Mawardi Siregar, Mawardi
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala Langsa, Aceh

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

“The new modern”: The subjective motivation for wearing a veil in a Muslim-majority city, Langsa, Aceh Fitria, Syiva; Siregar, Mawardi; Sembiring, Masdalifah
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 4 No 2 (2023): Vol. 4 No. 2 December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v4i2.7654

Abstract

The veil-wearing is debated in various non-Muslim countries, yet it is indispensable to explore the veil-wearing in Muslim-majority country that upholds the ideology of religious moderation. Despite the fact that Langsa City implements Sharia law, women who wear veils encounter discrimination. While wearing veil, women are confronted with obstacles, but still preserve the veil. Thus, analysing the motive and the maintaining factor is crucial. This study investigates why people choose to wear and continue wearing veils. The current study is a qualitative study with an ethnographic approach. Data was collected using observations, in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD) with 10 informants selected purposively. The results analysis revealed that the use of the veil does not happen suddenly but through a complex process. The motivation for wearing a veil is a spiritual force. However, other multi-factor underlines the decision to wear one. The factors are dedication to religious principles, protecting oneself, following one spouse's advice, and a desire to appear fashionable but yet respectful and Islamic. This study implies that there is a shift in perspectives regarding the veiling practice as a means of spirituality as well as a means of self-expression. Moreover, Islamic veils transcend Islamic regulations because women wear them for diverse purposes.
Rekonstruksi Model Penyiaran Dakwah Islam Pada Masyarakat Pesisir Kuala Langsa Siregar, Mawardi
Dakwah Vol 8 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v8i1.1505

Abstract

Masyarakat Pesisir Kuala Langsa memiliki cara hidup yang khas sebagai nelayan. Kekhasan tersebut amat sangat penting dipahami untuk mendaratkan dakwah yang relevan dengan kondisi mereka. Tulisan ini memberikan gambaran model penyiaran dakwah Islam yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan dakwah Islam di pesisir Kuala Langsa. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purvosif mewakili masyarakat dan pendakwah. Observasi yang dilakukan berulang-ulang dan studi dokumentasi juga menjadi pilihan pengumpulan data penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa realitas dakwah yang berlangsung selama ini belum mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Kuala Langsa, sehingga kegiatan dakwah berjalan apa adanya. Kondisi ini akan dipaparkan pada bagian pertama tulisan ini. Pada bagian selanjutnya, dijelaskan rekonstruksi model dakwah yang relevan dengan situasi dan kondisi masyakat pesisir Kuala Langsa. Pada akhirnya, tulisan ini berargumen bahwa situasi dan kondisi, demikian juga kompleksitas persoalan masyarakat sasaran dakwah menuntut keahlian para pendakwah untuk merekonstruksi model dakwah yang relevan dan solutif.
The Dynamics of Culture Shock and Identity Negotiation among Migrant Students at IAIN Langsa Anjeni, Sri; Zulkarnain, Zulkarnain; Siregar, Mawardi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 16 No 1 (2025): Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v16i1.9686

Abstract

Moving to a new environment with a different cultural background often leads to the phenomenon of culture shock, particularly among migrant students who leave their hometowns to pursue higher education. Students from outside Aceh who study at IAIN Langsa face adaptation challenges within a social and cultural environment strongly influenced by Islamic law and local traditions. The mismatch between their initial expectations and the realities they encounter often triggers psychological and social reactions such as confusion, stress, and social isolation. This study aims to explore the dynamics of culture shock and the process of identity negotiation experienced by migrant students during their adaptation to the academic and social environment at IAIN Langsa. Using a qualitative approach with a phenomenological method, the study focuses on understanding the participants’ subjective experiences, with data collected through in-depth interviews involving eight purposively selected migrant students. The findings reveal that common forms of culture shock include differences in language, food, dress codes, and social interaction patterns shaped by strong religious norms. Over time, students overcome these challenges through identity negotiation by adjusting their appearance, communication style, and social behavior while constructing hybrid identities through maintaining relationships within fellow migrant communities, building cross-cultural friendships, and reinforcing their Islamic values as a means of integration. The study highlights the importance of institutional support for migrant students in their process of cultural adaptation and emphasizes the need for intercultural engagement programs on campus to foster a more inclusive and harmonious academic environment.
Yasin 41 Sebagai Praktik Komunikasi Transedental dan Dukungan Sosial Pada Masyarakat Muslim Aceh Kontemporer Siregar, Mawardi; Shalima, Siti Nur
Hikmah Vol 19, No 2 (2025): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v19i2.17924

Abstract

Mayoritas kajian tentang tradisi membaca Yasin 41 fokusnya cenderung pada pendeskripsian sejarah, tata cara pelaksanaan, persoalan hukum dan sebagai tradisi ritual keagamaan an sich. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Aceh memfungsikan tradisi membaca Yasin 41 sebagai praktik komunikasi transendental untuk menyampaikan harapan kepada Tuhan dan ruang memperkuat dukungan spiritual. Kajian ini didesain dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan imam dan jamaah pembaca Yasin 41 di Aceh. Dengan mengintegrasikan konsep komunikasi transedental Dedy Mulyana dan teori dukungan spritual Pargament, kajian ini berargumen bahwa membaca Yasin 41 secara berjamaah dapat menguatkan kedekatan dengan Tuhan sekaligus media penguatan spiritual jamaah untuk mencari kenyamanan batin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memfungsikan tradisi membaca Yasin sebagai praktik komunikasi transendental melalui proses yang melibatkan hubungan interpersonal, keyakinan, pengalaman batin dan hubungan spiritual dengan Tuhan. Pertemuan rutin setiap malam Jumat untuk membaca Yasin sekaligus memberikan pengalaman religius bagi setiap jamaah untuk menjalani kehidupan yang lebih optimis. Dengan demikian, Yasin 41 berfungsi ganda, yaitu sebagai komunikasi transedental memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, sekaligus sebagai mekanisme untuk memperkuat dukungan spritual dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim Aceh.