Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Peningkatan Konsumsi Jus Sayur dan Buah Melalui Kampanye Door to Door Oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di Perumahan Prima Harapan Regency Bekasi Nursiswati Nursiswati; Rizka Adinda; Shabira Fairuz Hasna; Santi Rukminita Anggraeni; Ooh Hodijah; Deasy Sylvia Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7633

Abstract

ABSTRAK Tingkat konsumsi sayur di kalangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dan tidak mengalami peningkatan selama pandemi meskipun masyarakat menyadari pentingnya mengonsumsi sayuran bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk edukasi gaya hidup sehat yang dapat mencegah diri dari terserang penyakit kronis melalui kampanye “Selangkah Menuju Hidup Sehat dengan Jus Sayur”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan terintegrasi dengan program kuliah kerja nyata (KKN) yang merupakan salah satu mata kuliah wajib mahasiswa Universitas Padjadjaran. Sasaran yang dijadikan sebagai target adalah masyarakat RW IX, perumahan Prima  Harapan Regency, Bekasi. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut. Tahap persiapan mencakup perancangan kegiatan, tahap pelaksanaan mencakup penyebaran kuesioner pra lapangan dan kampanye door to door, tahap tindak lanjut mencakup evaluasi kegiatan. Waktu pelaksanaan kegiatan adalah antara 7 Januari hingga 7 Februari 2022. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan kampanye berhasil dalam menjalankan programnya dengan terlaksananya edukasi healthy veggie juice kepada warga dalam upaya penerapan gaya hidup sehat. Seluruh warga yang menjadi target kampanye door to door menyambut baik tester jus sayur yang diberikan dan memberikan feedback yang positif terhadap rasa aneka jus tersebut. Kata Kunci: Kampanye, Jus Sayur, Penyakit Kronis, Gaya Hidup Sehat  ABSTRACT The level of vegetable consumption among Indonesians is still relatively low and has not increased during the pandemic even though people are aware of the importance of consuming vegetables for health. This community service activity aims to educate healthy lifestyles that can prevent themselves from developing chronic diseases through the "Healthy Life with Vegetable Juices" campaign. The implementation of the activity was carried out in an integrated manner with the subject of field work experience which is one of the compulsory subjects for Padjadjaran University students. The subject was the people living in the community, housing area Prima Harapan Regency, in Bekasi city. The method of implementing the activities is divided into three main stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the follow-up stage. The preparation stage includes the design of activities, the implementation stage includes the distribution of pre-field questionnaires and door-to-door campaigns, the follow-up stage includes the evaluation of activities. The implementation time of the activity is between 7 January to 7 February 2022. The evaluation of the activity shows that the campaign activities have succeeded in carrying out the program by implementing healthy veggie juice education to residents in an effort to implement a healthy lifestyle. All people living in community who became the target of the door-to-door campaign welcomed the vegetable juice tester provided and gave positive feedback on the taste of the various juices. Keywords: Campaign, Vegetable Juice, Chronic Disease, Healthy Lifestyle 
Peningkatan Pengetahuan Aman Berdigital Aparat Pemerintahan di Kecamatan Pamengpeuk Santi Rukminita Anggraeni; Muhammad Fauzan Tamir; Muhammad Sajid Ramadhan; Ooh Hodijah; Nursiswati Nursiswati; Deasy Silvya Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8454

Abstract

ABSTRAK Kemajuan teknologi digital berbasis Internet of Thing (IoT) dapat memfasilitasi peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi pemerintahan. Digitalisasi membantu proses pembaharuan data dan informasi yang lebih efisien dan efektif. Pengelolaan berbasis digital menjadi salah satu solusi dalam sistem manajemen data terpadu yang sering menjadi kendala di sektor pelayanan publik Indonesia. Aparat pemerintahan harus mendapatkan dan memiliki keterampilan menggunakan fitur dan platform digital untuk penyimpanan dan pengumpulan data serta keamanannya. Pemerintah Kecamatan Pamengpeuk belum pernah mendapatkan atau melakukan pelatihan maupun sosialisasi cerdas digital bagi para pengelola pemerintahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Edukasi Cerdas Digital diberikan bagi aparat pemerintahan Kecamatan Pamengpeuk. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi dan evaluasi. Metode yang digunakan untuk pelaksanaan edukasi digital adalah ceramah, pelatihan penggunaan fitur-fitur aman digital, google drive, cloud storage dan diskusi.  Mayoritas peserta telah mengetahui dan menggunakan media digital, namun belum mengetahui cara aman bermedia digital.  Sebagian peserta juga telah mengetahui google drive namun belum mengetahui cara menggunakan google drive. Kegiatan pelatihan cerdas digital yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta khususnya tentang aman bermedia digital dan menggunakan google drive dan cloud storage untuk mengumpulkan dan menyimpan data. Kata Kunci: Literasi Digital, Aman Bermedia Digital, Pemerintah, Pelayanan Publik  ABSTRACT The advances of Internet of Things (IoT)-based digital technology can facilitate the improvement of public services quality in government agencies. Digitization helps the process of updating data and information more efficiently and effectively. Digital-based management is one of the solutions in an integrated data management system that is often become an obstacle in the Indonesian public service sector. Government officials should acquire and have skill of using digital features and platforms for data storage and collection and its safety. The Pamengpeuk District Government has not received or conducted training or socialization of digital intelligence for government officials. Community service activities of Digital Smart Education was conducted for Pamengpeuk District government officials. Stages of activities include preparation, implementation of education and evaluation. The methods used for the implementation of digital education are lecture, training of digital safe features usage, google drive, cloud storage and discussion. The majority of participants has already known and used digital media, but did not know how to use digital media safely. Some of the participants also knew about Google Drive but did not know how to use Google Drive. The evaluation showed an increase in participants' digital knowledge and skills, especially about the digital media safety and usage of digital media google drive and cloud storage for data collection and storage. Keywords: Digital Literation, Digital Media Safety, Government, Public Service
INVENTARISASI, DOKUMENTASI, DAN LITERASI PRODUK KERAJINAN DAERAH SUMEDANG, CIREBON, DAN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Ooh Hodijah; Nurina Dyah Putrisari; Tajudin Nur
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.281 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Inventarisasi, Dokumentasi, dan Literasi Produk Kerajinan Daerah Sumedang, Cirebon, dan Indramayu Provinsi Jawa Barat. Inventarisasi dimaksudkan sebagai upaya menghimpun informasi lisan maupun tertulis yang masih terpencar serta menggali keterangan yang belum ditemukan selama ini. Dokumentasi adalah menyusun secara sistematis dan menyimpan/mengabadikan informasi mengenai produk kerajinan masyarakat yang berhasil diinventarisasi. Literasi adalah mendeskripsikan produk kerajinan masyarakat yang berhasil diinventarisasi dan didokumentasi, dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab dengan tujuan agar produk kerajinan masyarakat Indonesia dari berbagai daerah bisa dikenal di dalam negeri, ASEAN, maupun di mancanegara. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode deskriptif analitik dengan tipe penelitian etnografi untuk mendeskripsikan salah satu bentuk kebudayaan daerah yaitu kerajinan rakyat Dengan metode ini, langkah-langkah yang ditempuh peneliti adalah: penentuan fokus dan lokus; pengumpulan data berdasarkan native’s point of view dan: membuat pemaparan etnografis yang akurat dan replikabel tentang produk kerajinan daerah Sumedang, Cirebon, dan Indramayu. Hasil sementara yang diperoleh adalah terususunnya inventarisasi dan dokumentasi produk kerajinan di 3 daerah serta membaginya ke dalam klaster-klaster berdasarkan sentra kerajinannya. Di Kabupaten Sumedang terdapat empat klaster, Kabupaten Cirebon lima klaster, dan di Kabupaten Indramayu terdapat tiga klaster.Kata kunci: literasi, kerajinan daerah, budaya lokalABSTRACT This research is entitled Inventory, Documentation and Literacy of the Craft Products of Sumedang, Cirebon, and Indramayu Regions of West Java Province. Inventory is intended as an effort to collect verbal and written information that is still scattered and explore information that has not been discovered so far. Documentation is to systematically compile and store / capture information about community handicraft products that have been successfully inventoried. Literacy is describing community handicraft products that are successfully inventoried and documented, in three languages: Indonesian, English and Arabic with the aim that Indonesian people's handicraft products from various regions can be known domestically, ASEAN, and abroad. The method used in this research is descriptive analytic method with ethnographic research type to describe one form of regional culture, namely folk craft. With this method, the steps taken by the researcher are: determination of focus and locus; Data collection is based on native's point of view and: makes accurate and replicable ethnographic expositions of handicraft products in the Sumedang, Cirebon, and Indramayu regions. The interim results obtained were the compilation of inventories and documentation of handicraft products in 3 regions and dividing them into clusters based on the centers of the craft. In Sumedang District there are four clusters, five in Cirebon District, and in Indramayu District there are three clusters.Keywords: literacy, regional craft, local culture
PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL DI TENGAH MARAKNYA GADGET PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (Studi Kasus terhadap Siswa di SDN 231 Suka Asih Mandalajati Bandung) Anggraeni Purnama Dewi; Ooh Hodijah; Onny Delisma
Midang Vol 1, No 2 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i2.47025

Abstract

Menghidupkan dan mempraktekkan kembali permainan tradisional sebagai warisan bangsa di tengah kehidupan sehari-hari, merupakan salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan Pengabdian pada Masyarakat guna meminimalisir dampak negatif dari penggunaan gadget, khususnya bagi anak usia sekolah dasar di SDN 231 Suka Asih, Mandalajati, Bandung. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemaparan materi akan pentingnya dan manfaat permainan tradisional dalam membentuk karakter anak usia sekolah dasar, diantaranya adalah dapat merangsang tumbuh kembang anak, khususnya dalam cara berfikir, bersikap, dan berperilaku baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannnya. Selain itu diberikan pemaparan materi tentang dampak positif dan negatif dari gadget, khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengingatkan para orang tua dan guru dalam mendampingi dan membatasi penggunaan gadget bagi anak usia sekolah dasar yang salah satunya dengan menghidupkan kembali permainan tradisional. Dengan kegiatan ini setidaknya ada solusi dalam mengatasi kejenuhan anak di tengah rutinitas belajar harian dan upaya membatasi penggunaan gadget tanpa batas waktu.
POJOK BACA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI CITENGAH DI ERA DIGITAL Dewi, Anggraeni Purnama; Hodijah, Ooh; Delisma, Onny; Karyaningsih, Tri Yulianty
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58425

Abstract

Kecanggihan teknologi yang semakin pesat tentu saja sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dengan adanya teknologi, tentu diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan produktif. Namun semua itu tidak lepas dari sikap bijak setiap pengguna hasil teknologi. Salah satu hasil kecanggihan teknologi tersebut adalah gadget. Gadget saat ini sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Hampir setiap waktu manusia bersentuhan dengan yang namanya gadget, tidak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini sangat berdampak terhadap pola belajar dan komunikasi dari anak tersebut. Dengan ketergantungan terhadap gadget, dapat dilihat betapa banyak anak usia sekolah dasar yang menjadi sangat fokus terhadap gadget dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka tidak lagi mengenal pola bermain dan komunikasi yang seharusnya. Tidak jarang orang tua dan guru bersikap keras terhadap anak untuk menghentikannya dari bermain gadget. Untuk mengatasi hal tersebut, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mendirikan pojok baca di setiap kelas. Dengan adanya pojok baca yang menyediakan beragam buku, dari mulai buku pelajaran hingga buku cerita bergambar, hal ini merupakan upaya yang diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai upaya mengajak siswa untuk kembali mengenal buku – buku bacaan sebagai pengembangan budaya literasi.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL IZRAIL KARYA YUSUF AS SIBA’I: KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL IZRAIL KARYA YUSUF AS SIBA’I Kosasih, Ade; Hodijah, Ooh; Riyanti, Yuni
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.216

Abstract

Karya sastra erat kaitannya dengan realita sosial. Kehidupan sosial kerap kali mengilhami pengarang untuk melahirkan karya sastra. Karya sastra tersebut terkadang juga diciptakan sebagai kritik terhadap kehidupan sosial. Penelitian ini hendak membahas bagaimana novel Izrail karya Yusuf As-Siba’i hadir sebagai kritik terhadap manusia. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk menemukan hubungan antara karya sastra dan realita sosial menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Izrail berusaha untuk menyampaikan dua kritik sosial. Kritik pertama disampaikan kepada manusia pada umumnya yang diperlihatkan suka berbohong, hidup mementingkan hal-hal duniawai dan memberi makan hawa nafsunya, manusia seringkali manipulatif, dan sering bergunjing. Kritik sosial kedua ditujukan khusus kepada pemerintah, bagaimana pemerintah yang seharusnya mengayomi masyarakat seringkali malah mengadu domba dan menjadikannya boneka atas kepentingannya sendiri. Novel Izrail yang ditulis bertahun-tahun yang lalu ternyata masih relevan sampai saat ini.
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Sebagai Destinasi Wisata Religi Anisa Dwi Ipmawati; Hodijah, Ooh
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the architecture of the Sheikh Zayed Grand Mosque in Solo using Roland Barthes' semiotic approach. This mosque is a building that has important symbolic meaning as a tribute to Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, the first president of the United Arab Emirates. The research method used is descriptive qualitative with data collection through observation and literature study. The results of semiotic analysis show that architectural elements such as domes, minarets, mosque floors and ornaments in mosques contain meanings and symbols related to Islamic culture and religion. The conclusion of this research is that by using Roland Barthes' semiotic analysis, we can gain a deeper understanding of the meaning and significance of the semiotic elements in the Sheikh Zayed Grand Mosque, Solo. It is hoped that this research can contribute to the development and study of mosque architecture and expand understanding of the application of semiotic theory in the art of architecture.