Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Statistics

Hubungan antara Pergerakan Beberapa Indeks Harga Saham di Indonesia Menggunakan Metode Statistik Gerber 10060119010, Resty Utami Aprillia; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.11506

Abstract

Abstract. Correlation analysis is a statistical analysis used to measure the strength reslationship between two variables. For the non-parametric one, Kendall τ is suitable when there are outliers or at least ordinal/ranking scale data or for non normal data. The Gerber statistic is similar to Kendall τ, introduced by Gerber, et al., (2021) which is suitable for looking at the strength of relationships of variables that move quickly over time such as hours or days as in stock data. This statistic measures the correlation between two variables as the ratio of the difference between the number of concordant and discordant pairs. The Gerber statistic has robust properties that are not sensitive large movements (outlier) and departure from normality. It also ignores the small movement, since it can be only a noise (s). Hence, it is useful to measure the strength of relationship of rapid and extreme movement of two variables. This study applied the Gerber statistics to stock price index return data to measure the strength of the relationship between the movements of several stock price index returns, namely the Composite Stock Price Index (CSPI), LQ45 Index, IDX30 Index, Kompas100 Index, BISNIS-27 Index, Investor33 Index, and MNC36 Index for the period 2018-2022. It is found that the strength of the relationship between the movements of several stock price index returns is generally positive with a significant strength of the relationship. Abstrak. Analisis korelasi adalah analisis statistik yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Untuk non-parametrik, Kendall τ cocok digunakan ketika terdapat outlier atau minimal data berskala ordinal/ranking atau data tidak berdistrubusi normal. Statistik Gerber mirip dengan Kendall τ, diperkenalkan oleh Gerber, dkk., (2021) yang cocok untuk melihat kekuatan hubungan variabel yang bergerak cepat dari waktu ke waktu seperti jam atau hari seperti pada data saham. Statistik ini mengukur korelasi antara dua variabel sebagai rasio perbedaan antara jumlah pasangan konkordandan diskordan. Statistik Gerber memiliki sifat kuat yang tidak sensitif terhadap pergerakan besar (outlier) dan penyimpangan dari normalitas. Statistik ini juga mengabaikan pergerakan kecil, karena hal tersebut hanya berupa noise. Oleh karena itu, statistik ini berguna untuk mengukur kekuatan hubungan pergerakan cepat dan ekstrem dari dua variabel.Penelitian ini mengaplikasikan Statistik Gerber pada data return indeks harga saham untuk mengukur kekuatan hubungan antara pergerakan beberapa indeks harga saham, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks Kompas100, Indeks BISNIS-27, Indeks Investor33, dan Indeks MNC36 periode 2018-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara pergerakan beberapa return indeks harga saham secara umum adalah positif dengan kekuatan hubungan yang signifikan.
Estimasi Regresi Kuantil untuk Data Biner Longitudinal dengan Pendekatan Bayesian-Gibbs Sampling pada Kasus TBC dan Stunting pada Anak di RSUD Lembang Tahun 2022 10060119131, Alvina Damayanti Fauzia; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i1.12185

Abstract

Abstract. Quantile regression models the quantiles of the dependent variable as a function of independent variables. This method is robust to ourlier and heterscedasticity and allows modeling the influence of independent variables at various quantile points, providing a more comprehensive insight into the relationship between dependent and independent variables. Recently Rahman & Vosmeyer (2019) proposed a method named “quantile binary longitudinal data” (QBLD) to analyze longitudinal binary data for quantile regression based on Bayesian approach. This study applied QBLD to analyze the effect of predictor variables (x1-age, x2-Weight, x3-Height and x4-stunting status) to the probability of children tuberculosis (TB) status for different quantiles (0.25, 0.50, 0.75). In all three quantile regressions, based on Gelman-Rubin statistics, it was found that all regression coefficients have converged. The models for quantiles 0.25, 0.50, and 0.75 were: ; respectively. For all three quantile regressions, variables x1 (age), x2 (Weight), x3 (Height) significantly influenced the response, while x4 (stunting status) did not. Abstrak. Model regresi kuantil menggambarkan kuantil variabel dependen sebagai fungsi dari variabel independen. Metode ini tahan terhadap pencilan dan heteroskedastisitas, serta memungkinkan pemodelan pengaruh variabel independen pada berbagai titik kuantil, memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang hubungan antara variabel dependen dan independen. Rahman & Vosmeyer (2019) mengusulkan metode "quantile binary longitudinal data" (QBLD) untuk menganalisis data biner longitudinal untuk regresi kuantil berdasarkan pendekatan Bayesian. Penelitian ini menerapkan QBLD untuk menganalisis pengaruh variabel prediktor (x1-umur, x2-Berat, x3-Tinggi, dan x4-status stunting) terhadap probabilitas status tuberkulosis (TBC) pada anak-anak untuk kuantil yang berbeda (0,25, 0,50, 0,75). Pada ketiga regresi kuantil, berdasarkan statistik Gelman-Rubin, ditemukan bahwa semua koefisien regresi telah konvergen. Model untuk masing-masing kuantil adalah ; . Pada ketiga regresi kuantil, x1 (umur), x2 (Berat Badan), x3 (Tinggi Badan) berpengaruh siginifikan terhadap respon, sedangkan x4 (status stunting) tidak berpengaruh signifikan.
Kekuatan Hubungan antara Faktor-Faktor Kualitas Pembelajaran SMK di DKI Jakarta Tahun 2023 Menggunakan Metode Chatterjee Nailil Mala Candra; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.12820

Abstract

Abstract. Correlation is a measure the strength of linear relationship between two or more variables. The correlations commonly used are Pearson correlation, Rank Spearman, and Kendall tau. Pearson correlation gives good results for linear relationships and the data do not contain outliers. Chatterjee (2020), proposes a rank based method method to examine the degree of non-independence or the strength of the relationship between variables that is consistent with all alternative patterns of relationships between two possible variables and possible data contains outliers. This method is simple, consistent, and has a simple asymptomatic theory under the assumption that the two variables are mutually independent. The degree of dependence here refers to how strongly the variable is truly independent. In this research, we apply this method to evaluate the strength of relationship between learning quality factors of vocational schools DKI Jakarta in 2023. We obtained that the relationship between the learning quality factors of vocational schools DKI Jakarta in 2023 was mutually independent with a value between learning quality and reflection and learning improvement is ξ(X1, X2) = 0.0093; between the quality of learning and instructional leadership is ξ(X1, X3) = 0.0164; between reflection and improvement of learning with instructional leadership is ξ(X2, X3) = 0.0027. There is no relationship among all three variables. Abstrak. Korelasi merupakan ukuran kekuatan hubungan antara dua variabel kuantitaif atau lebih. Korelasi yang sering digunakan pada data kuantitatif yaitu korelasi Pearson, Rank Spearman, dan Kendall tau. Korelasi Pearson memberikan hasil yang baik untuk hubungan yang linear dan data yang tidak mengandung outlier. Chatterjee (2020), mengusulkan metode untuk memeriksa derajat ketidakbebasan atau kekuatan hubungan antar variabel yang berbasis peringkat yang juga konsisten terhadap semua alternatif pola hubungan antara dua variabel yang mungkin terjadi, dan mengandung pencilan. Metode ini sederhana, konsisten, dan memiliki teori asimptotik sederhana di bawah asumsi bahwa kedua variabel saling bebas. Derajat ketidakbebasan disini mengacu pada seberapa kuat variabel benar-benar independen. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode tersebut untuk melihat kekuatan hubungan antara faktor-faktor kualitas pembelajaran SMK di DKI Jakarta tahun 2023 dan diperoleh hasil bahwa hubungan antara faktor-faktor kualitas pembelajaran SMK di DKI Jakarta tahun 2023 saling bebas dengan nilai antara kualitas pembelajaran dengan refleksi dan perbaikan pembelajaran yaitu ξ (X1, X2) = 0,0093; antara kualitas pembelajaran dengan kepemimpinan instruksional yaitu ξ(X1, X3) =0,0164; antara refleksi dan perbaikan pembelajaran dengan kepemimpinan instruksional yaitu ξ(X2, X3) = 0,0027. Tidak ada hubungan diantara ketiga variabel tersebut.
Diagram Kendali EWMA untuk Memantau Rata-Rata Proses pada Proses Spinning Benang PT XYZ Rahmania Marwah Darmawan; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.13220

Abstract

Abstract. The textile industry plays a crucial role in the global economy, including in Indonesia. This sector is one of the main contributors to exports and employment. As market competition intensifies and consumer demand for high-quality textile products increases, quality control becomes a crucial factor for every manufacturer. In statistics, the approach to monitoring quality is called Statistical Quality Control (SQC). SQC is the monitoring of shifts that occur so that improvements can be made quickly before many defective products are produced. A tool that can be used to monitor process shifts is a control chart. In this study, an Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) control chart is used which can detect small process shifts (< 1,5σ). Applying the EWMA control chart with a weight value = 0,2 and results in the yarn spinning process carried out by PT XYZ in a controlled state on the average process. Abstrak. Industri tekstil memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi global termasuk di Indonesia. Sektor ini menjadi salah satu penyumbang utama ekspor dan lapangan kerja. Persaingan pasar yang semakin ketat dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk tekstil berkualitas tinggi maka pengendalian kualitas menjadi faktor yang krusial bagi setiap produsen. Dalam statistika, pendekatan untuk memantau kualitas disebut dengan pengendalian kualitas statistik. Pengendalian kualitas statistik adalah proses untuk memantau pergeseran proses yang terjadi agar dapat dilakukan perbaikan secara cepat sebelum banyak produk cacat yang diproduksi. Alat yang dapat digunakan untuk memantau pergeseran proses adalah diagram kendali. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Exponentially Weighetd Moving Average (EWMA) yang dapat mendeteksi pergeseran proses yang kecil (< 1,5σ). Penerapan diagram kendali EWMA dengan nilai pembobot = 0,2 dan nilai menghasilkan proses spinning benang yang dilakukan oleh PT XYZ dalam keadaan terkendali pada rata-rata proses.
Uji Perbedaan Nilai Tukar Petani di Indonesia Tridayanti Cahya Meiland; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14050

Abstract

Abstract. The Farmer Exchange Rate (FER) is an indicator used to measure the welfare of farmers in Indonesia by comparing the purchasing power of agricultural produce against consumption goods and production costs. A higher FER indicates relatively better welfare for farmers. According to data from the Central Statistics Agency, Indonesia's FER increased by 2.57% in 2022 compared to 2021, rising from 104.64 to 107.33. Fluctuations in FER across various provinces reflect variability in farmer welfare, necessitating an examination of whether there is a significant difference between FER for 2021 and 2022. The purpose of this research is to test wether there is defference FER in Indonesia between FER 2021 and 2022. Data used in this research are FER provincies in Indonesai 2021 an 2022. The Wilcoxon Signed-Rank Test was used for this analysis because the FER data is paired and may not follow a normal distribution. The test was conducted with a normal distribution approach since n = 34. The results revealed a z-value of -4.0091. Since |-4.0091| > |z(0,975)| = |1.96| , the null hypothesis (H0) is rejected. Thus, it can be concluded that there is a significant difference in the Farmer Exchange Rate in Indonesia between 2021 and 2022. Abstrak. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan petani di Indonesia dengan membandingkan daya beli hasil pertanian terhadap barang dan jasa konsumsi serta biaya produksi. Semakin tinggi NTP maka petani relatif lebih sejahtera. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, NTP Indonesia pada tahun 2022 meningkat sebesar 2,57% dibandingkan tahun 2021, naik dari 104,64 menjadi 107,33. Terdapat fluktuasi NTP di berbagai provinsi, yang menunjukkan adanya variabilitas kesejahteraan petani, sehingga diperlukan pengujian untuk menentukan perbedaan signifikan antara NTP tahun 2021 dan 2022. Metode yang digunakan adalah Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon karena data NTP bersifat berpasangan dan tidak dipastikan mengikuti distribusi normal. Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon mempertimbangkan arah dan besarnya perbedaan dalam pasangan data, sehingga memberikan analisis yang lebih mendalam dibandingkan metode nonparametrik lainnya. Uji ini dilakukan menggunakan pendekatan distribusi normal karena n = 34 . Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai diperoleh nilai sebesar -4,0091. Karena nilai |-4,0091| > |z(0,975)| = |1,96| maka H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai tukar petani di Indonesia tahun 2021 dan tahun 2022.
Analisis Pengaruh Jumlah Sekolah Dasar dan Jumlah Ruang Kelas terhadap Jumlah Guru Sekolah Dasar di Kota Cimahi Tahun 2021 Menggunakan Metode Regresi Linier Berganda Fathin Husna Fadhilah; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14060

Abstract

Abstract. Elementary school is the initial level of formal education in Indonesia so that students have the opportunity to develop socially, academically, personally and careerly so that they can become a generation of the nation who are active and independent in developing their potential. The presence of adequate educational facilities such as classrooms and elementary schools to ensure the smooth learning process of students, of course, must be accompanied by the availability of teachers who are trained in teaching. According to data from the Cimahi City Communication and Information Service (2021), there are 1,264 classrooms for 116 elementary schools, and 1,984 people for elementary school teachers. The aim of this research is to determine the effect of the number of elementary schools and the number of classrooms on the number of elementary school teachers in Cimahi City in 2021 using multiple linear regression analysis. Based on the test results, it was found that the number of elementary schools and the number of classrooms together had an effect on the number of elementary school teachers in Cimahi City in 2021. And for partial test results it was found that the number of elementary schools and the number of classrooms had an effect on the number of elementary school teachers in the City Cimahi in 2021. The regression model obtained is , meaning that every additional 1 elementary school (X1) for X2 will still increase the number of elementary school teachers (Y) by 8,449 or 9 people, and every additional 1 classroom (X2) for or 1 person. From the model, R2 is obtained at 0.891, meaning that the proportion of diversity in the number of elementary school teachers (Y) can be explained by the number of elementary schools (X1) and the number of classrooms (X2) together at 89.1%. Abstrak. Sekolah Dasar yakni jenjang awal pendidikan formal di Indonesia agar siswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara sosial, akademik, pribadi maupun karier sehingga mereka dapat menjadi generasi bangsa yang aktif dan mandiri mengembangkan potensi dirinya. Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai seperti ruang kelas dan sekolah dasar demi kelancaran proses belajar siswa, tentunya harus diiringi dengan ketersediaan guru yang terlatih dalam mengajar. Menurut data Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi (2021), terdapat 1.264 ruang kelas untuk 116 sekolah dasar, dan 1.984 orang untuk guru sekolah dasar. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi pada tahun 2021 menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi tahun 2021. Dan untuk hasil pengujian secara parsial diperoleh bahwa jumlah sekolah dasar dan jumlah ruang kelas berpengaruh terhadap jumlah guru sekolah dasar di Kota Cimahi pada tahun 2021. Model regresi yang diperoleh adalah , artinya setiap penambahan 1 sekolah dasar (X1) untuk X2 tetap akan meningkatkan jumlah guru sekolah dasar (Y) sebesar 8,449 atau 9 orang, dan setiap penambahan 1 ruang kelas (X2) untuk X1 tetap akan meningkatkan jumlah guru sekolah dasar (Y) sebesar 0,819 atau 1 orang. Dari model diperoleh R2 sebesar 0,891, artinya proporsi keragaman dari jumlah guru sekolah dasar (Y) dapat diterangkan oleh jumlah sekolah dasar (X1) dan jumlah ruang kelas (X2) secara bersama-sama sebesar 89,1%.
Analisis Korelasi Rank Spearman pada Hubungan antara Kemiskinan dan Kejadian Underweight pada Balita di Jawa Barat Dea Yustia Diningrum; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14183

Abstract

Abstract. Nutritional problems in toddlers are important indicators of public health, specifically in developing countries like Indonesia. Nutritional challenges in Indonesia include issues related to undernutrition (underweight, stunting, and wasting), overnutrition (obesity or overweight), and micronutrient deficiencies. Although stunting often receives the most attention in national health programs, the issue of underweight still requires special focus, as it can be the procursor to more serious nutritional problems. Poverty is one of the main factors influencing the nutritional status of children under five. Economic disadvantages limit families’ access to nutritious food, healthcare, education, and adequate sanitation. This study used Spearman rank correlation analysis to examine the relationship between poverty and the incidence of underweight among toddlers in West Java Province in 2023. It is obtained that there is a significant relationship between poverty and the incidence of underweight among toddlers in West Java Province, which falls into the category of a strong relationship, with a positive direction between the two variables. Thus, the higher the level of poverty, the higher the incidence of underweight among toddlers in West Java. Abstrak. Masalah gizi pada balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Tantangan gizi di Indonesia meliputi masalah undernutrition (berat badan kurang, stunting dan kurus), overnutrition (obesitas atau kegemukan), serta kekurangan gizi mikro. Meskipun stunting sering menjadi fokus utama dalam program kesehatan nasional, masalah underweight (berat badan kurang) tetap memerlukan perhatian khusus karena kondisi ini dapat menjadi awal dari masalah gizi yang lebih serius. Kemiskinan adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi status gizi balita. Ketidakmampuan ekonomi membatasi akses keluarga terhadap makanan bergizi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi yang layak. Peneliti menggunakan analisis korelasi rank Spearman untuk mengkaji hubungan antara kemiskinan dan kejadian underweight pada balita di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan kejadian underweight pada balita di Provinsi Jawa Barat yang termasuk dalam kategori hubungan yang kuat dan terdapat arah hubungan yang positif di antara kedua variabel. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kemiskinan, semakin tinggi pula kejadian underweight pada balita di Jawa Barat.
Hubungan antara Rata-Rata Lama Sekolah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Tahun 2023 Tasyah Syarmilati; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14318

Abstract

Abstract. The relationship between average years of schooling and poverty rates is important for social and economic development. Average years of schooling, which measures the number of years of formal education received by the population, and poverty rates, which indicate the percentage of the population below the poverty line, are indicators of social welfare. Data from the Central Statistics Agency (BPS, 2023) shows that the average years of schooling in Indonesia in 2023 were 8.6 years, the poverty rate was 9.57%, and the open unemployment rate was 5.8%. Based on this phenomenon, it is important to have a deep understanding of the relationship between average years of schooling and unemployment in order to design more effective policies. The method used is Pearson correlation because the data from both variables follow a normal distribution. The results of the study showed that the relationship between average years of schooling and the open unemployment rate in Indonesia in 2023 is included in the moderate category. Although the average length of schooling has increased, open unemployment has also increased, indicating a significant relationship that needs to be considered in education and employment policies. Abstrak. Hubungan antara rata-rata lama sekolah dan angka kemiskinan penting untuk pembangunan sosial dan ekonomi. Rata-rata lama sekolah, yang mengukur jumlah tahun pendidikan formal yang diterima penduduk, dan angka kemiskinan, yang menunjukkan persentase penduduk di bawah garis kemiskinan, merupakan indikator kesejahteraan sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2023) menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah di Indonesia pada 2023 adalah 8,6 tahun, angka kemiskinan 9,57%, dan tingkat pengangguran terbuka 5,8%. Berdasarkan fenomena tersebut pentingnya pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara rata-rata lama sekolah dan pengangguran untuk merancang kebijakan yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah korelasi Pearson karena data dari kedua variabel mengikuti ditsribusi normal. Korelasi Pearson memberikan nilai antara -1 dan 1, di mana nilai 1 menunjukkan hubungan positif sempurna, nilai -1 menunjukkan hubungan negatif sempurna, dan nilai 0 menunjukkan tidak adanya hubungan linear antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara rata-rata lama sekolah dan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada 2023 termasuk dalam kategori sedang. Meskipun rata-rata lama sekolah meningkat, pengangguran terbuka juga mengalami peningkatan, menunjukkan hubungan signifikan yang perlu diperhatikan dalam kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan.
Uji Mann-Whitney Perbedaan Harapan Lama Sekolah antara Provinsi Sumatera Selatan dengan Aceh Tahun 2023 Ghea Putri Amalia P; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.14669

Abstract

Abstract. Inferential statistics are often referred to as inductive statistics which are statistics used to analyse sample data and the result will be generalised or concluded for the population from which the sample was taken. Inferential statistics are categorised into two, namely parametric statistics and nonparametric statistics. One of the test used on two independent samples is the Mann-Whitney Test. The Mann-Whitney test can be used when the data is not normally distributed. The advantage of the Mann-Whitney test is that it can be used if the number of each sample is not the same. Expected Years of Schooling (EYS) is defined as the years of schooling (in years) that a child is expected to experience at a certain age in the future. It is assumed that the probability that the child will remain in school at subsequent ages is equal to the probability of the population being in school per the current population of the same age. Expected years of schooling are calculated for the population aged seven years and above. Hypothesis testing using the Mann-Whitney test shows that there is a significant difference between the expected years of schooling of districts/cities in South Sumatra Province and the expected years of schooling of districts/cities in Aceh Province in 2023. Abstrak. Statistika inferensial sering disebut sebagai statistika induktif yang merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan digeneralisasikan atau disimpulkan untuk populasi dari asal sampel itu diambil. Statistika inferensial dikategorikan menjadi dua, yaitu statistika parametrik dan statistika nonparametrik. Salah satu pengujian yang digunakan pada dua sampel saling bebas ada Uji Mann-Whitney. Uji Mann-Whitney dapat digunakan ketika data tidak berdistribusi normal. Kelebihan dari uji Mann-Whitney yaitu bisa digunakan jika jumlah masing-masing sampel tidak sama. Harapan Lama Sekolah (HLS)/Expected Years of Schooling (EYS) didefinisikan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Diasumsikan bahwa peluang anak tersebut akan tetap bersekolah pada umur-umur berikutnya sama dengan peluang penduduk yang bersekolah per jumlah penduduk untuk umur yang sama saat ini. Angka harapan lama sekolah dihitung untuk penduduk berusia tujuh tahun ke atas. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara harapan lama sekolah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan dengan harapan lama sekolah kabupaten/kota di Provinsi Aceh tahun 2023.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2010-2022 10060120068, Nabilah Disya Arviani; Suliadi
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v5i1.15881

Abstract

Abstract. Poverty is a condition in which an individual or a group of individuals is unable to fulfill their basic rights to lead a decent life. A low Human Development Index (HDI) will result in low work productivity, consequently leading to lower income. Low income will increase the number of people living in poverty. Similarly, economic growth will increase the number of people living in poverty when there is income inequality that will benefit the wealthy compared to the poor. This study aims to find out the impact of the Human Development Index and the rate of economic growth on poverty in West Bandung Regency 2010-2022. The method used in this study is multiple linear regression analysis with the Human Development Index (HDI) and the economic growth rate as independent variables, and the percentage of the poor population as the dependent variable. Based on the study results, it was found that the Human Development Index (HDI) affects poverty in West Bandung Regency 2010-2022, while the economic growth rate does not affect poverty in West Bandung Regency 2010-2022. Where 91.4% of poverty can be explained by the Human Development Index (HDI) and the economic growth rate. Abstrak. Kemiskinan merupakan keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi hak-hak dasar mereka untuk menjalani kehidupan yang layak. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah akan mengakibatkan produktivitas kerja yang rendah sehingga perolehan pendapatan akan semakin rendah. Pendapatan yang rendah akan mengakibatkan naiknya jumlah penduduk miskin. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi yang akan meningkatkan jumlah penduduk miskin ketika terjadi ketimpangan pendapatan yang akan menguntungkan penduduk kaya dibandingkan penduduk miskin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh indeks pembangunan manusia dan laju pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat tahun 2010-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda dengan variabel independen yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan laju pertumbuhan ekonomi, serta variabel dependen yaitu persentase penduduk miskin. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mempengaruhi kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2010-2022, sedangkan laju pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2010-2022. Di mana 91,4% kemiskinan dapat dijelaskan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan laju pertumbuhan ekonomi.