Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMETAAN ANALISIS KEBUTUHAN PENYEDIAAN AIR MINUM INSTALASI PENGELOLAAN AIR BEDOG TIRTAMARTA KOTA YOGYAKARTA Evy Kusumaningrum; Rizky Andika; Lily Handayani
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.876 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i1.63151

Abstract

Instalasi Pengelolaan Air Bedog termasuk sub Sistem pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamarta. Air sumber di instalasi Pengeloaan Air Bedog berasal dari air tanah dengan membuat sumur dala . Saat ini permasalahan yang timbul adalah semakin bertambahnya pelanggan dan meningkatnya permintaan sedangkan debit air setiap tahunnya menurun. Dengan melihat permasalahan yang ada tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan  teknologi SIG untuk memetakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  guna memberikan informasi batasan pelayanan pelanggan yang terlayani pada daerah pelayanan IPA Bedog. Pemetaan kondisi SPAM IPA Bedog menggunakan program QGIS 3.10 berdasarkan hasil pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi literatur, dan praktik lapangan. Yang kemudian dilakukan pengolahan data analisis kebutuhan air dan analisis ketersediaan air baku menggunakan metode proyeksi Least Square (Regresi Linier). Dari hasil analisis kebutuhan air dan ketersediaan air baku di dapatkan bahwa dari hasil proyeksi ketersediaan air SPAM IPA Bedog mengalami penurunan debit di tiap tahunnya. Ketersediaan air baku SPAM IPA Bedog pada tahun 2035 sebesar 48,05 liter/detik, sedangkan kebutuhan air di tahun 2035 sebesar 286,07 liter/detik. Sesuai hasil analisis yaitu menurunnya debit setiap tahunnya maka perlu ada solusi lain misalnya dengan memanfaatkan air baku yang diambil dari air permukaan misalnya sungai.
Pengembangan Sistem Informasi Geografi Untuk Pemantauan Jaringan Irigasi Menggunakan LeafletJS Sumarsono Sumarsono; Choerun Asnawi; Evy Kusumaningrum; Dedy Hariyadi
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/et38bn80

Abstract

The distribution or flow of water in irrigation networks that are not good can have an impact on air demand on agricultural land. This is due to the air volume that is not optimal due to damage to the irrigation network. Each irrigation network has a level of disturbance which is measured by the level of damage to the irrigation network based on the channel and building arrangement. Efforts to anticipate the level of damage to the wider irrigation network that can harm farmers, it is necessary to have a system that makes it easier for air interpreters to provide reports. Based on the report, the water interpreter will be followed up and processed by the team regarding more handling. In the ease of reporting, water interpreters need a location-based reporting system. Therefore, the right approach in reporting damage to irrigation networks is using a geographic information system. With the development of internet communication, geographic information systems have been developed that can be implemented on smartphones with the Android operating system.
PEMANTAUAN BERBASIS IoT TERHADAP VARIASI TEMPORAL PARTIKULAT, POLUTAN GAS, DAN MIKROKLIMAT DI SEKITAR FASILITAS PENAMPUNGAN SAMPAH Evy Kusumaningrum; Nurul Muyasaroh; Dedy Hariyadi; Helmi Danang Pamungkas
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v26i1.519

Abstract

Pemantauan beresolusi waktu tinggi diperlukan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara di sekitar tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang dapat dipengaruhi oleh pembakaran, bongkar-muat, lalu lintas, dan kondisi mikroklimat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi multiparameter, membandingkan variasi antarhari dan blok waktu, mengevaluasi hubungan antarparameter, serta mengidentifikasi keterbatasan mutu data selama sepuluh hari pemantauan. Studi observasional eksploratif menggunakan sensor AQD-26010 yang terintegrasi dengan RUT200 dan TUYA Smart Cloud untuk mencatat PM1,0, PM2,5, PM10, CO, CO₂, HCHO, TVOC, suhu, kelembapan, dan cuaca setiap 15 menit pada pukul 06.00-18.00, kemudian menganalisis 490 observasi dengan statistik deskriptif, korelasi Spearman, uji Kruskal-Wallis, dan koreksi Benjamini-Hochberg. Median (IQR) PM2,5, PM1,0, dan PM10 masing-masing sebesar 52 (32,25-127), 33 (21-85), dan 59 (38-146) dalam satuan keluaran alat. Ketiga fraksi partikulat berkorelasi kuat (ρ=0,755-0,927), HCHO dan TVOC berkorelasi sedang (ρ=0,403), sedangkan suhu dan kelembapan berkorelasi negatif sangat kuat (ρ=-0,955; n=343). Perbedaan antarhari ditemukan pada ketiga fraksi partikulat, HCHO, TVOC, suhu, dan kelembapan (p terkoreksi <0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kualitas udara di lokasi pemantauan bersifat temporal dan respons antarsensor saling berkaitan, tetapi pengaruh sumber tertentu belum dapat dipastikan tanpa data aktivitas dan meteorologi yang lebih lengkap. Pemantauan berbasis IoT berpotensi mendukung deteksi episode pencemaran dan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekitar TPS, namun interpretasi baku mutu harus ditunda sampai satuan, tanggal hari ke-8-10, dan kalibrasi alat terverifikasi.