Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN ANALISIS DATA MIKROTREMOR DI DESA TRIMURTI, SRANDAKAN, BANTUL Heru Bagus Hermawan; Dimas Taufiq Ridlo; Nasirudin; Rita Dewi Triastianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi potensi terjadinya likuifaksi berdasarkan analisis data mikrotremor di Desa Srandakan, Trimurti, Bantul yang terletak di pesisir pantai Selatan Yogyakarta dan di bantaran sungai Progo. Metode analisis yang digunakan adalah metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) yang akan memberikan informasi mengenai nilai Frekuensi Dominan (f0), Amplifikasi (A0), Indeks Kerentanan Seismik (Kg), dan Ketebalan Lapisan Sedimen (h) di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai Frekuensi Dominan (f0) antara 1,60 – 9,94 Hz, Amplifikasi (A0) antara 2,35 – 4,43, Indeks Kerentanan Seismik (Kg) antara 4,01 x 10-6 – 4,45 x 10-5 s2/cm, dan Ketebalan Lapisan Sedimen (h) antara 6,54 – 46,25 m. Potensi likuifaksi ditentukan berdasarkan sebaran nilai-nilai tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa di beberapa lokasi di Desa Trimurti memiliki potensi terjadinya likuifaksi yaitu di sekitar titik S04 dan S12. Selain itu menurut pengamatan di lapangan, lapisan tanah permukaan Desa Trimurti didominasi oleh tanah berpasir.
PERBANDINGAN KINERJA WATER METER DIGITAL DAN WATER METER MEKANIK TERHADAP FINANSIAL PERUMDA AIR MINUM TIRTA AJI WONOSOBO Anggi Liliani; Handayani Sri Winarno; Nurul Muyasaroh; Heru Bagus Hermawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan pengembangan aksesoris berupa penggunaan water meter digital dan mekanik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja water meter digital dan mekanik, mengetahui kendala yang menyebabkan ketidakakuratan kedua water meter, dan menganalisa pengaruh kinerja kedua water meter terhadap finansial PERUMDA Air Minum Tirta Aji Wonosobo. Metode penelitian dilakukan dengan survey lokasi pemasangan water meter digital dan mekanik, identifikasi masalah, observasi, wawancara, dan studi literatur. Pengumpulan data dan pengolahan data bersumber dari data primer dan sekunder. Hasil akurasi water meter digital terdapat 8 water meter yang akurat menguntungkan, dengan kepekaan 0,0111 m3/jam, sedangkan water meter mekanik terdapat 9 water meter yang akurat merugikan, dengan kepekaan 0,0224 m3/jam. Water meter digital dinilai lebih akurat dan peka membaca aliran air dibandingkan water meter mekanik. Kendala yang mempengaruhi ketidakakuratan pada water meter digital adalah perubahan aliran air dan kotoran, sedangkan pada water meter mekanik adalah aliran air bertekanan rendah, pencurian air sebelum water meter, gear yang sudah aus, dan kesalahan dalam pemilihan kelas water meter. Tarif yang dihasilkan water meter digital sejumlah Rp 13.281,50/bulan, yaitu lebih menguntungkan dibandingkan water meter mekanik sejumlah Rp 11.300,00/bulan. Dalam segi biaya pemasangan, water meter mekanik lebih ekonomis dan terjangkau.
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK SECARA FITOREMEDIASI SISTEM CONSTRUCTED WETLANDS DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (Iris pseuadacorus) DAN MELATI AIR (Echinodorus palifolius) Ayuningtyas, Endah; Muyasaroh, Nurul; Hermawan, Heru Bagus; Irene Arum AS; Retno Susetyaningsih; Jumiati; K.R, Muhammad Nurwahid
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah menjadi salah satu permasalahan yang berkepanjangan dan cukup sulit untuk diatasi karena akan terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang merupakan salah satu penghasil limbah domestik terbesar yang berasal dari toilet, pencucian piring dari kantin dan air wudhu. Salah satu metode pengolahan biologis yang dinilai terjangkau dan efektif untuk menurunkan zat pencemar di dalam air limbah yaitu fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah air domestik (greywater) di SMP N 3 Prambanan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini yaitu variasi komposisi 2 tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan gabungan 2 jenis tanaman (C) serta waktu tinggal 2 dan 4 minggu. Parameter yang dianalisis adalah COD, BOD, dan TSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tanaman hias Iris (Iris pseudoacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) serta waktu tinggal yang lama dalam sistem constructed wetlands mempunyai pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah domestic sebesar 94%; 95% dan 85%. Sistem constructed wetlands terintegrasi, yang terdiri dari gabungan 2 jenis tanaman berurutan dan waktu tinggal 4 minggu, dapat memberikan efisiensi penyisihan COD, BOD dan TSS terbesar.
Analisis kualitas udara menggunakan internet of things di pintu perlintasan kereta api Kusumaningrum, Evy; Hermawan, Heru Bagus; Sumarsono; Hariyadi, Dedy
Computer Science and Information Technology Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Computer Science and Information Technology (CoSciTech)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/coscitech.v4i3.6219

Abstract

The limited number of air quality sensors causes the presentation of Air Quality Index information to be not optimal. In principle, the installation of Air Quality Index sensors can provide input in air quality control and monitoring policies in an area. However, some places that have the potential to become local tourism or gathering places such as around the railroad crossing area do not have air quality sensors installed. Wind speed when trains pass can cause dust to scatter. Therefore, it is necessary to conduct further studies related to air quality around railroad crossings. Therefore, this research proposes to analyze and monitor air quality around railroad crossings in the Special Region of Yogyakarta based on the Internet of Things. In this study, the installed sensors functioned to monitor air quality at 3 locations that have different characteristics so that the data generated is also different. Based on the PM25 sensor, the air quality is categorized as Good 50% and Moderate 50%, while the PM10 sensor is categorized as Good 80% and Moderate 30%. The Internet of Things sensor built in this study is still not integrated in its recording between wind speed and air quality.
Identifikasi Zona Potensi Bahaya Seismik di Jawa Timur–Bali–NTB melalui Integrasi Klasterisasi Spasio-Temporal dan Distribusi b-value Arimurti, Dyah Arum; Hermawan, Heru Bagus; Triwulandari, Ike; Pitaloka, Ami Widya; Prihandono, Trapsilo; Harijanto, Alex
POSITRON Vol. 16 No. 2 (2026): Vol. 16 No. 2 Edition (This issue was scheduled for publication on July 31, 20
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i2.101090

Abstract

Wilayah Jawa Timur–Bali–NTB merupakan zona subduksi aktif dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kompleksitas tektonik di wilayah ini menyebabkan pola seismisitas yang heterogen sehingga diperlukan pendekatan analisis yang mampu mengidentifikasi zona potensi bahaya seismik secara lebih representatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona potensi bahaya seismik melalui integrasi klasterisasi spasio-temporal dan distribusi b-value. Data yang digunakan berupa 1168 kejadian gempa bumi dari katalog BMKG, GFZ, dan USGS periode 1994–2024 dengan magnitudo Mw ≥ 4 dan kedalaman ≤ 300 km. Analisis seismisitas dilakukan menggunakan algoritma K-Means dan ST-DBSCAN, kemudian diintegrasikan dengan analisis distribusi b-value. Hasil menunjukkan kedua algoritma menghasilkan empat klaster, namun ST-DBSCAN memberikan kualitas klasterisasi yang jauh lebih baik dengan Silhouette Score 0,866 (K-Means: 0,410) dan Davies-Bouldin Index 0,300 (K-Means: 0,983). STDBSCAN mengklasifikasikan 83,9% data sebagai outlier, menunjukkan kemampuan yang lebih efektif dalam memisahkan noise dari aktivitas seismik terkonsentrasi. Integrasi klaster dengan distribusi b-value mengungkapkan bahwa tiga klaster ST-DBSCAN terkonsentrasi di zona subduksi Selatan Jawa Timur dengan b-value rendah (0,812-0,981) dan pola occasional, mengindikasikan akumulasi stres tektonik tinggi dan berpotensi menghasilkan gempabumi bermagnitudo besar. Satu klaster di zona Patahan Naik Busur Belakang Flores (b-value: 0,831) memiliki pola stationary yang berkaitan dengan aktivitas aftershock/swarm. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu antara klasterisasi spasio-temporal dan distribusi b-value mampu memberikan interpretasi yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan metode tunggal dalam analisis bahaya seismik, sekaligus mendukung prioritas monitoring dan mitigasi aktivitas gempa di wilayah Jawa Timur–Bali–NTB.