Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MODIFIER ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI ASAM SULFAT TERHADAP ANALISIS LOGAM ZN(II) DENGAN METODE VOLTAMETRI PELUCUTAN ANODIK Ni Ketut Esati
Acta Holistica Pharmaciana Vol 2 No 1 (2020): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh zeolit alam teraktivasi asam sulfat 0,2 N sebagai modifier dalam elektroda pasta karbon (CPE) terhadap arus puncak pengukuran logam Zn(II) menggunakan metode voltametri pelucutan anodik. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan pengukuran menggunakan CPE tanpa termodifikasi. Diperoleh respon berupa arus puncak pengukuran yang lebih tinggi pada CPE termodifikasi zeolit alam teraktivasi asam sulfat. Arus puncak yang dihasilkan pada CPE dengan variasi komposisi modifier berturut-turut 0, 5, 10, dan 15% dari berat grafit adalah sebesar 97,0887; 13,4385; 174,4760; dan 130,1420 µA, sehingga diperoleh kandungan modifier optimum adalah 5%. Selanjutnya dilakukan uji kondisi optimum yang meliputi waktu deposisi dan laju pindai terhadap analisis logam Zn(II). Hasil yang didapatkan adalah semakin bertambah waktu deposisi arus puncak yang dihasilkan semakin tinggi, sampai mencapai waktu deposisi optimum, dan waktu deposisi optimum untuk CPE dengan modifier 5% adalah 450 s, lebih cepat dibandingkan dengan CPE tanpa modifier, yaitu 540 s. Baik pengukuran menggunakan elektroda CPE tanpa termodifikasi maupun CPE dengan modifier 5% menghasilkan arus puncak yang semakin meningkat dengan bertambahnya laju pindai, sampai pada laju pindai optimum pada 10 mV/s.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN AFRIKA ASAL BALI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Ni Ketut Esati; Elisabeth Oriana Jawa La; Anak Agung Putra Riana Prasetya
Acta Holistica Pharmaciana Vol 3 No 2 (2021): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v3i2.56

Abstract

Tanaman daun afrika atau Vernonia amygdalina Del. merupakan salah satu jenis tanaman dari suku Asteraceae yang telah digunakan sebagai obat tradisional dan diketahui pada penelitian pendahuluan daun afrika mengandung metabolit sekunder yang mampu membunuh bakteri. Salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan gangguan kesehatan kulit yaitu Propionibacterium acne. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas ekstrak etanol dan ekstrak air daun afrika sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Rancangan penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak kental etanol 96% dan ekstrak kental air daun afrika, tanaman ini dipetik langsung dari Tabanan, Bali. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri untuk kedua ekstrak tersebut. Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa baik ekstrak etanol dan ekstrak air daun afrika memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Hasil yang diperoleh adalah semakin tinggi konsentraksi ekstrak daun afrika semakin besar daya hambatnya terhadap bakteri tersebut, dan ekstrak etanol memberikan daya hambat yang paling tinggi dengan konsentrasi ekstrak 20% memberikan diameter zona bening sebesar 14,8 ± 1,5 mm. Sedangkan ekstrak air 20% memberikan daya hambat yang lemah dengan diameter zona bening sebesar 3,8 ± 1 mm.
PENETAPAN KADAR GLUKOSA UBI JALAR UNGU DENGAN METODE SEMIKUANTITATIF DAN KUANTITATIF Ni Ketut Esati; Elisabeth Oriana Jawa La; Ni Ketut Sinarsih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.311

Abstract

Ubi jalar ungu adalah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks yang tepat digunakan sebagai makanan alternatif penderita Diabetes Mellitus, maka sangat penting untuk mengetahui kadar glukosa yang terkandung di dalamnya. Penentuan kadar glukosa dalam makanan dapat ditentukan dengan beberapa metode analisis yang mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda pada proses pengerjaannya. Dalam penetapan kadar glukosa sangat diperlukan metode yang sederhana dan praktis sehingga perlu mengetahui kesesuaian hasil dari beberapa metode penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar glukosa pada uji jalar ungu rebus dengan metode uji semikuantitatif menggunakan perbandingan warna yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi glukosa dengan sampel serta dilakukan pengujian kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian pada analisis kuantitatif, kadar glukosa pada ubi jalar ungu yang diolah dengan cara direbus memperoleh rata-rata konsentrasi glukosa yaitu 2.896,6 ppm, dan uji semikuantitatif menggunakan pereaksi warna Benedict memperoleh hasil pada rentang 20.000-30.000 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dinyatakan terdapat perbedaan dari hasil metode uji semikuantitatif dan kuantitatif terhadap kadar glukosa ubi jalar ungu rebus.
Analisis Mutu Minyak Zaitun Yang Diperoleh Dari Buah Zaitun (Olea eurofaea) Dan Aplikasinya Sebagai Antikolesterol Duwi Cahyadi, Kadek; Dewi Lestari, Gusti Ayu; Esati, Ni Ketut
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.16767

Abstract

Olive oil is oil obtained from olives (Olea europaea L.). Olive oil contains high in oleic acid so it can be used as an anticholesterol. This study aims to determine the quality of olive oil according to SNI 01-4474-1998 and its anticholesterol activity by UV-Vis spectrophotometry. In this research, olive oil quality test was conducted, namely water content test using the thermogravimetric method, fatty acid content test using an alkalimetric titration method based on an acid-base reaction, saponification test using the acidimetric method, and iodine number test using the iodometric titration method. The method of testing the anticholesterol activity of olive oil was carried out in vitro using Lieberman-Burchard reagent. The results of the quality test on olive oil obtained water content of 0.03%, free fatty acids 1.73%, saponification number 190.90 mgKOH/g, iodine number 91.25g iodine/100g, where these results have met the SNI 01-4474-1998 standard. The results of the anticholesterol test showed a decrease in free cholesterol levels by 39.76%. Olive oil shows anticholesterol activity due to the presence of oleic acid or MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acids)
MANFAAT SUPLEMEN DALAM MENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 Yani, Ketut Tia Pran Anggar; Kurnianta, Putu Dian Marani; Cahyadi, Kadek Duwi; Esati, Ni Ketut; Sawiji, Repining Tiyas; Darmawan, Gede Agus; Pramana, I Gede Komang Aditya; Sujayanti, Luh Gede Tina; Putra, Kadek Ria Dwitya; Purnamasari, I Gusti Ayu Putu Prima
Acta Holistica Pharmaciana Vol 3 No 1 (2021): Acta Holistica Pharmaciana
Publisher : School of Pharmacy Mahaganesha (Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62857/ahp.v3i1.33

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang bermula di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 telah menyebar pesat sebagai pandemi global hingga ke Indonesia. Tingginya angka kejadian dan dampak mortalitas yang ditimbulkan mendorong dilakukannya berbagai upaya penanganan maupun pencegahan sesuai karakteristik perjalanan penyakit COVID-19. Salah satu upaya pencegahan infeksi maupun perburukan kondisi penderita COVID-19 adalah melalui penggunaan suplemen untuk peningkatan daya tahan tubuh. Diantara berbagai produk suplemen komersil di pasaran, beberapa komponen mikronutrien seperti vitamin B, C, D dan E, seng, dan selenium serta probiotik adalah komponen penting yang memberikan keuntungan dalam mencegah maupun menghadapi infeksi COVID-19. Bukti-bukti ilmiah melalui penelitian telah menunjukkan bahwa masing-masing kandungan suplemen tersebut berperan dalam peningkatan respon imun dan penyeimbang regulasi proses inflamasi dalam tubuh. Dengan demikian, aplikasi penggunaan suplemen adalah upaya rasional untuk menghadapi COVID-19 menuju era new normal, selama suplementasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) dengan Metode DPPH dan FRAP serta Pengaplikasiannya sebagai Zat Aktif dalam Losion: Antioxidant Activity Test of Rosemary Leaves (Rosemarinus officinalis L.) Ethanolic Extract with DPPH and FRAP Method and Its Application as an Active Substance in Lotion Ni Ketut Esati; Elisabeth Oriana Jawa La; Gusti Ayu Dewi Lestari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1129

Abstract

Salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu tanaman rosemary (Rosemarinus officinalis L.).  Tanaman ini mempunyai aroma dan rasa yang khas dan banyak mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antijamur, antivirus, antibakteri, antitumor, antitrombotik, dan antidepresan. Pemanfaatan tanaman rosemary terutama ekstrak daunnya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap ekstrak tersebut, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian kandungan metabolit sekunder, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP, serta mengaplikasikannya sebagai zat aktif dalam produk lotion. Dari hasil penelitian ini didapatkan rendemen ekstrak etanol daun rosemary sebanyak 16,87%. Hasil pengujian ekstrak tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, tannin, dan triterpenoid, namun memberikan hasil yang negatif terhadap saponin. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP ekstrak menghasilkan nilai IC50 berturut-turut 10,68 ppm dan 51,84 ppm. Dengan demikian ekstrak etanol daun rosemary memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan pengujian metode DPPH dan aktivitas yang kuat dengan metode FRAP. Produk antioksidan sediaan topikal berupa lotion dengan zat aktif dari ekstrak etanol daun rosemary menghasilkan uji organoleptis yang baik.
Antibacterial activity extract fraction of black garlic against bacteria propionibacterium acnes with disc diffusion method Pandi, Rensiana Kartini; Jawa La, Elisabeth Oriana; Esati, Ni Ketut
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.732

Abstract

Black garlic is the result of processing garlic through a heating process at a temperature of 70oC with a relative humidity of 70-80% for 21 days without additional treatment so that the water content decreases. Black garlic has antibacterial activity due to the presence of bioactive compounds from the phenolic and flavonoid groups. This study aims to determine the secondary metabolite content and antibacterial activity of the black garlic extract fraction against Propionibacterium acnes bacteria. Extraction of Black garlic by maceration method used 96% ethanol as solvent and to obtain extract fraction of Black garlic by multilevel fractionation method using n-hexane, ethyl acetate, and ethanol as solvents. To determine the content of secondary metabolites, phytochemical screening was carried out in each fraction. Antibacterial activity test of Propionibacerium acnes used disc diffusion method with various concentrations of n-hexane, ethyl acetate, ethanol fractions 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, positive control (clindamycin 1%), negative control and media control. Data analysis was carried out with qualitative, quantitative, and statistical analysis. The results obtained were the extract fraction of black garlic contains secondary metabolites of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The results of the antibacterial activity test showed that the garlic extract fraction had antibacterial activity seen from the presence of an inhibition zone. The largest inhibition zone in the n-hexane fraction of 10% concentration of 8.50 ± 0.10 mm was included in the medium category. The positive control was 12.02 ± 1.41 mm and the negative control gave no inhibition zone.
PENGUJIAN KUALITAS MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) YANG DIHASILKAN DARI PROSES RENDERING DAN PENGEPRESAN MEKANIK DARI PRODUSEN ‘MINYAK KEMIRI JERNIH’ Ni Made Widayanti; Gusti Ayu Dewi Lestari; Kadek Duwi Cahyadi; Ni Ketut Esati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.11873

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian kemiri yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian biji yang digunakan untuk memproduksi minyak kemiri. Minyak kemiri diketahui memiliki berbagai manfaat, seperti menyuburkan rambut dan mengobati masalah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan kandungan asam lemak pada minyak kemiri yang dihasilkan melalui dua metode ekstraksi, yaitu dengan proses rendering dan proses pengepresan mekanik. Analisis mutu minyak kemiri dilakukan berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-4462-1998) yang meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kadar air, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan uji asam lemak bebas. Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap komposisi asam lemak menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry) untuk mengidentifikasi dan mengukur proporsi asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak kemiri.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kemiri yang diekstraksi melalui kedua metode tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Minyak kemiri yang diekstraksi dengan metode pengepresan mekanik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode rendering, ditunjukkan oleh nilai bilangan asam dan kadar air yang lebih rendah. Kedua metode tersebut menghasilkan minyak kemiri dengan kandungan utama asam lemak tak jenuh yaitu asam linoleat 29,76% untuk minyak kemiri dari proses rendering dan 50,92% untuk minyak kemiri dari proses pengepresan mekanik
PENGGUNAAN BIOREDUKTOR EKSTRAK AIR DAUN SIRSAK (Annona mucirata L.) UNTUK FITOSINTESIS NANOPARTIKEL PERAK (NPAg) DENGAN BERBAGAI VARIASI RASIO CAMPURAN Gusti Ayu Dewi Lestari; Ni Wayan Nieskajanti Kedeh Van Kempen; Kadek Duwi Cahyadi; Ni Ketut Esati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i3.10258

Abstract

Nanopartikel adalah ilmu yang mempelajari mengenai ukuran partikel antara 1-100 nm. Beberapa jenis logam yang dapat disintesis menjadi nanopartikel menggunakan metode fitosintesis yaitu emas, perak, paladium, platinum, besi, zink, dan logam dioksida. Salah satu logam yang paling sering disintesis menjadi nanopartikel adalah nanopartikel perak. Karakterisasi pembentukan nanopartikel perak dapat diidentifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, TEM, SEM-EDX dan PSA. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengoptimalkan rasio campuran antara bioreduktor ekstrak air daun sirsak dengan larutan AgNO3 sehingga menghasilkan ukuran nanopartikel perak terkecil dan stabil. Tahap penelitian ini meliputi skrining fitokimia ekstrak air daun sirsak, sintesis nanopartikel perak dengan rasio campuran antara ekstrak air daun sirsak dengan larutan AgNO3 1 mM adalah 1:9; 3:7 dan 5:5, dan karakterisasi nanopartikel perak. Hasil spektrofotometer UV-Vis menunjukkan pembentukan NPAg pada rasio campuran 1:9 dengan panjang gelombang maksimum 405 nm. Hasil SEM-EDX menunjukkan serbuk NPAg yang cenderung menggumpal dan atom Ag terdeteksi pada 2,983 keV. Hasil TEM menunjukkan NPAg berbentuk bulat tidak beraturan dan hasil PSA menunjukkan ukuran NPAg diperoleh 39,31 nm.
PENGUJIAN KUALITAS MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana) YANG DIHASILKAN DARI PROSES RENDERING DAN PENGEPRESAN MEKANIK DARI PRODUSEN ‘MINYAK KEMIRI JERNIH’ Ni Made Widayanti; Gusti Ayu Dewi Lestari; Kadek Duwi Cahyadi; Ni Ketut Esati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12521

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) adalah tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian kemiri yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian biji yang digunakan untuk memproduksi minyak kemiri. Minyak kemiri diketahui memiliki berbagai manfaat, seperti menyuburkan rambut dan mengobati masalah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan kandungan asam lemak pada minyak kemiri yang dihasilkan melalui dua metode ekstraksi, yaitu dengan proses rendering dan proses pengepresan mekanik. Analisis mutu minyak kemiri dilakukan berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-4462-1998) yang meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kadar air, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan uji asam lemak bebas. Selain itu, dilakukan pula analisis terhadap komposisi asam lemak menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry) untuk mengidentifikasi dan mengukur proporsi asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak kemiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kemiri yang diekstraksi melalui kedua metode tersebut memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Minyak kemiri yang diekstraksi dengan metode pengepresan mekanik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan metode rendering, ditunjukkan oleh nilai bilangan asam dan kadar air yang lebih rendah. Kedua metode tersebut menghasilkan minyak kemiri dengan kandungan utama asam lemak tak jenuh namun memiliki kadar yang berbeda yaitu asam linoleat 29,76% untuk minyak kemiri dari proses rendering dan 50,92% untuk minyak kemiri dari proses pengepresan mekanik”