Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN PROFIT MARGIN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN DI WILAYAH KERJA PASAR HEWAN GOMBONG DAN ARGOPENI KEBUMEN Adhi, Natanael Tyasta Prasetya; Hidayat, Nunung Noor; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen di pasar hewan Gombong dan Argopeni Kebumen, menganalisis profit margin lembaga pemasaran yang terlibat dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi profit margin. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengamatan dan wawancara secara langsung terhadap 60 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling dan penentuan wilayah dengan purpossive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, tingkat pendidikan, pengalaman jual beli ternak, tingkat pedagang, dan profit margin. Saluran pemasaran dianalisis secara deskriptif, profit margin dihitung mengggunakan Net Profit Margin (NPM), dan faktor-faktor yang memengaruhi profit margin dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola saluran pemasaran: peternak, pedagang, konsumen/jagal; peternak, pedagang I, pedagang II, konsumen/jagal; dan peternak, pedagang I, pedagang II, pedagang III, konsumen atau jagal. Profit margin pedagang I,II,III masing-masing adalah 4,33%, 4,99%, dan 7,66%. Profit margin dipengaruhi oleh harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, pengalaman jual beli ternak, dan tingkat pedagang.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK PADA POLA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES Abidah, Ufairoh; Setianto, Novie Andri; Widiyanti, Rahayu; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada pola pemeliharaan yang berbeda serta pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada kecamatan yang terpilih di Kabupaten Brebes. Metode pengambilan sampel yaitu metode survey. Sampel wilayah ditentukan dengan purposive sampling di Kabupaten Brebes dengan pertimbangan sebagai basis pengembangan ternak itik khususnya di Kecamatan Brebes, Bulakamba, dan Losari. Penentuan responden dengan metode cluster random sampling melalui peternak kelompok. Variabel independent yang diteliti yaitu jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, tingkat pendidikan, lama beternak, dan pola pemeliharaan terhadap variabel dependent yaitu pendapatan dan efisiensi usaha. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis efisiensi usaha, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rataan pendapatan peternak usaha ternak itik pola pemeliharaan intensif sebesar Rp77.684.727,- dan semi intensif sebesar Rp51.947.750,- dalam periode satu tahun. Nilai R/C ratio intensif dan semi intensif yaitu 1,40 dan 1,36. Variabel independent berpengaruh nyata terhadap variabel dependent secara simultan. Jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, dan pola pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan, sementara tingkat pendidikan berpengaruh nyata. Efisiensi usaha dipengaruhi secara nyata oleh curahan jam kerja. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola pemeliharaan intensif menghasilkan pendapatan lebih banyak dan lebih efisien dibandingkan dengan semi intensif.
TREND PEMOTONGAN DAN PRODUKSI DAGING TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN BANYUMAS Utari, Zea; Widiyanti, Rahayu; Hidayat, Nunung Noor
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2022.4.1.p122-138

Abstract

Background. Trend of Slaughter and Production of Beef Cattle in Banyumas Regency. The purpose of this research is to know the development of beef cattle population in Banyumas Regency, to know the trend of slaughtering beef cattle in Banyumas Regency from 2011 to 2020, to know the trend of beef production (supply) in Banyumas Regency for the last 10 years from 2011 to 2020. Material and Methods. The sampling method was carried out by taking data in Banyumas Regency through the Central Bureau of Statistics of Banyumas Regency and the Central Statistics Agency of Central Java Province. The data observed were the dependent variable in the form of population trend data (Y1) and beef beef production trend data (Y2) in Banyumas Regency and the independent variable in the form of year (X) for the last 10 years from 2011 to 2020. The data collected were analyzed using descriptive analysis and simple statistics to provide an overview of the number and average population and beef cattle production and the data were also analyzed using simple linear regression to determine the trend of production and population trends. Result. The results of the analysis of beef cattle population trends show the equation Y1 = 17779 -735.41x and (R2) is 0.6843. The value of the coefficient of determination (R2) is 0.6843, meaning that the variance of the dependent variable can be explained by the independent variable of 68.43% percent. The results of the analysis of meat production trends show the equation Y1 = 4,976,301.07 - 285,084.61x and (R2) is 0.7907. The value of the coefficient of determination (R2) is 0.7907, meaning that the variance of the dependent variable can be explained by the independent variable of 79.07% percent. Conclusion. the analysis show that the average of beef cattle is 137,342 heads and the average production is 34,083,357 kg over the last 10 years.
ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN DAN RENTABILITAS USAHA PETERNAK AYAM NIAGA PEDAGING PADA KANDANG TIPE CLOSED HOUSE DAN OPEN HOUSE DI KABUPATEN BANYUMAS Rhamadan, Bagas Aditya; Mastuti, Sri; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2023.5.2.p148-158

Abstract

An Exploratory Study of Beef Cattle Farming Systems: A Comparative Analysis of Cut and Carry in Java vs. the Pastoral System in Sumba Island, Indonesia Setianto, Novie Andri; Sodiq, Akhmad; Sumarmono, Juni; Kii, Wilhelmus Yape; Widiyanti, Rahayu; Haryoko, Imbang
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.34072

Abstract

ABSTRACT. This study aims to explore the differences between beef cattle farming systems in Java and Sumba. The research was conducted using a survey method in three districts, two districts in Central Java and one district in Sumba Island, NTT. Data analysis used a descriptive qualitative approach, with the CATWOE Analysis framework to determine the perspectives of stakeholders involved in the beef cattle farming business system. Beef cattle farming in Java has been characterized by a cut and carry system, while in Sumba with a pasture grazing system. The research shows that the main purpose of cattle rearing in Java is to generate income for the family, so more and more are running enlargement and fattening businesses. Cattle rearing in Sumba is prioritized for savings for traditional purposes. Farmers in Sumba predominantly breed cattle without additional feed to save on maintenance costs. Farmers are still faced with the problem of unfairness in pricing. The study concluded that farmers show adaptive ability in allocating their resources to obtain profits. Differences in farming paradigms need to be considered in the preparation of livestock development programs.(Studi eksploratif pada sistem pemeliharaan sapi potong: analisis komparatif pada sistem cut and carry di jawa dengan sistem penggembalaan pastura di pulau Sumba, Indonesia)ABSTRAK. Peternakan sapi potong di Jawa selama ini dicirikan dengan cut and carry sistem, sedangkan di Sumba dengan sistem penggembalaan di pastura. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi lebih mendalam tentang perbedaan sistem usaha peternakan sapi potong di Jawa dengan di Sumba. Penelitian dilakukan dengan metode survey di tiga kabupaten, dua kabupaten di Jawa Tengah dan satu kabupaten di Pulau Sumba, NTT. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan kerangka CATWOE Analysis untuk mengetahui perspektif dari para stakeholders yang terlibat dalam sistem usaha peternakan sapi potong. Penelitian menunjukkan bahwa tujuan utama pemeliharaan sapi di Jawa adalah untuk menghasilkan pendapatan untuk keluarga, sehingga semakin banyak yang lebih menjalankan usaha pembesaran dan penggemukan. Pemeliharaan sapi di Sumba lebih diutamakan untuk tabungan untuk keperluan adat. Peternak di Sumba didominasi pembiakan sapi tanpa tambahan pakan untuk menghemat biaya pemeliharaan. Peternak masih dihadapkan pada permasalahan ketidakadilan dalam penentuan harga. Penelitian menyimpulkan bahwa peternak menunjukkan kemampuan adaptif dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk memperoleh keuntungan. Perbedaan paradigma beternak perlu untuk diperhatikan dalam penyusunan program pembangunan peternakan.