Triana Dewi
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Sains Cut Nyak Dhien

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kontak Kulit ke Kulit Segera terhadap Keyakinan Ibu Menyusui Paska Bedah Sesar Triana Dewi; Imami Nur Rachmawati; Luknis Sabri
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.823 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i2.451

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan dalam menyusui. Kontak kulit ke kulit segera setelah bayi lahir merupakan faktor kunci dalam proses laktasi. Proses ini sangat tergantung dari keyakinan ibu dalam menyusui bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontak kulit ke kulit segera terhadap keyakinan ibu menyusui paska bedah sesar. Penelitian quasi eksperiment posttest only design with control groups ini dilakukan pada 52 ibu dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi masing-masing 26 ibu secara consecutive sampling di kota Langsa-Aceh. Pengambilan data menggunakan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form. Hasil uji statistik indenpendent t test menunjukkan adanya perbedaan nilai rerata keyakinan ibu menyusui pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (59,00±6,54; 49,62±7,78; p=0,001). Kontak kulit ke kulit dapat meningkatkan keyakinan ibu menyusui yang dapat memengaruhi proses laktasi.Kata kunci: Bedah sesar, keyakinan ibu menyusui, kontak kulit ke kulit segera.
Model pendidikan kesehatan KB pria untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan partisipasi pria ber KB di era COVID-19 Nurrasyidah Nurrasyidah; Triana Dewi
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 18, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.904 KB) | DOI: 10.31101/jkk.2303

Abstract

Salah satu tantangan dalam meningkatkan keberhasilan layanan KB di Indonesia yakni adanya stigma dimasyarakat bahwa layanan KB hanya bagi perempuan saja, menyebabkan rendahnya angka layanan akseptor KB terutama KB pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pendidikan kesehatan tentang KB pria terhadap partispasi pria ber-KB di era pandemi COVID-19. Desain penelitian adalah quasi expreiment with pre-post test group design. Metode pengambilan sampeldengan purposive samplingdidapatkan sebanyak 61 orang pria sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi dari 110 menjadi 390, dan peningkatan skor sikap dari 50 menjadi 57. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan partispasi pria dalam ber-KB sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value=0,001. 
Efektifitas Paket Pendidikan Anti Stunting (PENTING) Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kesadaran Kritis Keluarga dalam Pencegahan Stunting Afrida Ristia; Triana Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.8342

Abstract

ABSTRACT  Stunting is a health problem in the world that continues to this day, as evidenced by the prevalence of stunting in the world which has reached 22.0% in 2020. Data from the Aceh Health Service shows that Aceh is ranked fifth in stunting cases. East Aceh District has the highest proportion of stunting at 20%. Data from the Sungai Raya Health Center, Sungai Raya District, East Aceh Regency, obtained as many as 151 children who experienced stunting, where Buket Selamat Village was one of the villages with the highest number of stunting, namely 22 children. Efforts to increase family awareness of stunting prevention require optimal education. Stunting prevention education in the family environment can be summarized into the Anti Stunting Education Package (IMPORTANT) which consists of education on nutritious food intake for pregnant women, exclusive breastfeeding, adolescent health, infection prevention, parenting, feeding children, choosing nutritious foods and food security from local food sources, infectious diseases, and environmental health. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Anti Stunting Education Package (PENTING) on critical awareness of families in stunting prevention. The research method used is Quasi Experiment with the research design using Pretest-Posttest Design.This study will conduct two observations, namely before (Pretest) and before (Posttest), this research was conducted in Bukit Selamat Village with a sample of 46 families of stunting toddlers using purposive sampling technique. The data that has been collected will be analyzed using the SPSS 22 statistical program. Bivariable data analysis was carried out using paired t-test with a significance level of p<0.05. The results showed that there was an increase in the mean score of knowledge and attitudes between before and before being given the Anti Stunting Education Package (PENTING) intervention. The results of the analysis of family awareness (knowledge and attitudes) before and before the intervention showed a significant difference (p<0.001). In further research, it is recommended to use community empowerment methods for stunting rates. Based on the results of this study, the researchers concluded that there was an increase in knowledge and attitudes of mothers/caregivers of toddlers in stunting prevention after education using educational media. Based on the results of the analytical test, it was found that there was a significant difference in the value of knowledge and attitudes before and after the anti stunting education package (p value < 0.05). It is hoped that in further research it is recommended to use community empowerment methods for stunting rates. Keywords: Awareness, Family, Important, Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan di dunia yang terus bergulir hingga saat ini, terbukti dari prevalensi stunting di dunia telah mencapai 22.0% pada tahun 2020. Data Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan bahwa Aceh berada pada peringkat kelima kasus stunting. Kabupaten Aceh Timur memiliki persentase stunting tertinggi yaitu 20%. Data Puskesmas Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur didapatkan sebanyak 151 anak mengalami Stunting, dimana Desa Buket Selamat salah satu desa angka tertinggi yaitu 22 anak yang mengalami stunting. Upaya peningkatan kesadaran keluarga akan pencegahan stunting dibutuhkan edukasi yang optimal. Edukasi pencegahan stunting di lingkungan keluarga dapat dirangkum menjadi Paket Pendidikan Anti Stunting (PENTING) yang terdiri dari edukasi tentang asupan makanan bergizi ibu hamil, ASI ekslusif, kesehatan remaja, pencegahan infeksi, pola asuh pemberian makanan pada anak, pemilihan makanan bergizi dan ketahanan pangan dari sumber pangan lokal, pencegahan penyakit menular, dan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Paket Pendidikan Anti Stunting (PENTING) terhadap kesadaran kritis keluarga dalam pencegahan stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Design. Penelitian ini akan melakukan observasi dua kali yaitu sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest), penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Selamat jumlah sampel 46 keluarga balita stunting dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang telah terkumpul akan dianalisis menggunakan program statistic SPSS 22. Analisis data bivariabel dilakukan menggunakan uji paired t test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan mean skor pengetahuan dan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi Paket Pendidikan Anti Stunting (PENTING). Hasil analisis kesadaran keluarga (pengetahuan dan sikap) sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,001). Pada penelitan selanjutnya disarankan dapat menggunakan metode pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka stunting. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap ibu/pengasuh balita dalam pencegahan stunting setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media edukasi. Berdasarkan dari hasil uji analitis, diperoleh bahwa ada perbedaan yang bermakna nilai mean pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah dilakukan paket pendidikan anti stunting (p value < 0.05). Diharapkan Pada penelitan selanjutnya disarankan dapat menggunakan metode pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka stunting. Kata Kunci:  Kesadaran, Keluarga, PENTING, Stunting 
Perilaku Pemeriksaan Sendiri Payudara (SADARI) dan Faktor Terkait pada Mahasiswa Keperawatan di Indonesia Ika Wulansari; Triana Dewi; Nur Ayun R. Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.068 KB)

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan yang paling banyak menyebabkan kematian pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini kanker payudara merupakan salah satu tindakan yang bisa di lakukan wanita untuk mengecek apakah terjadi pertumbuhan sel normal atau tidak pada payudara. Salah satu tindakan deteksi dini yang paling sederhana yang bisa dilakukan adalah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada mahasiswa keperawatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh mahasiswa keperawatan di Universitas Cut Nyak Dhien dan Universitas Negeri Gorontalo selama 2 bulan terakhir terhitung mulai bulan Januari 2021 sampai Maret 2021 dengan jumlah 436 mahasiswa. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 209 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p:0.58), sikap (p: 1.0), dukungan orang tua (p:0.068), dan riwayat keluarga (p:0.222) dengan perilaku pemeriksaan sadari pada mahasiswa keperawatan di Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Sains Cut Nyak Dhien. Penelitian ini diharapkan agar isntitusi pendidikan bisa lebih memberikan dukungan dan juga motivasi kepada mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa keperawatan agar bisa melakukan pemeriksaan sadari secara rutin sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.