Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGALAMAN PERAWAT SEBAGAI KOORDINATOR PELAKSANA UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS DI KABUPATEN TRENGGALEK Edi Yuswantoro; Retty Ratnawati; Setyoadi Setyoadi
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.9 KB)

Abstract

Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) di Puskesmas merupakan jenis pelayanan pengembangan bagian integral dengan pelayanan rawat inap.Pengembangan pelayanan tersebut memerlukan pengelolaan manajemen untuk mencapai mutu pelayanan keperawatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat koordinator pelaksana pelayanan keperawatan UGD di  puskesmas Kabupaten Trenggalek. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Wawancara mendalam menggunakan pertanyaan semistruktur yang melibatkan 7 partisipan yang berperan sebagai koordinator pelaksana Unit Gawat  Darurat Puskesmas. Penelitian ini menghasilkan delapan tema yaitu, koordinator pelaksana UGD puskesmas mempunyai peran dan tugas banyak, menerima atau pasrah menjalankan banyak peran, pelaksanaan peran perencanaan dengan membuat usulan, pelaksanaan peran dalam pengorganisasian belum optimal, peran pengarahan kepada staf belum optimal, pelaksanaan peran monitoring dan evaluasi belum optimal, hambatan pelaksanaan pelayanan UGD puskesmas, harapan koordinator pelaksana UGD puskesmas dalam pengelolaan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah banyaknya peran yang diterima tenaga kesehatan menyebabkan pelaksanaan menjalankan peran dan fungsinya menjadi tidak optimal. Kata Kunci : Unit Gawat Darurat Puskesmas, Koordinator Pelaksana, Pengalaman Perawat, Fenomenologi
Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja dalam Tatalaksana Keluarga dengan Hipertensi : Empowerment of Youth Posyandu Cadres in The Management of Families With Hypertention Tunik, Tunik; Mimik Christiani; Edi Yuswantoro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit kronis yang membutuhkan penanganan rutin dalam tatalaksananya, sehingga perlu melibatkan kader posyandu remaja dalam upaya deteksi dini melalui program Program Posyandu Remaja yang sudah terbentuk. Program Posyandu Remaja di Kelurahan Kelutan perlu terus diberdayakan dalam mengembangkan perannya di masyarakat, Dengan meningkatnya Kasus Penyakit Tidak Menular khususnya Penyakit Hipertensi di Kelurahan Kelutan tercatat 190 KK dari data Puskesmas Trenggalek sampai bulan Juli 2022 yang akan terus bertambah . Deteksi Dini Hipertensi pada Kelompok resiko  sangat diperlukan untuk mencegah terjainya komplikasi. Pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi sangat diperlukan dengan melibatkan peran serta kader Posyandu remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat melalui Kader Posyandu Remaja dalam pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi pada masyarakat kelompok resiko di Kelurahan Kelutan Wilayah Kerja Puskesmas Trenggalek. Metode pengabdian masyarakat adalah pelatihan Ketrampilan dalam Mendeteksi Dini Hipertensi sesuai dengan Panduan, dengan memeriksa Tekanan Darah, memberi penyuluhan dan menganjurkan untuk periksa lebih lanjut ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Hasil menunjukan peningkatan signifikan pengetahuan tentang Deteksi Dini Hipertensi dengan Kategori baik 60% dari yang sebelumnya 20% , termasuk Ketrampilan dalam pemeriksaan juga mengalami peningkatan, Dalam kegiatan pelaksanaan Deteksi Dini Hipertensi dari 21 orang  yang diperiksa ditemukan 14 mengalami Hipertensi ( 66,6 %).   Abstract: Hypertension is a chronic disease that requires regular treatment, so it is necessary to involve the cadres in early detection efforts. The Youth Integrated Service Post (Posyandu Remaja) program in Kelutan Village needs to continue to empower them to develop their role in society, with increasing disease cases of non-infectious diseases, especially hypertension. There were recorded from Puskesmas Trenggalek in 190 families until July 2022 that the cases are increasing. Early Detection of Hypertension in risk groups is important to prevent complications. It is very needed by involving the participation of The Youth Integrated Service Post Cadres. This community service aims to increase the participation of the cadres in implementing Early Detection of Hypertension in risk group communities in Kelutan of Puskesmas Trenggalek authority. The community service method is skills training in the early detection of hypertension according to the guidebook prepared by checking blood pressure, providing counseling, and recommending further examination in Puskesmas to obtain further treatment. The results showed a significant increase in knowledge about Early Detection of Hypertension from 20% to 60%, including skills in examinations which have also increased. In the implementation of Early Detection of Hypertension, of the 21 people examined, 14 people were found to have hypertension (66.6%).
Kolaborasi Multisektoral dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah Nurul Azizah; Dyah Widowati; Edi Yuswantoro; Nur Rachma Wulan; Frengki Candra Irawan; Diah Purwaning Sulistya Rini
Cakrawala Vol. 19 No. 2: Desember 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v19i2.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri, menilai efektivitas program bantuan sosial dalam penanganan ATS, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut kebijakan. Penelitian menggunakan metode campuran melalui wawancara dengan OPD terkait, FGD, studi dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Instrumen penelitian mencakup pedoman wawancara dan kuesioner yang disusun berdasarkan sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama ATS meliputi kondisi ekonomi keluarga yang lemah, rendahnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan, praktik pernikahan dini, serta hambatan geografis. Berbagai intervensi seperti pendidikan alternatif, bantuan biaya, dan pendampingan sosial telah dilakukan, namun efektivitasnya masih perlu diperkuat.Diperlukan kolaborasi multisektoral lintas OPD untuk meningkatkan penanganan ATS. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan pendataan terpadu berbasis komunitas, peningkatan literasi pendidikan, pemanfaatan pendidikan nonformal yang lebih fleksibel, kerja sama dengan LSM dan dunia usaha, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Siti Hajar Wulandari; Edi Yuswantoro
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Number 1 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/8cywkv56

Abstract

Breakfast habits play an important role in supporting children’s cognitive functions, particularly learning concentration. However, a number of elementary school students still do not have the habit of eating breakfast before attending school. This study aimed to analyze the relationship between breakfast habits and learning concentration among elementary school students at SDN 1 Wonorejo, Tulungagung Regency. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 39 students in grades IV, V, and VI who were selected using purposive sampling. Data on breakfast habits were collected using a structured questionnaire, while learning concentration was measured using the Grid Concentration Test (GCT). Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The results showed that most students had good breakfast habits (64%) and a moderate level of learning concentration (72%). Statistical analysis revealed a significant relationship between breakfast habits and learning concentration (p-value = 0.000; p < 0.05). These findings indicate that good breakfast habits are significantly associated with better learning concentration among elementary school students. Therefore, promoting regular breakfast consumption is essential to support optimal learning concentration in school-aged children.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PROSEDUR PELAYANAN PASIEN DENGAN RESPONSE TIME DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD dr. SOEDOMO TRENGGALEK) Renata Eka Febriyanti; Rahayu Niningasih; Edi Yuswantoro
Indonesian Health Literacy Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Number 1 2026
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/tj797c82

Abstract

The Emergency Department (ED) is a hospital unit that requires rapid and accurate management of emergency patients, particularly in meeting response time standards. This study aimed to analyze the relationship between nurses’ knowledge of patient care procedures and response time in the Emergency Department of RSUD dr. Soedomo Trenggalek. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. All 14 nurses working in the Emergency Department were included as respondents using a total sampling technique. Nurses’ knowledge was assessed using a questionnaire, while response time was measured through an observation checklist. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses. The results showed that 11 out of 14 nurses (78.6%) had a good level of knowledge regarding patient care procedures, and 13 out of 14 nurses (92.9%) demonstrated fast response times in accordance with emergency service standards. Bivariate analysis revealed a statistically significant relationship between nurses’ knowledge of patient care procedures and response time in the Emergency Department (p = 0.032). This study concludes that nurses’ knowledge is significantly associated with the timeliness of emergency response services.
KAJIAN MIOPIA PADA ANAK USIA SEKOLAH: KAJIAN MIOPIA PADA ANAK USIA SEKOLAH Edi Yuswantoro; Mimik Christiani; Yuyun Putri Mandasari
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 7 No 1 (2021): Vol 7 No 01 (2021): Jurnal Keperawatan Terapan (e-journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v7i1.2131

Abstract

Miopi merupakan kondisi objek yang jauh tidak dapat ditampilkan jelas pada retina. Tujuan penelitian mengetahui gambaran kejadian miopia pada anak usia sekolah di kabupaten Trenggalek.Miopi merupakan penyebab penurunan tajam penglihatan anak usia sekolah, penglihatan yang baik diperlukan dalam proses belajar mengajar. Informasi yang diterima otak 95% melalui panca indera penglihatan. Metode : Observasional menggunakan desain cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 292 responden dengan tehnik Sampling Jenuh. Penelitian menggunakan kuesioner dilanjutkan pemeriksaan visus ,uji hipotesis menggunakan chi square. Hasil : Kejadian miopia 21,9%, 61% berjenis kelamin perempuan, 39% laki-laki, 79,7% ada riwayat genetik, 67% durasi melihat jarak dekat 5 sampai 10 jam dan 62,5% durasi melihat jarak jauh lebih dari 3 jam. Hasil uji hubungan faktor jenis kelamin dengan miopia didapatkan p value 0,003, riwayat genetik p value 0,000, durasi melihat jarak jauh p value 0,000. Simpulan dan saran : terdapat hubungan antara faktor jenis kelamin, riwayat genetik, durasi melihat dekat dan jauh dengan kejadian miopia anak usia sekolah. Pencegahan kejadian miopia perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut.
STUDI RESIKO KEJADIAN STROKE PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KARANGSOKO Edi Yuswantoro; Mimik Christiani; Joko Prihantono
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Terapan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v9i1.3665

Abstract

Abstrak: Stroke merupakan suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik fokal atau global selama lebih dari 24 jam sehingga dapat menimbulkan kematian akibat dari gangguan peredaran darah di otak. Identifikasi sejak awal faktor resiko kejadian stroke diperlukan untuk mengidentifikasi seberapa seseorang untuk bisa menderita stroke di banding dengan individu lainnya. Penelitian ini mengidentifikasi resiko kejadian stroke pada penderita hipertensi. Penelitian dilaksanakan di desa Karangsoko wilayah kerja puskesmas Trenggalek. Penelitian menggunakan metode diskriptif survei dengan tehnik sampling simple random sampling dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 100 responden. Penelitian diawali pemeriksaan tekanan darah, apabila hasil menunjukan kategori hipertensi dilanjutkan pemeriksan laboratorium untuk mengetahui kadar gula darah sesaat, asam urat dan kholesterol dan ikuti wawancara terkait kebiasan merokok riwayat hipertensi, riwayat diabetes melitus menggunakan kuisioner pengkajian faktor resiko stroke dan data dianalisis menggunakan aplikasi RiSS (Risk Stroke Score). Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat dilakukan untuk meperoleh distribusi frekuensi dari masing-masing variabe. Gambaran resiko kejadian stroke pada penderita hipertensi di desa Karang soko cenderung beresiko ringan, yaitu sebanyak 93 responden (93%) dan 7 responden (7%) kategori sedang. Distribusi frekuensi karakteristik berdasarkan usia 68 % usia lansia akhir keatas (usia >56 Tahun), paparan asap rokok 41% perokok pasif, kadar kholesterol 76% diatas 200 mg/dl. Resiko kejadian stroke pada penderita hipertensi di desa Karangsoko cenderung ringan tetapi dari hasil analisis faktor resiko pendukungnya (Kadar kholesterol, dan gula darah sesaat) ada kecenderungan tinggi. Kewaspadaan terhadap faktor resiko stroke lain pada penderita hipertensi diperlukan dengan cara peningkatan pemahaman dengan edukasi pada masyarakat terhadap pencegahan stroke. Kata kunci : Resiko Kejadian stroke, Penderita hipertensi
The Effect of Audio Visual Education Range of Motion on Family Motivation in increasing muscle strength through ROM training in post-stroke patients at home: Audio Visual Education Range of Motion on Family Motivation Ixora Ixora; Dewi Wulandari; Rahayu Niningasih; Edi Yuswantoro
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i1.4198

Abstract

: Family support during the rehabilitation phase is very much needed in order to improve the quality of life of post-stroke patients. Poor delivery of information and coordination between health teams causes family knowledge about disease management to be incomplete. Counseling and education is one of the pillars of managing stroke patients. The nurse's obligation is to provide education and ensure the transition of care to the family as a care agent for the patient at home. Identification of family members for educational purposes requires paying attention to educational background and productive age level. This research aims to examine the influence of health education about ROM on family motivation in carrying out ROM in stroke infarction patients in the family. The research design used is Quasi Experimental Design using a one group model pre test - post test design. The population in this study were all families of stroke patients in the Durenan Community Health Center Working Area.The research results showed that before health education regarding ROM was carried out, there were 25 respondents (83.3%) who had sufficient motivation to carry out ROM in stroke infarction patients. After health education about ROM, there were 20 respondents (66.7%) who had the motivation to carry out ROM in stroke infarction patients in the good category. The results of quantitative data analysis using the Wilcoxon signed ranks test statistic with the help of the SPSS computer program can be interpreted as statistical test results with a significance of 0.05 resulting in a value of P Value = 0.000 which is smaller than the value of a = 0.05 (0.000 < 0.05) so that H0 rejected and H1 accepted, which means there is an influence of health education about ROM on family motivation in carrying out ROM for infarction stroke patients in the Durenan Community Health Center Working Area.In accordance with the research instrument carried out by the researchers, it was found that after health education about ROM was carried out using audio-visual media, it was found that there was an increase in family motivation in carrying out ROM for family members who had suffered a stroke. This needs to be given attention and efforts must be made so that health workers can continue to provide health education about ROM to patient families so that families can be motivated and play an active role in helping to carry out ROM for family members who suffer from stroke.
Family Experience of Stroke Patients Dealing with Pre-Hospital Care: penanganan pre hospital stroke Edi Yuswantoro; Elok Yulidaningsih; Tunik Tunik; Rahayu Ninigasih
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i1.4215

Abstract

Abstrak: Penyakit stroke (Cerebrovascular Accident) merupakan penyebab utama kematian nomor dua dan penyebab kecacatan ketiga di dunia. Meningkatnya angka kematian dan kecacatan disebabkan keterlambatan penatalaksanaan stroke karena pra hospital delay. Tujuan penelitian mengetahui pengalaman keluarga pasien stroke dalam penanganan pre hospital stroke di desa Karangsoko wilayah kerja puskesmas Trenggalek. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan pertanyaan semistruktur dan observasi dilakukan secara langsung pada 10 partisipan yang berperan dalam penatalaksanaan prehospital stroke. Penelitian ini menghasilkan tujuh tema yaitu ; Pemahaman keluarga dalam deteksi ini stroke, Dasar pengambilan keputusan penatalaksanaan pertama stroke, Rentang waktu pasien sampai di pelayanan kesehatan, Alat transportasi yang membawa pasien ke pelayanan kesehatan, Hambatan keluarga dalam penatalaksanaan stroke, Pemahaman keluarga tentang Emegency Medical System PSC 119 dalam penatalaksanaan prehospital stroke, Harapan keluarga dalam penatalaksanaan pre hospital stroke. Ketidaktahuan masyarakat terkait penatalaksanaan prehospital stroke pada keluarga dan Emergency Medical Sistem yang ada pada masyarakat. Penguatan penatalaksanaan prehospital stroke pada keluarga dan emergency medical system melalui sosialisasi dan pelatihan pada masyarakat secara terencana dan berkala. Kata kunci: Stroke, Prehospital, Pengalaman keluarga
The Effect of Observational Education About Stroke on Family Function in Preventing Recurrent Stroke: observational education, stroke, family function Dewi Wulandari; Ixora Ixora; Awan Hariyanto; Edi Yuswantoro
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 10 No 02 (2024): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v10i02.4217

Abstract

Stroke is one of the causes of death and disability in both urban and rural areas. Stroke is caused by reduced blood flow to the brain which lasts for several seconds to several minutes, where if it occurs for more than a few minutes an infarction will occur in the brain tissue. The aim of the research is to determine the effect of observational education about stroke on family function in preventing recurrent strokes in family members who suffer from stroke. The research was carried out in the Baruharjo Community Health Center Work Area. Quasy Experimental research design with control group pretest-posttest design. The independent variable is Observational stroke education while the dependent variable is family function. The research population was all families of stroke patients in the Baruharjo Community Health Center Working Area. The sampling technique uses purposive sampling with a sample of 30 people. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The research results showed that before observational education about stroke was carried out, the majority (17 respondents or 56.7%) had family function in preventing recurrent stroke in the sufficient category. Meanwhile, after observational education about stroke was carried out, almost all respondents (29 respondents or 96.7%) had the family function in preventing recurrent strokes in family members who suffered stroke in the good category. The results of quantitative data analysis using the Wilcoxon signed ranks test using the SPSS program showed that the statistical test results had a p value of <0.000 which was smaller than the value of p= 0.05. The family plays a very important role during the post-acute stage of care for stroke patients in hospital to meet daily care and rehabilitation needs. Caring for patients with stroke is a serious matter. Families, whatever their age and circumstances, need information, education and social support to be able to carry out patient care and be able to adapt to their new roles.