Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect of Herbal Therapy on Emesis Gravidarum Assa Aprin Tania; Ika Yudianti; Eny Sendra; Ririn Indriani
Indonesian Journal of Sport Management and Physical Education Vol. 1 No. 1 (2022): August 2022
Publisher : Formosa Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmpe.v1i1.2207

Abstract

Handling emesis gravidarum using conventional drugs has a teratogenic risk, so another effort is to provide subscriptions using herbal therapy. This study was conducted to determine the effect of herbal therapy in reducing the frequency of emesis gravidarum Method: This type of research is a literature review using the Pubmed, Research Gate, SINTA database. Literature collection strategy using the PICO framework was then analyzed until there were 16 literature that could be used. The review method used is to compare and contrast to find similarities in the types of herbal therapy and the dissimilarities of the most effective herbs. There are differences in the frequency of emesis gravidarum in the use of ginger, mint, lemon, quince, lavender, orange herbs which are provided in the form of extracts and aromatherapy. Giving herbal therapy in the form of ginger, mint, lemon, quince, lavender, orange with aromatherapy and extract preparations can reduce the frequency of emesis gravidarum.
Comparison of Quizizz and Animated Video Educational Methods Regarding Knowledge of the Dangers of Premarital Sex Among Adolescents Aged 15–18 at SMK PGRI 1, Kediri City Marrizka Mutiara Islami; Ririn Indriani; Dwi Estuning Rahayu; Sumy Dwi Antono
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jkm.v5i1.1970

Abstract

Introduction: Premarital sexual behavior among adolescents remains a serious reproductive health problem in Indonesia, partly caused by a lack of knowledge about the dangers of free sex. Technology-based learning innovations suited to adolescent characteristics, such as Quizizz and animated video, are needed. This study aimed to analyze the difference in effectiveness between these two media in improving knowledge among adolescents aged 15–18 years at SMK PGRI 1 Kediri City. Methods: A quantitative quasi-experimental design with a Nonequivalent Control Group Design was used. A sample of 126 grade XI students was divided into a Quizizz group (Visual Communication Design department, 63 respondents) and an animated video group (Computer and Network Engineering department, 63 respondents) using cluster random sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney U Test. Results: The Wilcoxon test for the Quizizz group showed p=0.089 (not significant), while the animated video group showed p=0.000 (significant). The Mann-Whitney test showed p=0.000, with a higher mean rank for the animated video group (76.53) than Quizizz (50.47), indicating that animated video was more effective. Discussion: Animated video is more effective because visual and audio delivery of material is easier for adolescents to understand, while Quizizz tends to function as an evaluation medium, making it less optimal for improving knowledge. Conclusion: Animated video was proven more effective than Quizizz in improving knowledge among adolescents aged 15–18 years about the dangers of free sex, so this medium can be recommended as a reproductive health education method more suitable for adolescent characteristics.
The Relationship between Husband’s Support and the Readiness of Pregnant Women in Facing Labor Devi Nurlelis; Ririn Indriani; Lumastari Ajeng Wijayanti; Dwi Estuning Rahayu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.140

Abstract

ABSTRACT Due to the labour, pregnant women often experience emotional changes such as anxiety, fear, and stress. Data showed that out of 56 pregnant women, 73.2% experienced moderate anxiety and 14.2% severe anxiety, with 62.5% of the severe anxiety group having poor labour readiness. This shows a tendency that high anxiety has an impact on low readiness for labour. One of the factors that influences labour readiness is support from the husband, as the closest person to the wife. This study aimed to find out the relationship between husbands' support and the readiness of pregnant women to face labour. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 43 people, with a sample of 39 respondents selected using simple random sampling. The instruments used were the husband’s support questionnaire and the readiness to face labour questionnaire. The questionnaires were tested for validity and reliability prior to data collection using the Pearson Product Moment for validity and Cronbach’s Alpha for reliability. The validity test showed r-values > r-table value (0.576), while the reliability test yielded Cronbach’s Alpha values of 0.903 and 0.906. Data analysis used the Spearman Rank Test. The results showed a value of r = 0.334 with p value = 0.037 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between husband support and the readiness of pregnant women in facing childbirth. The results showed that active husband involvement during pregnancy and childbirth plays an important role in supporting maternal psychological readiness.
Hubungan Lama Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Amenore Dan Kenaikan Berat Badan Di TPMB Siti Munawaroh Desa Mojo Kabupaten Kediri Dinar Septiana Putri; Ririn Indriani; Lumastari Ajeng Wijayanti; Sumy Dwi Antono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1147

Abstract

KB suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena efektif dalam mencegah kehamilan, namun dapat menimbulkan efek samping berupa amenore dan kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenore dan kenaikan berat badan di TPMB Siti Munawaroh Desa Mojo Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 akseptor KB suntik 3 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α=0,05. Sebagian besar responden mengalami amenore sebanyak 38 orang (63,3%) dan kenaikan berat badan sebanyak 33 orang (55,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian amenore (p=0,001) dan kenaikan berat badan (p=0,006 Lama penggunaan KB suntik 3 bulan berhubungan dengan meningkatnya kejadian amenore dan kenaikan berat badan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memberikan konseling mengenai kemungkinan efek samping kontrasepsi hormonal sehingga akseptor dapat memahami dan mengantisipasi perubahan yang terjadi selama penggunaan kontrasepsi
Hubungan Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Kenaikan Berat Badan Dan Frigiditas Di TPMB Siti Munawaroh Mojo Kabupaten Kediri Nur Intan Kharisma; Ira Titisari; Desy Dwi Cahyani; Ririn Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1161

Abstract

KB suntik 3 bulan atau Depot Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan metode kontrasepsihormonal yang paling banyak digunakan di Indonesia, namun sering dikaitkan dengan keluhankenaikan berat badan dan gangguan fungsi seksual (frigiditas) pada akseptor. Penelitian ini bertujuanmenganalisis hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian kenaikan beratbadan dan frigiditas pada akseptor di TPMB Bidan Siti Munawaroh Mojo Kabupaten Kediri.Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampelberjumlah 60 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkanmelalui kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) dan kartu KB, dianalisis menggunakan ujiChi-Square. Sebagian besar akseptor menggunakan KB suntik 3 bulan selama &gt;1 tahun (66,6%),mengalami kenaikan berat badan (53%), dan mengalami frigiditas (63%). Uji Chi-Squaremenunjukkan hubungan signifikan antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan (p=0,010) dandengan frigiditas (p=0,008). Semakin lama pemakaian DMPA, semakin tinggi akumulasi paparanprogestin yang menekan estrogen dan androgen, sehingga memicu perubahan metabolik berupakenaikan berat badan sekaligus penurunan fungsi seksual secara bersamaan. Terdapat hubungansignifikan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan dan frigiditas,sehingga diperlukan konseling dan pemantauan berkala pada akseptor jangka panjang.
Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Asupan Nutrisi Dengan Produksi ASI Di Wilayah Puskesmas Sukorame Kota Kediri Agshely Wahyu Wulan Kusuma; Rahajeng Siti Nur Rahmawati; Ririn Indriani; Sunny Dwi Antono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1183

Abstract

Produksi ASI yang optimal dipengaruhi oleh asupan nutrisi ibu selama masa nifas, namun capaian ASIeksklusif di Puskesmas Sukorame Kota Kediri menurun dan belum mencapai target nasional.Pengetahuan ibu tentang asupan nutrisi berperan penting dalam mendukung kelancaran produksi ASI.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang asupan nutrisi denganproduksi ASI. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan di wilayah kerjaPuskesmas Sukorame Kota Kediri dengan sampel 36 ibu nifas yang dipilih menggunakan simplerandom sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form dan dianalisis menggunakan ujiSpearman&#39;s Rho. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang asupan nutrisi danproduksi ASI yang lancar, dengan nilai koefisien korelasi 0,433 dan p-value 0,008 (p&lt;0,05). Terdapathubungan yang signifikan, positif, dan berkekuatan sedang antara pengetahuan ibu nifas tentangasupan nutrisi dengan produksi ASI, semakin baik pengetahuan ibu mengenai kebutuhan nutrisiselama masa menyusui, semakin lancar produksi ASI yang dihasilkan. Pengetahuan gizi ibu nifas yangbaik berperan penting mendukung produksi ASI optimal.
Hubungan Screen Time (Durasi Elektronik) Dengan Perkembangan Bahasa Pada Balita Usia 36-48 Bulan Di Raudhatul Athfal Bina Insani Kota Kediri Fiskha Lisqo Layla Falisa A; Koekoeh Hardjito; Sumy Dwi Antono; Ririn Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1268

Abstract

Penggunaan perangkat digital pada anak usia dini semakin meningkat dan berpotensi memengaruhiperkembangan bahasa. Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi interaksi langsung anakdengan orang tua dan lingkungan sehingga menghambat stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuanmengetahui hubungan screen time dengan perkembangan bahasa pada balita usia 36–48 bulan diRaudhatul Athfal Bina Insani Kota Kediri. Penelitian menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan cross sectional dan dilaksanakan pada 12–29 Mei 2026 terhadap 41 balita usia 36–48bulan. Data screen time diperoleh melalui kuesioner yang diisi orang tua, sedangkan perkembanganbahasa diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) aspek bahasa. Analisishubungan dilakukan menggunakan uji Fisher&#39;s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagianbesar balita memiliki screen time tinggi atau melebihi rekomendasi penggunaan layar pada anak usiadini (97,6%). Perkembangan bahasa sebagian besar balita berada pada kategori sesuai usia (78,0%),sedangkan 22,0% berada pada kategori meragukan. Hasil uji Fisher&#39;s Exact Test menunjukkan nilai p= 1,000 (α &gt; 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time denganperkembangan bahasa pada balita usia 36–48 bulan. Temuan ini mengindikasikan bahwaperkembangan bahasa kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas interaksi orangtua dengan anak, stimulasi bahasa di rumah, dan lingkungan pendidikan yang mendukung. Dengandemikian, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dan perkembangan bahasa padabalita usia 36–48 bulan di Raudhatul Athfal Bina Insani Kota Kediri.
MATERNITY CARE FOR PRIMIGRAVIDA WOMEN WITH OBESITY IN THE THIRD TRIMESTER OF PREGNANCY: A CASE STUDY Alvi Nur Puspita Putri; Ririn Indriani; Aulia Salsavira Syifa
Health and Scientific Journal Vol. 1 No. 1 (2026): Health and Scientific Journal
Publisher : Kampus 4 Prodi Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/hsj.v1i1.6239

Abstract

Obesity during pregnancy is one of the risk factors that can increase the incidence of maternal and perinatal complications, especially in the third trimester. This condition is influenced by lifestyle changes, an unbalanced diet, and a lack of physical activity during pregnancy. This case study aims to provide midwifery care for pregnant women in their third trimester who are obese. The method used was a case study with a Continuity of Care (COC) approach on Mrs. R, aged 30 years, primigravida, 31 weeks pregnant, with a body mass index ≥30 kg/m². Data collection was carried out through interviews, observations, physical examinations, anthropometric measurements, and review of midwifery documentation. The results of the assessment showed that the mother was obese without any pregnancy complications. Midwifery care was provided through several visits, which included routine pregnancy monitoring, weight gain control, balanced nutrition education, recommendations for safe physical activity, and antenatal classes. During the support period, the condition of the mother and fetus was monitored within normal limits without signs of complications. The conclusion of this study shows that continuous midwifery care through the COC approach plays an important role in pregnancy monitoring and prevention of complications in pregnant women with obesity, as well as increasing mothers' awareness of the importance of a healthy lifestyle during pregnancy.
MIDWIFERY CARE FOR MULTIGRAVIDA PREGNANT WOMEN WITH LOWER BACK PAIN Helena Reka Fatricia; Ririn Indriani; Alvi Nur Puspita Putri
Health and Scientific Journal Vol. 1 No. 1 (2026): Health and Scientific Journal
Publisher : Kampus 4 Prodi Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/hsj.v1i1.6241

Abstract

Lower back pain is one of the discomforts often experienced by pregnant women, especially in the third trimester, and can interfere with the mother's activities and quality of life. The problem in this report is how to implement comprehensive midwifery care for a 24-year-old G3P1A1 pregnant woman with a gestational age of 32–33 weeks who experiences lower back pain. The method used was a case study with a Varney midwifery care management approach, which includes assessment, data interpretation, problem identification and potential diagnosis, planning, implementation, and evaluation of care. Data collection was carried out through anamnesis, physical examination, and supporting examinations at the Ngadiluwih Community Health Center in Kediri Regency. The findings showed that the lower back pain experienced by the mother was related to physiological changes during pregnancy, weight gain, and changes in posture. The midwifery care provided included education, warm compresses, gym ball exercises, pregnancy exercises, the use of kinesio taping, and acupressure. The evaluation showed a decrease in back pain complaints and an increase in maternal comfort after continuous care was provided. The conclusion of this report is that the application of comprehensive midwifery care in accordance with Varney's management is effective in helping to reduce lower back pain in pregnant women in the third trimester and improving maternal well-being during pregnancy.