Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA PADA MINAT BELAJAR SISWA DI SMPN 15 KOTA BEKASI Robiatul Adawiyah; Siti Suaedah
Research and Development Journal of Education Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v8i2.12884

Abstract

Keluarga menjadi tempat bagi anak berkembang dan menjadi dewasa. Orang tua harus membantu membentuk karakter dan peranan seorang anak. Pembentukan ini dapat dilihat dari pola asuh.  Semua ini dilakukan untuk memupuk minat belajar anak di sekolah. Oleh sebab itu, Penulis tertarik untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh pola asuh orang tua terhadap minat belajar siswa, khususnya di SMPN 15 Kota Bekasi. Penelitian ini berjudul “pola asuh orang tua pada minat belajar siswa di SMPN 15 kota bekasi. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendeketan survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua pada minat belajar siswa di SMPN 15 Kota Bekasi. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan angket untuk di isi oleh 34 siswa yang menjadi sampel penelitian. Uji data menggunakan uji regresi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Minat Belajar siswa di SMPN 15 Kota Bekasi secara signifikan. Kontribusi pola asuh orang tua pada minat belajar sebesar 68,1%, dan 31,9% dipengaruhi faktor lain
PENGGUNAAN SOCIAL LEARNING NETWORK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Novrita Mulya Rosa; Ahmad Suryadi; Robiatul Adawiyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7536

Abstract

Penerapan e-learning pada pembelajaran jarak jauh menjadi solusi bagi sekolah dalam menyelenggarakan proses pembelajaran di masa pandemi saat ini. Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak berbasis daring yang memberikan fasilitas pembelajaran jarak jauh (Widiastuti, 2021). Penggabungan fitur Learning Management System (LMS) dan Social Network (SN) menjadi Social Learning Network (SLN) yang khusus dibuat untuk keperluan Pendidikan. SLN mendukung pembelajaran kolaboratif dan mendukung proses sharing pengetahuan melalui jejaring sosial (Huang et al., 2010). Guru dan peserta didik dapat berembuk untuk memilih jenis SLN yang dapat melancarkan interaksi pembelajaran secara daring. Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru pada SMK Mandala Tiara Bangsa, Cipinang Pulogadung, Jakarta Timur. Permasalahan yang ditemukan di SMK Mandala Tiara Bangsa adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam penggunaan dan pemanfaatan berbagai aplikasi media pembelajaran daring. Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan sosialisasi untuk menambah pengetahuan guru tentang berbagai macam media pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran daring, kemudian memberikan pelatihan Google classroom, Edmodo, dan Schoology sebagai media pembelajaran. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan persiapan diawali dengan survei ke mitra untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mitra dilanjutkan dengan perijinan dan pembuatan proposal. Menyiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan abdimas serta materi yang akan disampaikan. Tahap pelaksanaan abdimas dilakukan secara daring dengan aplikasi zoom untuk menyampaikan materi pelatihan dan demo penggunaan google classroom, Edmodo dan Schoology. Pada akhir tahapan adalah evaluasi dari kegiatan yang dilakukan peserta dalam mengelola google classroom, Edmodo, dan Schoology.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR EKONOMI Robiatul Adawiyah
Research and Development Journal of Education Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v7i1.8641

Abstract

Model pembelajaran menjadi komponen penting yang menentukan keberhasilan belajar. Salah satu yang umum digunakan adalah model pembelajaran konvensional, serta model pembelajaran kooperatif yang menjadi pilihan lain bagi guru dalam tujuannya meningkatkan keterampilan sosial dan hasil belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe take and give terhadap keterampilan sosial, untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe take and give terhadap hasil belajar, serta untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe take and give terhadap keterampilan sosial dan hasil belajar secara multivariat. Metode penelitian yang digunakan eksperimen, dengan jumlah sampel 32 peserta didik kelas eksperimen dan 32 kelas kontrol. Analisis data menggunakan multivariat analisis varian MANOVA. Dari hasil analisis didapat bahwa 1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap keterampilan sosial dan hasil belajar ekonomi secara multivariat siswa SMA Swasta di Kota Depok dibuktikan dengan nilai Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace,dan Roy’s Largest Root sig sebesar 0,000 ( < 0,05) dan Fh = 12,887. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap keterampilan sosial siswa SMA Swasta di Kota Depok dibuktikan dengan nilai sig 0,001 ( < 0,05) dan Fh = 12,222. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap hasil belajar ekonomi siswa SMA Swasta di Kota Depok dibuktikan dengan nilai sig 0,004 ( < 0,05) dan Fh = 8,710.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA GURU SMA BAKTI IDHATA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH Novrita Mulya Rosa; Ahmad Suryadi; Robiatul Adawiyah
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to provide training on the application of audio-visual media to Bakti Idhata High School teachers in distance learning as an effort to increase teacher competence in utilizing technology and audio-visual media in distance learning. This program uses a competency-based training approach with training methods consisting of concept introduction, practical training, and evaluation stages. The training participants consisted of 15 Bakti Idhata High School teachers who had experience in distance learning. The results of the community service program show that training in the application of audio-visual media to Bakti Idhata High School teachers in distance learning can increase teacher competence in utilizing technology and audio-visual media in distance learning. Teachers participating in this program reported that they had a better understanding of the use of audio-visual media in distance learning and were able to apply the concept in their teaching practice. The program also provides significant benefits for students. Students reported that they were more interested and easy to understand learning material when it was delivered using audio-visual media. This community service program indicates that training in the application of audio-visual media to Bakti Idhata High School teachers in distance learning can provide significant benefits for teachers and students. Therefore, it is advisable for educational institutions and the government to adopt a training program for implementing audio-visual media for high school teachers in distance learning as an effort to improve the quality of learning in the future. Keywords : audio visual media, distance learning, training, high school teachers, teacher competence, technology
Implementasi Sistem Manajemen Mutu Iso 29993:2017 pada Klausul Fasilitator di Program Pelatihan Perdagangan Ekspor LPK Global Edukasi Talenta Inkubator Nurul Elfiana; Robiatul Adawiyah; Hamzah Robbani
JUDICIOUS Vol 4 No 1 (2023): Judicious
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/jdc.v4i1.1246

Abstract

The first problem is the lack of compliance with the Quality Management System ISO 29993:2017 which should be a reference for facilitators in carrying out the learning process in job training institutions. The second problem is that there is no identification of improvement efforts that must be carried out by job training institutions in order to achieve the goals of the institution's vision and mission. The purpose of this study was to find out how LPK Global Talent Education Incubator's efforts in implementing ISO 29993:2017 in the facilitator clause in the export trade training program. This study uses a qualitative method with a case study approach. Qualitative research with a case study approach is intended to study in depth the background of the situation and the current position which is what it is. The research stages included: Research, Observation and in-depth interviews. This research used a population of 3 management, facilitators and alumni training participants. The sampling technique is a saturated sample, namely 3 people. The data collection stage consists of observation techniques and interview techniques. The steps taken in the data checking stage were carried out after interviews and observations. The method of analysis for this research is observation and interviews from the data. The results of the research and analysis with data processing show that the Global Talent Education Incubator Education Institute has implemented the existing quality management system, but something must still be evaluated in running the quality management system. The author's suggestion is that in carrying out the learning process the facilitator should better prepare himself both methodologically and technically adapted to the learning environment and pay more attention to the basic requirements of the facilitator and the learning process so that nothing is missed regarding the existing quality management.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN DI ERA SOCIETY 5.0 Novrita Mulya Rosa; Ahmad Suryadi; Robiatul Adawiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2487

Abstract

Society 5.0 didefinisikan sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dimana kemajuan teknologi dan ekonomi digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan sebuah sistem yang mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik. Di era society 5.0 ini, ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan perubahan yang harus dilakukan. Pendidikan di masa ini dituntut untuk menggunakan pengetahuan (knowledge) dan teknologi (technology) pada pembelajarannya dengan tujuan menghasilkan generasi yang memiliki keterampilan abad ke 21 yaitu kecakapan dalam berpikir secara kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreatif. Salah satu perkembangan teknologi di era Society 5.0 adalah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) digunakan dalam membangun sistem yang dapat berpikir, membuat sistem, dan melakukan sesuatu seperti manusia. Artificial Intelligence akan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan, dan membantu memudahkan pekerjaan manusia. Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru pada SMP Negeri 2 Gunung Kaler Kabupaten Tangerang - Banten.  Permasalahan yang ditemukan pada mitra  adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam memanfaatkan berbagai aplikasi Artificial Intelligence yang dapat membantu guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Guru juga masih minim dalam penggunaan media pembelajaran berbasis AI. Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan sosialisasi untuk menambah pengetahuan  guru tentang berbagai macam aplikasi berbasis AI yang dapat digunakan pada pembelajaran. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahapan persiapan diawali dengan survei ke mitra untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mitra dilanjutkan dengan perijinan dan pembuatan proposal. Menyiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan abdimas serta materi yang akan disampaikan. Tahap pelaksanaan abdimas dilakukan secara daring dengan aplikasi zoom untuk menyampaikan materi sosialisasi pemanfaatan AI dalam Pendidikan di era Society 5.0..  
Strategi Public Relations Kepala Sekolah Dalam Membangun Kemitraan Strategis Dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Windi Megayanti; Robiatul Adawiyah; Nia Sonani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3586

Abstract

Keterkaitan antara dunia pendidikan dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Kurangnya kemitraan strategis yang efektif menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari kepala sekolah dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan DUDI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi public relations kepala sekolah dalam membangun kemitraan strategis dengan DUDI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pihak yang terlibat dalam kemitraan sekolah dengan DUDI, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta mitra industri yang memiliki keterlibatan langsung dalam program kemitraan. Penelitian dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan waktu penelitian selama kurang lebih tiga bulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi public relations kepala sekolah yang dilakukan secara terencana, komunikatif, dan berkelanjutan mampu memperkuat kemitraan dengan DUDI. Kemitraan yang terjalin bersifat saling menguntungkan, berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, serta didukung oleh komunikasi yang efektif dan hubungan yang harmonis. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan peran kepala sekolah dalam mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan kolaboratif guna meningkatkan keberhasilan kemitraan antara sekolah dan dunia industri.
Peningkatan Literasi Anak-Anak Dan Mengajar Dengan Program Kelas Pelangi "Warnai Ilmu, Petik Kreasi, Rajut Mimpi di Desa Tugu Bandung Sukabumi Nia Sonani; Windi Megayanti; Robiatul Adawiyah; Siti Resna Dwi Apriliyana; Rima Aulia; Yusril Ihza Maulana
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i06.3575

Abstract

Literasi merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Namun, minat baca anak di wilayah pedesaan masih tergolong rendah akibat keterbatasan fasilitas dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang menarik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa melalui implementasi program Kelas Pelangi: “Warnai Ilmu, Petik Kreasi, Rajut Mimpi” di SDN Cisasah, Desa Tugu, Bandung, Sukabumi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif dengan melibatkan ±30 siswa melalui kegiatan penyediaan pojok baca, pendampingan membaca, serta penggunaan media kreatif “Pohon Mimpi”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 85% siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan membaca dan seluruh siswa mampu mengekspresikan cita-cita mereka melalui media Pohon Mimpi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat baca, keterlibatan siswa, serta kemampuan ekspresi diri. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada integrasi antara aktivitas membaca dan refleksi diri melalui media kreatif yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan literasi anak berbasis kreativitas, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
The Role of Continuing Education in Environmental Education Management Windi Megayanti; Robiatul Adawiyah; Nia Sonani
Jurnal Wacana Ekonomi Vol 24 No 3 (2025): Jurnal Wacana Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwe.v24i3.42964

Abstract

Global environmental issues such as climate change, ecosystem degradation, and increased waste demand sustainable education strategies to foster pro-environmental awareness and attitudes continuously. Continuing education is an important approach to strengthening environmental education management, as it can shape broader public understanding, skills, and participation. This study aims to analyse the influence of continuing education on environmental education management in educational institutions that have implemented sustainability-based programmes. This study uses a quantitative approach with an explanatory design. The research population comprises educators, educational staff, and participants in environmental education programmes. The Lemeshow technique determined the sample, resulting in 68 respondents selected through purposive sampling based on their active involvement in sustainable education programmes. The research instrument was a questionnaire with a five-point Likert scale, while data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method using SmartPLS 4.0. The results showed that continuing education positively affected the effectiveness of environmental education management. Sustainable education has been proven to strengthen the capacity of individuals and institutions to manage environmental education in a consistent, focused, and sustainable manner. These findings confirm that the success of environmental education management depends not only on policies or curricula but also on the quality of the implementation of continuing education carried out systematically. The implications of this research provide a theoretical and practical basis for developing continuing education strategies in supporting environmental education management in various contexts.
Pemanfaatan Gimkit Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Novrita Mulya Rosa; Ahmad Suryadi; Robiatul Adawiyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vfr7ew82

Abstract

Minat belajar peserta didik sangat mempengaruhi capaian akademik. Salah satu penyebab rendahnya minat belajar adalah proses pembelajaran dan evaluasi yang monoton. Asesmen sering dianggap menegangkan oleh siswa. Menghadapi era digital, guru dituntut untuk menyesuaikan metode pembelajaran, termasuk asesmen, dengan kebutuhan zaman. Penggunaan media berbasis teknologi, seperti gamifikasi, menjadi solusi inovatif untuk membuat evaluasi lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan guru-guru SMP Islam Al Ihsan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang mengalami kendala dalam pemanfaatan media evaluasi digital. Guru masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan platform berbasis gamifikasi seperti Gimkit. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah memberikan sosialisasi pemanfaatan Gimkit sebagai media evaluasi pembelajaran. Kegiatan dilakukan secara daring melalui Zoom dan mencakup tiga tahapan: persiapan (survei kebutuhan mitra, perizinan, penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi penggunaan Gimkit), dan evaluasi (mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru). Target dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan Gimkit. Luaran yang diharapkan berupa artikel ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil kegiatan.