Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Hubungan Kecanduan Penggunaan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang Naufal Firdaus; Sunarko; Angga Sugiarto; Suharsono
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 185 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur penelitian ini menggunakan bergen social media addiction scale dan pittsburgh sleep quality index. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73% responden mengalami kecanduan penggunaan media sosial tingkat sedang dan 75,7% responden mengalami kualitas tidur buruk.  Hasil analisis bivariat dengan menggunakan somers’d menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p) = 0.001 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Hubungan positif manandakan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan penggunaan media sosial maka semakin buruk kualitas tidur pada mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kecanduan penggunaan media sosial, maka semakin baik kualitas tidur mahasiswa.
Efektivitas Terapi Kognitif Perilaku dalam Mengelola Stres pada Pasien Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Candimulyo suharsono suharsono; Adi Isworo; Novema Anshar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.1068

Abstract

This community service aims to address the high stress levels in patients with Non-Communicable Diseases (NCDs), which can worsen health conditions and lower quality of life. This study evaluates the effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) in managing stress among NCD patients at Puskesmas Candimulyo, Magelang Regency. The method employed is a quasi-experimental design with pre-test and post-test on an intervention group receiving CBT. The results revealed a significant reduction in stress levels, with an average score difference of -30 (p-value = 0.001). These findings indicate that CBT effectively reduces stress and can be implemented in primary healthcare settings to improve the quality of life for NCD patients.ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tingginya tingkat stres pada penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Terapi Kognitif dan Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) dalam mengelola stres pada pasien PTM di wilayah kerja Puskesmas Candimulyo, Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada kelompok intervensi yang menerima CBT. Hasil menunjukkan penurunan tingkat stres yang signifikan dengan rata-rata selisih skor sebesar -30 (p-value = 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa CBT efektif dalam menurunkan stres dan dapat diimplementasikan di layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kualitas hidup pasien PTM.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KECEMASAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER ODGJ Suharsono; Rantika; Erna Erawati; Suyanta
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 4 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i4.313

Abstract

Latar belakang : Gangguan jiwa merupakan keadaan seseorang yang mengalami masalah dalam pemikiran kehidupan, interaksi dengan orang lain, dan perilaku terhadap dirinya. Penyebab gangguan jiwa pada umumnya terjadi karena kekecewaan mendalam, trauma psikis dalam kehidupan maupun stress berkepanjangan. Keluarga sebagai caregiver mempunyai peran penting dalam merawat dan mendampingi kehidupan ODGJ. Sebagai caregiver, keluarga tak lepas dari dampak diskriminasi masyarakat sekitar yang dapat menimbulkan beban tekanan mental pada dirinya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ. Metodologi : Penelitian ini merupakan penilitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan quasi eksperiment dengan one group pretest – posttest design without control group. Responden pada penelitian ini adalah caregiver ODGJ yang berada di wilayah kerja Puskesmas Borobudur. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pusposive sampling dan didapatkan hasil sebanyak 32 responden. Uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ dengan nilai p value <0,005 Kesimpulan: Terdapat pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kecemasan keluarga sebagai caregiver ODGJ.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING THE COLLABORATION OF COMMUNITY MENTAL HEALTH PROGRAM IMPLEMENTATION TEAMS IN JEMBER REGENCY Heriberta Reny; Ika Barokah Suryaningsih; Suharsono
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 2 (2025): JULY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/krqb7411

Abstract

Interprofessional collaboration (IPC) is a strategy to address the need for integrated community mental health services. In community mental health services, effective interprofessional collaboration practices can increase community participation in carrying out early detection and prevention of mental health problems. In order to create effective IPC practices, it is necessary to identify factors that hinder interprofessional collaboration in community mental health programs. The purpose of this study was to analyze the level of Interprofessional Collaboration (IPC) of community mental health programs in Jember Regency. Methods: This study is a quantitative and qualitative research (mix-method). The level of interprofessional collaboration was measured using the PINCOM (The Perception of Interprofessional Collaboration Model) questionnaire consisting of 32 questions, which included individual factors and team factors. Questionnaire scores were calculated using a 5-point Likert scale. And further descriptive analysis using logistic regression. Then individual factors and team factors were further assessed using the in-depth interview method. The results of quantitative research show that the characteristics of respondents that affect the implementation of interprofessional collaboration are age, education, position, while employment status and length of service have no impact on the implementation of interprofessional collaboration in community mental health programs. The conclusion of this study is that the level of interprofessional collaboration in community mental health programs is running well, government policies are needed so that the handling of community mental health programs can be more comprehensive.