Sri Ayatina Hayati
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TRAINING UNTUK MENGURANGI STRESS ACADEMIC REMAJA DI LINGKUNGAN LAHAN RAWA PANTI ASUHAN PUTERI INTAN SARI BANJARMASIN Sri Ayatina Hayati; Aminah Aminah; Muhammad Eka Prasetia
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7258

Abstract

Sejak adanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia terutama di Indonesia semua pasti mendapatkan dampaknya. Salah satunya ialah lembaga panti asuhan, karena pasti akan menghambat sistem kinerja ajar mengajar di bidang pendidikan. Apalagi setiap sekolah melaksanakan pembelajaran melalui daring, dan tidak semua anak panti asuhan memiliki alat komunikasi untuk melaksanakan pembelajaran daring. Oleh sebab itu banyak terjadi stress academic pada remaja di panti asuhan dalam melaksanakan pembelajaran. Stres akademik biasanya disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan akademik yang dilakukan oleh siswa. Salah satu upaya konseling untuk mengurangi stres akademik pada siswa adalah Progressive   Muscle   Relaxation   Training. PMRT dapat digunakan untuk mengontrol kecemasan, stres atau ketegangan. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Remaja panti asuhan menunjukkan stress academic dalam menghadapi pembelajaran seperti terbatasnya media belajar daring dan jaringan untuk mengikuti pembelajaran daring. (2) Belum adanya intervensi yang diberikan langsung dari pihak panti asuhan maupun lembaga lainnya. Tujuan dari pelatihan ini meliputi: (1) Memberikan informasi tentang cara mengatasi stress academic. (2) Memberikan pelatihan PMRT kepada remaja panti asuhan. Kegiatan ini mempunyai 4 (Empat) metode dalam pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: Ceramah, Demonstrasi, Pelatihan dan Evaluasi. Khalayak sasaran pada kegiatan ini remaja panti asuhan puteri intan sari Banjarmasin. Gambaran bentuk evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dianalisis secara umum gambaran dari tingkat stress academic remaja panti asuhan pada kategori sedang dan tinggi sebelum diberikan pelatihan PMRT. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi penurunan tingkat stress academic remaja panti asuhan puteri intan sari Banjarmasin menjadi rendah.Kata kunci : Progressive Muscle Relaxation Training, Stress Academic
PELATIHAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP UNTUK MEMBANTU MENGURANGI KECEMASAN SISWA DI LINGKUNGAN LAHAN RAWA KABUPATEN BARITO KUALA Ainun Heiriyah; Sri Ayatina Hayati; Sabit Tohari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7412

Abstract

Setiap siswa juga pasti pernah merasa cemas, dan hal yang dirasakan ini adalah hal yang normal, jika dialami apabila sedang dirundung masalah. Dalam upaya untuk mengetahui apakah siswa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama dengan cara mengenai gejala beserta faktor yang melatarbelakangi kecemasnnya. Guru BK di haruskan menguasai model teknik konseling tertentu untuk dapat menangani dan menurunkan tingkat kecemasan yang dialami siswa. Permasalahan mitra yang dalam  kegiatan pengabdian ini dirinci sebagai berikut: (1) Kurangnya wawasan guru BK dalam teknik konseling desensitisasi sistematis secara mutlak untuk membantu mengurangi kecemasan siswa; (2) Kurangnya kemampuan guru BK dalam melakukan teknik desensitisasi sistematis dalam proses konseling secara penuh untuk membantu mengurangi kecemasan siswa. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam kegiatan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 38 orang guru BK Kab. Batola dengan 24 instansi yang berbeda. Hasil kegiatan pelatihan Teknik Desensitisasi Sistematis benar dapat membantu Guru BK (MGBK) Kab. Batola dalam mengurangi Kecemasan Siswa terjadi peningkatan tingkat Keterampilan Teknik Desensitisasi Sistematis menjadi tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis pretest kategori tinggi terdapat 4 orang guru BK dengan skor 16. Kategori sedang terdapat 28 orang guru BK dengan skor 8 hingga 13. Kategori rendah terdapat 6 orang guru BK dengan skor 4 hingga 6. Dan Hasil analisis post test kategori tinggi terdapat 16 orang guru BK dengan skor 15 hingga 16. Kategori sedang terdapat 19 orang guru BK dengan skor 12 hingga 14. Kategori rendah terdapat 3 orang guru BK dengan skor 8 hingga 11.Kata kunci : Desensitisasi sistematis, kecemasan
The Effectiveness of CBT Group Counseling in Improving Self-Esteem of Victims of Verbal Bullying: A Pre-Experimental Study in Senior High Schools in Banjarmasin Dwita Oktavia; Jarkawi; Sri Ayatina Hayati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.6693

Abstract

Verbal bullying remains a pervasive issue in Indonesian educational settings, significantly undermining adolescent self-esteem and mental health. This study examines the effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) group counseling in improving self-esteem among victims of verbal bullying in senior high schools in Banjarmasin. Employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design, the research involved 139 Grade X students, with 8 identified as verbal bullying victims through purposive sampling. The intervention comprised three CBT counseling sessions incorporating cognitive restructuring and assertiveness training. Data were collected using a validated self-esteem questionnaire (Cronbach's α = 0.726) and analyzed through paired t-tests following normality and homogeneity checks. Results revealed a statistically significant increase in self-esteem scores from pretest to posttest (p = 0.003), with participants demonstrating improved self-perception, reduced social avoidance, and enhanced classroom participation. While findings support CBT's potential effectiveness in addressing bullying-related low self-esteem, the pre-experimental design and small sample size limit causal inferences. This study contributes evidence for integrating CBT-based group counseling into school anti-bullying programs in the Indonesian context, though randomised controlled trials are recommended to establish definitive efficacy. The intervention offers practical strategies for school counselors to support victims of verbal bullying, fostering safer and more inclusive educational environments. Keywords: cognitive behavioral therapy, group counseling, self-esteem, verbal bullying, adolescents