Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penggunaan aplikasi berbasis android meningkatan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita Ihwana Musatri Dewi; Waryana Waryana; Sunartono Sunartono
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 18, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.1634

Abstract

Menurut WHO sebanyak 7,3% gizi buruk karena kurangnya pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita melalui aplikasi berbasis android. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test with control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 dengan perhitungan sampel Vincent gasper sebanyak 54 ibu pada setiap kelompok. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil selisih skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 22,28 dengan p value=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, aplikasi ini sebagai media edukasi tentang tumbuh kembang balita mampu meningkatkan pengetahuan ibu. 
PKM Pelatihan Peduli Kompetensi Bidan Melalui Penggunaan Partograph Dalam Pelayanan Mahasiswa Kebidanan Universitas Megarezky Syamsuriyati Syamsuriyati; Sunartono Sunartono; Nurhidayat Triananinsi; Sutrani Syarif
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024723

Abstract

Partograf merupakan rekomendasi WHO yang harus digunakan di seluruh dunia untuk pemantauan rutin persalinan kala 1 untuk membantu penolong persalinan mengidentifikasi kemajuan persalinan lambat dan mencegah persalinan lama dan komplikasi. Partograf Sudah di evaluasi dan di lakukan penelitian dengan melibatkan 35.484 Wanita.  Tujuan PKM ini adalah sebagai bentuk kegiatan pendampingan peduli kompetensi bidan melalui pelatihan prinsif penggunaan partograph dalam pelayanan mahasiswa kebidanan di Universitas Megarezky. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pre test dengan mengerjakan soal partograph selama 1 jam dan posttest setelah mendapatkan materi selama 3 jam dengan soal yang sama untuk melihat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengisian partograph. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa penggunaan partograph mengurangi persalinan lama dari 6,4 % menjadi 3,4%, proporsi persalinan operasi Caesar darurat 9,9 % menjadi 8,3 %, dan kelahiran mati intrapartum dari 0,5 % Menjadi 0,3 %. Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan partograf dapat sangat efektif dalam mengurangi komplikasi pada seperti persalinan lama (perdarahan pascapersalinan, sepsis, ruptur uteri) Dan juga sangat efektif menurunkan kematian bayi baru lahir, anoksia, infeksi, dll.). Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa masih ada 5 orang nilainya 1-2,4 (Sangat Kurang) sebanyak 5 orang 20,8%, dan nilai 2,5-3,0 (Kurang) sebanyak 3 orang (12,5), 3,1-33,49 (Baik) sebanyak 4 orang (16,6) dan nilai di atas 3,50-4  (Sangat Baik) sebanyak 12 orang (50%) Dalam pelatihan ini di temukan bahwa pengetahuan mahasiswa Sebagian besar sangat baik atau kompeten (50%), namun masih ada 5 orang (20,8%) pengetahuan sangat kurang.
Pemberdayaan Remaja Putri melalui Edukasi Booklet Konsumsi Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Pencegahan Anemia di Posyandu AR-Rahman Sekayu Musi Banyuasin Devita; Sunartono Sunartono; Eka Vicky Yulivantina
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.5893

Abstract

Anemia remains a prevalent health problem among adolescent girls in Indonesia. Low knowledge and poor adherence to Iron-Folic Acid (IFA) tablet consumption present challenges in anemia prevention efforts. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge and attitudes regarding anemia prevention through education using a booklet. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, demonstrations of IFA tablet consumption, and evaluation through pre-test and post-test among 20 adolescent girls aged 15–18 years at Posyandu AR-Rahman Sekayu. The results showed a significant increase in knowledge: the “good” category rose from 25% (pre-test) to 75% (post-test), while the “poor” category decreased from 30% to 0%. A total of 60% of participants reported practicing routine IFA tablet consumption, and 85% stated that the booklet was accessible and easy to understand. Conclusion: Booklet-based education was effective in increasing knowledge and practices of anemia prevention among adolescent girls. This activity has the potential to be scaled up and replicated in other community health posts (posyandu).
DETERMINAN FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH MAKASSAR Syamsuriyati Syamsuriyati; Siti Maimunah; Heru Subaris Kasjono; Sunartono Sunartono; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i2.1737

Abstract

Secara global, perdarahan post partum adalah salah satu penyebab utama kematian ibu. Di negara berkembang, ini menyumbang lebih dari 30% dari semua kematian ibu. Penilaian faktor risiko perdarahan post partum harus dilakukan selama periode antenatal, intrapartum dan post partum untuk pencegahan tepat waktu morbiditas dan mortalitas ibu terkait dengan perdarahan post partum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan faktor risiko yang mempengaruhi anemia Terhadap perdarahan post partum. Metode Penelitian menggunakan desain case control study dengan menggunakan pendekatan retrospectif. Populasi dalam penelitian ibu post partum dan sampel adalah ibuyang mengalami perdarahan post partum, Teknik pengambilan sampel secara total sampling dengan jumlah sampel 77 kasus dan 77 kontrol sehingga total sampel 154 responden. Uji statistic dengn Odds Ratio dan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perdarahan post Partum lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dengan anemia 67 (87,0%) dibandingkan pada kelompok kontrol 51 (66,2%). menunjukkan bahwa dari 121 (78,57%) orang yang mempunyai risiko anemia, responden yang mengalami perdarahan lebih banyak pada kelompok kasus sebanyak 70 responden, di bandingkan kelompok kontrol yaitu 51 orang (37,5%). Berdasarkan hasil uji statistic odds Ratio dengan nilai 5,09 dengan Tingkat kepercayaan (CI) 0,05 dan Lower limit =2.054 dan upper limit =12,656, oleh karena itu ibu hamil yang anemia berisiko 5,09 kali lebih besar mengalami perdarahan post partum jika di bandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, sedangkan dalam uji statistic Mann Whitney dengan nila p 0,000, berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok control. Dapat di simpulkan bahwa anemia merupakan faktor risiko terhadap perdarahan post partum.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DI UPTD PUSKESMAS MA’U Devi Aprianti; Sunartono Sunartono; Riska Ismawati Hakim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42946

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi kepada ibu hamil kek dan juga menjelaskan tentang tanda-tanda hamil KEK dan cara memperbaiki gizi ibu hamil menyusui tentang melalui kegiatan penyuluhan berupa modul menu sehari-hari untuk ibu hamil KEK. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil KEK di UPTD Puskesmas Ma’u. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya penyuluhan kemudian baru melakukan pendampingan dari penyuluhan tersebut dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua ibu ibu hamil. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pendampingan ibu hamil kurang energi kronik. Hasil dan manfaaf yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dapat mengedukasi tentang pemenuhan gizi seimbang dan perbaikan gizi, serta meningkatnya pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya ibu hamil KEK. Kesimpulan dari kegiatan pengabmas ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keberhasilan dalam program pemenuhan gizi pada ibu hamil KEK.
The Effect Of The Combination Of Rooming-In And Oxytocin Massage On Breast Milk Production During The First 24 Hours Post Cesarean Section At Rs Pelita Insani Martapura Pebia Norviana; Sunartono Sunartono; Hargianti Dini Iswandar; Siti Maimunah; Istri Yuliani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59076

Abstract

Breast milk is the optimal nutrition for newborns. However, mothers undergoing cesarean section often experience delayed lactation due to anesthesia effects, surgical pain, stress, and postponed mother–infant contact. Non-pharmacological interventions such as rooming-in and oxytocin massage have been shown to improve lactation, but studies combining these two methods remain limited. Objective this study is to analyze the effect of combining rooming-in and oxytocin massage on breast milk production during the first 24 hours post-cesarean section. This study applied a quasi-experimental design with a pre-post test control group approach. The sample consisted of 24 post-cesarean mothers at Pelita Insani Hospital, Martapura, divided into intervention (rooming-in + oxytocin massage) and control (standard care) groups. Outcomes measured were colostrum volume, onset of lactation, and frequency of let-down reflex. Data analysis was performed using t-test, Mann-Whitney, and ANCOVA to control confounding variables, with a significance level of p<0.05.The combination of rooming-in and oxytocin massage significantly increased milk volume (38.7±6.4 ml vs 23.4±5.1 ml; p<0.001), accelerated lactation onset (8.4±2.1 hours vs 14.7±3.4 hours; p<0.001), and improved let-down reflex frequency (6.8±1.5 times vs 3.9±1.2 times; p<0.001) compared to the control group.Rooming-in combined with oxytocin massage is an effective and safe evidence-based intervention to enhance early milk production in post-cesarean mothers within the first 24 hours, supporting exclusive breastfeeding success.
Efektivitas Rendam.Kaki dengan Air Hangat dan Pijat Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Ibu Hamil dengan Hipertensi: The.Effectiveness of Feet Soak With.Warm Water and Feet Massage on Blood Pressure Reduction in Pregnant.Women with hypertension Ika Warisantika; Yuni Kusmiyati; Sunartono Sunartono
Journal of Health Vol. 11 No. 2 (2024): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v11n2.542

Abstract

Preeclampsia in Indonesia is around 3.8-8.5%, being the cause of high maternal mortality by 24%. (Depkes RI, 2015). Karawang District Health Office reports 31.1% of maternal deaths in this district are due to preeclampsia. This study aims to prove that foot both with warm water and foot massage are effective in reducing blood pressure in preeclampsia mothers. The study design used RCT. The research sample was 40 people divided into 4 groups: 10 people for foot soak intervention, 10 people for massage intervention, 10 people for foot bath and foot massage and 10 people in the control group. It was proven that the three interventions were effective in reducing hypertension in preeclampsia mothers, the highest average decrease in systolic 12.2 mmHg on the combined intervention, p-value 0.005, the lowest 8.2mmhg on foot massage intervention p-value 0.004, on the foot both group and massage group a p-value of 0.004. On day 5 of the foot both intervention a p-value of 0.005. The highest mean diastolic decrease was 8mmhg in the combined intervention a p-value of 0.005. The lowest decrease was 2.8mmhg on foot soak with warm water a p-value of 0.011. The statistical test results of the average decrease in blood pressure were all significant (p<0.05). The combined intervention of soaking and foot massage proved to be more effective than the intervention of soaking foot or foot massage.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Keputihan Melalui Pendidikan Kesehatan dengan Media Komik Elektronik dan Leaflet di SMA N 3 dan SMA N 9 Bengkulu Selatan: Efforts to Increase Knowledge And Attitudes of Young Women About Leucorrhoea Through Health Education with Electronic Comics and Leaflets at SMA N 3 and SMA N 9 South Bengkulu Nova Magrita; Sunartono Sunartono; Fitriani Mediastuti
Journal of Health Vol. 11 No. 1 (2024): Journal of Health (JoH) - January
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v11n1.667

Abstract

60% at the age of 15-22 years and 40% at the age of 23-45 years. According to data from the 2014 Indonesian Youth Reproductive Health Survey (SKRRI), women aged 15-24 years are prone to leucorrhoea. Analyzing the effect of health education through electronic comics and leaflets to increase the knowledge and attitudes of young women about leucorrhoea at SMAN 3 and SMAN 9 South Bengkulu. Quasi-experimental research with a pre-test-post-test design with a control group. The population of class XI students was 65 people at SMAN 3 and 90 people at SMAN 9 Bengkulu Selatan, using a purposive sampling method, obtained 41 respondents in the experimental group and 41 respondents in the control group. The results of the independent samples t-test show a p value of 0.008 meaning there is a difference in the average knowledge of the experimental and control groups meaning that there is an increase in the knowledge of young women about leucorrhoea after the intervention. For the attitude variable, the p value is 0.000. So there is a difference in the average attitudes of the experimental and control groups, meaning there is an increase in the attitudes of young women about leucorrhoea after the intervention. Electronic comic media and leaflets have an effect on increasing the knowledge and attitudes of young women about leucorrhoea at SMAN 3 and SMAN 9 South Bengkulu.