalam suatu kota, ruang publik adalah unsur yang sangat vital dalam kehidupan bermasyarakat. Ruang publik sebuah kota diharapkan dapat menampilkan identitas uniknya sendiri dan biasanya berfungsi sebagai tempat interaksi sosial bagi warganya, aktifitas ekonomi rakyat, serta lokasi untuk menghargai/apresiasi nilai budaya. Dari fungsinya sebagai pusat kegiatan inilah kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik membutuhkan perhatian khusus. Terutama untuk kota dengan beragam etnis dan budaya seperti kota Medan. Sangat disayangkan di Kota Medan keberadaan ruang publik sudah sangat jarang dijumpai perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya sehingga bisa difungsikan kembali. Salah satunya adalah Taman Lili Suheri, merupakan taman kota yang mempunyai cerita dan nilai sejarah dan beberapa tokoh seniman besar kota Medan. Kondisi taman saat ini kosong dan terbengkalai, menjadi salah satu ruang terbuka pasif di Kota Medan. Sehingga tim peneliti merasa perlu membuat suatu rekayasa desain demi memenuhi kebutuhan masyarakat kota pada umumnya dan kenyamanan masyarakat dalam memakai Taman Lili Suheri, dengan desain yang dapat diterima masyarakat kota Medan. In a city, public space is a vital element of community life. A city's public space is expected to display its own unique identity and usually functions as a place of social interaction for its citizens, people's economic activities, and a location for appreciating cultural values. From its function as a center of activity, the community's need for public space requires special attention. Especially for a city with diverse ethnicities and cultures like Medan. It is unfortunate that in Medan City the existence of public spaces is very rarely found, it needs to be repaired and improved so that it can function again. One of them is Lili Suheri Park, a city park that has a story and historical value, and some of the great artists of Medan city. The park's current condition is empty and abandoned, becoming one of the passive open spaces in Medan City. So, the research team felt the need to make a design engineering to meet the needs of the city community in general and the comfort of the community in using Lili Suheri Park, with a design that is acceptable to the people of Medan.
Kajian Konsep Arsitektur Modern Pada Fasilitas Ruang Tunggu Stasiun Kereta Api Medan Melly Andriana; Zuraidah Tharo; Novalinda
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 7 No. 1 (2023): JAUR Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v7i1.10611

Abstract

Station is a place where trains depart and stop to serve boarding and disembarking passengers and/or loading and unloading goods and/or for train operation purposes. Railway Station is the main need needed in the procurement of train transportation modes. The station also has various functions that are part of its existence as a public facility. In addition to meeting the needs of the main function as a place for boarding or disembarking passengers and / or loading and unloading goods, at the station can be carried out supporting business activities for rail transportation such as shops, restaurants, offices, hotels (Law No. 13 of 1992). The method used is descriptive qualitative. The result of this research is in the form of a design in the waiting room at Medan Airport Railway Station. Planning is located on the 2nd floor of Medan Airport Railway Station. Planning and designing the commercial area at the station is carried out in order to have a positive impact on the local economy. Using modern Architecture concepts in the design in order to produce a simple room and and maximize the function of the purpose of the space created.
KUDA LUMPING SEBAGAI TRADISI DAN INOVASI SOSIAL UNTUK MASYARAKAT BERKELANJUTAN Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Dina Hastalona; Novalinda Novalinda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34400

Abstract

Abstrak: Program “Kuda Lumping: Tradisi dan Inovasi Sosial untuk Masyarakat Berkelanjutan” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi sosial guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pertunjukan dan kapasitas promosi digital kelompok seni Kuda Lumping yang terdiri atas 25 anggota. Tujuannya meliputi penyediaan pelapis sarung alat musik dan aksesoris pertunjukan, peningkatan pengetahuan mitra dalam promosi digital, serta peningkatan produktivitas ekonomi kelompok seni. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 78% pada aspek manajemen pertunjukan, pemasaran digital, dan pengembangan merchandise berbasis budaya. Selain itu, kapasitas ekonomi kelompok seni meningkat sebesar 35%, terbentuk dua model bisnis berkelanjutan, serta terjadi peningkatan keterlibatan generasi muda sebesar 45% dalam pelestarian budaya lokal. Evaluasi menggunakan pendekatan mixed-method dengan indikator peningkatan pendapatan, penguasaan teknologi, dan partisipasi masyarakat. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 dan 11, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta kota dan komunitas berkelanjutan. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern.Abstract: The “Kuda Lumping: Tradition and Social Innovation for Sustainable Communities” program is a community service activity that integrates cultural preservation with social innovation to support sustainable development. This program focuses on improving the quality of performances and digital promotion capabilities of the Kuda Lumping art group, which consists of 25 members. Its objectives include providing covers for musical instruments and performance accessories, increasing partners' knowledge of digital promotion, and increasing the economic productivity of the art group. The implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The results show a 78% increase in knowledge in the areas of performance management, digital marketing, and culture-based merchandise development. In addition, the economic capacity of the art group increased by 35%, two sustainable business models were formed, and there was a 45% increase in the involvement of the younger generation in the preservation of local culture. The evaluation used a mixed-method approach with indicators of increased income, technology mastery, and community participation. This program contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) points 8 and 11, namely decent work and economic growth, and sustainable cities and communities. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern.