Susandari Susandari
Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS ITEM SOAL UTS PEDOLOGI SEMESTER GANJIL 2015-2016 Ihsana Sabriani Borualogo; Sulisworo Kusdiyati Kusdiyati; Susandari Susandari Susandari; Dwi Agustin Nuriani Sirodj
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.241 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1808

Abstract

Evaluasi hasil belajar dapat dilakukan melalui ujian dengan menggunakan soal pilihan ganda. Untuk dapat mengetahui apakah soal-soal UTS Pedologi Semester Ganjil 2015-2016 memiliki validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, kemampuan tiap soal dalam membedakan siswa yang paham dan tidak paham materi, serta kemampuan pilihan jawaban soal dalam mengganggu pilihan jawaban soal lainnya, maka dilakukan analisis item. Data yang dianalisis adalah jawaban dari 102 mahasiswa yang mengikuti UTS mata kuliah Pedologi Semester Ganjil 2015-2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal UTS Pedologi 2015-2016 masih memiliki banyak kekurangan, sehingga perlu dilakukan revisi pada soal-soal ujian tersebut agar dapat benar-benar melakukan evaluasi belajar dengan baik.
Pengaruh Pelatihan Moral Knowing Terhadap Peningkatan Moral Action Dalam Mendidik Anak Annisa Karimah; Yuli Aslamawati; Susandari Susandari
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 6 No. 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.018 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.6575

Abstract

Moral merupakan dasar dari pembentukan karakter setiap anak. Dengan moral, anak memahami perilaku-perilaku benar yang harus dia lakukan sesuai dengan tuntutan lingkungan. Berdasarkan penelitian yang ada, sebagian besar siswa sekolah dasar saat ini kurang memiliki karakter positif dalam bertindak, sehingga tidak adanya tutuntunan dalam berperilaku. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya Pendidikan dari orang tua di rumah. Untuk mengurangi dampak tersebut, peneliti pelatihan moral knowing yang dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan quasi experiment dengan rancangan one group before after design, menggunakan alat ukur yang telah dibuat sedemikan rupa, yang merupakan turunan dari moral action yang dikembangkan oleh Lickona (2012). Menggunakan populasi sesuai dengan kriteria dalam proses pelatihan, telah diuji signifikansi wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan skor pre dan post test setelah diberikan intervensi moral knowing dalam meningkatkan moral action orang tua dalam mendidik anak.
Pengaruh Pelatihan Psychological Empowerment dalam Meningkatkan Kematangan Karir Siswa SMAN Tanjungsiang Hana Nurul Aini; Yuli Aslamawati; Susandari Susandari
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 5 No. 2 November 2019
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.676 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.4995

Abstract

Kematangan karir merupakan suatu kondisi yang dibutuhkan untuk mampu memilih jurusan studi lanjut dan karir yang sesuai dengan potensi individu. Seseorang perlu mengenali dan memberdayakan potensi yang dimiliki untuk mencapai kematangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai pengaruh pelatihan psychological empowerment terhadap peningkatan kematangan karir siswa kelas XII SMAN Tanjungsiang, termasuk pada kelima dimensi kematangan karir berdasarkan teori Super. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pretest-posttest design. Hasil uji penelitian menggunakan uji beda wilcoxon sign-rank menunjukkan adanya peningkatan kematangan karir yang signifikan setelah mengikuti pelatihan psychological empowerment. Uji statistik juga memperlihatkan adanya peningkatan yang signifikan pada kelima dimensi kematangan karir, yaitu: perencanaan karir, eksplorasi karir, pengetahuan tentang membuat keputusan karir, pengetahuan tentang dunia kerja, dan realisasi karir. Peningkatan paling signifikan terdapat pada dimensi perencanaan dan eksplorasi karir dikarenakan penambahan pengetahuan siswa mengenai kedua dimensi tersebut lebih besar dibandingkan dengan dimensi lainnya