Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Pelatihan Emosional Coaching untuk Meningkatkan Keterampilan Pekerja Sosial Merespon Emosi Anak Usia Dini di UPT PPRSA Inang Matutu Makassar Auliyah Ariany Arifin; Annisa Putri Dimas; Aqidatul Izzah Luthfi; Dewi Munadiah Hasrullah; Fadhil Mubarak; Nur Akmal
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.647 KB) | DOI: 10.35580/inovasi.v1i2.25060

Abstract

Abstrak. Anak usia dini adalah anak usia nol sampai 6 tahun. Dimana anak ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam fase tumbuh kembang yang dilalui oleh anak terdapat beberapa masalah dan hambatan yang alami. Salah satu permasalahan tumbuh kembang anak usia dini yang sering ditemukan adalah permasalahan emosi. Sehingga dalam menghadapi emosi anak dibutuhkan keterampilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Pekerja Sosial yang berada di UPT PPRSA Inang Matutu. Workshop ini dilaksanakan dalam 4 tahap yatu, tahap skrining, observasi, persiapaan materi, dan pelaksanaan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni 1) adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai perkembangan emosi anak usia dini, 2) adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merespon momen emosional anak, 3) adanya evaluasi positif dari peserta terkait pemberian materi, pemateri dan fasilitator selama kegiatan pelatihan.   Kata Kunci: anak usia dini, emosi anak, Pelatihan.
Gambaran Resiliensi Guru Anak Berkebutuhan Khusus Dewi Munadiah Hasrullah; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13475

Abstract

Penelitian ini bertujuanmenggambarkan resiliensi guru anak berkebutuhankhusus (ABK) dalam konteks pendidikan inklusifdengan meninjau berbagai hasil penelitian nasionaldan internasional. Kajian menggunakan pendekatanSystematic Literature Review (SLR) untukmengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan guru, strategi penguatanresiliensi, serta implikasinya terhadap kesejahteraandan efektivitas pembelajaran inklusif. Penelusuranliteratur dilakukan melalui basis data ScienceDirect, ERIC, ProQuest, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2010–2025. Hasil kajian terhadap 20 artikel menunjukkan bahwaresiliensi guru ABK merupakan kemampuanmultidimensional yang mencakup aspek psikologis, sosial, spiritual, dan kelembagaan. Faktor internal seperti efikasi diri, regulasi emosi, dan makna profesimembantu guru menghadapi tekanan kerja, sedangkanfaktor eksternal seperti dukungan sosial, kepemimpinansekolah, dan kebijakan pendidikan inklusif memperkuatdaya tahannya. Selain itu, spiritualitas, refleksi diri, dan program Social Emotional Learning (SEL) terbuktiefektif dalam meningkatkan kesejahteraan emosionaldan profesional guru. Resiliensi guru bukanlah sifatbawaan, tetapi proses dinamis yang dapatdikembangkan melalui pelatihan, dukungankelembagaan, dan lingkungan kerja yang suportif. Implikasi kajian ini menekankan pentingnya kebijakanpendidikan yang berpihak pada kesejahteraan guru dan penguatan jejaring sosial profesional.