Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HAKIKAT PROFESI GURU MADRASAH IBTIDA’IYAH Agina Zubia Ratika; Aldo Aprianto; Rahmawani Lailatul H; M. Syahran Jailani
PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ) Vol. 8 No. 2 (2024): 2024.2
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memegang peranan paling krusial dalam bidang pendidikan. Tanpa partisipasi aktif mereka, kebijakan reformasi pendidikan apapun, betapapun canggihnya, akan sia-sia. Sebagus apapun program dirancang dan perencanaan strategis pendidikan dan perencanaan strategis pendidikan dan rencana pendidikan strategis dilaksanakan, tanpa guru yang berkualitas, sekolah tidak dapat berfungsi secara maksimal. Pendidikan yang unggul tergantung pada kualitas gurunya. Kompetensi profesional seorang guru adalah kemampuan guru dalam menguasai proses pendidikan. Tujuan artikel ini adalah untuk memahami hakikat profesi guru dan syarat-syarat yang harus dipenuhi seorang guru agar dapat dianggap sebagai guru profesional. Metode penelitian untuk makalah ini akan menggunakan penelitian kepustakaan. Intinya adalah bahwa mengajar adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan lebih lanjut di bidang sains dan teknologi. Guru harus mempunyai proyek pengajaran yang dikembangkan dengan baik, yang erat kaitannya dengan berbagai unsur seperti tujuan pembelajaran, bahan ajar, kegiatan pembelajaran, metode pengajaran dan evaluasi. Untuk memenuhi syarat menjadi guru profesional, guru harus menguasai dan mengamalkan ketiga bagian trilogi profesional guru.
Pembelajaran Matematika Berbasis Computation Thinking di Era Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Islam Terpadu Asy-Syifa Kota Jambi Renda Pandu Winata; M. Syahran Jailani
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v3i2.3850

Abstract

This study is based on the importance of Mathematics Learning based on Computational Thinking in Asy-Syifa Islamic Schools, Jambi City, because some students at Asy-Syifa Islamic Schools, Jambi City have difficulty understanding the concept of learning mathematics, lack of practice, and even motivation factors. Therefore, the purpose of this study is to determine the planning, implementation and evaluation of Mathematics Learning Based on Computational Thinking in the Era of Independent Learning Curriculum in class IV of Asy-Syifa Islamic School, Jambi City. To achieve these goals, the researcher used qualitative research with the method used Phenomenology. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. The data source selected was snowball sampling using respondents from the principal, class IVA mathematics study teachers and class IV students. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation and data conclusions. The results of this study are 1) Planning of Mathematics Learning Based on Computational Thinking in the Era of Independent Learning Curriculum in grade IV of Asy-Syifa Islamic School, Jambi City includes Introduction to Computational Thinking, Determining learning objectives, Mathematics learning design based on Computational Thinking, Development of media or learning tools, Learning activities, Learning assessment and improvement. 2) Implementation of Mathematics Learning Based on Computational Thinking in the Era of Independent Learning Curriculum in grade IV of Asy-Syifa Islamic School, Jambi City includes Decomposition (Problem Deconstruction), Implementation of technology, Collaboration and Discussion and evaluation and reflection. 3) Evaluation of Mathematics Learning Based on Computational Thinking in the Era of Independent Learning Curriculum in grade IV of Asy-Syifa Islamic School, Jambi City includes Understanding the basic concept of Computational Thinking, Implementation in learning, Assessment of Computational Thinking skills, Learning outcomes and feedback from students and teachers.
The Influence of Human Resource Development, Work Environment and Innovation Culture on the Effectiveness of the State Senior High School Teacher Profession in the Riau Islands Province Sumarno; Kasful Anwar; M. Syahran Jailani
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 03 (2025): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i03.1886

Abstract

The influence of human resource development, work environment, and innovation culture on the effectiveness of state high school teachers in the Riau Islands. This quantitative study used a survey with a population of all state high school teachers in the Riau Islands. The sample consisted of 30 trial respondents and 149 research respondents, selected using stratified random sampling techniques. The research instrument was a Likert scale questionnaire, and the data were analyzed using path analysis techniques. The results showed that the greatest influence was from human resource development (X1) on the profession effectiveness of teacher (X4), with a path coefficient of 0.811 and a contribution of 65.77%. The lowest influence was from the work environment (X2) on the profession effectiveness of teacher (X4) through a culture of innovation (X3), with a path coefficient of 0.356 and a contribution of 12.67%. In conclusion, there is a positive influence of human resource development, work environment, and innovation culture on teacher effectiveness. The implication is that the better the development of human resources, the work environment, and the more innovative the culture, the higher the teacher's. effectiveness
METODE GROUNDED THEORY DALAM PENDEKATAN PRAKTIS Asbui; Risnita; M. Syahran Jailani; M. Husnullail; Asrul
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2298

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana metode grounded theory diterapkan dalam sebuah riset kualitatif. Riset kualitatif dengan menggunakan metode grounded theory dimulai dari data untuk mencapai suatu teori dan bukan dimulai dari teori atau untuk menguji suatu teori, sehingga dalam riset grounded theory diperlukan adanya berbagai prosedur atau langkah-langkah yang sistematis dan terencana dengan baik. Prosedur riset kualitatif dengan menggunakan metode grounded theory terdiri dari beberapa tahap yaitu: 1) tahap perumusan masalah, 2) tahap penggunaan kajian teoritis (bila perlu), 3) tahap pengumpulan data dan penyampelan, 4) tahap analisis data, dan 5) tahap penyimpulan atau penulisan laporan. Namun demikian, kelima tahapan riset grounded theory tersebut terjadi secara simultan. Peneliti mengamati, mengumpulkan dan mengorganisasi data serta membentuk teori dari data pada waktu bersamaan. Salah satu teknik penting dalam riset grounded theory adalah proses komparasi konstan (tetap) di mana setiap data dibandingkan dengan semua data lainnya satu persatu. Data dapat dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pencatatan, atau kombinasi dari cara-cara tersebut. Kualitas riset grounded theory sangat ditentukan oleh langkah-langkah tersebut yang dilakukan secara baik, benar, dan disiplin
UPAYA GURU DALAM MEMBIMBING ANAK HIPERAKTIF (STUDI KASUS DI KELAS 1 SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU ASY-SYIFA KOTA JAMBI) Ani, Patimah Putri; M. Syahran Jailani
Al-mujahidah Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i1.262

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Upaya Guru dalam Membimbing Anak Hiperaktif pada proses pembelajaran di kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Asy-Syifa Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam membimbing anak hiperaktif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (filsafat postpotivisme) dan untuk pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak hiperaktif yaitu anak yang mudah bosan, menganggu temanya, asik bermain dengan barang yang ada di sekitarnya, sulit untuk berkonsetrasi dan tidak sabar. Upaya guru dalam membimbingnya adalah dengan cara menempatatkan anak hiperaktif di dekat meja guru kemudian Teknik menata ruang kelas karena anak hiperaktif yang bodan, jadi Teknik ini bagus untuk anak hiperaktif. Kendala guru dalam menangani anak hiperaktif yaitu sering mengganggu teman, sulit duduk diam, mudah bosan, sulit berkonsentrasi dan sulit bekerja sama dengan teman. Kesimpulannya ternyata anak hiperaktif bisa di kata kan sangat aktif di kelas dan sulit konsentrasi dan kendalanya adalah sulit untuk duduk diam dan sulit untuk bekerja sama dengan teman.
KH. Muhammad Daud Arif Pendidik yang Emansipatif dan Tokoh Moderasi Beragama di Indonesia M. Syahran Jailani; Kustaniah Amin; M. Arsyad Helmi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4648

Abstract

Penelitian ini mengkaji jejak pemikiran dan kontribusi pendidikan K.H. Muhammad Daud Arif sebagai pendidik emansipatif dan tokoh moderasi beragama dalam perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Jambi, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis landasan biografis, gagasan pendidikan, serta praktik kelembagaan yang dirintis oleh K.H. Muhammad Daud Arif, khususnya melalui pendirian dan pengembangan Madrasah Hidayatul Islamiyah sebagai model pendidikan Islam yang inklusif dan modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain biografi dan sejarah, melalui kajian dokumen, penelusuran arsip, serta wawancara mendalam untuk menelaah keterkaitan antara warisan intelektual tokoh dan konteks sosial budaya yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Muhammad Daud Arif tidak hanya berperan dalam transmisi keilmuan Islam klasik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender, moderasi beragama, dan toleransi sosial dalam praktik pendidikan, sehingga memperkuat peran madrasah sebagai institusi transformatif dalam masyarakat yang majemuk. Implikasi penelitian ini menegaskan relevansi model pendidikan yang dikembangkan sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi penguatan lembaga pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta harmoni sosial di Indonesia kontemporer
PENGELOLAAN KANTIN SEKOLAH SEHAT DALAM MENINGKATKAN KEBERSIHAN DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MERANGIN Ahmad Khoiron Abdan Sakur; M. Syahran Jailani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42546

Abstract

This research aims to analyze the management of healthy school canteens in improving environmental cleanliness and student comfort at MAN 1 Merangin. The study employs a qualitative descriptive method with a naturalistic inquiry approach. Data were collected through in-depth observations, documentation, and interviews with the Vice Head of Madrasah, the Chairperson of the Canteen Committee, teachers, and students. The results indicate that the management process is carried out through an integrated system, starting from selective planning and standardizing nutritional and halal quality to a formal organizational structure. Implementation is realized through disciplined daily sanitation routines, a centralized waste management system, and collaborative supervision with the local Health Center (Puskesmas). Despite facing challenges such as a reduction in management personnel and economic shifts, the madrasah has implemented strategic efforts through humanist fee reduction policies and consistent character building for students. The study concludes that effective canteen management serves as a primary pillar in creating a healthy, clean, and psychologically comfortable educational ecosystem, which supports the overall quality of student life and learning at MAN 1 Merangin
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 SAROLANGUN Nurul Atika; M. Syahran Jailani; Madyan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42657

Abstract

This study examines the utilization of audio-visual media in improving students’ critical thinking skills in Islamic Religious Education at State Senior High School 12 Sarolangun. The research was motivated by the relatively low level of students’ critical thinking ability, which was influenced by limited and less optimal use of technology-based learning media in classroom instruction. The objective of this study was to analyze how audio-visual media are implemented in learning, how they contribute to the development of critical thinking skills, and what supporting and inhibiting factors influence their use. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and triangulation involving the principal, vice principal, teachers, and students. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of audio-visual media in Islamic Religious Education has not yet been fully optimized, although planning has been conducted systematically. Several challenges were identified, including differences in students’ characteristics, classroom management constraints, and limited student engagement. Efforts to address these challenges include combining audio-visual media with appropriate teaching methods, encouraging student participation, providing feedback and appreciation, and creating a positive learning environment. Properly managed, audio-visual media have strong potential to enhance students’ critical thinking skills and improve the effectiveness of the learning process.