Hasna Tuddar Putri, Hasna Tuddar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ACEH LOCAL WISDOM IN THE METHOD OF DETERMINING THE HIJRI CALENDAR Putri, Hasna Tuddar; Qodir, Ibnu
Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/al-hilal.2022.4.1.11321

Abstract

Calendars with cultural nuances are part of local wisdom that should be preserved, one of which is the formulation of Sheikh Abbas Kutakarang's calendar from Aceh. This article aims to see how Sheikh Abbas Kutakarang shaped local wisdom in the method of determining the classical Hijri calendar in Aceh. This article is qualitative in nature by using library data with content analysis method. The primary data source used is the book of Tāj al-Mulūk by Sheikh Abbas Kutakarang. This article finds that there are characteristics of local wisdom in determining the classical Hijri calendar in Aceh in different methods and algorithms from classical Javanese reckoning. These differences have an impact on differences in determining the beginning of the Hijri year. This method is a representation of local wisdom in the Hijri calendar in Aceh.
Analisis Tingkat Keberhasilan Rukyat Hilal Di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar Ruslandi, Ruslandi; Putri, Hasna Tuddar
Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy Vol. 1 No. 1 (2022): Astroislamica: Journal of Islamic Astronomy (Juni)
Publisher : Islamic Astronomy Department, Sharia and Law Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.399 KB) | DOI: 10.47766/astroislamica.v1i1.690

Abstract

Rukyat hilal merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah terutama dalam penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzujhijjah. Keterlihatan hilal kerap sekali gagal teramati di lokasi pemantauan hilal, Observatorium atau POB (Pos Observasi Bulan), Observatorium merupakan tempat pengamatan hilal yang rutin melakukan rukyat hilal setiap awal bulan hijriah, Observatorium Teungku Chieek Kuta Karang merupakan Observatorium yang dimiliki oleh pemerintah dibawah naungan kementerian agama Provinsi Aceh, yang memiliki gedung dan instrumet pengamatan yang moderen. Penelitian ini berjudul Analisis Tingkat Keberhasilan Rukyat Hilal Di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang dengan dua rumusan masalah yaitu: Bagaimana tingkat keberhasilan Rukyat Hilal dan apa saja faktor-faktor yang menghambat Rukyat Hilal di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga Aceh Besar. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reserch). Metode pengumpulan data yang digunakan interview dan dokumentasi guna memperoleh data pengamatan di Observatorium ditambah dengan Klimatologi saat pengamatan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas IV Aceh. Kemudian Interview penulis lakukan dengan Tim Falakiyah di Kanwil Kemenag Provinsi Aceh untuk memperoleh informasi tentang pengamatan dan faktor kendala saat pengamatan rukyat hilal. Hasil penelitian adalah 1). Pelaksanaan rukyat hilal Bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah di Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang dalam 5 tahur terakhir ini hanya satu kali hilal yang berhasil terlihat di lokasi tersebut. 2). Kerap sekali Tim Falakiyah Observatorium Teungku Chiek Kuta Karang gagal melihat hilal pada waktu pengamatan disebabkan adanya faktor alam yang mengahalagi yakni, mendung, berawan, dan hujan sehingga hilal tidak bisa terlihat.
Reconsidering Qibla Orientation in Aceh’s Cultural Heritage Mosques: An Integrative Multi-Model Tolerance Framework Putri, Hasna Tuddar; Ukhti, Laiyina; Ismail, Ismail; Ulfa, Mahfudzah
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 21 No. 1 (2026): September
Publisher : Postgraduate Studies of UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2026.21.1.85-117

Abstract

Aceh is home to numerous historic mosques, many of which remain active places of worship and have been designated as cultural heritage sites. Their qibla (qiblah) orientations, however, may differ from modern astronomical calculations, while attempts at cor­rection often encounter concerns regarding historical ijtihād, religious legitima­cy, and heritage preservation. This study evaluates the qibla orientation of 13 cultural heritage mosques in Aceh using Google Earth-based ge­ospatial analysis interpreted through the perspectives of fiqh, science, and tradition. The results show that 53% of the mosques exhibit sub­stantial deviations of more than 5°, while 47% fall within the high- or moderate-precision categories. Based on these findings, the study de­velops a Multi-Model Framework for Qibla Di­rection Tolerance inte­grating five models: the Astronomical 3-Point Model, Symbolic Kaaba Radius Model, Actual Haram Boundary Model, Sociological Tolerance, and Fiqh Tolerance. The framework distinguishes geometric precision from normative legitimacy and ena­bles qibla orientation to be evaluat­ed contextually without neglecting astronomical accuracy, fiqh consid­erations, historical value, and com­munity acceptance.