Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Gambaran Tekanan Darah Fase Hiperakut pada Pasien Stroke Perdarahan Intraserebral di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Periode Januari 2018-Desember 2020 Laisa Khosi; Eka Hendryanny; Fahmi Arief Hakim
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.974

Abstract

Abstract. Stroke is a brain dysfunction characterized by focal or global neurological deficits, sudden onset and lasting more than 24 hours or causing death, without other causes other than impaired blood flow to the brain. ICH stroke is the most common stroke subtype that can lead to a critical condition resulting in severe disability or death. Hypertension is a significant risk factor for ICH stroke and occurs mainly in the hyperacute phase: at least 80% of ICH stroke patients experience increased blood pressure. The purpose of this study was to determine the description of the hyperacute phase of blood pressure in patients with intracerebral bleeding stroke at Muhammadiyah Hospital Bandung for the period January 2018 - December 2020. Observational descriptive with cross-sectional design is the method used in this study, using medical record data of ICH stroke patients according to the criteria. Inclusion and exclusion. Results from 72 patients found that most of the patients were categorized as hypertensive emergencies as many as 35 (48.6%) for systolic blood pressure and 22 (30.5%) for diastolic blood pressure is normal. High blood pressure causes injury to the endothelium of intracerebral arteries so that the weak blood vessels then rupture spontaneously. Abstrak. Stroke merupakan disfungsi otak yang ditandai dengan adanya defisit neurologis fokal atau global, awitan mendadak dan berlangsung lebih dari 24 jam atau menyebabkan kematian, tanpa penyebab lain selain gangguan aliran darah pada otak. Subtipe stroke paling umum dan dapat menyebabkan kondisi kritis yang mengakibatkan kecacatan parah atau kematian adalah stroke PIS. Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke PIS dan terutama terjadi pada fase hiperakut. Pada fase hiperakut, setidaknya 80% pasien stroke PIS mengalami peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tekanan darah fase hiperakut pada pasien stroke perdarahan intraserebral di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung periode Januari 2018 – Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional desain potong lintang pada data rekam medis pasien stroke PIS sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari 72 pasien, sebagian besar pasien termasuk kategori hipertensi emergensi sebanyak 35 (48,6%) untuk tekanan darah sistolik dan sebanyak 22 (30,56%) kategori normal untuk tekanan darah diastolik. Tekanan darah tinggi menyebabkan injuri pada endotelium arteri intraserebral, sehingga pembuluh darah yang lemah tersebut kemudian pecah secara spontan.
Scoping Review: Pengaruh Diabetes Mellitus terhadap Tingkat Keparahan Gangguan Pernapasan pada Pasien COVID-19 Annisa Maulidianti; Nuzirwan Acang; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1135

Abstract

Abstract. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease that attacks the respiratory tract, with a causative cause, namely the SARS-Cov-2 virus. Respiratory disorders that occur vary from mild, moderate, severe to critical. Some of the patients requiring intensive care at the hospital were COVID-19 patients who were found to have a comorbid condition of diabetes mellitus. Based on this phenomenon, the problem in this study is, Does diabetes mellitus have an influence on the severity of respiratory disorders in COVID-19 patients? The study was conducted using a scoping review method with a sample of international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). The results in this study were taken from 3 databases, namely Springer Link, Science Direct, and Pubmed with initial search results there were 525 articles and eight articles that met the eligibility (eligible). Selected based on PICOS. The results of the scoping review show that COVID-19 patients with diabetes mellitus have a tendency to develop a severe respiratory disorder characterized by bilateral infiltrated lung lesions, severe pneumonia, the incidence of ARDS, and the high use of invasive ventilation in supportive therapy for COVID-19 patients with diabetes mellitus. This is related to the dysregulation of the innate and adaptive immune systems, increased pro-inflammatory cytokines, and high levels of ACE-2 in diabetes mellitus patients. Thus, it can be concluded from this study that there is an influence between diabetes mellitus and the severity of respiratory disorders in COVID-19 patients. Abstrak. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh virus SARS-Cov-2. Gangguan pernapasan yang terjadi bervariasi, antara lain gangguan pernapasan ringan, sedang, berat hingga kritis. Sebagian besar pasien yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit merupakan pasien COVID-19 yang memiliki komorbid diabetes mellitus. Berdasarkan fenomena tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini adalah, Apakah diabetes mellitus memiliki pengaruh terhadap tingkat keparahan gangguan pernapasan pada pasien COVID-19? Penelitian dilakukan dengan metode scoping review, sampel yang digunakan adalah artikel ilmiah internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (elegible). Hasil penelitian ini diambil dari 3 database yaitu Springer Link, Science Direct dan Pubmed dengan pencarian awal terdapat 525 artikel dan kemudian diseleksi berdasarkan PICOS. Artikel yang memenuhi kelayakan (elegible) berjumlah delapan artikel. Hasil scoping review menunjukkan pasien COVID-19 dengan diabetes mellitus memiliki kecenderungan mengalami gangguan pernapasan berat yang dikarakteristikkan dengan adanya lesi paru infiltrat bilateral, pneumonia berat, komplikasi ARDS dan tingginya penggunaan ventilasi invasif pada terapi supportif. Hal tersebut terkait dengan adanya disregulasi sistem imun innate dan adaptif, peningkatan sitokin pro-inflamasi dan jumlah ACE-2 yang tinggi pada pasien dengan diabetes mellitus. Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh diabetes mellitus terhadap tingkat keparahan gangguan pernapasan pada pasien COVID-19.
Scoping Review: Pengaruh Obesitas terhadap Hipertensi Pada Wanita Post Menopause Kireina Nurul Izzah; Eka Hendryanny; Harvi Puspa Wardani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1141

Abstract

Abstract. Menopause causes a decrease in the production of the female estrogen hormone. The decrease in the hormone estrogen causes changes in body fat composition, thus causing women to be more prone to obesity. Obesity can cause hypertension through increased cardiac output, vascular resistance, and the activation of sympathetic nerves. The purpose of this study was to analyze the effect of obesity on the incidence of hypertension in postmenopausal women. This research is a scoping review by searching articles from the Pubmed, Sage Journals, and Science Direct databases. Articles that included in the inclusion criteria were 682 articles and those included in the exclusion criteria were 678 articles. The results of the feasibility test based on PICOS and a critical study using Joanna Briggs obtained as many as 4 articles. The results of the study and analysis of four articles stated that there was an effect of obesity on hypertension in postmenopausal women. Two articles state that central obesity has an effect on increasing blood pressure in postmenopausal women. Two articles state that high waist circumference and waist-to-hip ratio increase the risk of hypertension in postmenopausal women. One article stated that waist circumference and waist-to-hip ratio had no effect on hypertension in postmenopausal women. The conclusion of this study is that obesity has an effect on hypertension in post-menopausal women. Other influencing factors were age, glucose level, total cholesterol level, smoking status, family history of cardiovascular disease, poor educational status, high socioeconomic status, and salt consumption of 5 g/day. Abstrak. Menopause menyebabkan penurunan produksi hormon estrogen pada wanita. Penurunan hormon estrogen menyebabkan perubahan komposisi lemak tubuh, sehingga menyebabkan wanita lebih rentan mengalami obesitas. Obesitas dapat menyebabkan hipertensi melalui peningkatan curah jantung, resistensi pembuluh darah, dan aktivasi saraf simpatis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh obesitas terhadap kejadian hipertensi pada wanita post menopause. Penelitian ini merupakan scoping review dengan mencari artikel dari database Pubmed, Sage Journals, dan Science Direct. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 682 artikel dan yang termasuk kriteria eksklusi sebanyak 678 artikel. Hasil uji kelayakan berdasarkan PICOS dan telaah kritis menggunakan Joanna Briggs didapatkan sebanyak 4 artikel. Hasil telaah dan analisis dari 4 artikel menyatakan bahwa terdapat pengaruh obesitas terhadap hipertensi pada wanita post menopause. Dua artikel menyatakan obesitas sentral berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah pada wanita post menopause. Dua artikel menyatakan lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang–pinggul yang tinggi meningkatkan risiko hipertensi pada wanita post menopause. Satu artikel menyatakan lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang–pinggul tidak berpengaruh terhadap hipertensi pada wanita post menopause. Simpulan dari penelitian ini adalah obesitas mempunyai pengaruh terhadap hipertensi pada wanita post menopause. Faktor lain yang berpengaruh yaitu usia, kadar glukosa, total kadar kolesterol, status merokok, riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular, status pendidikan yang buruk, status sosial ekonomi yang tinggi, dan konsumsi garam ≥5 gram/hari.
Scoping Review: Hambatan Penerapan Telemedicine di Indonesia Kharisma Firda Amalia; Eka Hendryanny; Herry Garna
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1287

Abstract

Abstract. Telemedicine is a long-distance health service using telecommunications media. The use of telemedicine is currently increasing during the COVID-19 pandemic due to the social restrictions implemented to avoid wider exposure of the virus. This study uses a scoping review method. The search of the articles is conducted using the Google scholar database and other published articles. There are 60 articles found and among them are 4 articles that meet the criteria. The application of telemedicine in Indonesia has not been carried out optimally because it is still constrained by inadequate infrastructure and the quality of the internet network that has not been comprehensive throughout Indonesia. Abstrak. Telemedicine merupakan layanan kesehatan jarak jauh menggunakan media telekomunikasi, penggunaan telemedicine saat ini terus mengalami peningkatan, peningkatan terjadi pada masa pandemik COVID-19 karena pembatasan sosial agar tidak terjadi paparan yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel mengunakan database Google scholar dan artikel lainnya yang dipublikasikan. Terdapat 60 artikel dan 4 artikel yang sesuai dengan kriteria. Penerapan telemedicine di Indonesia belum dilakukan secara maksimal karena masih terkendala insfrastruktur yang belum memadai dan kualitas jaringan internet yang belum menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.
Kejadian Nyeri Kepala Tipe Tegang pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Pengguna Gawai Tablet Alma Arivia Zita Zafira; Alya Tursina; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5799

Abstract

Abstract. The prevalence of headaches globally reaches 47%, with the highest proportion of 38% being tension-type headaches. A high prevalence of headaches occurs in college students, especially in medical faculties, which are dominated by tension-type headaches. This study aims to determine tension-type headaches in students of the Faculty of Medicine, Universitas Islam bandung. The sample selection technique for this study used purposive sampling with 111 research subjects. This study used an observational method with a cross-sectional approach. Data collection was carried out using the Headache Screening Questionnaire (HSQ). The results of this study showed that 67 students (60.4%) experienced tension-type headaches, 27 students (24.3%) had probable tension-type headaches, and 17 students (15.3%) did not have tension-type headaches. The high percentage of tension-type headaches is related to Medical Faculty Students with a using devices to support the learning process can cause muscle tension. Excessive radiation received can trigger tension-type headaches. Keywords: Headache, tension-type headache, faculty of medicine Abstrak. Prevalensi nyeri kepala di dunia mencapai 47% dengan persentase tertinggi 38% adalah nyeri kepala tipe tegang. Prevalensi nyeri kepala yang tinggi terjadi pada mahasiswa terutama di fakultas kedokteran yang didominasi oleh nyeri kepala tipe tegang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian nyeri kepala tipe tegang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Teknik pemilihan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian sebanyak 111 orang. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan data dilakukan menggunakan Headache Screening Questionare (HSQ). Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa yang mengalami nyeri kepala tipe tegang sebanyak 67 orang (60,4%), probable nyeri kepala tipe tegang 27 orang (24,3%), serta tidak nyeri kepala tipe tegang sebanyak 17 orang (15,3%). Persentase terjadinya nyeri kepala tipe tegang yang tinggi berkaitan dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang memiliki beban belajar tinggi, stres, gangguan tidur, dan penggunaan gawai untuk menunjang proses pembelajaran dapat menyebabkan ketegangan otot, serta berlebihnya radiasi yang diterima dapat mencetuskan terjadinya nyeri kepala tipe tegang. Kata Kunci: Nyeri kepala, nyeri kepala tipe tegang, fakultas kedokteran
Kecemasan dapat Mempengaruhi Kualitas Tidur Teguh Rizal Aurora; Eka Hendryanny; Adjat R Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6290

Abstract

Abstract. Anxiety is a situation of individual feelings when facing a situation that is considered to be self-threatening. New students have the opportunity to experience anxiety. Medical students are more prone to experiencing psychological anxiety than students of other majors. Medical students are considered to have high stressors, experiencing more pressure and tension. If this happens to students it will disrupt academic activities and cause a decrease in academic achievement. This study aims to determine the level of anxiety and sleep quality of students at the Faculty of Medicine level I, Bandung Islamic University for the 2021/2022 Academic Year and to analyze the relationship between these two factors. This research method used an analytic cross-sectional study with a simple random sampling technique. The samples obtained were 71 students and then crossed the anxiety data and sleep quality of the research subjects. Based on the cross-tabulation results, it was found that more students had very severe anxiety levels of 62% and more had poor sleep quality of 98.6%. Based on the results of the Spearman test, a significance value of 0.001 (<0.05) was obtained with a correlation coefficient of 0.400 which indicates that there is a moderate/sufficient relationship between anxiety levels and sleep quality in Level I Students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung, Academic Year 2021/2022. Anxiety in a person can cause stress hormones to interact with the brain and body so that it affects the quality of sleep. Keywords: Anxiety Level, Sleep Quality Abstrak. Kecemasan merupakan situasi perasaan individu ketika menghadapi situasi yang dianggap mengancam diri sendiri. Mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk mengalami kecemasan. Mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami kecemasan psikologis dibandingkan mahasiswa jurusan lain. Mahasiswa kedokteran dianggap memiliki stressor yang tinggi, lebih banyak mengalami tekanan dan ketegangan. Jika hal ini terjadi pada siswa maka akan mengganggu kegiatan akademik dan menyebabkan penurunan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran tingkat I Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2021/2022 dan menganalisis hubungan antara kedua faktor tersebut. Metode penelitian ini menggunakan studi cross-sectional analitik dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 71 siswa kemudian disilangkan data kecemasan dan kualitas tidur subjek penelitian. Berdasarkan hasil tabulasi silang, ditemukan lebih banyak mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan sangat berat sebanyak 62% dan lebih banyak lagi yang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 98,6%. Berdasarkan hasil uji Spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,400 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan sedang/cukup antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada Mahasiswa Tingkat I Fakultas Ilmu Budaya. Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Tahun Akademik 2021/2022. Kecemasan pada seseorang dapat menyebabkan hormon stres berinteraksi dengan otak dan tubuh sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Kata kunci: Kualitas Tidur, Tingkat Kecemasan
Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Body Mass Index Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2021/2022 Selama Pembelajaran Daring Abdul Haris Maulana; R. Anita Indriyanti; Eka Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6512

Abstract

Abstract. The Covid-19 outbreak is an infectious disease of the SARS-CoV-2 virus that attacks the respiratory system and since 2019 WHO has declared this outbreak a pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and diet on Body Mass Index in first, second and third graders of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. The research method used is cross sectional. The research was conducted using Google Form IPAQ and FFQ. The results showed that 37.8% of students had light physical activity, on a diet of 40% of students had a poor diet with the type of food and frequency of food consumed showed that as many as 90 people (100.0%) were in good criteria, and as many as 30% of students are overweight. Statistical results show that physical activity has a body mass index (p-value 0.041) and diet has a body mass index (p-value 0.000). There is a relationship between physical activity and diet with body mass index in Bandung Islamic University Medical Faculty students during online learning. Physical activity and eating patterns will result in a balance between incoming calories and calories used, thereby affecting BMI. Abstrak. Wabah Covid-19 sebagai penyakit infeksi virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem pernapasan dan sejak 2019 WHO menjadikan wabah tersebut sebagai pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap Body Mass Index pada mahasiswa tingkat I, II, dan III Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan menggunakan Google Form IPAQ dan FFQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 37.8% mahasiswa memiliki aktivitas fisik ringan, pada pola makan sebesar 40% mahasiswa memiliki pola makan yang kurang dengan jenis makan dan frekuensi makan yang dikonsumsi menunjukkan sebanyak 90 orang (100,0%) berada pada campuran baik, dan sebanyak 30% mahasiswa mengalami kelebihan berat badan. Hasil statistik menunjukkan bahwa antara aktifitas fisik terhadap indeks massa tubuh (p-value 0,041) dan antara pola makan dengan indeks massa tubuh (p-value 0,000). Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan pola makan dengan indeks massa tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung selama pembelajaran berani. Aktivitas fisik dan pola makan akan menyebabkan keseimbangan kalori yang masuk dengan kalori yang digunakan sehingga mempengaruhi BMI.
Uji Daya Hambat Ekstrak Air Biji Kopi Arabika pada Kultur Bakteri MRSA Daisy Grace Agustina; Hendro Sudjono Yuwono; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10577

Abstract

Abstract. The emergence of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) strains has led to the need for alternative treatments to natural products such as coffee. Arabica coffee contains chlorogenic acid and caffeic acid which play an antibacterial role against MRSA. Arabica coffee water extract also has antibacterial properties against S.aureus. This experimental research tested the inhibitory power of Arabica coffee bean water extract against MRSA bacteria. The method used was Kirby-Bauer disk diffusion with Arabica coffee bean water extract treatment groups of 100% and 50% concentration, vancomycin positive control and distilled water negative control. The research was carried out in the Microbiology Lab of FK Unpad from March to October 2023. The results of the antibacterial test showed that there was an inhibition zone in the Arabica coffee bean water extract with a concentration of 100% and 50% in the MRSA bacterial culture. The results of the inhibition zone diameter test for each concentration will be analyzed and explained descriptively. This can be concluded that there is an inhibitory effect of Arabica coffee bean water extract at concentrations of 100% and 50% on MRSA bacterial cultures. Abstrak. Munculnya strain resisten Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menyebabkan dibutuhkannya pengobatan alternatif produk alam seperti kopi. Kopi Arabika mengandung asam klorogenat dan asam kafeat yang berperan antibakteri terhadap MRSA. Ekstrak air kopi Arabika juga memiliki antibakteri terhadap S.aureus. Penelitian eksperimental ini menguji daya hambat ekstrak air biji kopi Arabika terhadap bakteri MRSA Metode yang digunakan adalah disk diffusion Kirby-Bauer dengan kelompok perlakuan ekstrak air biji kopi Arabika konsentrasi 100% dan 50%, kontrol positif vankomisin dan kontrol negatif aquades. Penelitian dilakukan di Lab Mikrobiologi FK Unpad bulan Maret hingga Oktober 2023. Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya zona inhibisi pada ekstrak air biji kopi Arabika konsentrasi 100% dan 50% pada kultur bakteri MRSA. Hasil uji daya hambat diameter zona hambat dari masing-masing konsentrasi akan dianalisis dan dijelaskan secara deskriptif. Hal ini dapat disimpulkan terdapat daya hambat ekstrak air biji kopi Arabika pada konsentrasi 100% dan 50% pada kultur bakteri MRSA.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Lansia di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Silvia Putri Damayanti; Ieva Baniasih Akbar; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10758

Abstract

Abstract. Elderly people are people aged 65 years and over, which is the age at which a person can be considered an adult. As age increases, physical condition will definitely decline, and one of the factors that can influence this is physical fitness. Physical fitness is the body's ability to adapt to activities. physically and remain comfortable without experiencing excessive fatigue. The habit of smoking can affect the physical condition and physical fitness of the elderly. This study aims to determine the relationship between smoking habits and physical fitness levels in the elderly in Sliyeg District, Indramayu Regency. This research is a quantitative analysis with a cross sectional research design. In the research, it was found that 84% of elderly people with a fitness level had a moderate smoking habit of 67%. The Chi-Square test result was 0.301. This shows that there is no significant relationship between smoking habits and the level of physical fitness in the elderly in Sliyeg District, Indramayu Regency. Physical fitness can be influenced by various factors such as age, gender, genetics, food consumption, and smoking. Abstrak. Lanjut usia yaitu orang yang sudah berusia 65 tahun keatas, yaitu usia dimana seseorang dapat dianggap dewasa.Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik pasti akan menurun, dan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi yaitu kebugugaran jasmani.Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas fisik dan tetap nyaman tanpa mengalami kelelahan yang berlebiha.Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kondisi fisik dan kebugaran jasmani pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan tingkat kebugaran jasmani pada lansia di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pada penelitian didapatkan lansia dengan tingkat kebugaran kurang sebanyak 84% kebiasaan merokok sedang sebanyak 67%. Hasil uji Chi-Square didapatkan 0.301. Hal ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan tingkat kebugaran jasmani pada lansia di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Kebugaran jasmani dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, genetika, konsumsi makanan, dan merokok.
Karakteristik Beban Kerja pada Pegawai Tatalaksana di Universitas Islam Bandung Tahun 2023 Azzadina Putri Maurasita; Ike Rahmawaty Alie; Eka Hendryanny
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12169

Abstract

Abstract. Any work done by a worker has the potential to become a burden, both physically and mentally. Varying worker competencies can affect the capacity to handle the workload. If a person works beyond his load, it will accelerate the condition of fatigue and can even cause health problems. The purpose of this study is to determine the workload characteristics of management employees at Bandung Islamic University in 2023. This research sample selection technique uses simple random sampling, with a total of 80 research subjects who have met the inclusion and exclusion criteria. This study used analytical observational methods with a cross-sectionalresearch design. The physical workload category was measured using the cardiovascularload method, the mental load category was measured using the NASA-TLX questionnaire. The results of management employees at Bandung Islamic University in 2023 experienced a light category physical workload of 93% and a moderate category mental workload of 88. This result can occur because the workload will be influenced by various factors such as external factors namely tasks, organization, and work environment as well as internal factors consisting of gender, age, body size, health conditions, nutritional status, and fitness level. Abstrak.Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja berpotensi untuk menjadi beban, baik secara fisik maupun mental. Kompetensi pekerja yang bervariasi dapat memengaruhi kapasitas untuk menangani beban pekerjaan. Bila seorang bekerja melebihi bebannya maka akan mempercepat kondisi kelelahan bahkan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik beban kerja pada pegawai tatalaksana di Universitas Islam Bandung tahun 2023. Teknik pemilihan sampel penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan jumlah 80 orang subjek penelitian yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Kategori beban kerja fisik diukur dengan metode cardiovascular load, kategori beban mental diukur menggunakan kuesioner NASA-TLX. Hasil pada pegawai tatalaksana di Universitas Islam Bandung tahun 2023 mengalami beban kerja fisik kategori ringan sebanyak 93% dan beban kerja mental kategori sedang sebanyak 88. Hasil ini bisa terjadi karena beban kerja akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor eksternal yakni tugas, organisasi, dan lingkungan kerja serta faktor internal yang terdiri dari jenis kelamin, usia, ukuran tubuh, kondisi kesehatan, status gizi, dan tingkat kebugaran.