Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. MITRA BUMI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2021 Octariany Octariany; Pusfa Delavia; Risnandar Risnandar; Evy Eryta; Yuharika Pratiwi
Collaborative Medical Journal Vol 4 No 3 (2021): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v4i3.2728

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Kecepatan penyebaran COVID-19 saat ini melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh perilaku seseorang. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Rendahnya pengetahuan serta sikap seseorang dalam melakukan pencegahan sesuai protokol COVID-19 merupakan salah satu penyebab meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Berdasarkan survei pendahuluan di PT. Mitra Bumi Kabupaten Kampar, didapatkan 70% pekerja berperilaku buruk dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19. Buruknya perilaku pekerja dikarenakan rendahnya pengetahuan serta sikap pekerja mengenai protokol pencegahan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan pencegahan COVID-19 di PT. Mitra Bumi Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 117 orang. Sampel sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Ditemukan terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,002) dan sikap (p-value = 0,002) dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada pekerja kelapa sawit dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,326 yang bermakna kekuatan korelasi lemah dengan arah korelasi positif.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Rejosari Octariany Octariany; Sausan Sabira
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2518

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini mengakibatkan berbagai perubahan pada penderitanya, baik dari segi fisik, fungsional, psikologis, maupun sosial. Tujuan pengobatan tuberkulosis adalah untuk menyembuhkan pasien, mencegah kekambuhan, dan menghindari resistensi terhadap obat anti tuberkulosis (OAT). Kepatuhan dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis sangat berkaitan dengan kualitas hidup pasien yang menderita tuberkulosis. Pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi OAT secara teratur dapat mengurangi gejala yang timbul dari penyakit serta meningkatkan kepatuhan pasien sehingga berguna untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Pada tahun 2022, kasus TB di Puskesmas Rejosari sekitar 93 orang, di mana angka kesembuhan dan angka pengobatan lengkapnya cukup rendah yaitu 55,9% dan 40,2%. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rejosari. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental sampling. Dari 40 responden didapatkan 34 orang dengan kategori kepatuhan minum obat tinggi yaitu 30 orang (75%) memiliki kualitas hidup baik dan 4 orang (10%) dengan kualitas hidup sedang, sementara kategori kepatuhan minum obat sedang sebanyak 6 orang yakni 1 orang (2,5%) kualitas hidup baik dan 5 orang (12,5%) kualitas hidup sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh p-value sebesar 0,004, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan dalam mengonsumsi obat dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis di Puskesmas Rejosari, dengan koefisien korelasi sebesar 0,447.
HUBUNGAN FREKUENSI MELIHAT PERINGATAN MEROKOK DENGAN FREKUENSI MEROKOK PADA BURUH DI FSPTI-KSPSI TANGKERANG KOTA PEKANBARU Octariany Octariany; Lasiah Susanti; Ayie Rizkyna Eddya
Collaborative Medical Journal Vol 3 No 1 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.979 KB) | DOI: 10.36341/cmj.v3i1.1169

Abstract

Jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia (usia 30-34 tahun) dan Provinsi Riau menjadi salah satu penyumbang konsumsi rokok tertinggi di Indonesia. Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 tahun 2012 pasal 17 mengenai peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan teks harus dicantumkan pada kemasan rokok. Berdasarkan survei awal di mana hampir seluruh buruh FSPTI-KSPSI merokok dan melihat peringatan merokok pada labelnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi melihat peringatan merokok dengan frekuensi merokok pada buruh di FSPTI-KSPSI Tangkerang Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel 40 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank yang menghasilkan koefisien korelasi (r). Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan frekuensi melihat peringatan merokok dengan frekuensi merokok pada buruh FSPTI-KSPSI Tangkerang Kota Pekanbaru (p-value = 0,000; r = -0,724). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara frekuensi melihat peringatan merokok dengan frekuensi merokok pada buruh FSPTI-KSPSI Tangkerang Kota Pekanbaru, di mana arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat.
EFEKTIVITAS GEL MADU AKASIA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH Bimby Irenesia; Teguh Satria; Octariany Octariany
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3407

Abstract

Wound is the damage or the loss of body tissue that occurs due to factors that disturb the system of body's protection. These factors include trauma, temperature changes, chemicals, explosions, electric shocks, or animal bites. Honey, the natural food produced by honey bees is known as the oldest traditional medicine that has been used for various types of diseases and wound healing. Several detailed examinations have documented the healthful healing effects of honey on various types of wounds. Wounds treated with acacia honey recovery faster than the other treatments. The hypertonic characteristics and acidic pH of honey are considered to be the main factors which responsible for accelerating the wound healing. Studies indicate that among the four Pakistani honeys, acacia honey was found to be better than Zizipus, Brasicca, and Citrus honey in terms of antimicrobial activity, total sugar, and protein content. In addition, the gel form of honey is able to boost the recovery process due to its moist and cool nature. Research objective to analyzing the effectiveness of acacia honey gel on wound healing in white rats. This research method is eksperimental with randomized posttest only control group design. The results of the study found that giving acacia forest honey gel with a concentration of 80% can significantly improve the wound healing process in the third week.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Rejosari Octariany Octariany; Sausan Sabira
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2518

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini mengakibatkan berbagai perubahan pada penderitanya, baik dari segi fisik, fungsional, psikologis, maupun sosial. Tujuan pengobatan tuberkulosis adalah untuk menyembuhkan pasien, mencegah kekambuhan, dan menghindari resistensi terhadap obat anti tuberkulosis (OAT). Kepatuhan dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis sangat berkaitan dengan kualitas hidup pasien yang menderita tuberkulosis. Pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi OAT secara teratur dapat mengurangi gejala yang timbul dari penyakit serta meningkatkan kepatuhan pasien sehingga berguna untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Pada tahun 2022, kasus TB di Puskesmas Rejosari sekitar 93 orang, di mana angka kesembuhan dan angka pengobatan lengkapnya cukup rendah yaitu 55,9% dan 40,2%. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rejosari. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental sampling. Dari 40 responden didapatkan 34 orang dengan kategori kepatuhan minum obat tinggi yaitu 30 orang (75%) memiliki kualitas hidup baik dan 4 orang (10%) dengan kualitas hidup sedang, sementara kategori kepatuhan minum obat sedang sebanyak 6 orang yakni 1 orang (2,5%) kualitas hidup baik dan 5 orang (12,5%) kualitas hidup sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh p-value sebesar 0,004, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan dalam mengonsumsi obat dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis di Puskesmas Rejosari, dengan koefisien korelasi sebesar 0,447.