Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Trade Openness Effect on Income Inequality: Empirical Evidence from Indonesia Lestari Agusalim; Fanny Suzuda Pohan
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Economic and Business Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.652 KB) | DOI: 10.15408/sjie.v7i1.5527

Abstract

This research analyzed the effect of international trade openness to income inequality in Indonesia using Vector Error Correction Model (VECM). The data used is the secondary data, which are the export-import value, gross domestic product (GDP), GDP per capita, open unemployment rate, and Gini index. The results of this study indicate that in the short term the trade openness has negative impact significantly on the income inequality. However, in the long-run, it does not show any significant effect in decreasing the income inequality rate. The impulse response function (IRF) concluded that income inequality gives a positive response, except on the third year. Based on the forecast error variance decomposition (FEDV), the trade openness does not provide any significant contribution in effecting the income inequality in Indonesia, but economic growth does. Nevertheless, in long-term, the economic growth makes the income inequality getting worse than in the short-term.DOI: 10.15408/sjie.v7i1.5527
Dampak Pajak Ekspor terhadap Peningkatan Nilai Tambah: Studi Empiris Agroindustri di Indonesia Lestari Agusalim
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v8i1.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pajak ekspor dan peningkatan produktivitas komoditas pertanian utama dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, output agroindustri, penyerapan tenaga kerja, dan pendapatan rumah tangga. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model computable general equilibrium comparative static. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output 2008 dan Tabel Sistem Necara Sosial Ekonomi 2008, serta data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pajak ekspor berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dalam jangka panjang. Tetapi, apabila kebijakan ekspor tersebut disertai oleh peningkatan produktivitas pada sektor yang dikenai pajak, maka akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara sektoral, kebijakan pajak ekspor mampu meningkatkan output domestik agroindustri dalam jangka panjang, tetapi berdampak negatif dalam jangka pendek dengan atau tanpa disertai peningkatan produktivitas. Kebijakan tersebut juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sektoral, di mana secara umum terjadi penurunan permintaan tenaga kerja dalam jangka pendek. Sementara itu, dalam jangka panjang terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sebagian besar sektor ekonomi. Kebijakan pajak dalam jangka pendek akan menurunkan pendapatan riil pada seluruh kelompok rumah tangga, terutama kelompok rumah tangga yang berpenghasilan tinggi. Ketika kebijakan tersebut disertai oleh peningkatan produktivitas maka akan berdampak positif terhadap redistribusi pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga. Dalam jangka panjang, kebijakan pajak ekspor mengakibatkan peningkatan pendapatan pada rumah tangga berpenghasilan tinggi, dan penurunan pendapatan pada kelompok rumah tangga berpenghasilan rendah dengan atau tanpa peningkatan produktivitas.
Pemberdayaan Kaum Perempuan dalam Pengembangan Model Bisnis Berbasis Ekonomi Biru Ayu Dwidyah Rini; Sri Yusnita Burhan; Lestari Agusalim; Mangasi Panjaitan; Budhi Purwandaya; Zed Abdullah; Benny Pasaribu
Jurnal KARINOV Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i1p70-74

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kaum perempuan kelompok bank sampah pratama, pura bojonggede melalui pengembangan model bisnis produk olahan sampah daur ulang. Kegiatan ini memiliki dua tujuan khusus yaitu; meningkatkan pendapatan ibu – ibu desa tajurhalang, pura bojonggede dari diversifikasi produk olahan bank sampah yang ada. Selain itu bertujuan untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup lima tahapan antara lain; kegiatan identifikasi potensi sampah yang dapat didaur ulang; membuat prototype produk; merancang model bisnis berbasis ekonomi biru; memberikan pelatihan dan pendampingan terkait model bisnis berbasis ekonomi biru; mengevaluasi kelayakan model bisnis. Rintisan usaha diyakini akan mampu berdampak pada peningkatan pendapatan ibu – ibu yang tergabung dalam kelompok bank sampah Pratama. Kata kunci— Bank sampah, Ekonomi biru, Model bisnis, Pemberdayaan perempuan Abstract This community service aims to optimize the role of women in the pratama waste bank group, Pura Bojonggede through the development of a business model for processed waste products. This activity has two specific objectives, namely; increase the income of women in the village of Tajurhalang, Pura Bojonggede from the diversification of existing waste bank processed products. In addition, it aims to build a sustainable and environmentally friendly business. The method used in this activity includes five stages, including; identification of potential waste that can be recycled; make product prototypes; designing a blue economy-based business model; provide training and assistance related to blue economy-based business models; evaluate the feasibility of the business model. It is believed that the business startup will be able to have an impact on increasing the income of mothers who are members of the Primary waste bank group. Keywords— Garbage bank, Blue economy, Business model, Women's empowerment
Persepsi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi Terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mangasi Panjaitan; Ayu Dwidyah Rini; Lestari Agusalim; Zed Abdullah; Budhi Purwandaya; Benny Pasaribu
Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah Vol 7 No 2 (2022): Islamic Banking:Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah - Februari 20
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.066 KB) | DOI: 10.36908/isbank.v7i2.394

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Yang diluncurkan pada tahun 2020 memberikan warna tersendiri bagi pendidikan Indonesia, khususnya bagi mahasiswa perguruan tinggi. Program ini memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk mememilih mata kuliah dan kampus yang diinginkan untuk pengembangan dirinya. Mahasiswa diberi hak untuk untuk kuliah tiga semester di luar program studinya didalam kampusdan/atau di luar kampusnya. Dalam pelaksanaannya program MBKM mengalami beberapa kendala. Kendala bisa berasal dari mahasiswa, kampus maupun pemerintah. Melaksanakan program “baru” yang berskala nasional tidaklah mudah. Pemerintah menyiapkan sarana dan prasana, SDM dan aturan pendukungnya. Kampus mempersiapkan dan menyesuaikan kurikulumnya dengan program MBKM dengan tetap mempertahankan capain pembelajaran dan profil lulusan program studi, mahasiswa belum sepenuhnya memahami program MBKM tersebut sebagai akibat kurangnya sosialisasi dan lemah iterasi mahasiswa untuk mencari informasi terkait. Bahkan sebagian mahasiswa tidak tahu adanya program tersebut. Mahasiswa punya persepsi bahwa program MBKM penting bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi sebagai bekal menghadapi masa depan di dunia kerja. Mereka berharap adanya dukungan penuh dari kampus, dosen ketika akan mengikuti program MBKM. Namun mereka khawatir akan adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan ketika mengikuti program MBKM tersebut.
Pengembangan Aplikasi Web Pemetaan Perkembangan Koperasi di Indonesia Berbasis Web Modeling Language Yaddarabullah; Lestari Agusalim; Muhamad Karim
Jurnal KomtekInfo Vol. 5 No. 2 (2018): Komtekinfo
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.606 KB) | DOI: 10.35134/komtekinfo.v5i2.17

Abstract

Berdasarkan data yang telah diolah dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan koperasi di Indonesia mengalami peningkatan dalam sepuluh tahun (2000-2015) dengan tingkat peningkatan sebesar 68,93 persen. Dalam mendapatkan informasi tentang perkembangan koperasi saat ini masih menggunakan cara manual yaitu dengan mengumpulkan data koperasi dari masing-masingkemudian diproses untuk dianalisis. Belum ada aplikasi yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan koperasi di Indonesia. Pada penelitian ini akan dikembangkan aplikasi berbasis web yang dapat memberikan informasi perkembangan dan pertumbuhan koperasi di Indonesia. Aplikasi yang dibangun akan memetakan koperasi berdasarkan provinsi. Pengembangan aplikasi ini didasarkan padaMetode Bahasa Pemodelan Web (WebML). Penulisan kode program menggunakan konsep pemrograman PHP Model-View-Controller (MVC) dengan framework Codeigniter versi 3.1.9 dan pemetaan digital menggunakan Openstreetmap. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh koperasi dalam memperbaharui data perkembangan dan pertumbuhan, sedangkan bagi pemerintah dan masyarakat akan lebih mudah dalam mengakses informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan koperasi di Indonesia.
Pengaruh COVID-19 dan Upah terhadap Pengangguran Terdidik di Indonesia: Analisis Data Panel 33 Provinsi Tahun 2010-2021 Loura Auliya; Lestari Agusalim
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 17 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/naker.v17i3.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh COVID-19 dan upah terhadap tingkat pengangguran terdidik di Indonesia dengan menggunakan analisis data panel yang terdiri dari data cross section 33 provinsi dan data time series kurun waktu 2010-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa COVID-19 dan Upah Minimum Provinsi (UMP) riil tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terdidik di Indonesia. COVID-19 meningkatkan pengangguran terbuka secara umum, terutama pengangguran kurang terdidik. Kekhawatiran peningkatan UMP akan menyebabkan pengangguran terdidik meningkat tidak terbukti di Indonesia. Di sisi lain, upah riil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kenaikan upah menyebabkan kenaikan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan pengangguran terdidik. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik di Indonesia. Kenaikan pengangguran terdidik akibat kenaikan pertumbuhan ekonomi dapat disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor ekonomi yang pada modal. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan keterbukaan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik di Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan keterbukaan ekonomi dapat menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran terdidik di Indonesia.
COVID-19, UPAH, DAN PENGANGGURAN: STUDI EMPIRIS DI INDONESIA Lestari Agusalim; Agnia Zakia Putri
Bina Ekonomi Vol. 27 No. 1 (2023): Bina Ekonomi: Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/be.v27i1.6121.77-100

Abstract

Unemployment is one of the problems faced by every country, and Indonesia is no exception. The opened unemployment rate during the Covid-19 pandemic increased dramatically compared to the previous year. Many factors affect the increase in the unemployment rate, one of which is wage policy. This study aims to analyze labor conditions in Indonesia before and during Covid-19 and analyze the effect of wages on unemployment before and during the pandemic in Indonesia. The analytical method used, namely the fixed effect model, with panel data for 12 years (2010-2021) in 33 provinces in Indonesia. The results obtained in general are that an increase in wages reduces unemployment, but if wages are increased during the Covid-19 pandemic, it will increase unemployment in Indonesia.
Indonesia Cooperative and Members Welfare : a Panel Data Analysis Lestari Agusalim; Muhamad Karim; Yaddarabullah Yaddarabullah
Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 1 (2019): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v8i1.26830

Abstract

Indonesia Cooperative is believed as the most appropriate institution in increasing the welfare of its members and the society, and also participating to build the national economic in order to create the advanced society, fair, and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. In proving, the purpose of this research is to analyze the effect of Indonesia cooperative existence to the welfare of its members. The method of analysis is the data panel regression, where cross section data covers all provinces in Indonesia, and time series data during 2010-2015. The result shows that the main factors that have effect to the members’ welfare are number of members, number of managers, self-capital, and business volume. The variables that have no significant effect to the members’ welfare are numbers of cooperatives, the annual member meeting (AMM), number of employees, outside capital, and macro economy variable in regional level. Economic growth and outside capital variables have indirect effect to the members’ welfare through volume of cooperative business.
PEMBUKTIAN EMPIRIS TEORI UPAH EFISIENSI DI INDONESIA Agusalim, Lestari; Novianti, Tanti
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v14i2.2951

Abstract

This study aims to prove whether the efficiency wage theory applies in Indonesia using panel data analysis consisting of 33 provinces over a nine-year period (2010-2018). The theory posits that wage increases enhance worker productivity. The empirical findings confirm the validity of the efficiency wage theory in Indonesia, particularly in urban areas. Nominal wages have a larger positive impact on labor productivity compared to real wages and provincial minimum wages (PMW). An increase in women’s wages significantly influences labor productivity more than male wages. However, if the wage gap between males and womens widens, it can decrease aggregate labor productivity, leading to inefficiencies in the labor market and reducing the competitiveness of Indonesian workers. Geographically, wage increases in urban areas boost labor productivity, but this effect is not applicable to rural areas. The widening wage gap between urban and rural areas can increase labor productivity but may also widen development disparities between regions. Therefore, it is recommended that the government formulate wage policies supporting the welfare and productivity of workers without gender or regional discrimination. The People’s Representative Council (DPR) should enact comprehensive laws protecting women’s rights. The government, in collaboration with the legislature, can provide workforce training in rural areas to enhance knowledge and skills.Keywords: efficiency wage theory, wages, productivity, labor, wages gapAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah teori upah efisiensi berlaku di Indonesia menggunakan analisis data panel yang terdiri atas 33 provinsi dalam kurun waktu sembilan tahun (2010-2018). Teori tersebut menyatakan bahwa kenaikan upah akan meningkatkan produktivitas pekerja. Hasil penelitian ini mengonfirmasi teori upah efisiensi secara empiris terbukti terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Upah nominal memiliki dampak positif yang lebih besar dibandingkan upah riil dan upah minimum provinsi (UMP) terhadap produktivitas tenaga kerja. Kenaikan upah perempuan berpengaruh lebih signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja dibandingkan laki-laki. Namun, apabila kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan melebar makan akan menurunkan produktivitas tenaga kerja secara agregat sehingga menciptakan inefisiensi di pasar tenaga kerja dan mengurangi daya saing tenaga kerja Indonesia. Secara kewilayahan, peningkatan upah di perkotaan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tetapi tidak berlaku untuk wilayah pedesaan. Lebar kesenjangan upah antara kota dan desa dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, namun dapat pula memperluas ketimpangan pembangunan antarwilayah. Oleh karena itu, pemerintah disarankan untuk merumuskan kebijakan upah yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja tanpa diskriminasi gender atau wilayah. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perlu mengeluarkan undang-undang perlindungan hak-hak perempuan secara komprehensif. Pemerintah bersama DPR dapat menyediakan pelatihan tenaga kerja di pedesaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.Kata kunci: teori upah efisiensi, upah, produktivitas, tenaga kerja, kesenjangan upah
Pelatihan Membangun Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Bernegosiasi bagi Pelaku Hubungan Industrial Agusalim, Lestari
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i4.174

Abstract

Kemampuan komunikasi efektif antara pekerja dan pengusaha sering kali menjadi tantangan utama dalam hubungan industrial yang berdampak pada kinerja dan produktivitas organisasi. Pelatihan komunikasi efektif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, terutama dalam konteks negosiasi yang penting dalam menyelesaikan konflik dan membangun hubungan yang saling menguntungkan. Pengabdian ini menyoroti pentingnya komunikasi interpersonal dan nonverbal dalam hubungan industrial, serta bagaimana pelatihan yang melibatkan simulasi dan diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya komunikasi yang efektif. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dengan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha, pekerja, serikat pekerja, serikat buruh, dan unsur pemerintah. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang memungkinkan peserta belajar secara kolaboratif dan mempraktikkan teknik komunikasi dalam situasi nyata. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan, disertai uji beda, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi peserta, dengan nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pelatihan berjalan efektivitas. Selain itu, lebih dari 80 persen peserta menyatakan puas dengan pelatihan yang diberikan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga mempersiapkan peserta menghadapi tantangan hubungan industrial di masa mendatang dengan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan produktif.