Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Fragility of Church Unity and Diversity in the Metaphor of Jigsaw Puzzle Gultom, Andri Fransiskus
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 4 (2025): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i4.2940

Abstract

Harls E.R. Siahaan and Johannis Siahaya offer a descriptive understanding in overcoming church diversity through the jigsaw puzzle metaphor. Metaphor, for them, becomes the basic element that forms a picture of church as a perfect and complete blueprint. This article focuses on substantively critiquing the articles of both authors as a form of dialectical continuity that unity and diversity have a broader horizon than just the jigsaw puzzle metaphor. This research uses a qualitative method with the following steps: verstehen (in-depth reading of the text), comparison, and interpretation. This research found that: (1) the explanation of the dialectical model is not explicitly elaborated, both semantically and in the paradigm of ontology; (2) the Jigsaw Puzzle metaphor becomes fragile because it is not based on the dialectical history of thought; (3) the neologisms such as: meroecclesia, somaecclesia, are not based on the history of thought and tend to favor Pentacostalism; (4) the discourse on hospitality is incommensurable with the jigsaw puzzle metaphor. This article reveals the differentiation between unity and diversity.
Analisis Fenomenologi Interpretatif Pengalaman Menjadi Pelayan Pastoral bagi Penyandang Disabilitas di Bhakti Luhur Jumilah, Bernadeta Sri; Gultom, Andri Fransiskus; Kuin, Maria Aquilina
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman penanggung jawab wisma dan perawat yang menjalankan peran sebagai pelayan pastoral bagi penyandang disabilitas di Bhakti Luhur. Subyek penelitian ada sepuluh orang yang terdiri dari penanggung jawab wisma dan perawat yang berinteraksi langsung dengan penyandang disabilitas. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan prinsip-prinsip fenomenologi interpretatif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat empat aspek keempat aspek dalam pelayanan: motivasi menjadi pelayan pastoral, tantangan selama menjalani pelayan pastoral, cara mengatasi tantangan dalam pelayanan, dan strategi pelayanan berkualitas. Keempat aspek tersebut memunculkan teologi kehadiran menjadi syarat utama dalam pelayanan pastoral yang lebih inklusif serta berbasis kasih. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pastoral bagi para penyandang cacat di Bhakti Luhur dan lembaga serupa. Rekomendasi ini mencakup strategi untuk memenuhi tantangan layanan, memperdalam hubungan mental dalam layanan, dan pendekatan terintegrasi yang menghormati martabat masing -masing individu.
Filsafat Gotong Royong di Era Global: Transformasi Filantropi Keagamaan menjadi Solidaritas Kewarganegaraan Andri Fransiskus Gultom
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi filsafat Gotong Royong sebagai jembatan antara praktik filantropi keagamaan dan solidaritas kewarganegaraan di tengah arus individualisme global. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi filosofis, penelitian ini membedah transformasi nilai-nilai altruisme religius menuju aksi sipil yang inklusif dalam bingkai Pancasila. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran konsep "Solidaritas Teo-Sivik", di mana filantropi tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban teologis privat, melainkan sebagai instrumen politik kewarganegaraan yang memperkuat kohesi sosial di masyarakat multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi filantropi keagamaan di Indonesia telah menggeser batas-batas eksklusivitas komunal menjadi gerakan kemanusiaan lintas iman yang berbasis pada keadilan sosial. Revitalisasi filosofis Gotong Royong, dalam penelitian ini krusial untuk mencegah segregasi sosial, sekaligus memosisikan Pancasila sebagai sistem etika global yang mampu mensinergikan identitas transenden dengan tanggung jawab imanen sebagai warga negara. Konsep ini memberikan kontribusi teoretis baru dalam studi kewarganegaraan pasca-sekular. Secara praktis, temuan ini menawarkan peta jalan bagi penguatan resiliensi nasional melalui sinkronisasi antara kebijakan publik dan energi spiritual di era global.