Anisa Indriyati, Anisa
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Indriyati, Anisa
Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2011.102.171-186

Abstract

Children are an important part of a family, and their condition within the family is consequential to their condition in the society and nation. There are many issues regarding children, one of them being allegations of violence committed against them. The efforts to reduce such violence require an effort to religious understanding through the Quran with respect to the protection of children, by elucidating rights and responsibilities. This effort is also support by Law no. 23/2003 on Protection of Children  
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Simaremare, Tohap Pandapotan; Sihotang, Rina Oktaviana; Indriyati, Anisa; Sumardi, Lalu; Purba, Andiopenta; Megasari, Intan Indah; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Kolo, Adriana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam