Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN PEMBERIAN PELVIC ROCKING Lilis Susanti; Selvy Apriani
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung merupakan gangguan umum yang terjadi pada kehamilan trimester III, karena perubahan postur tubuh pada ibu hamil. Nyeri punggung pada ibu hamil disebabkan karena kompresi pada tulang dan saraf vertebrae sehingga menyebabkan ketegangan otot dan sendi panggul yang dapat menimbulkan nyeri. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil yang meliputi asuhan kebidanan kehamilan, serta untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking pada kehamilan trimester III di BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) di BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang yang dilakukan pada ibu hamil dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi pustaka, dan menilai ibu hamil” sebelum dan sesudah melakukan pelvic rocking. Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama proses kehamilan, pada ibu hamil di BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang maka hasil asuhan yang didapat yaitu tidak ada kelainan selama proses tersebut. Ibu hamil dapat menjaga pola nutrisi, pola istirahat, aktivitas personal hygine serta melakukan apa yang telah dianjurkan oleh bidan. Sedangkan sebelum dilakukan pelvic rocking ibu hamil mengalami nyeri punggung, kemudian setelah dilakukan pelvic rocking nyeri punggung pada ibu hamil berkurang. Pada pelaksanaan asuhan kebidanan yang dilakukan pada ibu hamil selama masa kehamilan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. Pendokumentasian asuhan dan hasil temuan dituangkan dalam format asuhan kebidanan antenatal care,. Asuhan kebidanan yang telah diberikan pada ibu hamil menerapkan pelvic rocking dan bermanfaat dalam mengurangi nyeri punggung Back pain is a common disorder that occurs in trimester III pregnancy, because of changes in body posture the pregnant mother, back pain in pregnant women is caused by compression of the bones and vertebrae nerves causing tension in the muscles and hip joints that can cause pain. Carry out midwifery care the pregnant mother which includes comprehensive obstetric care for pregnancy, childbirth, postpartum and newborn and neonatal care and to determine the effect of pelvic rocking in the third trimester of pregnancy at BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang in 2019. The method used is a case study at BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang conducted on Mrs. "I" with data collection techniques through interviews, observation, physical examination, documentation studies, and literature studies, and assessed the pregnant mother before and after performing pelvic rocking. After midwifery care during the process of pregnancy the pregnant mother the BPM Hj. Rusmiati Okta Palembang, the results of care obtained were no abnormalities during the process. the pregnant mother can maintain nutrition patterns, rest patterns, personal hygiene activities and do what has been suggested by midwives. Whereas before pelvic rocking, the pregnant mother experienced back pain, then after pelvic rocking back pain in the pregnant mother decreased. In the implementation of midwifery care performed on the pregnant mother there were no gaps between theory and practice. Documentation of care and findings are formulated in the format of antenatal care midwifery care, maternity midwifery care and partograph care, postpartum midwifery care, midwifery care for newborns and neonates. Midwifery care given to the pregnant mother implements pelvic rocking and is useful in reducing back pain.
PENGARUH METODE GENTLE BIRTH TERHADAP TINGKAT NYERI DAN DURASI KALA I PERSALINAN PADA IBU PRIMIPARA Rezah Andriani; Selvy Apriani
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 5 No 1 (2021): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v5i1.1465

Abstract

According to World Health Organization (WHO), it is estimated that one woman dies in every minute, 1,400 in every day, or 500,000 in every year from pregnancy- and delivery-related complications. A large number of delivery-related complications reported in SDKI in 2017 are long delivery (41%). Both long delivery and pain that distress the mother during a delivery process is the reason for delivery trauma and increases in delivery by sectio caesarea operation. Due to a phenomenon of increasing trends in caesarea operation and other unnecessary medical interventions, there reemerges an awareness to back to a natural delivery concept that considers the whole aspects of human body holistically (called gentle birth).”Gentle birth” is a serene, smooth, gentle delivery and utilizes all natural elements in human (body, mind, and soul). Currently, some alternative methods of delivery process with a gentle birth concept are developing, such as prental yoga and hypnobirthing relaxation. The objective of the present research is to analyze the effect of gentle birth method on the pain level and phase-I duration of delivery in primipara mother. The research is a quasi-experimental research with a post test control group design. Sampling was performed by a consecutive sampling up to the number of sample the researcher wanted has been met according to an inclusion criterion. The research result revealed that there was some significant average difference in the pain level and phase-I duration of delivery between the experimental and control groups. Expectantly, the research result contributes to midwifery science as an attempt to deliver a holistic delivery midwifery care (gentle birth) so as to relieve delivery-related pain and to shorten delivery duration. KEYWORDS: Gentle birth, prental yoga, hypnobirthing, delivery pain, delivery duration
PENGARUH TEKNIK MASASE COUNTER PRESSURE TERHADAP INTENSITAS PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI BPM HERASDIANA Selvy Apriani; Enderia Sari
Jurnal Delima Harapan Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v8i2.131

Abstract

PENGARUH TEKNIK MASASE COUNTER PRESSURE TERHADAP INTENSITAS PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI BPM HERASDIANA 1Selvy Apriani, 2HEnderia Sari 1Fakultas ilmu Kesehatan Program studi D III Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang selvy.apriani.26@gmail.com 2Fakultas ilmu Kesehatan Program studi D III Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembangen sarienderia@gmail.com ABSTRAK Proses persalinan merupakan rangkaian yang pasti dilalui oleh setiap ibu hamil, nyeri pada saat persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara universal di alami oleh hampir semua ibu bersalin. Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara non farmakologis tanpa penggunaan obat-obatan seperti relaksasi dan masase. Persalinan lama adalah penyebab utama kesakitan ibu selama persalinan, nyeri persalinan dapat dikelola melalui penanganan nyeri yang tepat salah satunya dengan teknik masase counter pressure. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intensitas nyeri persalinan sebelum dan setelah dilakukan masase counter pressure serta pengaruh teknik masase counter pressure. Metode penelitian yang digunakanadalah quasi eksperiment, desain satu kelompok pre dan post test. Teknik menggunakan observasi partisipatif, yaitu melakukan pengukuran intensitas nyeri dan melakukan tindakan teknik masase counter pressure. Sample penelitian adalah ibu bersalian yang berda dalam kala I fase aktif, berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sample total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri sebelum masase counter pressure 7,27 dengan standar deviasi 691. Pada responden yang telah dilakukan teknik masase counter pressure rata-rata nyeri persalinan adalah 5,47 dengan standar deviasi 819. Terlihat nilai mean perbedaan antara nyeri sebelum dan sesudah teknik masase counter pressure adalah 1800 dengan standar deviasi 887. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,0001 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang significan rata-rata intensitas penurunan nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik masase counter pressure. Kesimpulan terdapat pengaruh teknik masase counter pressure terhadap penurunan intensitas persalinan normal. Teknik masase counter pressure dapat diterapkan oleh bidan dalam melakukan asuhan intranatal, dapat dimasukan dalam protap penatalaksanaan nyeri persalinan.
PENGARUH PENGETAHUAN AKSEPTOR KB TENTANG COVID-19 DENGAN KEPATUHAN JADWALKUNJUNGAN KONTRASESPSI Selvy Apriani; Ria Gustirini
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 12 No 24 (2022): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v12i24.179

Abstract

Abstract The Corona virus can spread from person to person through droplets that come out of the nose or mouth. The impact of the spread of the Covid-19 outbreak in Indonesia affects various aspects, including the Family Planning Program service. The Head of BKKBN acknowledged that there was a decrease in family planning participants in March 2020 when compared to February 2020. From the data obtained, the use of IUDs in February 2020 decreased to 23,383, while implants from 81,062 to 51,536, injections from 524,989 to 341,109, pills 251,619 to 146,767 , condoms from 31,502 to 19,583, MOP from 2,283 to 1,196, and MOW from 13,571 to 8,093. This decrease in the number of family planning participants can encourage a baby boom. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of family planning acceptors' knowledge about Covid-19 with adherence to the contraceptive visit schedule. The research methodology used in this study used a quantitative approach, with the correlation quantitative method. Data collection techniques in this study using a questionnaire and data analysis using Chi Square Test. The results of the study obtained that the knowledge of family planning acceptors about Covid-19 prevention was still low, decreased compliance with family planning acceptor visits during the pandemic and there was an influence of knowledge of family planning acceptors about Covid-19 with adherence to the contraceptive visit schedule with a p-value = 0.002. Suggestions It is recommended for family planning acceptors to be able to increase their knowledge about covid-19. Keywords: Covid-19, family planning, family planning compliance, family planning visits
Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Di Bidan Praktik Mandiri Ranting Seberang Ulu I Selvy Apriani; Zen Hafy; Kms. Yusuf Effendi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akan berubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebut premenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguan pada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMH dan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitian observasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nya untuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasil analisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilai p=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<α). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidak ada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT.
Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Selvy Apriani; Zen Hafy; Yusuf Effendi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akan berubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebut premenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguan pada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMH dan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitian observasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nya untuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasil analisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilai p=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<α).Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidak ada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT.
Aromaterapi Jahe Merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) Meningkatkan Kualitas Tidur Lansia Yudi Abdul Majid; Selvy Apriani2; Putri Dinanti
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.511

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan tidur, terbangun dini hari dan kesulitan untuk tidur kembali yang dapat menyebabkan kulitas tidur yang buruk. Menurunya kualitas tidur berdampak buruk terhadap kesehatan. Secara fisiologi menyebabkan penurunan nafsu makan, kelemahan, peningkatan angka kejadian kecelakaan, terjatuh, iritabilitas, emosi tidak stabil, sulit berkonsentrasi, dan kesulitan dalam mengambil suatu keputusan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas tidur adalah dnegan aromaterapi jahe. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aromaterapi jahe terhadap kualitas tidur pada lansia. Penelitian ini dilakukan di Panti Lanjut Usia harapan Kita Palembang. Populasi penelitian ini adalah lansia yang menderita insomnia, pengambilan sampel dengan teknik total sampling yang berjumlah 18 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa skor kualitas tidur lansia sebelum intervensi dengan median 10 dan setelah aromaterapi skor kualitas tidur menjadi 5. Begitu juga dengan hasil uji statistik Wilcoxon didapatan perbedaan skor kualitas tidur antara sebelum dan sesudah aromaterapi jahe dengan nilai p value = 0,000 (p value < 0,05), artinya ada perbedaan kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah aromaterapi jahe. Aromaterapi jahe dapat memberikan rasa tenang, tentram dan nyaman bagi lansia. Hal ini akan memberikan perasaan rileks serta memperbaiki kualitas tidur lansia. Insomnia is a sleep disorder characterized by difficulty falling asleep, waking up early in the morning and difficulty falling back asleep which can lead to poor sleep quality. Decreased sleep quality has a negative impact on health. Physiologically it causes decreased appetite, weakness, increased number of accidents, falls, irritability, unstable emotions, difficulty concentrating, and difficulty in making decisions. One of the efforts that can be done to improve and maintain sleep quality is ginger aromatherapy. This study aims to examine the effect of ginger aromatherapy on sleep quality in the elderly. This research was conducted at the Panti Lanjut Usia Harapan Kita in Palembang. The population of this study is the elderly who suffer from insomnia, sampling with a total sampling technique of 18 respondents. The results showed that the sleep quality score of the elderly before the intervention with a median of 10 and after aromatherapy the sleep quality score became 5. Likewise with the Wilcoxon statistical test results, it was found that there was a difference in sleep quality scores between before and after ginger aromatherapy with p value = 0.000 (p value < 0.05), meaning that there is a difference in the quality of sleep in the elderly before and after ginger aromatherapy. Ginger aromatherapy can provide a sense of calm, serenity and comfort for the elderly. This will provide a feeling of relaxation and improve the quality of sleep for the elderly.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA KOMIK TERHADAP PENGETAHUAN SEKS EDUKASI USIA DINI MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK KEBIDANAN Selvy Apriani
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 7 No 2 (2023): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v7i2.3369

Abstract

Sexual violence is currently very high and rampant, based on data from the World Health Organization (WHO) it is estimated that around one billion children experience physical violence, sexual violence, psychological violence, injuries, become disordered and children aged 0 to 17 die as many as 40,150 due to violence globally. According to KPAI, there were 262 cases of sexual violence against children in 2019 and in 2020 it increased to 238 cases. In 2020, the Central Statistics Agency recorded 341 cases of sexual violence in South Sumatra. The high number of cases of sexual abuse that occur in children opens our eyes that there is still a lack of children's understanding of sex education. The use of Comic Media is a very fun learning medium for early childhood, the images in comics can animate a row of story texts so that they can easily convey messages to children about sex education in early childhood, so they can anticipate the dangers that will threaten them. The purpose of this study was to analyze the effect of health education using comic media on sex knowledge in early childhood education through a holistic midwifery approach. This research is a quasi-experimental study with one group pretest and posttest without control. Sampling was carried out by total sampling and univariate analysis using the T-dependent test. The results of this study indicate that there are differences in knowledge before and after being given educational sex comics with a p-value of 0.000. It is hoped that this research can contribute to sex education in children starting as early as possible and it is hoped that in the future there will be more media modifications that can be used to introduce sex from an early age to children.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU PADA KELUARGA Selvy Apriani
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v2i1.94

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah global. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui liur (droplet) pada saat panderita batuk. Kejadian tuberkulosis paru masih tergolong tinggi di dunia, Indonesia merupakan yang tertinggi ketiga di dunia setelah India dan China. Tuberkulosis paru diperkirakan ada 824.000 kasus di Indonesia. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah dengan prevalensi tuberkulosis paru tinggi, menduduki peringkat 9 dari 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah 9.600 (2.73%) kasus TB Paru. Tuberkulosis paru yang tidak di obati dapat berdampak menularkan ke keluarga maupun masyarakat serta menyebabkan kematian. Selain itu Tuberkulosis Paru juga berdampak di bidang ekonomi, dampak total kerugian ekonomis akibat penyakit TBC dan TB MDR adalah sekitar 136,7 milyar per tahun. Orang yang menderita TBC dan TB MDR, diperkirakan akan kehilangan pendapatan sebesar 38% dan 70%. Pengetahuan terhadap pencegahan penularan tuberculosis paru dapat ditingkatkan dengan Pendidikan kesehatan menggunakan media booklet. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap pengetahuan pengetahuan pencegahan penularan tuberculosis paru. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental menggunakan One Group Pretest dan Posttest dengan model penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu Non Probability Sampling, dengan jumlah sampel 42 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : Didapatkan nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi 62.00 dan sesudah diberikan intervensi 81.00 dengan nilai p value 0.001< 0.05. Kesimpulan : adanya perubahan pada nilai pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan pencegahan penularan tuberculosis paru melalui media booklet.