Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Kinerja Karyawan Berbasis Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Hotel 88 Jember) Cristian Rizqi Anggraini; Hadi Jatmiko
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2022): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v5i1.7742

Abstract

Sumber daya manusia yang berkualitas akan terpuaskan jika kepuasan kerja sebagai faktor yang mempengaruhi kinerja dapat tercipta dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap prestasi kerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan teknik sensus atau mempekerjakan seluruh populasi yaitu 88 staf hotel Jember dan 43 responden dengan metode analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Hotel 88 Diponegoro Jember; (2) Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Hotel 88 Diponegoro Jember; (3) Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel 88 Diponegoro Jember; (4) lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Hotel 88 Diponegoro Jember; (5) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Hotel 88 Diponegoro Jember; (6) Kepemimpinan dan lingkungan kerja, ditambah kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan di Hotel 88 Diponegoro Jember.
Strategi Pemasaran pada Masa Pandemi dalam Upaya Meningkatkan Tingkat Hunian Kamar Hotel di Jember (Studi Kasus di Hotel Bintang Mulia) Hadi Jatmiko; Cristian Rizqi Anggraini
Tourism Scientific Journal Vol. 7 No. 2 (2022): Vol 7 No 2 Juni 2022
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/tsj.v7i2.182

Abstract

This study aims to analyze the right marketing strategy to increase the room occupancy rate during the pandemic. The population of this study were employees at the Bintang Mulia hotel with a proportional random sampling of 44 respondents. Structured interviews with hotel managers and associations. The research analysis method uses SWOT analysis. The results of the study stated that the position of the Bintang Mulia hotel was in Quadrant I, this was based on the results of the IFAS and EFAS analysis. The strategy that can be applied is an aggressive growth policy (growth-oriented strategy, while alternative strategies include: First, implementing an online booking system which is expected to provide convenience for guests. Second, getting used to the application of health protocols that guests are expected to feel safe. Third, maintaining and improve the quality of its services, improvement efforts can be made through assessments from visitors through feedback in the form of ratings and reviews on travel agent applications. Fourth, collaborate with genpi, influencers, and the government.
PERAN PURCHASING DEPARTEMENT DALAM PENGADAAN BARANG MELALUI DAILY MARKET LIST DI HOTEL 88 JEMBER Syah Riza Octavy Sandy; Aqmarina Maulida; Cristian Rizqi Anggraini
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2022): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v5i2.9041

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Purchasing Department dalam pengadaan barang melalui Daftar Pasar Harian di Hotel 88 Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penting Purchasing dalam pengadaan barang melalui Daftar Harian Pasar, proses pengajuan dokumen supplier atau vendor di Hotel 88 Jember, kendala dan solusi terkait Daftar Harian Pasar. Penulisan laporan disajikan secara kualitatif, teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi literatur, internet searching. Berdasarkan hasil yang diperoleh, peran Purchasing di Hotel 88 Jember sangat penting karena semuanya berkaitan dengan pengadaan kebutuhan hotel. Hasil menunjukkan bahwa kinerja yang ada sudah baik, namun perlu adanya staf Purchasing lain untuk membantu Purchasing Manager dalam menjalankan tugasnya. Pengarsipan yang dilakukan juga cepat dan baik. Semua arsip dan dokumen Accountin berada di tempat yang mudah ditemukan saat dibutuhkan, namun area file yang menyatu dengan kantor membuat ruangan menjadi sempit dan tidak semua file dapat diarsipkan dalam satu ruangan. Lokasi penyimpanan file dan arsip penting juga diharapkan diprioritaskan. 
Pengaruh Area Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Performa Karyawan Hotel Di Lumajang Cristian Rizqi Anggraini
Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jsmbi.v12i1.10971

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama dalam sebuah industri, organisasi dan lembaga. Perkembangan jaman yang semakin pesat setiap waktunya mengharuskan sebuah industry atau organisasi memperlakukan sumber daya manusia secara khusus, sehingga mendapatkan kualitas sumber daya manusia seperti yang diharapkan. Area kerja merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Area kerja yang bersih, nyaman, akan membuat karyawan merasa senang saat bekerja. Selain area kerja, kepuasan kerja karyawan juga memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Rekan kerja, gaji yang di dapat, kondisi kerja yang mendukung akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga dengan kepuasan kerja karyawan dapat meningkatkan kinerja. Kinerja karyawan yang lebih baik dapat untuk mencapai tujuan atau target yang industri yang telah ditentapkan.
Pelatihan Implementasi Protokol Kesehatan Staff Hotel Dalam Masa PPKM(Pemberlakuan Pembatasan KegiatanMasyarakat) Pandemi Covid-19: Protokol Kesehatan Syah Riza Octavy Sandy; Icha Cahyaning Fitri; Cristian Rizqi Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 4 No. 01 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v4i01.329

Abstract

Wabah Corona Virus telah memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap sektor pariwisata khususnya pada sektor industri perhotelan di kabupaten Jember. Hampir semua hotel di kabupaten jember mengalami penurunan tingkat hunian yang cukup berpengaruh akibat kunjungan tamu hotel maupun wisatawan. Fenomena ini berakibat dengan banyaknya hotel yang untuk sementara di tutup dan berimbas juga pada pengurangan karyawan hotel. Optimisme menggerakan kembali industri perhotelan pada saat masa tatanan kehidupan baru, Kondisi terdahulu ditutup akibat tidak bisa memenuhi biaya operasional kini bisa aktif menggunakan syarat mengaplikasikan aturan kesehatan industri perhotelan demi mencegah dan mengendalikan Corona Virus ( Covid 19). Pemerintah dalam hal ini memberikan ketentuan terkait standar pencegahaan dan pengendalian Covid 19, respon industri perhotelan terutama sumber daya manusia khususnya staff hotel / karyawan perlu mendapatkan pelatihan penerapan protokol kesehatan di area perhotelan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pelatihan terkait dengan protokol kesehatan dalam masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Pandemi Covid 19 dilingkungan PHRI Cabang Jember khususya hotel yang tergabung dalam asosiasi tersebut dengan harapan tamu hotel mempunyai rasa kepercayaan diri yang tinggi dan aktifitas yang berhubungan dengan kegiatan hotel dan pelayanan prima mencakup kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan ramah lingkungan dengan harapan tamu hotel maupun wisatawan memperoleh kepercayaan diri dan industri perhotelan dapat berkembang dan berjalan kembali setelah hantaman corona virus ( covid 19).
An integrated AHP–composite priority index model for determining tourism village development priorities: evidence from Jember Regency, Indonesia Faozen Faozen; Cristian Rizqi Anggraini
International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/ijaste.v10i1.1-18

Abstract

The development of tourism villages has become an important strategy to stimulate rural economic growth through community-based tourism. However, the determination of priority tourism villages is frequently conducted without a systematic and transparent decision-making framework, which may result in inefficient allocation of development resources. This study aims to develop a priority model for tourism village development by integrating internal and external factors using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and a Composite Priority Index (CPI). A quantitative multi-criteria decision-making approach was applied, involving seven experts representing government institutions, academic researchers, and tourism village practitioners. Pairwise comparisons were conducted using Saaty’s scale to determine the relative weights of development criteria, while the CPI was used to calculate the final priority ranking of tourism villages. The results reveal that within the internal dimension, institutional capacity and governance (0.28) represent the most influential factor, followed by human resources and tourism awareness groups (0.23), attractions (0.19), amenities (0.17), and environmental sustainability (0.13). Within the external dimension, strategic partnerships (0.27) emerge as the dominant factor, followed by budget support (0.23), government policy support (0.21), accessibility (0.17), and promotion (0.12). Based on the composite index calculation, tourism villages are categorized into high, medium, and low priority clusters, providing a structured framework for phased development interventions. These findings highlight that tourism village sustainability depends not only on tourism potential but also on strong institutional governance and collaborative networks. The proposed model offers an evidence-based decision support system to assist local governments in determining tourism village development priorities more objectively and strategically.
Pendampingan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sukodono melalui Implementasi Web sebagai Media Informasi dan Layanan Digital Faozen Faozen; Juhanda Juhanda; Edhi Siswanto; Cristian Rizqi Anggraini
Indonesian Journal for Social Responsibility Vol. 8 No. 02 (2026): December 2026
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v8i02.644

Abstract

Digital transformation has become an important requirement for community-based organizations to improve governance and information services. The Sukodono branch of ‘Aisyiyah faced several challenges, including the absence of an integrated information system, limited digital literacy among administrators, and unstandardized activity documentation. This program aimed to enhance the organization’s digital capacity through website development and digital literacy improvement. A needs-based participatory approach was employed with a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The activities included digital needs assessment, CMS-based website development, content management training, social media integration, and three months of intensive mentoring. The participants consisted of 18 active administrators. The results show that the organizational website was successfully developed and utilized as a digital information hub, reaching 1,428 users within the first three months. The average digital literacy score increased from 58.1 to 87.2 after the intervention. In addition, content publication frequency improved, and social media integration contributed to increased digital visibility, as reflected in higher follower growth and engagement rates. The implementation of documentation SOPs also improved activity recording consistency from 38% to 100%. These findings indicate that a needs-based and participatory intervention can gradually improve digital capacity and information systems within community organizations. However, the results are limited to a small organizational scope and a relatively short implementation period, suggesting the need for long-term evaluation to assess sustainability.