Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA RELAWAN SAR KARANGANYAR Tri Wulandari; Ana Wigunantiningsih
Jurnal LINK Vol 18, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.195 KB) | DOI: 10.31983/link.v18i2.8935

Abstract

Aktivitas fisik dapat mempengaruhi perubahan kadar oksigen seseorang. Persentase kadar oksigen yang berikatan dengan haemoglobin didalam darah disebut saturasi oksigen. Aktivitas fisik yang dilakukan dalam pendidikan dan pelatihan bagi anggota SAR Karanganyar adalah renang rescue. Penelitian ini bertujuan melihat adakah pengaruh aktivitas fisik renang rescue terhadap nilai saturasi oksigen pada Relawan SAR Karanganyar. Penelitian ini jenis pre eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data saturasi oksigen menggunakan Finger pulse oximetry, dimana pengukuran dilakukan pada 30 menit sebelum dan sesudah aktivitas fisik. Nilai rerata saturasi oksigen sebelum melakukan aktivitas fisik adalah 98 dan menurun setelah melakukan aktivitas fisik yaitu 97 pada 31 sampel. Penurunan nilai saturasi oksigen setelah aktivitas fisik menunjukkan bahwa saat melakukan aktivitas fisik tidak diperlukan ambilan oksigen oleh jaringan, pada saat ini difusi perifer berjalan dengan normal sehingga tidak terjadi peningkatan ambilan oksigen. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ=0,001 yang berarti 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna antara aktivitas fisik terhadap nilai saturasi oksigen pada relawan SAR Karanganyar.
Analisis Biaya Terapi Obat Kombinasi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Stethoscope Vol 3, No 1 (2022): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/stethoscope.v3i1.895

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan kematian. Pemilihankombinasi antihipertensi berpedoman pada kemampuan obat dalam menurunkan dan mengontroltekanan darah. Pemilihan kombinasi antihipertensi perlu diperhatikan dari jenis obat, mekanisme kerjadan efek samping yang akan ditimbulkan. Efektivitas pengobatan selalu berhubungan dengan ketepatandalam pemilihan obat dan biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis biaya terapi kombinasi dua obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensirawat jalan. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan kuantitatif untukmengetahui biaya terapi kombinasi antihipertensi pada pasien rawat jalan disebuah rumah sakit daerah.Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu dari data dua obat kombinasi yang digunakanselama 3 bulan berturut-turut menggunakan obat yang sama dan dilihat rerata biaya kombinasi obattersebut. Analisis biaya dalam penelitian ini dilakukan dari sudut pandang rumah sakit. Diketahuibahwa kombinasi dengan diuretik untuk jenis golongan antihipertensi lainnya mendapatkan total biayarendah dan terapi kombinasi golongan dengan CCB mendapatkan hasil menengah dan paling tinggiadalah biaya terap penggunaan kombinasi golongan antihipertensi dengan BB. Analisis Biaya TerapiKombinasi antihipertensi yang paling tinggi adalah kombinasi ACEI+BB yaitu sebesar Rp. 158.178,-dan paling rendah kombinasi Diuretik+ACEI yaitu Rp. 74.666,-.Kata kunci: Analisis Biaya, Kombinasi antihipertensi, HipertensiCost Analysis of Antihypertensive Drug Combination Therapy on Outpatients ofHypertensive PatientAbstractHypertension is one of the degenerative diseases that causes death. The choice of antihypertensivecombination is guided by the ability of the drug to lower and control blood pressure. The choice ofantihypertensive combination needs to be considered from the type of drug, the mechanism of actionand the side effects will be caused. The effectiveness of treatment always relates to the accuracy inthe selection of drugs and the costs paid by the patient. This study is aiming to analyze the cost ofcombination therapy of two antihypertensive drugs used on outpatient of hypertensive patients. Thisresearch is a non-experimental study using quantitative design. Data were collected retrospectively;find out the data of two combination drugs used for 3 consecutive months using the same drug and theaverage cost of the drug combination. The cost analysis in this study was carried out from the hospital’spoint of view. The results obtained combinations with diuretics for other types of antihypertensivegroups got a low total cost and combination therapy with CCBs got intermediate results and thehighest cost of using a combination of antihypertensive groups with BB. The cost analysis of the highest 65STETHOSCOPE VOL. 3 NO. 1 - JUNI 2022 ISSN 2722-8118 (Printed) 2723-4096 (Online)antihypertensive combination therapy is the combination of ACEI+BB, which is Rp. 158.178, - and thelowest combination of Diuretics + ACEI is Rp. 74.666,-.Keywords: Cost Analysis, Combination of antihypertensive, Hypertensive
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENURUNAN FUNGSI PARU-PARU DENGAN PENGGUNAAN VAPOR PADA REMAJA DI WILAYAH KARANGANYAR Dyah Ayu Wijaya Dewi; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Ana Wigunantiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 5, No 2 (2021): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v5i2.1026

Abstract

Di Indonesia saat ini tengah popular dengan rokok elektik vapor. Vapor dapat memberikan efek yang dapat merugikan bagi kesehatan seperti mual muntah dan depresi pernafasan, merokok dapat melemahkan kerja paru-paru. Berdasarkan Riskedas 2018, angka kejadian prevalensi penyakit paru-paru di Indonesia sebanyak 57,5% yang termasuk kategori. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang penurunan fungsi paru- paru dengan penggunaan vapor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian diambil dari data penurunan fungsi paru di Karanganyar sebanyak 309 responden. dengan metode teknik Cluster random sampling. Didapatkan sampel sebanyak 167 responden. Didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan tentang penurunan fungsi paru-paru pada penggunaan vapor dalam kategori tingkat pengetahuan yang baik dan pengguna vapor yang berat dengan nilai ρ -value 0,329 0,05, disimpulkan tidak ada hubungan pengetahuan penurunan fungsi paru-paru pada penggunaan vapor remaja di wilayah Karanganyar. Kata kunci : Pengetahuan, Paru-paru, Vapor
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL ANIMASI DAN SIMULASI TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSORDI SMPN 04 JATIYOSO Reza Restiningsih; Dewi Wulandari; Tri Wulandari; Ana Wigunantiningsih
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 5, No 2 (2021): Maternal (Jurnal ilmiah)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v5i2.1027

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang paling umum terjadi di Kabupaten Karanganyar. Berada dilereng gunung lawu dan berbukit, curah hujan yang tinggi memicu resiko bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana ditentukan oleh potensi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Lokasi SMPN 04 Jatiyoso berada pada lingkungan yang terjal sehingga beresiko terjadinya bencana tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual animasi dan simulasi terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana tanah longsor di SMPN 04 Jatiyoso. Desain penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test post-test with control grup. Sampel berjumlah 54 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan checklist kesiapsiagaan. Teknik analisa data yang digunakan yaitu Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,000 (p ‹ 0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan dan simulasi terhadap kesiapsiagaan bencana tanah longsor.Kata kunci : pendidikan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, tanah longsor
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Edukasi Kesehatan Tentang Obat Yang Digunakan dalam Penanganan Bencana pada Relawan SAR Karanganyar Anindhita Yudha Cahyaningtyas; Tri Wulandari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.671

Abstract

Penanggulangan krisis kesehatan pada pengelolaan logistik meliputi obat, alat medis habis pakai dan alat medis dan bahan medis habis pakai. Relawan sebagai salah satu tim dalam penanganan bencana memiliki peran dalam pengelolaan korban bencana. Relawan yang bertugas dalam evakuasi perlu mengetahui tentang obat yang digunakan dalam penanganan bencana. Hal tersebut penting karena saat evakuasi korban didaerah bencana, sering kali tidak melibatkan tenaga kesehatan, sehingga kurangnya pengetahuan relawan tentang pertolongan pertama bagi korban akan berakibat fatal. Permasalahan mitra yakni Relawan SAR Karanganyar merupakan tim pertolongan dan pencarian korban resmi dari pemerintah, yang memiliki keterampilan dan telah terlatih dalam setiap medan bencana. Kurangnya pengetahuan relawan tentang obat yang dapat digunakan dalam pertolongan pertama saat evakuasi korban bencana menjadi kelemahan dalam proses pertolongan darurat saat tidak adanya tenaga kesehatan dalam tim pencarian dan pertolongan korban. Upaya edukasi kesehatan terkait obat yang digunakan dalam penanganan bencana diharapkan relawan dapat memberikan obat sebagai pertolongan pertama misal dalam mengatasi nyeri atau kondisi darurat lainnya dimana obat tersebut dapat diberikan dalam kondisi darurat tanpa adanya tenaga kesehatan di lokasi bencana. Tujuan kegiatan ini diantaranya menambah pengetahuan relawan dalam membedakan jenis obat yang aman untuk pertolongan pertama. Metode yang yaitu kegiatan dilaksanakan di markas relawan dengan tahapan melakukan edukasi tentang macam obat, jenis obat dan pemilihan obat yang dapat digunakan dalam penanganan bencana. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yaitu relawan mampu memahami tentang jenis obat dan cara penggunaannya secara tepat dan benar sehingga menambah pengetahuan sebagai relawan dalam melakukan pertolongan korban.