Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Earphone terhadap Derajat Keluhan Gatal pada Telinga Athiya Nadifa; Achmad Rofii; Zairin Noor; Oski Illiandri; Dona Marisa
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.351 KB)

Abstract

Abstract: The use of technology during the pandemic is increasing because many activities are carried out online. One of the negative impacts of using earphones is they can cause irritation to the ear canal. This study aims to determine the relationship between duration, frequency, and type of earphone use and the degree of ear itching complaints. This research is an analytic observational study with a cross-sectional approach using the ordinal logistic regression test and using purposive sampling technique to take the number of samples, obtaining a sample of 104 respondents. The results of this study indicate that there is a relationship between frequency of using earphones and degree of itching complaints (p-value = 0,004). There was no correlation between length of use of earphones on degree of itching complaints (p-value = 0,845) and type of earphones used on degree of itching complaints with the supra-aural type as a comparison, there was a relationship between the use of earbuds and the degree of itching complaints (p-value = 0,030), and there was no significant relationship between the in-ear canal type (p-value = 0,055) and the degree of itching complaints. Keywords: Earphone, Itching of the ears, Degree of itch Abstrak: Penggunaan teknologi di masa pandemi semakin meningkat dikarenakan banyak aktifitas dilakukan secara online. Salah satu dampak negatif penggunaan earphone adalah dapat menyebabkan iritasi pada saluran telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi, frekuensi, dan jenis penggunaan earphone serta derajat keluhan gatal pada telinga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji regresi logistik ordinal dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 104 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan frekuensi penggunaan earphone dengan keluhan derajat gatal (p-value = 0,004). Tidak ada hubungan antara lama penggunaan earphone pada keluhan derajat gatal (p-value = 0,845) dan jenis penggunaan earphone terhadap derajat keluhan gatal dengan tipe Supra-aural sebagai pembanding, terdapat hubungan antara penggunaan earphone tipe earbuds (p-value = 0,030) dengan derajat keluhan gatal, dan tidak terdapat hubungan bermakna antara tipe In-ear canal (p-value = 0,055) dengan derajat keluhan gatal. Kata-kata kunci: Earphone, Gatal pada telinga, Derajat gatal
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Petugas Kesehatan Serta Persepsi Keparahan Penyakit Dengan Kepatuhan Skrining Kontak Erat Tuberkolosis Ismianti Tadjeje; Syamsul Arifin; Adi Nugroho; Zairin Noor; Lenie Marlinae
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32384

Abstract

Masalah mendasar yang mengakibatkan semakin tingginya kasus TB yaitu angka penemuan kasus TB yang masih rendah. Rendahnya angka kasus TB di kabupaten Balangan disebabkan antara lain karena rendahnya skrining pada kontak erat TB dari tahun 2022, dimana dari 2700 target Investigasi Kontak terdapat 101 Investigasi kontak yang mendapatkan skringin kontak erat TB. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga, petugas kesehatan dan persepsi keparahan penyakit dengan kepatuhan skrining kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 70 orang kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong dengan menggunakan perhitungan sampel rumus slovin. Analisis data uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis dengan chi square menunjukkan nilai p variabel dukungan keluarga (p= 0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,002), dan persepsi keparahan penyakit (p= 0,000). Variabel persepsi keparahan penyakit paling berhubungan dengan kontak erat tuberkolosis (Exp(B)= 25,013. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan keluarga, petugas kesehatan dan persepsi keparahan penyakit dengan kepatuhan skrining kontak erat tuberkolosis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paringin Selatan dan Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan skrining kontak erat TB adalah persepsi keparahan penyakit.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (Usia Ibu, Pendidikan Ibu, Akses ANC): A Systematic Review Yulianti Yulianti; Zairin Noor; Fauzie Rahman; Herawati Herawati; Didik Dwi Sanyoto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51085

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia, karena berhubungan dengan tingginya angka kesakitan, kematian neonatal, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR melalui pendekatan systematic review. Studi ini merupakan systematic review yang diterapkan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan pada pencarian adalah “Low Birth Weight” dan “Risk Factor”. Dari total 310 artikel yang ditemukan, setelah melalui proses penyaringan judul, abstrak, dan full text sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat dan dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia <20 tahun atau >35 tahun, rendahnya pendidikan ibu, serta terbatasnya akses layanan kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Oleh karena itu, pentingnya strategi komprehensif untuk menekan angka BBLR melalui edukasi kesehatan reproduksi, pemerataan akses layanan kesehatan ibu, serta pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan.